NovelToon NovelToon
Kasih Di Timur Negeri.

Kasih Di Timur Negeri.

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:993.2k
Nilai: 5
Nama Author: NaraY

Pertemuan tak di sengaja karena sebuah pengkhianatan membuat mereka berdua menikah tanpa proses mengenal dan spontan.

Setiap hari saling bertemu dan bersama menjalani pernikahan dalam bentuk sebuah rasa terselubung.

Tak terbayangkan dua anak manusia yang memiliki sifat dan latar belakang berbeda harus tinggal dalam satu atap.

Pria bersifat seribu kaku, sedingin es dan sekeras baja harus bersanding dengan wanita polos, terkadang sok tau, penakut dan terkadang sedikit ceroboh membuat hari mereka penuh warna dan rasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Semoga terkabul.

Bang Zeni mengapit pinggang Fia di samping lapangan. Sejak kejadian hari itu, keduanya sudah tidak lagi banyak menjaga jarak. Fia pun sudah mau dekat dengannya dan semakin menurut meskipun tidak bisa meninggalkan segala pemikiran dan sikap absurdnya. Fia pun juga melingkarkan tangannya di pinggang Bang Zeni.

Hari ini ada latihan untuk pertandingan volly yang sempat tertunda beberapa waktu karena banyaknya kegiatan kompi dan Batalyon. Para ibu-ibu sudah mulai beraksi. Suppoter tak kalah meriah mendukung walaupun masih dalam latihan.

"Bu Zeni mau ikut latihan?" Bang Felix menyapa Fia.

Fia tersenyum bersemangat tapi Bang Zeni menolaknya. "Nggak, istri saya promil. Takut sudah ada isinya" sambar Bang Zeni takut Fia salah menjawab.

"Lho Bang, Fia nggak tanding volly, hanya latihan saja" kata Fia.

Bang Zeni menghela nafas panjang lalu membuangnya kasar. "Abang jitak kamu ya, mau latihan atau tanding.. semua sama-sama lompat, pakai tenaga. Nggak usah buat perkara lah, Kalau mamanya pecicilan si dedek nggak cepat besar" terpaksa Bang Zeni mengancam Fia dengan caranya.

"Abang mau bodoh-bodohin Fia ya?" Lirik Fia. "Di buku jelas tertulis, wanita hamil itu terlihat perutnya membesar saat usia dua belas minggu ke atas." Jawab Fia mulai pintar dan mengerti.

Mendengar perdebatan seniornya, Bang Felix pun memilih menyingkir.

"Okee.. Abang salah. Sekarang Abang tanya.. menurutmu berapa usia kandunganmu?" Tanya Bang Zeni menguji seberapa pintarnya sang istri setelah beberapa waktu kebersamaan mereka, Bang Zeni tanpa lelah terus mengajari Fia.

"Kita menikah sudah satu setengah bulan. Abang ajak Fia pasang mur baut sekitar satu bulan yang lalu. Jadi ya usia hamilnya Fia satu bulan donk" jawab Fia dengan percaya diri.

Bang Zeni tersenyum dengan perasaan terbolak balik naik turun jungkir balik.

Astagfirullah dek, kalau sampai bulan depan kamu belum juga hamil, bisa-bisa Abang yang stress, tapi kalau melihat jiwa keibuanmu.. Abang jadi nggak tega. Abang akan berusaha keras bisa membuatmu jadi seorang ibu.

Bang Zeni mengecup sekilas kening Fia lalu mengusap perutnya.

Ya Allah.. jika dosaku di masa lalu menghalangi rejeki dariMu, maka lihatlah ketulusan hati Fia istriku. Tidak pantas jika dirinya harus menanggung semua tingkah buruk ku. Kabulkanlah segala yang terbaik untuk Fia.

"Benar khan Bang?"

"Iya, sudah satu bulan. Baik-baik ya dek" ucapnya meng aamiin i segala ucap sang istri.

"Alhamdulillah.. Bu Danki hamil" kata Om Wahyu tiba-tiba muncul di belakang punggung Bang Zeni.

"Waahh Danki.. Ibu.. selamat atas kehamilannya" kata para anggota dan ibu-ibu memberi selamat pada Bang Zeni dan Fia.

Bang Zeni tak bisa mengucap apapun selain Alhamdulillah dan terima kasih pada anggota yang mendo'akan.

Duuhh.. bebanku semakin bertambah saja. Apa jadinya kalau perut Fia masih tetap datar.

"Terima kasih banyak, minta doanya saja yang terbaik" jawab Bang Zeni.

...

"Sholat dek.. sudah jam berapa iniii????" Bang Zeni menjadi kesal karena Fia tak segera beranjak dari ranjangnya. "Ayo, sholat hanya sebentar"

"Airnya dingin Bang. Perut Fia juga panas." kata Fia.

"Apa mau haid?" Tanya Bang Zeni.

"Beberapa hari yang lalu sudah, tapi gk banyak"

"Abang tanya haid ya. Bukan keguguran. Jangan salah paham lagi" Bang Zeni menegaskan.

"Iya Bang, Fia sudah haid"

"Ya sudah ayo cepat sholat..!!" Ajak Bang Zeni lagi.

~

Fia mencium punggung tangan suaminya yang masih komat kamit membaca do'a usai sholat isya.

"Bang, minta uang..!!" Fia menodongkan telapak tangannya.

Bang Zeni meraba dompet di nakas lalu mengambil isinya yang hanya tersisa lima lembar uang berwarna merah dan menyerahkan semua isinya pada Fia.

Fia melihatnya dan menggeleng. "Fia mau uang baru"

Kini Bang Zeni menggeleng tanda ia tidak memiliki uang baru.

"Bang, Fia mau uang baru" ucapnya sekali lagi dan Bang Zeni mengangguk tanda mendengarnya tapi mulutnya masih tetap berkomat-kamit. Fia jengkel dan beralih duduk di atas kaki Bang Zeni yang sedang bersila.

"Bang.. Fia mau.........."

"Lailaha Illallah.." Bang Zeni mendaratkan sebuah kecupan di bibir Fia. "Sabar, Abang masih berdo'a. Ini khan sama saja dek..Mau di buat apa uangnya?"

"Pengen cium bau uang" jawab Fia singkat.

Bang Zeni menghela nafas. Meskipun ia tidak tau keinginan Fia tapi ia tetap mengusahakan yang terbaik untuk istrinya. "Cium Abang nggak mau?"

"Mau, tapi uangnya dulu..!!"

:

"Terima kasih ya Wahyu"

"Siap Danki, apa ibu sedang mengidam?" Tanya Om Wahyu yang malam itu mengantar uang baru pesanan Dankinya.

Bang Zeni hanya menjawabnya dengan senyum. "Doakan saja supaya tetap sehat"

"Siap Danki.. pasti"

***

Pagi hari Bang Zeni terbangun lebih dulu. Ia melihat Fia tidur bersama lembaran uang di samping bantalnya.

Ia sedikit membungkuk hendak mencium kening Fia tapi tiba-tiba ponselnya berdering nyaring. Bang Zeni melihat panggilan telepon itu masuk di hari belum subuh. Panggilan dari Danyon.

"Ada apa ya ini?" Bang Zeni segera mengangkatnya. "Selamat pagi. Ijin arahan Abang..!!"

"B*****t kamu Zen.. laporanmu nggak valid. Kamu tulis laporan amunisi lengkap, tapi nyatanya hilang satu magazen hilang. Kamu nggak pantau laporan????????"

"Siap salah, ijin Bang.. kenapa baru ada laporan sekarang???" Bang Zeni balik bertanya.

"Kamu balik bertanya?? Kalau memang tidak lengkap kenapa kamu tanda tangan kelengkapan dokumen persenjataan dengan sempurna??" Tegur keras Danyon.

"Siap salah, kurang fokus komandan..!!"

"Jelas saja nggak fokus, kamu satu-satunya anggota yang membawa istri. Mana ada latihan membawa istri???? Kurang sajen kamu Zen..!!" Bentak Danyon.

"Mohon ijin, siap salah Komandan." Bang Zeni memejamkan mata sesaat. Jika saja tidak memikirkan kondisi mental Fia, maka ia akan menjawabnya dengan emosional pula karena komandan menyebut tentang istri. Ia bisa menerima senggolan apapun tentang dirinya tapi tidak dengan istrinya.

"Istrimu itu buat masalah saja untuk Batalyon."

Bang Zeni sudah meradang tapi ia berusaha untuk tenang. "Nanti saya temui Abang di ruangan. Jangan bawa-bawa istri saya. Dia... Sedang hamil" terpaksa Bang Zeni mengatakan hal itu agar Danyon tidak melemparkan kesalahan pada Fia.

.

.

.

.

1
Raudah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/asli bikin ngakak cerita ini
Nelly Indah
karya kak Nara selalu mantap alur ceritanya 👍😍
Nabil Az Zahra
teka teki untuk rakit, tp aku ikutan mikir🤣🤣🤣
Nabil Az Zahra
si fia gak bljar dri pngalaman, bukankah zeni pernah bilang jngan mau di tindas? gak ingat kah? lgian orang bermasalah knp punya pangkat seh?
Nabil Az Zahra
sekalian pakein fia APBD bang, 🤣🤣
Nabil Az Zahra
udah sih thoorrr,, aku msih nangis aja ampe bab ini. gak kasian ma aku kah? aku malu di liatin pak suami nangisin novel, 😭😭😭😭😭😭😁
Nabil Az Zahra
mimpi khan thor? mimpi lah ya, msa sllu gtu sih? istrinya jd istri yg lain?
Nabil Az Zahra
jangan di bikin hamil dulu zen, masih trauma itu fianya, biarkan mentalnya kmbali dulu
Nabil Az Zahra
🤣🤣🤣itu pikir ku waktu jaman awal SD, salaman ma cowok tkut hamil🤣
Nabil Az Zahra
katanya anak jalanan, msa gak tau gtuan sih? pdhal rta" ank jalanan bnyak tau
Nabil Az Zahra
slh sendiri, ngmg ma anak polos pke kode, mna ngerti baaanggg? 😔
Nabil Az Zahra
jebol ya tinggal jebol lah, paling banjir😂😂
Naja Naja nurdin
maafkan bang rakit ya bang Ari a
Naja Naja nurdin
aq pada mu bang rakit.lope lope deh
Naja Naja nurdin
aq mau juga di rayu giniiiii
Rahma Lia
Luar biasa
💦tiatiandra💦
woi.... rumahmu urusin dulu🤭
💦tiatiandra💦
Luar biasa
💦tiatiandra💦
ya Allah kemana aja aku selama ini... ada Author keren kok baru tau...
NaraY_Kamanatha: Hai Kak Tiatiandra. Salam kenal dari Nara. Semoga betah ya kak🥰😘
total 1 replies
Siti Nina
ya,,,ampun kocak abis bikin ngakak bacanya 😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!