NovelToon NovelToon
Suami Yang Tak Di Inginkan

Suami Yang Tak Di Inginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Queen adalah seorang Mahasiswa cantik dan salah satu anak dari donatur terbesar di kampusnya, tapi sayangnya nasib Queen tidak seberuntung wajah dan popularitasnya. Di kampus ia di puji karena kecantikkannya. Tapi nilai-nilai Queen sering anjlok, karena gadis itu tidak pernah belajar dengan serius, hidupnya hanya di habiskan untuk clubbing dan nongkrong bersama teman-teman nya. Kini ia terancam di Drop Out dari kampus kalau nilai skripsinya masih buruk.
Meskipun Queen anak dari donatur terbesar... Ibu Farah selaku orangtuanya tidak pernah memanjakannya. Bahkan ia meminta pihak kampus untuk berlaku adil pada anaknya sendiri. Ibu Farah berusaha membuat nilai-nilai skripsi Queen bagus, dengan cara ia memanggil guru privat kerumahnya. Setelah adanya guru privat, hidup Queen semakin tersiksa. Karena tanpa ia sadari sang mama justru menjodohkan pria itu dengannya. Bagaimana hidup Queen setelah menikah dengan guru privatnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3 : Queen Kesal

Queen masih berdiri di ambang pintu kelas, tatapannya bertahan beberapa detik lebih lama ke arah Revan sebelum akhirnya ia menggeleng pelan, seperti ingin mengusir sesuatu dari pikirannya.

“Ngapain sih lo, ko bengong?” suara Anggi menyadarkannya.

Queen langsung tersentak. “Nggak ngapa-ngapain. Ayo cabut”

Ia buru-buru berjalan keluar, menarik tangan Anggi, seperti ingin menjauh dari koridor itu dan dari seseorang yang entah kenapa terus mengganggu pikirannya hari ini.

Begitu sampai di depan kampus, Nathan sudah bersandar santai di motornya. Kaos hitam dan jaket tipis yang ia pakai membuatnya terlihat kasual tapi tetap menarik perhatian.

Begitu melihat Queen, wajah Nathan langsung berubah cerah. “Akhirnya keluar juga,” ucapnya sambil tersenyum.

Queen langsung mendekat dengan sedikit rasa bersalah. “Sorry ya, kalau lama.”

Nathan mengangkat bahu santai. “Ok nggak masalah.”

Anggi yang berdiri di samping langsung berdeham jahil. “Aduh, sweet banget sih kalian. Gue cabut duluan ya, nggak mau jadi obat nyamuk.”

“Ish... nyebelin banget sih lo,” balas Queen sambil menahan tawa.

Beberapa detik kemudian, Queen sudah duduk di belakang motor Nathan. “Pegangan,” ucap Nathan.

Queen tanpa ragu melingkarkan tangannya di pinggang Nathan. Entah kenapa, kali ini ia mencoba fokus… mencoba menikmati momen bersama pacarnya sendiri.

Mereka pun melaju meninggalkan kampus menuju mall terdekat. Suasana mall cukup ramai siang itu. Musik pelan terdengar dari berbagai toko, bercampur dengan suara pengunjung yang berlalu-lalang.

Nathan berjalan santai di samping Queen, sesekali melihat-lihat etalase toko. “Eh, masuk sini yuk,” ajak Nathan tiba-tiba sambil menunjuk sebuah toko pakaian.

Queen mengangguk. “Boleh.”

Beberapa menit di dalam toko, Nathan sudah mencoba beberapa jaket dan kaos.

“Yang ini bagus nggak?” tanyanya sambil bercermin.

Queen mengamati sebentar lalu tersenyum kecil. “Bagus sih.”

Nathan langsung mengangguk puas. “Yaudah gue ambil.”

Tanpa banyak pikir, Queen mengira Nathan akan membayar sendiri. Tapi saat sampai di kasir…

Nathan hanya berdiri santai dan tersenyum ringan. “Bayarin dulu dong. Gue lagi nggak bawa cash.”

Queen sedikit terkejut dan terdiam.

“Nanti gue ganti ko,” tambah Nathan santai.

Queen akhirnya menghela napas pelan lalu mengeluarkan dompetnya. “Yaudah…”

Ia membayar tanpa banyak bicara. Setelah itu, mereka lanjut ke sebuah kafe untuk makan siang.

Queen mulai merasa sedikit lapar, sementara Nathan tampak sangat santai memilih menu.

“Gue mau ini, ini… sama ini,” ucap Nathan tanpa ragu.

Queen hanya mengangguk, meski dalam hati mulai merasa ada yang aneh. Pesanan datang, mereka mulai makan. Nathan makan dengan lahap, bahkan beberapa kali menambahkan pesanan minuman.

Queen hanya makan secukupnya sambil sesekali melirik Nathan.

Sampai akhirnya, pelayan datang membawa bill. Queen menoleh ke Nathan, menunggu.

Namun Nathan hanya bersandar santai di kursinya. “Bayarin lagi ya,” ucapnya ringan. “Gue beneran lagi nggak bawa cash.”

Queen langsung menatapnya. “Serius?” tanyanya pelan.

Nathan tertawa kecil. “Iya lah. Nanti pasti gue ganti.”

Queen terdiam beberapa detik. Baru satu hari mereka jadian, tapi ini sudah yang kedua kalinya Nathan meminta di bayarkan semua pesanannya.

Namun akhirnya, Queen tetap mengambil dompetnya dan membayar. Setelah keluar dari kafe, mereka berjalan di koridor mall.

Queen tidak banyak bicara kali ini. Sedangkan Nathan masih terlihat santai, bahkan sempat berhenti melihat sepatu di salah satu toko.

“Eh itu bagus tuh. Beliin dong buat gue,” ucapnya setengah bercanda, atau mungkin tidak sepenuhnya bercanda.

Langkah Queen langsung terhenti.

Ia menatap Nathan, kali ini lebih serius. “Nathan,” ucapnya pelan.

“Hm?”

Queen menarik napas pelan. “Lo… dari tadi minta gue terus yang bayarin.”

Nathan mengangkat alis, terlihat sedikit tidak nyaman. “Ya kan gue bilang nanti gue ganti.”

Queen menatapnya beberapa detik lebih lama. Ada sesuatu yang mulai terasa tidak enak di hatinya. Perasaan yang tadi siang tidak ada.

Tanpa sadar, bayangan seseorang dengan kemeja hitam, tatapan dingin, dan suara rendah itu kembali muncul di pikirannya.

Queen langsung menggeleng kecil. “Gue capek,” ucapnya akhirnya. “Kita pulang aja ya.”

Nathan menghela napas pendek, sedikit kesal tapi mencoba menutupi. “Yaudah.”

Mereka pun berjalan keluar mall. Namun kali ini… suasananya berbeda. Dan kini Queen mulai merasa, mungkin ada sesuatu yang salah.

Udara sore terasa sedikit lebih dingin saat mereka keluar dari mall. Langit mulai berubah warna, jingga keemasan, namun suasana di antara Queen dan Nathan justru terasa… hambar.

Nathan menyalakan motornya tanpa banyak bicara. “Naik.”

Queen mengangguk pelan lalu duduk di belakang. Kali ini, tangannya tidak langsung melingkar seperti sebelumnya. Ia hanya memegang ujung jaket Nathan dengan ragu.

Motor melaju membelah jalanan kota. Sepanjang perjalanan, tidak ada obrolan. Tidak ada tawa, hanya suara angin… dan pikiran Queen yang semakin berisik.

Beberapa menit kemudian, motor berhenti di depan rumah Queen. “Udah nyampe,” ucap Nathan singkat.

Queen turun perlahan. “Makasih ya…”

Nathan hanya mengangguk. “Iya.”

Biasanya, di momen seperti ini… harusnya ada sesuatu. Obrolan kecil, candaan, atau bahkan sekadar senyum hangat.

Tapi sekarang tidak ada apa-apa. Queen menatap Nathan beberapa detik, seolah menunggu sesuatu.

Namun Nathan justru lebih dulu bicara, “Lo kenapa? tanya Nathan dengan santai.

Queen menggelengkan kepalanya. "Nggak apa-apa ko. Mungkin cuma capek aja," jawabnya.

Nathan menatap wajah Queen yang terlihat sedikit berubah, tidak secerah biasanya. Ada sisa kesal yang coba ia sembunyikan.

Seketika Nathan meraih tangan Queen, menggenggamnya pelan. “Lo marah ya sama gue?” tanyanya lembut. “Karena gue minta lo bayarin tadi…”

Queen terdiam.

Nathan menatapnya lebih dalam, suaranya makin halus. “Kan gue udah bilang… pasti gue ganti kok.”

Nada bicaranya, cara dia melihat Queen, membuat pertahanan Queen yang tadi sempat muncul perlahan runtuh. Queen menarik napas pelan.

Beberapa detik hening. Lalu akhirnya ia menggeleng kecil.

“Nggak kok… gue nggak marah,” ucapnya pelan. “Gue cuma capek aja…”

Nathan sedikit tersenyum lega.

“Soal uang… nggak usah dipikirin,” lanjut Queen, mencoba terdengar santai meskipun ada sesuatu yang masih mengganjal di dalam hatinya. “Ya udah… gue masuk dulu ya.”

Nathan mengangguk, tapi sebelum Queen benar-benar berbalik. “Queen," panggilnya.

Queen menoleh.

Nathan tersenyum manis, tatapannya hangat. “Makasih ya, sayang.”

Queen diam.

“Gue beruntung banget punya pacar kayak lo,” lanjut Nathan. “Lo tuh baik banget… serius. Gue makin cinta sama lo.”

Kalimat itu langsung menghantam hati Queen. Seketika semua rasa tidak enak tadi seperti tertutup oleh hangatnya kata-kata itu.

Queen tersenyum kecil. Pipinya sedikit memerah. “Iya…” Ia lalu berbalik dan masuk ke dalam rumah.

Nathan masih memperhatikan Queen, beberapa menit kemudian motornya mulai melaju meninggalkan rumah Queen.

1
Amoera
Queen jangan khianatin pak Revan. kasian dia. lagian mau aja sama sih mokondo🤣
Arditya
cie... akhirnya nikah juga🤭
It's me Sky: hhheeee🤣
total 1 replies
Arditya
sejauh ini keren banget thoor👍
Siska Amelia
good
It's me Sky: terimakasih kaka🙏
total 1 replies
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉






Saling support sabi kali ya😉
It's me Sky: wihh makasih kakak/Smile/
total 1 replies
Reichan Muhammad
ya ampun torrr keren bgttt kmu punya 4 novel yg on going semua
It's me Sky: iya kakak, selama lagi ada ide jalan terus🤭
total 1 replies
Arditya
jadi inget inggit dan mas Arya, tapi ini kemasannya beda top lah thoor👍
It's me Sky: wkwkwkwkwk🤭
total 1 replies
Arditya
wajah di baca ini cerita menarik banget, remajanya dapet kisahnya fresh. suka sma Revan dan Queen. sukses thoor/Smile/
It's me Sky: makasih bnyk/Hey/
total 1 replies
Arditya
seru banget thoor😍
It's me Sky: wihhh makasihhh/Tongue/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!