Cerita ini berkisah tentang ketulusan cinta
seorang pemuda Tampan bernama Bima.
Dia sangat mencintai seseorang wanita
Cantik bernama Seila.
Walaupun Seila tidak pernah mencintainya
Tapi Cinta Bima begitu besar dan tulus
untuk Seila.
Hingga suatu hari Seila kehilangan kesuciannya dan di campakkan oleh
mantan pacarnya Bima tetap menerima
dan mencintai nya dengan sepenuh hati.
Bagaimanakah perasaan Seila kedepannya
untuk Bima ?
Akankah Seila membalas Cinta Bima?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santai dyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19.MULAI CINTA
Bima keluar dari kamarnya dengan seulas senyum penuh kemenangan.
Langkah kakinya menuju tempat di mana
Dirinya bertemu dengan Seila.
Bima Ingin tau dengan siapa Seila berlibur ke Paris.
Sementara Iqbal, Bondet dan Wina.
Di landa keresahan yang sangat dalam.
"Ini semua, gara gara kamu...?"Coba kalau aku tidak kesini menggikuti saran mu temanku Seila tidak akan di perlukan begitu."
"Aku tidak menyangka kalau suami nya itu seperti monster yang kejam."Sungut Wina berapi api.
"Kenapa menyalahkan aku salahkan itu
Bondet, semua kulakukan karena idenya
Bondet."Ucap Iqbal membela diri.
" lho, kok jadi aku yang disalahkan, aku kan cuma memberikan ide siapa suruh ,
kalian menggikuti ide ku.".Sahut Bondet yang tidak mau di salah kan pula.
"Sudah sudah, kita semua salah sekarang
bagaimana caranya aku bisa , membawa
Seila pergi jauh dari Suaminya."Teriak Wina memutuskan.
"Kak Bima itu sayang sama Non Seila tidak
mungkin akan menyakiti."
"Kamu benar Bal ngak mungkin kak Bima menyakiti Non Seila."
"Tapi kalian, lihat faktanya kan.!"
Teriak Wina kesal.
"Tapi aku tetap yakin kak Bima tidak begitu
dia sayang sama Non Seila pasti tadi cuma bercanda saja."
"Bercanda apaan ! kamu kan lihat sendiri tangan Seila di tarik tarik begitu."Ucap Wina kesal.
"Kalian, disini...!
Mendengar ada suara sapaan serentak Iqbal Bondet dan Wina menoleh.Ketiganya, terperanjat kaget, melihat siapa yang berdiri dihadapan mereka.
"Kak, Bima..!"
"Kau...?"
Dengan penuh kemarahan Wina mendekati
"Kau bawa kemana temanku ?" aku tidak menyangka ternyata kau Suami yang kejam,
sungguh tega main tarik tangan orang."
Bima yang tidak memahami maksud dari gadis di depannya. Dia hanya menaikkan Alis matanya.
"Apa, kamu temannya Seila..?"
"Tentu saja, aku temannya, sungguh aku tidak menyangka kalau ternyata suami Seila itu sangat kejam, kamu memang tampan Tuan Bima, tapi kamu sangat kejam pantas saja Seila tidak tahan denganmu dan pantas saja Seila pergi tanpa pamit padamu." Sungut Wina berapi api.
"Lanjutkan, jika ada yang masih ingin di katakan lagi, Aku siap mendengar nya Nona,"
Mendengar ucapan Bima yang kalem dan lembut Wina membulat kan bola matanya.
"Kau..uuu !"Ucapan Wina tertahan dan menggantung di awang dia tidak melanjutkan Ucapannya.
Bima mendekati gadis itu.
"Trimakasih, sudah mempertemukan kami,
Tanpa bantuan kalian tentu aku tidak bertemu dengan Istri bandelku."
"Seila bilang pergi dengan teman laki lakinya juga, di mana dia ?Tanya Bima ingin tau.
"Teman laki laki apa ?"
"Yang berlibur dengan dengan kalian,
Bukankah kalian berlibur dengan teman laki laki juga."
"Jangan, ngaco kamu, kami berempat berlibur
ke sini itu cewek semua."
"Benarkah jadi ngak ada cowoknya ,"
" Ya tidaklah , apa kamu pikir kami wanita apaan, sekarang mana Seila aku mau ajak dia pulang bersamaku."
"kalau sudah ada suaminya Istri harus ikut suami Nona, Kalau cuma ingin bertemu mari ikut aku."Tawar Bima kepada Wina.
"Tapi aku akan bawa pulang Seila ,"
"Kalau begitu nanti aku juga akan ikut."
"Di tempat ku tidak ada kamar untuk mu,"
"Kenapa Pusing kan aku bisa tidur bersama dengan istri ku,"
Bima mendekati Wina , dengan sedikit berbisik Bima berkata.
"Apa kamu tega memisahkan kami bukankah
jika Suami istri berpisah lalu bertemu,
mereka akan melepaskan rindu dengan bercinta.
"Apa kamu mau mengaggu kami ?"
Mendengar ucapan Bima yang halus dan pelan
tapi mengandung makna yang tegas.
Membuat Wina menelan ludahnya sendiri.
Tak mampu berkata apa apa selain diam.
" Ayo...ikut aku !akan ku bawa kamu menemui Seila".
Wina tidak menjawab tapi langkah kakinya ,
menggikuti Bima. Begitu juga dengan Bondet dan Iqbal mereka menggikuti dari belakang.
Setelah sampai Bima membuka pintu kamarnya.
"Masuklah ,"
"Seila yang melihat kehadiran Wina segera
berlari menghampiri dan memeluk temannya.
"Win..!Ayo pergi dari sini ..?Aku mau pulang."
Wina menoleh ke Bima, sedangkan Bima hanya menaikkan bahunya.
"Kan kamu sudah ketemu suami loe Mana bisa pergi bareng kami lagi !"
"Tapi aku ingin bersama kalian ,"
"Maaf, Seila ,Kami tidak mau kena masalah.
Dengan berat hati kamu harus tinggal bersama suami mu,"
" Win ... !masak loe tega sih !
Mata Seila mulai berkaca kaca dan akhirnya
buliran bening itu jatuh membasahi pipi Seila.
Wina yang melihat sahabatnya menangis ,
Ikut menangis pula .Dan memeluk erat erat sahabat nya.
" Aku takut Win..!Ucap Seila .
"Tenanglah kamu akan baik baik saja, suamimu tidak akan menyakitimu sudah ya jangan nangis besok akubakan kesini lagi , untuk menemuimu.
"Tapi, Win !
Wina mengelengkan kepalanya , jangan
sedih aku pulang dulu. Wina melangkah ke pintu , Seila yang hendak ikut keluar pintu, tangannya di genggam Bima .
"Iqbal ...!"Tolong kamu antar temannya Seila pulang. Dan kau Bondet kemasi semua barangmu pindah ke kamar lain.
Kamu tidak mau menggaggu kami kan."
Iqbal dan Bondet segera melakukan apa yang di perintahkan Bima pada mereka.
Kini tinggallah Seila dan Bima berdua di dalam kamar hotel itu.
Bima merebahkan tubuhnya di Ranjang.
"Hapus air matamu itu , jelek tauk...?
" Bodoh, ah !"
"Apa sih maumu , kenapa aku tidak boleh ikut
pulang."
" Kan sudah jelas apa masih perlu ku ulang,
Aku meminta lakukan kewajibanmu sebagai Istri kepadaku.
" Ogah..?
Mendengar ucapan Seila Bima membulat kan bola nmatanya dan bangun melangkah
mendekati Seila, Coba ulangi Ucapkan sekali lagi.
" Ogah..!
Dengan sekali tarik tangan dan tubuh Seila sudah berada dalam dekapan Bima.
" Kamu mau buat aku menunggu berapa lama lagi ?"
"Tatapan Bima yang begitu tajam membuat
Seila memilih mrmbuang muka
agar tidak beradu pandang dengan Bima.
Ada debaran aneh yang tiba tiba merasuki
hatinya , jantungnya berdegup dengan kencang.
Bila tatapan mata mereka bertemu.
"Kenapa membuang muka sih tatap aku dan
katakan aku harus menunggu berapa lama
lagi."
Apa kurang cukup waktu hampir dua tahun ini
berapa lama lagi aku harus menunggu.
"lepaskan, aku ! Aku tidak bisa ,jadi jangan psksa aku."
"Lalu apa artinya pernikahan kita ini ?Apakah kamu anggap main main."Ucap Bima kesal.
"Bukan kah kamu menikahiku juga karena main main dan rasa kasian."Teriak Seila.
Mendengar ucapan Seila wajah Bima berubah menjadi merah padam sangat terlihat ada kemarahan disana. Di cengkram nya dengan kuat gadis di depannya itu sebelum di dorongnya terduduk di Ranjang.
Dengan kasar tangan Bima mengacak acak rambutnya sendiri.
"Apa seperti itu pikiran mu selama ini padaku.
"Hanya main main dan hanya kasian padamu .
Apa kamu tidak bisa merasakan nya.
Apa perhatian ku ini tidak pantas di sebut
dengan cinta".
"Dengar Seila, Aku mencintai mu...!
Jauh sebelum kamu bersama dengan pacarmu .Ingin kukatakan saat itu ,tapi apa yang terjadi ,saat itu kamu menerima cinta , dari anak yang berasal dari kota itu.
Hatiku sakit tapi aku tidak membencimu atau
memisahkan cinta mu.
bagiku kamu bahagia aku pun bahagia.
Tapi apa yang terjadi dengan gadis yang aku cintai dia ditinggalkan, dia dirusak kesucian nya lalu pergi. Aku melihat mu menangis ,
aku melihat mu bersedih , apakah aku bahagia
Tidak, hatiku sakit dan juga pedih .
Untuk itu aku datang meminta mu kepada
kedua orang tua mu."
"Sekarang katakan ! Apakah aku main main
Apakah aku hanya kasian padamu.
Tidak pernah sekalipun keinginan mu, aku tolak, semua ku lakukan. Bahkan satu kamar selalu tidur di sofa pun aku tidak keberatan.
Tapi apa balasan mu. Kamu semakin bersikap semaumu.
Mendengar keluh kesah Bima Seila tidak dapat bicara apa apa.matanya tertunduk dan air matanya mengalir,
Dia tidak menyangka Bima yang tegas dan selalu ceria .
ternyata menyimpan duka
Seila beranjak dari duduknya dia berjalan
menghampiri Bima.
Dengan mata berlinang ,di pelukannya
Suaminya itu.
"Maafkan, aku !Ucap Seila lirih hampir tak terdengar.
Bima membalas pelukan Seila ,dan membelai rambutnya.
"Tidak ada yang perlu di maafkan ,aku hanya
minta seandainya ada sedikit saja rasa mu kepadaku, jangan buang jangan di hapus biarkan saja Bima mengecup kening Seila .
Sebelum, Bima melepaskan pelukannya .
"Sekarang tidurlah sudah malam jangan menangis wajah cantik mu bisa hilang."
Mendengar Ucapan Bima
Seila tersipu malu ada guratan rona merah di pipinya. Bima melangkah tapi tangan Seila menghalangi digenggamnya tangan Bima.
"Lalu bagaimana.?"
Bima menaikkan alis matanya.
"Bagaimana apanya ?Tanya Bima lembut.
"Katanya itu...?"
"Itu apa.? hm..m..!
"Katanya itu tadi... !Seila tidak melanjutkan ucapannya.
" Itu tadi apa ?"Ayo bicara yang jelas ,biar aku bisa mengerti."
Seila menggigit bibir bawahnya.
dengan suara yang hampir tidak terdengar
Seila menjawab.
"Katanya minta ", Ucap Seila malu malu.
Mendengar ucapan Seila Bima tergelak tawa
"Memangnya sudah siap, Sayang ...!"hmmm."
Seila mengelengkan kepalanya. Sudah tidur dulu sana , dengar, Aku mencintaimu dan aku akan menunggu saat itu bukan dengan keterpaksaan tapi dengan cintamu."
" Sekarang tidurlah, smoga mimpi
indah."
Bima mengecup pipi Seila dengan lembut.
Seila makin terharu melihat kesabaran Bima.
aku dkung kamu jd madu