NovelToon NovelToon
Sistem Mancing Mania Mantap

Sistem Mancing Mania Mantap

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Arga, seorang pemuda yatim piatu miskin yang berjuang hidup sebagai nelayan sampan, harus menelan pil pahit saat dihina habis-habisan oleh mantan teman-teman sekolahnya di sebuah acara reuni.

Merasa putus asa dan tidak terima dengan ketidakadilan takdir, ia melampiaskan emosinya dengan memancing di tengah malam, namun kailnya justru menarik sebuah umpan logam berkarat misterius yang menyerap darahnya dan membangkitkan Sistem Mancing Mania Mantap.

Berbekal sistem aneh yang menggunakan emosi sebagai umpan dan menunjukkan lokasi pancing yang tidak masuk akal, Arga tidak lagi sekadar memancing ikan biasa, melainkan menarik harta karun dimensi lain, pusaka kuno, hingga kekuatan gaib yang akan memutarbalikkan nasibnya dari pemuda rendahan menjadi sosok kaya raya yang ditakuti semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Suasana di Kafe malam itu sangat bising oleh tawa.

Arga duduk diam di ujung meja panjang sambil menatap segelas es teh yang es batunya sudah lama mencair.

Dia merasa seperti orang dsri dunia lain di acara reuni SMA ini.

Semua teman sekelasnya memakai pakaian mahal keluaran merek ternama.

Sedangkan Arga hanya memakai kemeja flanel pudar dan celana bahan yang warnanya sudah kusam.

Aroma laut dan amis ikan masih menempel tipis di kulitnya meskipun dia sudah mandi dua kali sebelum berangkat.

Dimas meletakkan kunci mobil sport di atas meja dengan suara keras.

Trak.

"Jadi, lo beneran masih narik sampan di Muara Angke, Ga?" tanya Dimas dengan nada tinggi.

Semua mata di meja itu langsung menoleh ke arah Arga.

Arga menunduk sedikit dan memaksakan senyum di wajahnya.

"Masih, Dim," jawab Arga pelan.

"Namanya juga usaha buat nyambung hidup."

Rina yang duduk di sebelah Dimas menutup hidungnya dengan punggung tangan.

Rina adalah perempuan yang dulu sangat dekat dengan Arga saat mereka masih sekolah.

"Ya ampun, Ga," kata Rina dengan nada prihatin yang dibuat-buat.

"Gue kira lo udah kerja kantoran di Sudirman atau minimal buka usaha gitu."

Arga menelan ludah mendengar ucapan Rina.

"Belum ada modal, Rin," balas Arga.

"Lagian cari kerja di Jakarta sekarang susah kalau cuma modal ijazah SMA."

Dimas tertawa meremehkan sambil menyandarkan punggungnya ke kursi empuk.

"Bukan susah, Ga, tapi lo nya aja yang mungkin kurang keras usahanya," ucap Dimas.

"Lo lihat dong anak-anak yang lain."

Dimas menunjuk ke sekeliling meja dengan dagunya.

"Si Budi sekarang jadi manajer, si Anton nerusin pabrik bapaknya."

"Lo masa mau seumur hidup bau amis ikan terus?" tanya Dimas lagi.

Beberapa teman di meja itu tertawa kecil mendengar ucapan Dimas.

Arga merasakan dadanya sesak dan tangannya mengepal erat di bawah meja.

Dia sudah bekerja dari pagi sampai malam hanya untuk makan sehari-hari.

Menjadi yatim piatu di kerasnya kota Jakarta membuatnya tidak punya pilihan selain meneruskan perahu kecil peninggalan ayahnya.

"Gue cuma nelayan kecil, Dim," kata Arga mencoba menahan emosinya. "Yang penting uangnya halal."

Dimas tersenyum miring mendengar jawaban Arga.

"Halal sih halal, Ga, tapi masa depan lo mau dikasih makan apa?" sindir Dimas.

"Gue saranin lo cari kerjaan yang beneran dikit deh, kasihan gue lihat lo dekil begini."

Rina ikut menimpali ucapan Dimas.

"Bener kata Dimas, Ga," ucap Rina.

"Gue sampai malu kalau ada yang nanya teman SMA gue kerjanya apa."

Kalimat Rina barusan menghancurkan sisa pertahanan diri Arga malam itu.

Arga langsung berdiri dari kursinya dengan cepat.

"Gue pamit duluan," kata Arga dengan suara bergetar.

"Ada urusan mendadak."

Arga tidak menunggu jawaban mereka dan langsung berjalan cepat keluar dari kafe.

Tawa samar dari meja reuni itu masih terdengar sampai Arga mendorong pintu kaca kafe.

Udara malam Jakarta yang panas langsung menyambut wajahnya.

Arga berjalan menyusuri trotoar menuju halte bus terdekat.

'Kenapa nasib gue begini amat,' batin Arga.

'Gue udah kerja keras tapi tetap aja direndahkan sama mereka yang kebetulan lahir dari keluarga kaya.'

Arga naik bus malam dan turun di kawasan pelabuhan Muara Angke.

Angin laut yang berhembus kencang membuat tubuhnya sedikit menggigil.

Arga berjalan menuju dermaga kayu tempat sampan kecilnya diikat.

Sampan itu terlihat rapuh dan usang dibandingkan kapal-kapal penangkap ikan lain di sekitarnya.

Arga melompat masuk ke dalam sampan dan duduk di ujungnya.

Dia mengambil joran pancing tuanya yang terletak di lantai kayu.

Arga memasang umpan cacing sisa tadi pagi dengan tangan gemetar.

Dia hanya ingin memancing untuk menjernihkan pikirannya yang kacau.

Arga mengayunkan joran itu sekuat tenaga ke arah laut yang gelap.

Swosh.

Kail itu melayang di udara dan jatuh ke permukaan air.

Plup.

Arga duduk diam memandangi riak air di bawah cahaya bulan.

'Tuhan, gue cuma pengen hidup layak,' batin Arga.

'Gue capek dihina terus-terusan cuma karena gue miskin dan sendirian di dunia ini.'

Lima belas menit berlalu tanpa ada tanda-tanda ikan memakan umpannya.

Tiba-tiba ujung joran Arga melengkung tajam ke bawah.

Arga terkejut dan langsung memegang gagang joran dengan kedua tangannya.

Tarikannya sangat berat dan berbeda dari tarikan ikan biasa.

"Ikan besar," gumam Arga sambil memutar penggulung benang sekuat tenaga.

Otot lengan Arga menegang saat dia menarik benang itu sedikit demi sedikit.

Benda di ujung kail akhirnya muncul ke permukaan air dan berayun ke arah Arga.

Benda itu sama sekali bukan ikan.

Itu adalah sebuah umpan buatan dari logam yang tertutup lumut dan karat hitam pekat.

Arga menangkap benda itu dengan tangan kirinya karena penasaran.

Saat tangannya menggenggam umpan logam itu, ujung mata kailnya yang tumpul menembus kulit telapak tangan Arga.

"Aduh," desah Arga sambil melepaskan genggamannya.

Darah merah segar menetes dari telapak tangannya.

Tapi darah itu tidak jatuh ke lantai kayu sampan.

Darah Arga mengambang di udara dan tersedot masuk ke dalam umpan logam berkarat tersebut.

Karat di permukaan benda itu langsung rontok dan hancur menjadi debu.

Umpan itu kini memancarkan cahaya biru redup yang menerangi wajah Arga.

Benda logam itu tiba-tiba mencair dan meresap masuk ke dalam luka di telapak tangan Arga.

Arga panik dan berusaha membersihkan tangannya menggunakan celana.

Tapi benda itu sudah hilang sepenuhnya tanpa meninggalkan bekas luka sedikit pun.

Tiba-tiba ada suara aneh yang terdengar jelas di dalam kepala Arga.

Ding.

Suara mekanis itu terdengar dingin namun sangat jernih.

"Sistem Mancing Mania Mantap berhasil diaktifkan," ucap suara itu di dalam kepalanya.

Arga menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sumber suara.

"Siapa itu?" tanya Arga dengan suara panik.

"Host terdeteksi bernama Arga," lanjut suara misterius itu.

"Memulai pemindaian kondisi emosi Host saat ini."

Arga memegang kepalanya karena merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya.

"Emosi terdeteksi adalah Rasa Sakit Hati Terdalam," kata sistem itu.

"Mengonversi emosi menjadi umpan pancing kualitas Super Rare."

Sebuah layar biru transparan tiba-tiba muncul mengambang di depan mata Arga.

Layar itu menampilkan tulisan yang sama persis dengan apa yang diucapkan oleh suara tadi.

"Silakan ayunkan joran Anda ke arah laut untuk menggunakan umpan emosi ini," perintah sistem.

Arga membaca tulisan di layar transparan itu dengan tidak percaya.

'Apa gue udah gila karena stres mikirin omongan Dimas tadi,' batin Arga.

Tapi layar biru itu tetap ada di sana meskipun Arga sudah mengucek matanya berkali-kali.

Arga mengambil jorannya lagi dengan perasaan ragu.

Kailnya sekarang tidak memiliki umpan cacing sama sekali.

Namun di ujung kail itu terdapat cahaya biru kecil yang berkedip terang.

Arga menelan ludah dan mengayunkan jorannya ke laut.

Kail bercahaya itu menyentuh permukaan air dan langsung tenggelam dengan sangat cepat.

Hanya dalam waktu tiga detik joran Arga kembali melengkung sangat tajam.

Kali ini tarikanya jauh lebih kuat sampai ujung sampan Arga sedikit terangkat dari air.

"Sistem mendeteksi tangkapan berhasil," ucap suara mekanis itu.

"Tarik sekarang," perintah sistem.

Arga menarik jorannya sekuat tenaga sambil menginjak lantai sampan untuk menahan keseimbangan.

Sebuah benda kotak kecil terlempar dari dalam air dan mendarat tepat di pangkuan Arga.

Arga melihat benda itu dengan napas terengah-engah.

Itu adalah sebuah kotak kayu kecil berukiran aneh yang kondisinya sangat kering meski baru keluar dari laut.

"Tangkapan berhasil," kata sistem.

"Anda mendapatkan satu Kotak Koin Emas Kuno dari Dinasti Ming."

Arga membuka kotak kayu itu dengan tangan gemetar.

Di dalamnya terdapat belasan keping koin emas murni yang berkilau terkena cahaya bulan.

Arga terdiam menatap koin emas di tangannya.

Nasibnya sebagai nelayan miskin perlahan mulai berubah malam itu.

1
Kasma Wati
💪💪💪💪💪
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
Kasma Wati
👍👍👍👍👍
Marthen
preman pasar kelas kampungan yg nyasar 😄😄😄
cynth
Mancing lele di selokan aja malunya nembus layar, apa lagi ini. Astaga...
Gege
nasahhh... ceritanya enteng..ngalir.. menyajikan hiburan bacaan yang bikin candu...
Momen'to
mimpi basah author 😹
Magane
menunggu sistem kurir mbg
Yofu
kok bisa kepikiran sih/Sweat/
Yofu
mancing mania mantap🗿
Dhewa Shaied
crazy up thorr.. imajinasinya gak ngotak 💪💪💪 😍😍😍😍
Yuliana Tunru
syuuuka bgt hari.ini crezy up thorrr 💪💪 up ..arga waktu x cari wanita special ya jgn sampe dpt tipe rina 😄😄😄
dhani satria
tomatkah?
dhani satria: owhhhhh.....,crazy up...,mantap ceritanya
total 2 replies
dhani satria
taline panjang bgt ya 3000 meter
Gege
berat bener cerita sistem bertema mancing ini..pikir ceritanya ringan, Nemu ikan dikembangkan hasilin duit milyaran, hidup enak wanita banyak.. sampe ratusan episode...🤣🤭
Yui: makasih idenya, habis konflik ini lah bisa diterapin /Smile/
total 1 replies
dhani satria
aquamen....
dhani satria
tongkat zeus
Yui: Poseidon lebih tepatnya/Facepalm/
total 1 replies
dhani satria
CEO WIJAYA ni
Yuliana Tunru
nalasan yg setimpal 😄😄
dhani satria
hahahhahhaha.....,lha gemblung yak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!