NovelToon NovelToon
Cinta Yang Belum Usai

Cinta Yang Belum Usai

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:29.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elasukma

Abraham dimitri mencintai sahabat semasa remaja dalam diam. Namun, ia memilih pergi menjauh, dan merelakan saat gadis itu memilih lelaki lain sebagai pasangan hidupnya. Ia pergi membawa cinta yang harus pupus bahkan sebelum sempat di ungkapkan. Ia pun mulai kembali menata hidupnya bersama wanita pilihan kedua orang tuanya, sayangnya semua tak bertahan lama. Sebuah kecelakaan di rumah membuatnya harus kembali menelan pil pahit kehilangan untuk kedua kalinya. Ia terpuruk, di hantui rasa bersalah atas kematian sang istri hingga memutuskan untuk pergi jauh bahkan saat putranya masih bayi. Namun, takdir kembali mempertemukannya dengan Shaqina, cinta pertamanya. Kehidupan Shaqina yang jauh dari ekspektasinya membuatnya memutuskan untuk kembali menetap dan mencoba memperjuangkan cintanya yang belum usai. Sayangnya keinginannya bertentangan dengan sang ibu yang menginginkan wanita lain untuk menjadi istrinya. Akankah Abraham berhasil menyelesaikan kisah cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elasukma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah Jahat!

"Fia mulai besok Bunda akan bekerja lagi di mini market," Kalimat pembuka Qina pagi ini hanya di tanggapi anggukan oleh putri sulungnya. Mereka baru saja selesai sarapan sedang bibinya sudah pamit untuk ke toko.

"Bunda harap kamu langsung pulang kerumah sepulangnya sekolah, bantu Bunda jaga adik-adik di sini." Sekali lagi gadis kecil itu hanya mengangguk sebagai jawaban.

Qina menghela nafas melihat sikap gadis kecil itu. Safia humaira. Putri pertamanya. Sikapnya sekarang sangat berubah, gadis kecil itu jadi sangat pendiam sekali, dan beberapa hari belakangan ini putri sulungnya itu juga sering pulang terlambat. Kerja kelompok, dan pelajaran tambahan menjadi alasannya.

Qina mencoba percaya pada putrinya itu, lagipula selama ini Fia tak pernah macam-macam dan dua minggu belakangan ini ia juga sibuk dengan pengajuan gugatan cerai yang membuatnya sering bolak balik kantor pengadilan agama untuk mengurus kelengkapan berkas.

"Pulang sekolah kak Fia nanti, gimana kalau kita jalan-jalan?" tanya Qina pada anak-anaknya yang membuat dua anaknya bersorak gembira. Tapi tidak dengan Safia, gadis dengan rambut di kucir ekor kuda itu terlihat tidak antusias.

"Fia ada kerja kelompok siang ini, " ucapnya kemudian. "Bunda pergi aja sama adik-adik."

Qina menatap gadis kecilnya, "Kerja kelompok lagi?" tanyanya, yang di angguki Fia sebagai jawaban.

"Fia berangkat sekolah dulu, ya Bun. Assalammualaikum, " ucapnya seraya beranjak lalu mengecup punggung tangan Qina dan segera berlari menuju keluar rumah.

Qina menatap kepergian anaknya hingga tubuh gadis kecilnya itu menghilang di balik pintu. Ada keresahan di hati Qina, entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan putri sulungnya itu.

Qina mencoba berpikir positif, ia mengajak anak-anaknya untuk membeli beberapa keperluan, juga membeli beberapa stok camilan untuk anak-anaknya saat ia tinggal bekerja besok.

Rencananya ia juga akan menjemput Safia pulang sekolah nanti, meski Fia sudah bilang akan ada tugas kelompok, ia ingin memastikan apa alasan anaknya selama ini memang benar ataukah hanya alasan bohong agar tak di marahi ketika ia pulang terlambat karena keasyikan bermain.

Tanpa sengaja saat menemani anak-anak memilih makanan kecil yang mereka inginkan, ia justru bertemu dengan tetangga dekat rumahnya yang juga membawa anak yang kebetulan satu kelas dengan putrinya.

Dan betapa kagetnya ia saat mengetahui jika hari ini sekolah di pulangkan lebih awal karena semua guru harus mengikuti rapat dan tak ada tugas kelompok seperti yang di katakan Fia padanya.

Qina memutuskan pulang, berharap anak sulungnya juga sudah berada di rumah mengingat teman sekelas Fia tadi sudah pulang dari jam sembilan. Sayangnya semua tak seperti harapannya, begitu sampai rumah, bangunan dua lantai itu kosong, tak ada siapapun disana.

Bibinya tentu masih ada di toko kelontong warisan dari almarhum Om nya, dan Fia...

Astagaa... kemana ia harus mencari putrinya itu?

🌺🌺🌺🌺

Sementara Safia. Gadis kecil dengan rambut terikat mirip ekor kuda itu melangkah dengan wajah harap-harap cemas. hari ini ia memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya. Ia ingin memastikan sesuatu.

Ejekan dari teman-temannya yang selalu mengatakan bahwa ia akan punya ibu baru membuatnya cukup gelisah beberapa hari ini. Apalagi teman baiknya yang juga tetangganya dulu mengatakan bahwa sering melihat perempuan seksi datang kerumahnya.

Fia meradang, ia ingin menepis semua kabar menyakitkan itu, ia ingin membuktikan walau selama ini ayahnya tak begitu perhatian tapi tak mungkin ayahnya sejahat itu.

Fia melangkah gontai menuju gerbang sekolah. Jika perhitungannya benar, minggu ini ayahnya giliran bekerja shif malam yang berarti, ayahnya akan ada di rumah sampai sore nanti.

Fia menaiki angkutan umum untuk menuju perumahan tempatnya tinggal dulu, dengan langkah gontai ia masuk kehalaman rumah yang sangat ia rindukan.

Begitu mendekati pintu ia mendengar suara pertengkaran dari dalam rumah, Itu suara ayahnya yang tengah beradu argumen dengan seorang perempuan. Tapi siapa? Fia sangat yakin jika itu bukanlah suara sang Bunda.

"Kamu gak bisa lepas tanggung jawab begitu aja, Mas! Kamu harus segera menikahiku sebelum perutku semakin membesar!"

Deg.

"Menikah? Siapa perempuan itu? Dan kenapa dia meminta ayah menikahinya?" batin Fia.

Pikiran buruk mulai menggelayut di benaknya, mungkinkah apa yang di katakan teman-temannya itu adalah benar? Ia akan punya Ibu baru, dan itulah sebabnya Bunda ingin bercerai dengan Ayah.

Pikiran Fia menerawang kembali saat malam itu, saat ia mendengar pertengkaran Bunda dengan ayah dan juga nenek kakeknya. Ia tak mendengar semua, hanya mendengar Bunda ingin bercerai dan tak sanggup lagi memaafkan Ayah. Lantas inikah sebabnya?

Tangan Fia gemetar, ia hendak meraih handle pintu tapi pintu itu terbuka lebih dulu dari dalam. "Fia... " Ayahnya berdiri mematung saat melihat kehadirannya. Seorang perempuan dengan pakaian minim dan rambut tergerai berada di belakangnya.

Fia menatap Ayahnya penuh amarah, kenyataan ini sangat menyakitkan baginya. Dadanya berguruh hebat, kemarahan bercampur kesedihan terlihat jelas di mata nya yang basah hingga membuat gadis kecil itu berteriak keras.

"Ayah jahat!"

1
💞🖤Icha
Lama menanti...semangat berkarya author lov u 😘😘
🐊⃝⃟R. alang2 sawah
kirain bakal mangkrak nih cerita ...akhirny dilanjut lgi....
Nanik Purnomo
Alhamdulillah nongol lagi
Elasukma: Dan Alhamdulillah masih ada yg mau stay di sini😁 Makasih loh Kak😊😊
total 1 replies
Nanik Purnomo
ko ga dilanjutkan lagi thor
j
Elasukma: Mohon maaf belom bisa lanjut kak 🙏
total 1 replies
Nanik Purnomo
ko mogok lgi thor
Ummu Mufris
Lumayan
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS࿐
Weh nikah dadsksn di RS. Ini mah ngebet kagak aturan 🤣🤣🤣
Elasukma: iya kak 😆😆
total 1 replies
Nanik Purnomo
semangat 💪
Nanik Purnomo
emang kemarin qina sampai ternoda kah thor?, perasaan ga ya
Elasukma: Emang enggak kak😊
total 1 replies
💞🖤Icha
Wa'alaikumsalam Wr Wb
Sehat selalu author semangat berkarya.
Good job 😘😘
Nanik Purnomo
wa'alaikum salam,, Alhamdulillah sehat othorrr,, semangat upnya
Nanik Purnomo
makasihhhh
Elasukma: Masama akak 😘 Makasih juga dukungannya selama ini
total 1 replies
Nanik Purnomo
😭
Nanik Purnomo
q masih setia menunggu lho thorrr
Elasukma: Makasih Kak 😊🙏
total 1 replies
Nanik Purnomo
yahhh mogok lagi upnya
Nanik Purnomo
next semangat
Nanik Purnomo
ayo dong up
Friasta
Jahat banget sih mantan!!! 🤬🤬🤬
Friasta
Aaaiisshh mereka bekerja sama 😒😒😒
Friasta
Sukaaa lihat mami akhirnya suportif ke abraham. gak marah lagi ya mami 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!