NovelToon NovelToon
Salahkah Aku Mencintaimu

Salahkah Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:226.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: mamie kembar

Apakah perceraian harus menjadi jalan satu-satunya saat rumah tangga tertimpa masalah? Jika benar seperti itu, maka tidaApakah perceraian harus menjadi jalan satu-satunya saat rumah tangga tertimpa masalah? Jika benar seperti itu, maka tidak akan ada ucapan sakinah mawadah warahmah, dalam pernikahan.

Bertahan dalam pernikahan yang memberi tangis kesedihan bukan hanya bentuk kebodohan, tetapi bentuk dari perjuangan dalam mencapai pernikahan yang bahagia. Karena tidak ada pernikahan yang berjalan mulus tanpa masalah. Begitu juga pernikahan antara Zaara dan suaminya–Arjuna.

Malam pertama pernikahan yang harusnya memberikan Zara kebahagiaan, justru memberikan luka yang begitu menyakitkan untuk Zara, saat Zara mengetahui jika suaminya mencintai wanita lain.

Apakah Zara memilih menyerah? Tidak. Karena Zara mencoba bertahan dan berjuang untuk pernikahannya.

Apakah perjuangan Zara akan berbuah manis? Entahlah.
Ikuti ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Melihat suaminya pulang selalu larut malam bukan lagi hal biasa untuk Zara. Zara selalu meyakinkan hatinya. Selagi dia tidak melihat semua itu secara langsung, maka Zara akan menganggap jika suaminya pergi benar-benar untuk bekerja. Hal itu lah yang selalu Zara ucapkan pada dirinya sendiri agar dia tidak begitu terluka karena masalah yang menimpa rumah tangganya.

Zara melirik jam yang sudah menunjukan pukul satu malam. Hampir setiap malam Zara selalu menunggu Juna yang pulang terlambat. Tak pernah sekalipun Zara membahas hal itu sebab dia tak pernah ingin pertanyaannya akan membuat hubungannya dengan Juna semakin berjarak. Mengikis jarak diantara mereka sudah susah payah Zara lakukan, karena itu Zara tidak akan melakukan kesalahan yang akan membuat jarak diantara mereka semakin bertambah.

Zara pikir dengan Juna yang selalu pulang ke rumah itu sudah cukup, setidaknya Juna ingat tempatnya kembali karena memang sudah seharusnya Zara lah tempat Juna untuk kembali.

Zara memejamkan matanya. Sekuat apapun dia berusaha menepis semua pikirannya dimana dia selalu membayangkan suaminya tengah bersama wanita lain, tetapi tetap saja semua bayangan itu terlintas di benaknya membuat Zara tak dapat tidur sebelum Juna kembali padanya.

"Sampai kapan ini akan seperti ini, Mas? Ini sudah hampir empat bulan dan semua masih berjalan di tempat seperti ini," ucap Zara menatap foto pernikahannya dalam ukuran bingkai yang kecil, yang dipajang di atas nakas tempat tidur.

Dalam kesedihan yang selalu menyelimutinya, mata cantik itu terpejam setelah lelah menangis. Tak berapa lama setelah Zara terlelap. Juna pulang. Juna naik ke atas tempat tidur dengan sangat berhati-hati. Juna menatap wajah cantik yang selalu terlihat sembab karenanya itu.

"Maafkan aku, Za. Aku tau ini semua salah. Namun aku sangat mencintai dia," ucap Juna pelan, tetapi terdengar jelas oleh Zara yang terbangun saat merasakan seseorang naik ke atas ranjangnya.

Zara memutar tubuhnya menjadi membelakangi Juna dan saat itu juga air matanya kembali keluar. Zara berusaha menahan suara tangisnya. Sakit, sungguh Zara merasakan sakit yang teramat sakit saat mendengar suaminya masih saja mengatakan mencintai wanita lain.

'Aku harus bagaimana, Tuhan? Aku sangat mencintainya. Berjuang ataupun menyerah sama-sama akan menyakitiku. Menyerah di saat pernikahan ini baru berjalan empat bulan, jelas akan membuat keluargaku malu. Aku harus bagaimana? Aku tidak ingin merasa sakit, tapi aku juga belum sanggup kehilangannya,' batin Zara.

Setiap terbangun dari tidurnya, Zara selalu berada dalam pelukan Juna. Bukan Zara yang memeluknya, melainkan Juna yang tidur selalu memeluknya. Zara tersenyum menatap tangan Juna yang berada di perutnya. Dengan sangat perlahan Zara memutar tubuhnya menghadap Juna.

Tangannya terangkat mengusap lembut wajah tampan suaminya itu. 'Aku harus bagaimana, Tuhan? Aku sangat mencintainya, tapi dia justru mencintai wanita lain. Perasaan ini semakin bertambah sekalipun dia tidak mencintaiku. Aku mohon bantu aku, Tuhan…' ucap Zara dalam hati.

Setelah puas menatap wajah suaminya. Zara perlahan melepaskan tangan Juna dari tubuhnya, tetapi pria yang masih memejamkan matanya itu justru semakin mempererat pelukannya dan menempelkan wajahnya di dada Zara.

"Sayang, aku masih ingin tidur memelukmu," ucap Juna dengan mata terpejam.

Zara yang mendengar itu semua kembali merasa perih dan sesak. Bahkan dalam keadaan tidurpun Juna selalu mengingat wanita itu, pikirnya.

"Za, nanti saja bangunnya. Aku masih ingin tidur memelukmu," ulang Juna saat Zara kembali berusaha melepaskan tangan Juna dari tubuhnya.

'Bukankah dia menyebut namaku? Aku yang terlalu berharap atau memang dia menyebut namaku?' batin Zara tak bisa menutupi rasa bahagianya.

"Mas," lirihnya.

"Ya, sayang," balas Juna semakin membuat jantung Zara berdetak kencang memikirkan panggilan itu untuk dirinya atau Juna masih belum sepenuhnya sadar siapa yang dipeluknya.

"Aku masih mengantuk Za, tetap disini temani aku. Biarkan tidurku nyenyak," ucap Juna lagi.

Zara yang nendengar itu tak lagi berusaha pergi. Tangannya bergerak mengusap lembut kepala Juna. "Tidurlah, aku disini," ucapnya dengan begitu lembut dan mata berkaca-kaca karena bahagia.

"Terima kasih, sayang," balas Juna semakin memeluknya.

Perasaan Zara menjadi campur aduk. Antara sedih dan bahagia dirasakannya saat ini mendengar Juna memanggilnya dengan sebutan sayang.

Meski Zara merasa gugup saat Juna memeluknya terlebih lagi kepala pria itu berada di dadanya, tetapi Zara berusaha untuk tenang, membiarkan pria itu kembali tidur dengan nyenyak sebelum akhirnya nanti dia akan turun dari tempat tidur.

'Maaf, Za. Aku sama sekali tidak memanfaatkan keadaan. Aku benar-benar nyaman bersamamu, tapi aku mencintai dia. Maaf…' ucap Juna dalam hati.

1
Kasmawati S. Smaroni
sekali2 thor bikin ceruta pemeran wanitanya menerima segalanya sampai akhir.tidak selamanya pemeran wanitanya endingnya bahagia😁
@ni
sepertinya author ini nggak niat untuk bikin novel, karena cerita yang dibuatnya selalu gantung 😔
Sri Tati
Luar biasa
Sri Tati
Lumayan
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
terlalu naif dgn cinta Zara.. perjuangkan klau suami mu memang dari mula mencintai mu.. ini tidak dari awal sdh tau kn..
Jolanda Lengkey
wanita tak tahu diri tuh si laura/Toasted/
Diana
Jangan bermain api di belakang sitrimu Juna.
Diana
Jangan pernah sekalipun mempermainkan perasaan seorang wanita apalagi wanita itu adalah istri sendiri. Awas hukum karma menantimu Juna, kau sia-siakan Zara yg baik, setia, sopan dan ramah juga tanpa memandang status seseorang.
Perfect deh.....
Herta Siahaan
mami Camilla the best... Juna tuh otaknya lg eror mam... mau Laura n Zara ... waduh nggak adil thor... serakah ma perempuan...
Siti Anizah
Cewe bego
Sriani Dewi
ceritanya. bagusss bikin penasaran m tiap episode nya
Bahari Sandra Puspita
super sekali ceritanya thor..
ada season kedua kah???
Dian Agustiningsih
lanjut kak blm kelar ceritax
Teh Yen
kak.knp blom.up lagi ,,aku nungguin loh
💞🖤Icha
Mam belum up lagi...sehat dan semangat berkarya 😘😘
Lilis Lilis Lisna
kok tamat sih gqk jelas ceritanya
Erni Purwaningsih
ko belum update Thor, aku nungguin loh
Umisah Asther
Zara km bodoh atau apasih...padahal km dapet dukungan keluarga mu tap malah milih Kabur ...dan hidup menderita km GK mikirin perasaan keluarga mu...itu akibatnya rasain..di kasih pilihan Juna buka. saumi yg baik tp tetep maksa
Rokhyati Mamih
Nara Juna Zara
Yuli maelany
anaknya Zara dan Juna harus saling d kenalkan supaya terhindar pernikahan sedarah apalagi kalo anaknya Laura lelaki...


ternyata selama itu kamu pergi , gimana keadaan papa Emir juga Juna sekarang....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!