NovelToon NovelToon
GAIRAH CINTA JANDA BERSEGEL

GAIRAH CINTA JANDA BERSEGEL

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Lusica Jung 2

"Kapan kau akan memberi kami cucu!!"

Hati Sherly seperti di tusuk ribuan jarum tajam setiap kali ibu mertuanya menanyakan perihal cucu padanya. Dia dan Bima sudah menikah selama hampir dua tahun, namun belum juga dikaruniai seorang anak.

Sherly di tuduh mandul oleh Ibu mertua dan kakak iparnya, mereka tidak pernah percaya meskipun dia sudah menunjukkan bukti hasil pemeriksaan dari dokter jika dia adalah wanita yang sehat.

"Dia adalah Delima. Orang yang paling pantas bersanding dengan Bima, sebaiknya segera tandatangani surat cerai ini dan tinggalkan Bima!!"

Hadirnya orang ketiga membuat hidup Sherly semakin berantakan. Suami yang dulu selalu membelanya kini justru menjauh darinya. Dia lebih percaya pada hasutan sang ibu dan orang ketiga. Hingga akhirnya Sherly dijatuhi talak oleh Bima.

Sherly yang merasa terhina bersumpah akan membalas dendam pada keluarga mantan suaminya. Sherly kembali ke kehidupannya yang semula dan menjadi Nona Besar demi balas dendam.

Lalu hadirnya sang mantan kekasih mampukah membuka hati Sherly yang telah tertutup rapat dan menyembuhkan luka menganga di dalam hatinya?! Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

-
-

Hanya cerita cerehan, semoga para riders berkenan membaca dan memberikan dukungannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Kita Bercerai

Sherly dan Rey tiba dikediaman baru mereka. Rumah yang diberikan oleh orang tua Sherly sebagai hadiah pernikahan mereka. Sebenarnya Rey sudah menolaknya, tapi orang tua Sherly sangat bersikeras.

Rumah itu memiliki dua lantai. Selain Sherly dan Rey, ada 5 orang pelayan, 3 scurity dan juga seorang kepala pelayan yang tinggal dibangunan super mewah dan megah tersebut.

Disini mereka sekarang. Sherly dan Rey berada dikamar pengantin. Rey sudah melepas jasnya, sedangkan Sherly masih dengan gaun pengantinnya yang menurutnya sangat merepotkan itu. Sedangkan hiasan rambutnya sudah dia lepas sejak 30 menit yang lalu ketika dalam perjalanan pulang.

"Rey, bantu aku melepas gaun ini." Sherly menoleh dan meminta suaminya membantunya melepas gaun pengantin merepotkan itu.

Rey mengangguk. Kemudian dia bangkit dari duduknya dan menghampiri Sherly. Pria itu berdiri dibelakang Sherly, gadis itu menatap Rey dari pantulan cermin. Tatapannya begitu intens dan serius.

"Rey, ini adalah malam pertama kita. Ingin menundanya atau~" Sherly tak melanjutkan ucapannya, dia malu untuk bertanya. Sherly tidak mau jika Rey menganggapnya tidak sabaran.

Pria itu tersenyum. Rey membalik tubuh Sherly, posisi mereka kini saling berhadapan. Kedua tangannya memegang bahu istrinya sambil mengunci sepasang Hazel-nya. "Aku tidak akan memaksamu jika kau memang belum siap. Kita bisa melakukannya setelah kau benar-benar siap." Ucap Rey.

Sherly menggeleng. "Aku sudah siap, Rey. Bukankah sekarang kita adalah suami istri? Jadi untuk apa harus ditunda lagi?! Kita lakukan saja, aku tidak akan menolak."

"Kau yakin?" Sherly mengangguk. "Baiklah kalau begitu, karena kau yang memintanya. Maka aku tidak akan menundanya lagi. Tapi tidak malam ini, aku tau kau lelah. Sebaiknya sekarang kau mandi lalu tidur. Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu." Ucap Rey yang kemudian dibalas anggukan oleh Sherly.

Tidak tau harus berkata apa. Rey tidak hanya baik dan pengertian. Tapi dia juga sangat sabar dan perhatian. Sherly merasa sangat beruntung karena menikahi pria seperti dia.

-

-

"Dari mana saja kau?!"

Kepulangan Bima langsung disambut tatapan sinis oleh Delima. Wanita itu mencetak Bima di depan pintu. Alih-alih menjawab, Bima malah melewatinya begitu saja. Moodnya sangat buruk hari ini, benar-benar buruk. Delima yang merasa terabaikan langsung menarik Bima dan menamparnya.

"Kau sudah mulai berani ya sekarang?! Aku bertanya padamu, tapi kau malah mengibaikanku?! Apa begini caramu memperlakukanku?!" Teriak Delima di depan muka Bima.

PLAKK!!!

Delima membelalakkan matanya. Dia terkejut karena Bima tiba-tiba menamparnya. "Cukup, Delima!! Aku sudah muak dengan sikapmu yang semakin lama semakin berani dan kurang ajar padaku. Aku ini suamimu dan kapan kau bisa menghargai ku, jika kau tidak bisa merubah sikapmu. Ayo, kita cerai seperti keinginanmu!!"

"Bima, kau!!!"

"Aku sudah muak dengan air mata buayamu. Jika kau ingin melakukan operasi plastik untuk merubah wajahmu. Lakukan saja dan cari uang sendiri, aku tidak mau kau manfaatkan lagi!!" Bima menyentak tangan Delima dan pergi begitu saja.

Dan apa yang Bima lakukan tentu saja membuat Delima sangat marah. Wanita itu memukul kepala Bima dengan batu bata hingga pingsan. Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Delima pun meninggalkan Bima begitu saja.

Bima langsung ditolong oleh warga sekitar dan dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan Delima sudah melarikan diri entah kemana.

-

-

Jam yang menggantung di dinding baru menunjuk angka 06.00 pagi. Seorang perempuan terlihat menggeliat dalam tidurnya. Perlahan tapi pasti, sepasang kelopak mata itu terbuka perlahan, memperlihatkan sepasang biner Hazel yang cerah.

Pandangannya lalu bergulir pada ruang kosong disamping ia berbaring, terasa sedikit dingin ketika diraba, yang artinya orang itu sudah bangun sejak beberapa waktu lalu.

Setelah mandi dan berganti pakaian. Sherly meninggalkan kamarnya dan pergi ke dapur. Rencananya dia hendak membuat sarapan untuk dirinya sendiri dan sang suami.

Tapi baru saja kaki jenjangnya menginjak lantai dasar bangunan bertingkat itu. Aroma lezat makanan yang sedang di masak memenuhi rongga hidungnya.

Yang menjadi pertanyaan Sherly, siapa yang sedang memasak? Rey kah? Rasanya tidak mungkin, dia tau jika pria yang telah menjadi suaminya itu sangat payah dalam hal memasak. Kemudian Sherly teringat sesuatu, dia dan memiliki koki khusus. Tidak heran jika aroma masakannya sangat lezat.

"Kau sudah bangun?"

Sherly menoleh dan mendapati Rey datang dari halaman belakang dengan tubuh berkeringat. Pria itu hanya memakai kaos polos tanpa lengan dan celana panjang, sepertinya Rey baru selesai berolah raga.

"Kenapa tidak membangunkan ku?" tanya Sherly setelah Rey berdiri di depannya.

"Kau terlihat lelah, jadi aku tidak tega untuk membangunkanmu. Aku mandi dulu, setelah ini kita sarapan bersama." Rey mengusap kepala Sherly, ia beranjak dari hadapan perempuan itu dan pergi begitu saja.

Sherly melangkah ke dapur. Bagaimana pun juga dia adalah seorang istri sekarang. Meskipun sudah ada banyak pelayan yang selalu siap melayani mereka. Tapi biarkan Sherly melakukan tugasnya sebagai seorang istri.

"Nyonya, Anda sedang apa disini?" Tegur sang koki saat melihat kedatangan Sherly.

Gadis itu tersenyum lebar. "Aku mau membuat kopi untuk suamiku. Paman, aroma masakanmu sangat lezat, aku tidak sabar untuk mencobanya." Ucap Sherly membuat koki itu ikut tersenyum juga.

"Nyonya, Anda ingin mencicipinya? Silahkan, ini baru saja matang. Semoga sesuai dengan selera Nyonya dan Tuan," ucap koki itu penuh harap.

Sherly tak bisa menutupi rasa senangnya, masakan yang ia cicipi benar-benar sangat enak. Manis, asam, pedas sesuai selerenya dan Rey. "Ini sangat enak, Paman. Apalagi udang gorengnya. Aku sangat suka."

"Baguslah kalau Nyonya suka. Ini hampir selesai."

"Baiklah, lanjutkan saja. Aku tinggal dulu."

Para pelayan merasa sangat nyaman berada di rumah ini. Karena Sherly dan Rey sangat ramah. Meskipun Rey sedikit dingin, tapi sebenarnya dia sangat baik. Dan mereka sangat nyaman bekerja bersama mereka berdua.

.

.

"Rey, ini kopimu." Sherly menghampiri Rey yang baru selesai mandi sambil membawa secangkir kopi yang asapnya masih mengepul.

Sherly meletakkan kopi itu di atas meja lalu menghampiri Rey yang sedang berdiri di depan cermin lalu memeluknya dari belakang. Rey melirik Sherly dari ekor matanya. "Ada apa?" Wanita itu menggeleng.

"Hanya ingin memeluk suamiku seperti ini. Aroma tubuhmu tidak pernah berubah, aku sangat menyukainya."

Rey melepas pelukan Sherly lalu ia berbalik badan. Ia dan Sherly saling berhadapan. Rey menangkap pipi Sherly lalu mengecup singkat bibirnya. "Tidak ada satupun dalam diriku yang berubah, karena aku takut kau tidak bisa menemukanku lagi." Ucap Rey dan kembali mengecup bibir Sherly.

Sherly menangkap wajah Rey dan menatap langsung ke dalam manik matanya. "Kau bicara apa? Bagaimana mungkin aku tidak bisa menemukanmu. Bukankah aku adalah tulang rusukmu yang hilang?" Gadis itu tersenyum manis.

Rey menarik bahu Sherly lalu membawa gadis itu ke dalam pelukannya. Dia belum pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya. Kembalinya Sherly ke dalam pelukannya merupakan anugerah terbesar yang Tuhan berikan padanya.

-

-

Bersambung.

1
Liesdiana Malindu
buset,, itu namanya cinta bodoh, bukan cinta sejati. kok ada ya orang tolol seperti Bima, busa2 nya cincin kawin di buang begitu saja, kenapa Tdk di jual supaya dapat uang untuk beli tiket pulang ke Indonesia. atau sekedar buat bertahan hidup. kayaknya author nya yg lupa deh. kalau Bima sekarang Tdk punya uang.
pecinta happy ending
uhuy mantapp
ayu cantik
nyesel kn
Laurensia Listianawati
bodoh Bima
Laurensia Listianawati
lanjut Thor aku suka... 👍
Laurensia Listianawati
lanjut kapok kamu Bima jd org jangan bodoh
Laurensia Listianawati
rasain kam mantan ma2 mertua Serly dilawan... 😀😀😀
Laurensia Listianawati
rasain kau Bima
Laurensia Listianawati
aneh Kalo Serly blm disentuh ktnya saling cinta... 😀😀😀
Laurensia Listianawati
Bima bodoh se x bisa g. tahu kalo Serly anak org kaya
antha mom
semangat thor, 👍👍
antha mom
Bima beda istri beda rejekinya, tentu juga beda karakter nya,kamu membuang berlian demi seonggok batu kerikil, hidup mu pilihan mu sendiri menceraikan Sherly demi menikahi delima,
Sity Lestari
Luar biasa
echa purin
👍🏻
Marvina
Kayanya maksudnya mutiara ya thor?
Khairul Azam
emang banyak penulis yg ngadi ngadi gak masuk akal, mereka awalannya saling cinta kq bosa nikah selama itu blm disentuh. bener sih cuman novel tp klo novel gak berlogika ya aneh
guntur 1609
kena tula kalian kan. selama ni Bima yg seharusnya di bela ( sherly) ni yg gak seharusnya di bela malah dibela. dasar begok
guntur 1609
rasain kalian
guntur 1609
mampus kau Bima. rasain kau. gak tahu ja kalian kalau sherly orang kaya
Kusii Yaati
dahlah bim ceraikan saja delima, istri model gitu masih kau pertahankan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!