NovelToon NovelToon
One Night Stand With Teacher

One Night Stand With Teacher

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:295.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dhevy Yuliana

Bermula dari jebakan yang di lakukan teman temanya, membuat Maira Kirana Putri, seorang gadis berprestasi dan juga cantik, harus menanggung keswdihan berkepanjangan.

dimana dirinya harus kehilangan masa depannya di atas ranjang dengan pria yang tidak di kenal.

"aku ingin mati!!" teriaknya. saat dirinya berada di dal.kamar sendirian.

akankah gadis itu bisa melewati semua ujian yang ada? atau justru malah menyerah,?


yuk simak...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Fitnah.

" lalu, Dimana Ibumya,?" tanya Anita yang penasaran. Bima terswnyum.dan menatap sang Putri dengan lekat.

"dia pergi meninggalkan kami karena alasan belum siap," Dokter Bima mengelus kepala gadis kecil itu.

"oh,Maaf Dok, saya tidak bermaksud," Anita tampak merasa tidak enak.

Dokter Bima menggelengkan kepala " tidak masalah Nyonya, terkadang mental orang itu sangat lemah," Dokter Bima sekilas menatap kearah Maira.

sementara Maira yang melelihatnya, hanya bisa membuang muka. sungguh, Maira tidak ingin ada di posisi seperti ini.

siapa juga yang ingin mengandung anak hasil hubungan tak lazim itu. hanya orang yang berhati besar yang mau menerima hasil dari perbuatan tak lazim.

dan sayangnya, Maira tak seluas itu hati dan fikiranya. apa lagi, orang yang melakukan itu ada di semitar Maira.

dan otomatis, mereka akan sering bertemu di lingkungan itu.

setelah mengatakan itu, Dokter Bima undur pamit pada Keluarga Maira.

"amit uyu cemua ada" gadia menggemaskan itu melambaikan tangan mungilnya kearah Maira dan keluarganya.

"duh, manisnya, jadi pengenpunya bayi lagi," celetuk Anita dengan tersenyum tipis.

pletak.

Riko menyentil kening sang istri." udah ketuaan Mah, anak kita udah SMA. masak mau balapan sama cucunya entar,?" tanya Riko dengan terkekeh pelan.

"ish Ayah mah, ya nggak papa kalau di kasih rejeki lagi, lagipula, Mamah sepertinya masih cocok kok un tuk punya anak lagi," Anita menusao hidungnya yang terasa panas itu.

"ogah! Nando nggak mau jagain bocil,",sahut remaja berusia empat belas taun itu.

Maira yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis nwlihat perdebatan antara Ibu dan Adiknya itu.

"ya udah nggak usah ribut kalian, gimana kalau kita nunggu cucu dari Maira saja,?" tanya Riko seraya menaik turunkan alisnya.

uhuk uhuk

tiba tiba saja, Maira tersedak air minum yang sedang ia minum. hal itu membuat semua orang, langsung terfokus ke aranya.

" Mai, kamu nggak apa apa,?" tanya Anita seraya mendekat kearah brankar.

Maira yang mendengarnya, menggelengkan kepala. " Mai nggak pa pa Mah, Mai hanya terkejut dengan ucapan Papa," gadis itu mencoba tersenyum tipis.

walaupun dalam hatinya, gadis itu menangis pilu. kenapa hal semacam ini harus terjadi kepadanya, dan yang lebih menyakitkan, hal itu di lakukan olwh orang yang Maira anggap sebagai sahabatnya

"iya nih Papa kalau ngomong suka sembarangan kek buang sampah," Nando menyahuti omongan kakaknya.

"lah, salahnya di mana, kan Papa cuma bilang, kalau kepengen punya cucu, kan gak musti sekarang kan,?" tanya Riko seraya terkekeh pelan.

" huh dasar, ngeles aja terus" Anita mendegus kesal. di dalam keluarga Maira, memang suasana tampak sekali ceria. jika sedang bersama.

"sudahlah kalian itu ribut terus," tegur Eyang Sari dengan duduk di sofa. bukannya berhenti, keluarga itu malah semakin menjadi.

"halah, pasti Eyang juga Mau kan, kalay di kasih cicit atau cucu,?" tanya Nando meledek sang nenek.

"sembarangan kalau ngomong!! ya pasti mau lah," ucapnys dengan ekspresi berbinar.

hal itu membuat semua yang ada di sana, tertawa terbahak bahak. " tuh kan, mau, jadi nggak usah ngeledekin kitq," Nando berkata dengan nada songong.

"dasar cucu kurang ajar!!" Eyang Sari menoyot kepala sang cucu. " lagipula,kalian udah pada besar. jadi Eyang butuh mainan baru," sambungnya.

Riko yang mendengarnya, seketika mendapatkan ide. dengan cepat, laki laki paruh baya itu membuka tas kerjanya dan mengeluarkan paperbag dari sana.

"ini buat ibu katamya tadi pengen cucu," Riko memberikan paperbag itu pada Ibumya.

"apa ini,?" tanya wanita renta itu seraya tangan keriputnya membuka paperbag itu.

semua orang menyaksikan dengan ekspresi waspada. dan...

oek oek

sebuah boneka bayi menyebul dari tempatnya membuat Eyang Sari terkejut.

"eh, copot copot," wanita renta itu segera melempar boneka itu ke sofa. sontak saja, Riko segera tertawa terbahak.

"buahahaha" tawa laki laki itu pecah seketika dan,..

bugh

satu timpukan keras, mendarat mulus di kepala laki laki itu. membuat Riko seketika mrnghentikan aksi tawanya

"dasar anak kurang ajar. berani mengerjai ibunya sendiri, mau di kutuk jadi cendol ? hmm," tanya Eyang Sari dengan nada bercanda.

"ya elah Eyang, masak cuma di kutuk jadi cendol, mending di kutuk jadi kubah masjid biar ada manfaatnya sedikit," celetuk Nando.

"dasar kurang ajar!!" sekarang, giliran Riko yang menimpuk anak laki laki itu.

mereka berkerjaran seperti bak anak kecil. di sertai canda tawa

"Maafkan aku Mah, Pah," ucap Maira dalam hati dan tanpa sepengetahuan orang orang, gadis itu mengusap air matanya yang terjatuh.

dan akhirnya, Maira dan keluarganya bercengkrama dengan sesekali tertawa lepas. seakan menggambarkan keluarga yang harmonis.

******

satu hari kemudian, kini Maira telah di perbolehkan pulang oleh Dokter dengan catatan, harus menjaga pola makannya.

lima belas menit kemudian, Maira dan keluarganya, telah sampai di kediaman Eyang Sari. sebenarnya Anita telah menawarksn si anak untuk tinggal di rumahnya sendiri.

namun dengan tegas Maira menolak dengan alasan, tak ingin berjauhan dengan sang Nenek.

" kenapa sih Mai,kamu nggak mau tinggal di rumah sendiri,?"tanya Anita pada putri sulungnya itu saat mereka telah duduk di ruang tamu.

Maira yang mendengarnya, tersenyum tipis. " Maira hanya nggak mau terus terusan bergantung sama kalian," jawab Maira.

"kamu kan anak kami, apanya yang bergantung,?" tanya Anita.

Maira tak menjawab. gadis itu malah memeluk sang Ibu dengan erat. dan tanpa di sadari oleh siapapun, Maira menitihkan air mata. berharap suatu saat, jika semuanya terbongkar, keluarganya masih bisa menerimanya.

pagi harinya, Maira telah pulih dan memilih untuk berangkat kesekolah. " Eyang, Maira berangkat dulu ya," gadis cantik itu segera menghampiri sang Nenek yang sedang berada di belakang rumahnya.

"weh, udah segat nih cucu tercantiknya Eyang,?" tanya Eyang Sari seraya bangkit dari duduknya.

"udsh dong Eyang, kan aku mau jadi psikolog yang hebat, jadi harus kuat," Maira trkersenym tipis

kemudian, gadis itu segera menyalami sang Nenek dsn berangkat menggunakan sepedah motor ke sayangannya.

tak berapa lama berselang, Maira telah sampai di halaman sekolah. dsn gadis itu segera turun dari motornya.

dan tanpa di ketahui, ada sepasang mata yang menatapnys dengan tatapan rindu. seakan, baru saja menemukan dambaan hatinya.

siapa laguli jika bukan Daniel. entah sejak kapan, laki laki itu memiliki rasa pada gadis SMA itu. yang jelas, ia bertekat akan membawanya dalam pelukannya.

sementara Maira, gadis itu berjalan menyusuri koridor sekolah seorang diri dengan sesekali melamun.

hingga sebuah tepukan, membuat ia menoleh. dsn Maira mendapati Maharani dan teman temannya, berdiri di sana.

" loe pasti nggak masuk karena hamil kan, dan loe pasti udah gugurinn kan,?' tanya Kinan tersenyum sinis.

Deg.

jsntung Maira seakan ingin lepas mendengar hal itu. bagaimana mereka bisa tau,? Maira menggelengkan kepalanya.

"kalau nggak tau apa apa, nggak usah fitnah orang!!" sentak Maira mendorong tubuh kinan. dan tak.lama, Yolanda datang menghampiri Maira.

"nah, ini dia yang pacaran sama gurunya sendiri, " Maharani berkata dengan sinis.

sementara Yolanda, gadis cupu itu hanya terdiam kala dirinya di fitnah.

********See You********

1
Qaisaa Nazarudin
Ada2 aja pemikiran Mamanya,Anak baru kelas X masa ia udah mikir Nikahan aja.Atau ibunya Daniel udah ngelamar Maira lewat mamanya Maira??🤔🤔
Bunny🥨: “Ketika tubuh jadi taruhan untuk keadilan. Mampir juga yu di ceritaku berjudul "kesepakatan di Atas Ranjang.” ditunggu kehadirannya ❣️
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Nama mamanya Maira Yunita apa Anita sih?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Maaf ya, Menurut ku pemikiran kayak gini yang paling aku Benci,udah di selingkuhin,dikecewakan,di sakiti,Masih aja mikirin PERNIKAHAN,Noh si LAKIKNYA malah enak2 kan sama PELAKOR,Dasar Ogeb,Gak TEGAS makanya dengan gampang diinjak2 dan diselingkuhin 🤦🤦🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Apa Yolanda cuman nyamar doang jadi Cupu,Tuh tadi kan dia bisa ngalahin si cewek cabe-cabean and the geng..
Qaisaa Nazarudin
Tanpa meminta penjelasan,langsung membenci?? Aneh..
Qaisaa Nazarudin
Kelas X itu kelas Maira?? Ku kira Maira kelas 12 SMA , Ternyata baru kelas 10 SMA...
Qaisaa Nazarudin
Masih meraba-raba Alurnya,Typo beterbangan..
Qaisaa Nazarudin
BODOH MALAH LARI,CEWEK LEMAH,harusnya mintak penjelasan dari alasan mereka menjebak kamu, Bukannya malah lari 🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Kok langsung dapat emot Love,Apa Daniel emang jatuh cinta pada pandangan pertama ya...
Qaisaa Nazarudin
Harusnya diceritakan detail thor apa alasan dan kenapa mereka gak menyukai Maira,Bukan hanya cewek tapi cowok juga gak menyukai Maira..🙏🙏
Widayanti Darawati
kk perbaiki lagii kata katanya soalnya banyak yang typo
Yudy Wulandari
terkadang kata"nya tidak sesuai ,,apa salah ketik ya rhor
Yuli Silvy
akhirnya bahagia semua 🤭
Yuli Silvy
guru kok gtu, harus ny jd contoh yg baik 🤦‍♀️
Yuli Silvy
baru gabung
Erny
selamat ya Daniel dan Maira
Erny
orang yg bisa memberikan maaf dan mengikhlaskan itu lah orang yg mulia dan orang yg pendendam akan semakin hancur karena hatinya tdk tenang
Erny
lanjut Thor 💪💪💪 l
Syahna Amira sy
ceritanya aneh...tp terlanjur dibaca bikin penasaran...rumit bgt cerita'a bikin bingung
Syahna Amira sy
promo Mulu Thor...typo LG harus konsentrasi bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!