NovelToon NovelToon
Nabila ( Gadis Yang Di Gadaikan Oleh Keluarga Angkatnya )

Nabila ( Gadis Yang Di Gadaikan Oleh Keluarga Angkatnya )

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:172.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Annisa

Perusahaan keluarga nyaris bangkrut, keuangan menipis lantaran terbiasa hidup mewah.Nabila harus menerima takdir Siska menolak dijodohkan dengan pak tua mesum dari keluarga Gunawan yang terkenal. Demi keluarga dia rela berkorban, dia rela di gadaikan, dinikahkan dengan pak tua mesum ituh yang terkenal kaya raya. Namun ituh tidak menujukan dirinya, sebelum hari penikahan mereka tiba. Sosoknya yang misterius dan selali sembunyi di balik kamera,akhirnya terungkap saat ia menikahi Nabila dengan cara hormat. " Kk-kamu.... masih muda? " tanya Nabila dengan polosnya. " kamu kira saya sudah tua gituh? " Nabila menggeleng panik. " tapi kata kaka siska, kamu orang tua yang mesum dari keluarga Gunawan yang terkenal. "Ituh hanya rumor palsu tentang saya, kamu jangan percaya rumor sebelum kamu liat langsung sendiri buktinya. "Apakah Nabila yang selalu menderita bisa hidup bahagia setelah menikah dengan suaminya Devan? Ataukah Siska akan menjadi duri dalam penikahan Nabila dan Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19

HARI pengambilan rapor tiba. Nabilatidak berharap banyak Devan akan datang untuk mengambil rapornya. Namun, saat ia melihat pria itu berjalan ke arahnya memakai setelan formal dengan jas hitam mahal, Nabila tak kuasa menahan senyuman lebar yang kini menghiasi bibirnya.

Devan berhenti di hadapan Nabila yang menunggu di luar kelas. Karena orang tua atau wali murid akan menempati kelas, maka siswa dan siswi terpaksa menunggu di luar sekalian menantikan kedatangan wali murid masing-masing.

Devan menunduk, menatap lurus istrinya yang sedang menatapnya dengan mata berbinar-binar dan senyuman lebar. Pria itu tak kuasa tersenyum, dia membelai puncak kepala Nabila, cenderung menepuknya dengan perlahan.

"Aku sudah bilang akan datang, kan?" kata Dvan dengan nada ringan.

"Kamu tidak percaya padaku?"

Nabila menggeleng dengan wajah polos. "Kukira, Kakak akan sibuk."

"Aku tidak sesibuk pikiranmu--"

"Nabila!"

Kalimat itu terpotong saat Devan merasa tubuhnya ditubruk dari belakang dan sosok wanita yang kini memeluk istrinya dengan erat. Mata pria itu nyaris melotot saat mengenali siapa yang datang dan merusak rencananya hari ini dengan sang istri.

"Kak Siska?" tanya Lilya, nadanya terdengar jelas bahwa dia tidak percaya. Tubuh Lilya kaku, dia tidak merespons pelukan Siksa di tubuhnya, dia bahkan tidak balas memeluk kakaknya karena terlalu syok. Siska terbiasa tak acuh padanya. Namun, kali ini, dia tampak begitu peduli pada Nabila dan terlihat layaknya seorang kakak baik hati yang merindukan adiknya.

Devan menatap tajam Siska yang kini nyaris terisak memeluk istrinya. Siapa yang membawa ****** itu kemari?

"Kakak kenapa ke sini?" tanya Nabila begitu kakaknya melepas pelukan mereka.

Siska menatap Nabila penuh haru. "Akhirnya aku bisa ketemu sama kamu, Nabila!"

Nabila menatap Devan yang kini menatapnya tajam. Isyarat jelas bahwa Devan tidak menyukai Siska. Namun, kenapa? Bukannya Siska kakaknya, sekarang jadi kakak ipar Devan juga, kan?

"Aku yang membawanya kemari," kata seorang laki-laki berkacamata yang kemarin mengajaknya bicara.

"Aku sudah mengatakannya, bukan? Kakakmu mencarimu, dia ingin bertemu denganmu, dia mau mengambilkan rapormu. Kenapa kamu malah membawa orang lain untuk mengambilkan rapormu?

Memang siapa orang ini?"

Laki-laki itu dengan terang-terangan menunjuk Devan dengan jari telunjuknya. Devan tak kuasa menatapnya murka. Karena sadar atau tidak, laki-laki itu telah merusak semua rencananya untuk menjauhkan Nabila dari Siska dan keluarganya.

"Perkenalkan, saya wali Nabila yang baru. Lionel Devan, panggil saja Devan." Devan mengulurkan tangan dan laki-laki itu menjabat tangannya tanpa ragu.

"Gilang Abdi Tsanjaya, kamu pasti mengenal siapa saya."

Devan mendengkus, dia mengenalnya. Tentu saja, Tsanjaya mengenal siapa saya."

Devan mendengkus, dia mengenalnya. Tentu saja, Tsanjaya adalah keluarga yang cukup dipandang, tapi keluarga itu tidak

akan bisa melawannya. Anak ini cari mati!

Abaikan Tsanjaya sialan ini dulu, dia harus membereskan Siska secepatnya. Devan melepaskan tangannya dan menatap Siska tajam.

"Lebih baik kamu pulang, karena kehadiranmu sangat tidak diharapkan."

"Kak!" panggilan Nabila membuat

Devan mendelik pada istrinya.

"Aku masih ingin bicara dengan Lilya, aku--"

"Kamu melupakan kata-kata terakhirku, Siska Atmawijaya? Nabila sudah bukan bagian dari keluargamu lagi, apa kamu lupa itu? Apa aku harus membuka kedokmu di depan dia?" Devan menunjuk Gilang dengan jari telunjuknya. "Aku membiarkanmu pergi, bukan berarti aku akan diam saja saat kamu kembali. Jauhi Nabila, kalian sudah membuangnya."

Kata-kata Devan tajam dan tidak berperikemanusiaan, tapi dia benar.

Semua omongannya benar. Nabila memang sudah dibuang layaknya sampah, lalu untuk apa dia dicari-cari lagi?

Siska menggeleng tegas. Dia menangkup pipi Nabila dan menatapnya serius. "Kami tidak pernah membuang Nabila. Kamu yang membuat kami melupakannya. Nabila dengarkan aku, dia--"

Devan menarik tangan Kenanga dan mendorong wanita itu sampai terjatuh ke tanah. Dia menatap Devan murka, tapi tatapannya terhenti pada Nabila yang kini duduk dan menolongnya. Pemandangan itu benar-benar membuat Devan muak.

"Nabila, Ibu sakit parah, apa kamu tidak mau melihatnya?" Kalimat itu sukses membuat Nabila menatap Siska tidak percaya.

"Apa?! Apakah itu benar, Ibu ...

bagaimana kondisinya?"

Bagaimana bisa ia tidak tahu hal itu. Ibunya sakit, tapi dia sama sekali tidak tahu bahkan datang untuk menjenguk? Anak macam apa dia?

Saat keluar dari panti asuhan, dia sudah bersumpah pada Tuhan dan Ibu Panti, kalau dia akan menjadi anak berbakti. Anak yang akan dibanggakan kedua orang tua angkatnya suatu hari nanti.

Namun, apa yang telah ia lakukan sekarang? Dia bahkan tidak melakukan apa pun saat orang tuanya sakit. Dia bahkan tidak tahu apa pun soal itu.

"Nabila! Jangan dengarkan apa pun yang keluar dari mulutnya!" Nada suara Devan sudah naik satu oktaf, dia benar-benar marah sekarang.

Nabila menatap suaminya. Apa Devan tahu soal itu, tapi dia sengaja diam dan membuat Nabila melupakan orang tuanya?

Tidak mungkin, kan?

Devan yang bersumpah akan membahagiakannya, malah menyembunyikan hal ini darinya? Siska menggeleng-geleng tegas.

"Tidak ada yang merawatnya, kami tidak punya biaya, Nabila. Rumah kita yang dulu sudah dijual, Bapak dan Ibu tinggal di luar kota, aku di sini sendirian, tidak punya rumah, aku hanya menyewa kontrakan kecil yang jauh dari sini. Aku mencarimu karena--"

Devan menarik tangan Nabila untuk berdiri di sampingnya. Dia memanggil satpam dan memintanya untuk mengusir Siskaa dari sana, tapi Gilang menghalangi satpam itu.

Nabila menatap Devan tidak percaya. Suaminya benar-benar tahu semua ini, tapi diam saja? Dia sengaja menutupi semua kenyataan ini darinya?

"Aku tidak akan membiarkannya diusir dari sini."

Gilang menatap tajam Devan.

"Kenapa Anda membuat Nabila tidak tahu apa pun tentang keadaan orang tuanya? Apa Anda sudah gila, otak Anda masih berada di tempatnya, kan?"

"Apa orang tuamu tidak pernah mengajarkan bagaimana cara menjaga sikap saat berbicara dengan orang yang lebih tua? Bocah, lebih baik kamu diam atau kamu sendiri yang akan menyesal!"

"Aku tidak akan kurang ajar, kalau Anda tidak kurang ajar, Tuan!" Gilang sepertinya sangat keras, walau penampilannya bak cowok cupu yang culun abis, tapi nyalinya ternyata lebih besar dari kelihatannya.

Devan meleng sedikit dan Lilya kembali menghampiri Siska. "Kakak sekarang tinggal di mana? Kakak kontrak di mana? Kakak baik-baik saja, kan?"

"Kakak kontrak di tempat kecil, Nabila. Bolehkah aku ikut tinggal serumah denganmu?" Dalam hatinya, Siska merasa puas, akhirnya dia bisa mencapai tujuannya juga.

"Ta-tapi ... itu bukan rumahku." Nabila menatap Devan ngeri, pria itu jelas tidak akan bisa mengontrol emosinya lagi. Nabila menatap Siska dengan serius. "Aku punya sedikit uang, Kak, kalau perlu aku akan menjual ponselku agar Kakak bisa menyewa tempat yang lebih baik. Bagaimana?"

Devan mendengkus. Dalam hatinya dia bersyukur karena Nabila tidak sebodoh yang ia kira. Dia sudah berpikir Nabila hanya akan angguk-angguk kepala dan

mengiyakan kata-kata Nabila.

Gilang yang mendengarnya dibuat menganga. Apa katanya tadi? Menjual ponsel, lalu bagaimana cara dia akan berhubungan dengan orang lain kalau ponselnya dijual?

Gilang menatap Devan yang wajahnya terlihat puas. Tunggu dulu,

apa yang sebenarnya terjadi di sini?

Apa wanita yang ia bawa memang tengah melakukan konspirasi sesuatu untuk menggapai tujuannya sendiri? Namun, dia gagal, karena Nabila ternyata memiliki jalan lain yang memutus paksa rencana awalnya.

Gilang berhenti sejenak. Dia mengingat-ingat nama Lionel Devan saat mengenalkan dirinya tadi. Nama itu tidak asing.

Devan ... Gunawan?

Benarkah mereka orang yang sama?

Bersambung.....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari  saya. 🤗

Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Wanita Berhijab
Thor maaf penulisan sngat kacau.
Rina Casper: assalamualaikum Saya mau promosi judul novel,azin,1Harmoni Lembah Biru "Kazumi Flora" 2.istri bawel ustadz galak 3.cahaya abadi shatila 3.istri hyper untuk Gus hilman 4.gadis culun itu "pacar" ketua geng motor 5masih banyak lagi jangan lupa mampir ya, Kalau suka jangan lupa like komen dan shere sekian trimakasih 😇🙏
total 1 replies
Machda Syaily1212
maksudnya ini gimana ya?
Machda Syaily1212
saya agak ngak ngerti kalimatnya
umi azizah
banyak typo kak.... padahal alur ceritanya bagus loh
Syafira Putri
tulisan mu benerin Thor...berantakan...
Henny Haerani
selalu ada typo beretebaran di setiap babnya. padahal jalan ceritanya bagus
Henny Haerani
typo bertebaran thor
Henny Haerani
tulisannya banyak typo jd bingung gk ngerti maksudnya
Arina Joice
Thor jalan ceritanya bagus tapi tulisannya kadang-kadang salah ketik☺
Sri Sahara
karena typo, cerita nya kurang bs dicerna
Sri Sahara
kurangi typo nya
SOO🍒
kamu nanya hubungan mereka Gilang, mau tau... " suami istri " puas...
SOO🍒
hari kayaknya si gavin punya maksud terselubung kalau ngeliat gelagatnya ke nadia takutnya dia berbuat macem2 kayak nadia diperkosa lagi ma gavin, wong devan belum pernah nyentuh nadia ini gavin pengen dapetin perempuan polos macam nadia yang gampang dibodoh2in, sapa tau gavin orang suruhan Siska dan keluarganya
SOO🍒
thoor nulisnya diliat dulu klo salah penulisan kayak nadia jadi lilya, Siska jadi kenanga typo bertebaran, maaf bukan maksud untuk menggurui cuma biar pembaca enak untuk menikmati ceita Authoornya
Arina Joice: benar thor
total 1 replies
SOO🍒
dich si Siska gk tau diri yang ada kamu yang bakal disiksa devan karena dah berani ngusik rumah tangga dy
Upik Yupi
Siska pasti nyesel banget tu....
Upik Yupi
Dasar kakak angkat ngk tau diri,liat aja suatu saat pasti nyesel....
Upik Yupi
Masih nyimak...
Upik Yupi
Hadir....
Rosita Zulkarnaen
ceritanya udh bagus thor cmn bnyk typo'a. kya nulis devan jdi depan nulis momy devan jg jdi video
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!