NovelToon NovelToon
Istri Rasa Depkolektor

Istri Rasa Depkolektor

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:68.8k
Nilai: 5
Nama Author: Asma Khan

⚠️ No Plagiat _ No Boom Like❗

Hubungan itu ibarat detakan denyut jantung.

Ketika semua orang berlomba untuk menjadi pasangan terbaik, menyempurnakan diri untuk memikat hati pasangan mereka, hal itu tidak berlaku untuk si gadis desa dengan sgala kekurangannya.

Cantikkah? Pintarkah? Kayakah? Jawabannya TIDAK. Asma hanya gadis desa yang bekerja sebagai buruh pabrik, tetapi takdir mempersatukan garis nasib bersama Reyhan Aditya—pria dengan title bule kulkas.

Kehidupan damai dalam kesendiriannya menjadi penuh drama. Semua karena pernikahan yang dia lakukan. Istri sederhana dengan segudang keinginan selama fase kehamilan yang selalu menjadi pemicu peningkat kesabaran.

Bagaimana pernikahan di antara Asma dan Reyhan akan berlangsung? Apakah kisah tanpa nama menjadi akhir dari segalanya? Saksikan kisahnya hanya dalam Istri Rasa Depkolektor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Aroma Cinta Halal

Sabar, Rey. Dingin pun harus dinikmati, itu rezeki.~batinnya melepaskan pakaian luar, menyisakan singlet hitam dengan celana kolor abu-abu, lalu ikut merebahkan tubuh di sisi kiri ranjang.

Sayup-sayup terdengar suara adzan. Asma terbangun di waktu yang sama seperti biasa, gadis itu masih memejamkan mata. Setelah melakukan peregangan tangan, tak lupa mengecup pipi ibu yang tertidur di sebelahnya. Rutinitas pagi yang akan mengembalikan senyuman semangat sepanjang waktu.

Hingga suara berat mengembalikan kesadaran gadis itu. Dia lupa, jika sudah menikah. Pagi yang seharusnya memberikan kecupan semangat. Justru suaminya yang merasakan itu, malu rasanya. "Maaf, aku pikir, kamu ibuku."

Niat hati ingin beranjak, tapi tubuhnya tertahan tangan kekar yang mengunci pergerakannya. Tatapan mata yang menenggelamkan, "Apa kamu lupa, jika aku suamimu? Bukan hanya pipi, tapi raga dan jiwa ini bisa kamu miliki. Kenapa minta maaf?"

"Aku," Asma menggigit bibir bawahnya, tak bisa lagi berkata-kata, membuat Rey membimbing istrinya untuk berbaring kembali dengan tatapan mata yang terus saling berperang.

Wajah manis, kelopak mata tak berbulu lentik, alis tipis melengkung, hidung sedang, bibir menggoda, mata yang sipit, dan dagu lancip. Jika mengamati dengan seksama, ada yang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilik netra coklat jernih yang kini terdiam di bawah kungkungannya.

Diamnya sang istri bersambut kecupan hangat yang mendarat ke kening gadis itu. Seuntai do'a dipanjatkan di dalam hati, lalu meniupkan harapan terbaik ke ubun-ubun wanitanya. "Assalamu'alaikum, istriku. Mari kita sholat berjamaah,"

"Wa'alaikumsalam, Tuan Kulkas." Jawab Asma kembali menggigit bibirnya, membuat Rey tersenyum lalu beranjak dari tempatnya.

Apapun panggilan dari sang istri. Biarlah, setelah melaksanakan kewajiban seorang muslim. Pasti jawaban akan didapat dengan caranya, tapi sabar menunggu waktu. Suara adzan di luar sana masih saling bersahutan. Keduanya beranjak meninggalkan tempat tidur.

Rey membiarkan istrinya yang ke kamar mandi terlebih dahulu, sedangkan ia meminta Bagas untuk mengirimkan keperluan yang lupa ia siapkan. Pakaian ganti dan juga peralatan sholat. Setelah bersiap selama dua puluh menit. Pasutri itu sudah siap dengan penampilan tertutup secara syar'i.

Hari baru dengan kisah baru. Asma mendapatkan suami yang bisa menjadi imam baik ketika menunaikan ibadah, dan juga menjadi sandaran dalam hidupnya. Suara merdu lantunan ayat suci Al-Quran menyejukkan hati. Ia tak menyangka, Rey merupakan pria yang dikirim Allah untuk menjadi pendamping hidup.

Hingga suara salam mengakhiri jamaah pasutri itu. Berlanjut dengan do'a keselamatan serta serangkaian do'a agar rumah tangga mereka sakinah mawaddah warahmah. Kemudian menangkupkan kedua tangan mengusap wajah masing-masing. Semoga Allah mengabulkan do'a keduanya.

"Mas, tangannya," ucap lembut Asma mengalihkan perhatian Rey, pria itu menggeser posisinya hingga menghadap sang istri. Ketika tangannya terangkat mendapatkan kecupan hangat dari Asma. Hatinya merasakan kebahagiaan itu sederhana. "Sudah kelima kalinya, Mas menatapku tanpa berkedip. Apa ada yang salah denganku?"

Rey meraih dagu Asma, mensejajarkan tatapan mata keduanya. Ingin mencari sesuatu yang semalam telah ia temukan, tetapi kebahagiaan dengan sorot kenakalan sang istri. Hilang tanpa jejak. "Apa arti seorang suami, ketika memiliki istri yang mencoba melarikan diri?"

Arah pembicaraan yang tidak asing. Sekali saja menahan diri untuk mendengarkan keluhan seorang suami. Gadis itu membiarkan Rey berbicara secara terbuka atas apa yang terjadi semalam. Marahkah? Tidak. Nyatanya pria itu belajar untuk bersabar dengan semua perlakuannya.

Ditengah curahan pernyataan dan pertanyaan Rey. Asma melepaskan mukena, lalu melipatnya. Sesaat tatapan matanya teralihkan hingga sang suami kembali merengkuh dagunya. "Mas, aku tidak melarikan diri, tapi hati ini membutuhkan sedikit waktu."

Obrolan keduanya mulai saling berbalas. Dari satu kebenaran menuju kebenaran lain. Emosi yang saling melengkapi, melepaskan kebingungan serta kesalahpahaman. Akal sehat keduanya mengembalikan suasana semakin membaik.

Tiba-tiba, Rey menghentikan ucapannya. Tatapan matanya semakin intens, membuat Asma terdiam. "Boleh?"

Anggukan kepala sang istri menjadi izin resmi. Rey menyatukan keningnya bersama kening Asma seraya mengangkat tangan merengkuh pinggang wanitanya agar semakin mendekat. Hembusan nafas yang saling beradu, berganti sentuhan lembut nan manis. Sesaat menyapa bibir alami tanpa polesan lipstik.

Perlahan, tapi pasti. Sentuhan hangat menyatukan keduanya. Saling memperkenalkan diri akan aroma cinta yang halal. Rey berusaha sebaik mungkin untuk memulai perjalanan panas keduannya dengan berharap ridho Sang Pencipta. Berteman sinar mentari. Penyatuan pasutri baru menapaki permukaan.

Asma hanya memejamkan mata, membiarkan suaminya menyatakan kepemilikan atas dirinya. Suara decak yang bersahutan mengalirkan sengatan memabukkan. Rasa ini, akan menjadi candu. Setitik air mata jatuh membasahi pipi. Ikhlas atas apa yang telah menjadi takdirnya.

"Istriku, bertahanlah." Rey mengusap punggung Asma, lalu kembali berdo'a kemudian dalam sekali serangan menyatukan keduanya dalam penyerahan. "Alhamdulillah,"

Apakah ia tidak salah dengar? Rey bersyukur hanya karena telah menjalankan ritual malam pertama. Sakit rasanya, karena tidak bisa memberikan yang terbaik untuk sang imam. Namun, takdir tak mungkin dirubah. Semua sudah terjadi. Sekali lagi, air matanya mengalir tak tertahankan.

Rey yang melihat itu, mendekatkan diri menatap Asma. Diusapnya air mata yang berharga, dan tidak layak untuk menghiasi kehidupan mereka. "Raga memang hanya untuk pembuktian, tetapi jiwa untuk penyatuan. Asma, kini kamu istriku. Aku menerimamu apa adanya, sebagaimana kamu menerima keras kepalaku."

Semakin terasa menyesakkan dada, hingga kecupan hangat yang ia rasakan. Mengalihkan kesadaran dalam penerimaan, membalas tatapan mata yang meneduhkan. "Terima kasih, Mas. Maaf atas ketidak sempurnaan ku menjadi seorang wanita."

Terenyuh dengan rasa yang pasti mengusik batin sang istri. Rey mengubah rasa sakit itu dengan membawa cinta ke dalam penyatuan keduanya. Perlahan sentuhan manja memperkenalkan akan hubungan halal yang menjadi keberkahan.

Satu jam telah berlalu, Rey menatap wajah Asma yang terlelap dalam pelukannya. Sebagai seorang pria, jujur merasa sedikit kecewa. Akan tetapi, sebagai seorang suami. Ia ikhlas atas kekurangan sang istri. Satu yang membuat dia tak mempermasalahkan segalanya yaitu kejujuran dari sang istri.

"Luka yang terpancar di matamu. Aku ingin menghapusnya,"

Takdir bisa mempertemukan, tetapi manusia lupa. Jika ada perpisahan. Setiap pilihan adalah hasil dari keputusan final. Apapun yang telah dilakukan akan tetap menjadi tanggung jawab masing-masing. Maka, ketika akal sehat mulai menghilang. Diamlah, pikirkan sekali lagi. Apakah semua yang menjadi keputusan sudah benar adanya?

Lamunan Rey teralihkan suara ketukan pintu. Dari jumlah ketukan, ia tahu itu Bagas. Akan tetapi, tidak mungkin meninggalkan Asma sendirian. Tanpa menunda, diambilnya ponsel yang tergeletak di atas meja sisi tempat tidurnya. Sebuah pesan cukup menjelaskan situasi tanpa harus menjelaskan panjang kali lebar.

[Kami akan keluar nanti malam, kirimkan saja makan siang dan juga perlengkapan yang sudah aku pesan. Ingat, kamu sendiri yang harus membawa ke kamarku!]

1
Mom La - La
hadir kk...
☕☕ untuk mu...
Bpearlpul
congrats ya kak novelnya udah tamat dan sukses terus
Bpearlpul: ♥♥♥♥♥
total 6 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
kalau gk baca akhirannya dah protes aku, bisa²nya Fay sama Bagas gantung 😭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 🚶‍♀️🚶‍♀️Cari abangnya dlu
total 3 replies
Ela Jutek
huh kenapa terjadi seperti itu
Ela Jutek: iya mesti
total 26 replies
Ela Jutek
ohhh seperti itu toh, untung obat nya istri nya sendiri😊

dan siapa kah dia belom punya istri udah pen bulan madu aja😆
Ela Jutek: hooh iya🙄
total 16 replies
Ela Jutek
haahh masa sih pak bos, gak percaya deh🙄
Ela Jutek: dikit doang
total 26 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
wassalam ini mah, untung dah buka puasa bacanya, langsung scroll kabur🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 🤣berhenti ada palang
total 1 replies
Ela Jutek
uhh manis nya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 😇iya ay
total 7 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
liburan berkedok bulan madu ya😳
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: seru sih, nunggu giliran aja 😌
total 1 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
good job Fay, napa gk dikasih makan sekalian kan marah butuh tenaga kalau cuma minum mah gk kenyang, kembung yg ada😳
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: jadi makan kuy lah 🚶‍♀️
total 3 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
hm, cinta yg membutakan
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: heem 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
total 1 replies
Ela Jutek
pulang bawa dede bayi ya😄
Ela Jutek: kebanyakan emang gitu sih kak
total 30 replies
Ela Jutek
ohhh wow kaburr ahhh🏃🙈🙈
Ela Jutek: biarin lah
total 22 replies
Ela Jutek
indah
Ela Jutek: iya adanya😂
total 40 replies
Ela Jutek
emm pengagum rahasia🙄
Ela Jutek: iyaa kak otw
total 26 replies
Ela Jutek
nangis aja dulu biar lega, noh ada yang nguping tuh sapa coba
Ela Jutek: nah kan
total 16 replies
Ela Jutek
wahh ternyata diam diam cinta dengen berkedok kakak🙄
Ela Jutek: iya dong😆
total 24 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
cinta atau obsesi? dari rasa kagum hanya akan menjadi suka, tapi rasa ingin memiliki itu disebut obsesi, so what?
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴: cinta bisa membutakan
total 6 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
Fay benar, di sini bukan tentang hubungan Fay dan Bagas melainkan ada hati lain yg patah 😌
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 🙄diem aja lah 🏃‍♀️🏃‍♀️
total 7 replies
Ela Jutek
nah lo jelaskan tuh Rey
Ela Jutek: moh ah, kaburrr🏃🏃
total 10 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!