Revina Angelina adalah mahasiswa baru di universitas Angkasa.. Ia mendadak populer disana berkat dance nya yang bagus sehingga mencuri perhatian laki-laki disana.
Suatu hari Revina ditembak oleh seniornya yang bernama Radian.. Namun, ia menolaknya.
Hal itu membuat Radian kecewa dan bersumpah akan menghancurkan hidup Revina lantaran ia sudah membuatnya malu dihadapan seluruh mahasiswa.
Ketika Radian terus menerus membully Revina, seorang lelaki bernama Muzaki datang menolongnya.
Muzaki merupakan cowok dingin dan jarang berinteraksi dengan wanita.
Lalu, seperti apa kisah mereka bertiga???
Baca yuk novel terbaruku ini..!!
Jangan lupa like,komen + gift kalo boleh...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Radian pergi dari rumah
...HELO!...
...SELAMAT DATANG DI NOVELKU...
..."ANGKASA"...
...~~~...
ANGKASA EPISODE 18
...•...
...•...
Radian dan teman-temannya ingin pergi ke lapangan sepakbola untuk latihan tentunya, namun di perjalanan mereka tak sengaja berpapasan dengan Revi.
Sontak Radian langsung menegur Revi sambil tersenyum berharap Revi juga membalas tegurannya.
"Rev.." ucap Radian.
Sayang sekali yang terjadi tak sesuai ekspektasi Radian, ya Revi sama sekali tidak menggubrisnya.
Bahkan untuk sekedar menengok ke arah Radian saja Revi tidak mau, ia hanya berjalan begitu saja melewati Radian tanpa ekspresi.
Hal itu membuat Radian tampak kecewa, ya tentu saja kecewa pada dirinya sendiri karena telah membuat Revi bersikap seperti itu padanya.
Teman-temannya pun berusaha menenangkan Radian dengan menepuk pundak serta punggungnya.
"Sabar ya An, mungkin butuh waktu buat lu bisa bikin Revi maafin kita.." ucap Zian.
"Iya gua tahu kok, yaudah yuk kita lanjut!" ujar Radian.
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju lapangan sepakbola..
Sementara itu, Revi menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang untuk melihat Radian.
Dari raut wajahnya dan tatapan matanya, Revi terlihat sebenarnya tidak mau bersikap seperti tadi pada Radian.
"Kak, andai kamu bisa merubah sifat mu yang kasar itu pasti aku udah maafin kamu dari kemarin-kemarin..!!" batin Revi.
Setelah puas memandangi Radian dari belakang, Revi pun kembali melanjutkan langkahnya pergi dari sana.
...•••...
Oni yang sedang kumpul bersama teman-teman dancenya tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Alvin dan anak bandnya.
Mereka sepertinya mencari Oni dan ingin mengajaknya bergabung dengan mereka.
Alvin langsung duduk di samping Oni dan berbicara padanya..
"Hey Oni, hari ini kita mau rilis single baru! Lu mau gak jadi pendengar pertama lagu kita?" tanya Alvin.
"Oh ya? Bagus dong kalo gitu.. Tapi sorry Vin, gue harus latihan dance sama mereka! Kan lu tahu bentar lagi kita mau ikut kompetisi dance antar kampus di Jakarta!" ujar Oni.
"Ohh iya sih bener lu harus latihan sama mereka, yaudah nanti gue kirimin aja cd nya khusus buat lu gimana mau gak?" ujar Alvin.
"Emm boleh boleh kalo gak ngerepotin mah," ucap Oni.
"Ya pasti enggak dong, ok kalo gitu kita cabut ya sorry nih udah ganggu kalian..!!" ujar Alvin.
"Iya gapapa kok Vin, sukses ya buat single barunya!" ucap Oni.
"Aamiin, thanks ya!" ucap Alvin.
Lalu, Alvin dan anak bandnya pergi dari sana setelah Oni tidak bisa ikut dengan mereka.
"Heh Oni, kenapa lu gak ikut sama mereka kayak biasanya?" tanya Syahra dengan judes.
"Kan tadi dah gue jelasin, gue harus latihan dance sama kalian! Emangnya lu mau tim kita gak kompak?" ujar Oni.
"Tumben lu peduli sama tim ini, biasanya juga ngelayap terus sama si Alvin itu.. Kenapa lu jadi tiba-tiba peduli gini? Takut ya dilengserkan dari ketua dance??" ujar Syahra.
"Kalo ngomong dijaga ya! Gue emang sering main sama mereka, tapi bukan berarti gue gak peduli sama tim ini! Lagian gue juga gak peduli kalaupun kalian mau turunin gue dari ketua, silahkan aja!" ucap Oni kesal.
"Halah sok-sokan bilang gitu, giliran diturunin beneran nanti nangis.. Eh iya sebenarnya hubungan lu sama Alvin apa sih? Pacar? Atau lu cuma mau pansos ke mereka?" ujar Syahra.
Oni tidak bisa lagi menahan emosinya, dia bangkit dari duduknya dan terlihat sangat kesal.
"Gue udah bilang, Alvin itu udah gue anggap kek sodara sendiri.. Buat apa gue pansos ke dia? Kalo lu iri sama gue karena semua mahasiswa disini ngejar-ngejar gue, bilang aja kali nanti gue bantu kok supaya popularitas lu bisa naik..!!" ujar Oni.
"Eh udah udah dong jangan ribut mulu! Waktu kita makin terbatas nih..!!" ucap Mira memisahkan mereka.
Akhirnya Oni duduk kembali dan Syahra pun juga diam tak lagi melanjutkan argumennya dengan Oni.
Tak lama kemudian, Revi datang ke tempat itu dan merasa heran karena suasananya begitu hening.
"Hai semua! Loh, ini kenapa pada diem aja?" ujar Revi.
"Gapapa kok, duduk Rev kita briefing dulu!" ucap Mira.
"Ohh oke kak," ucap Revi.
Revi menaruh tasnya di meja lalu duduk mengikuti briefing disana.
...•••...
Muzaki sedang di toko kacamata habis membeli kacamata baru tentunya, ia ditemani Wisnu agar tidak kenapa-kenapa di jalan.
"Nah sekarang baru dah gua tenang kalo lu mau pulang sendiri juga gapapa," ujar Wisnu.
"Iya thanks ya udah temenin gua kesini, sebagai tanda terimakasih ayo gua traktir lu makan!" ujar Muzaki.
"Yah sorry banget nih Muz bukannya gua nolak dan gak hargai tawaran lu ya, tapi gua ada janji sama cewek gua nih mau jalan-jalan gitu hehe.." ucap Wisnu.
"Oh ya ampun dasar bucin lu! Yaudah sana lu duluan aja nanti cewek lu ngambek kalo lu datengnya telat!" ujar Muzaki.
"Iya bener lu, tapi lu gimana baliknya?" tanya Wisnu.
"Yaelah sans aja kan gua bisa pesen ojek online, udah sana pergi!" ujar Muzaki.
"Oh oke ok, kalo gitu gua duluan ya bro! Hati-hati lu di jalan..!!" ucap Wisnu.
"Iya lu juga hati-hati!" ucap Muzaki.
Wisnu pun pergi dari tempat itu dengan motornya, sedangkan Muzaki duduk sejenak disana sambil memesan ojek online melalui hp nya.
Tiba-tiba Latifah serta kelompok tugasnya datang kesana, Latifah yang melihat Muzaki sedang duduk disana pun langsung menghampirinya.
"Eh kak Zaki, lagi ngapain disini?" tanya Latifah.
"Eee lu temennya Revi ya?" ucap Muzaki.
"Iya bener kak aku Latifah," ucap Latifah.
"Oh iya Latifah, ini gua baru beli kacamata dan ini lagi nunggu ojek buat balik.. Lu sendiri ngapain kesini?" ujar Muzaki.
"Aku ada tugas kelompok kak, kami mau wawancara ke pemilik toko-toko gitu.." ucap Latifah.
"Oh gitu, yaudah semoga lancar ya! Gua duluan ojeknya udah datang tuh.." ucap Muzaki.
"Iya kak makasih doanya, hati-hati di jalan!" ujar Latifah.
Muzaki tersenyum lalu berdiri dan keluar dari toko tersebut, ya dia hanya alasan saja bilang gitu ke Latifah karena dia gak bisa lama-lama ngobrol sama cewek. Padahal mah ojeknya belum dateng, jadi dia nunggu lagi deh di luar toko.
...•••...
Malam harinya, Radian sampai di rumah pukul 12 malam karena habis pergi dengan teman-temannya.
Begitu memasuki rumahnya, langsung ia disambut oleh tatapan tajam dari bapaknya yang berdiri sambil membawa sabuk.
Radian biasa saja melihat itu karena memang ia sudah sering dicambuk oleh sabuk itu dari kecil.
"Darimana saja kamu? Kenapa jam segini baru pulang? Apa kamu mau jadi berandalan ha? Contoh tuh kakak kamu, dia selalu pulang lebih awal dan sekarang buktinya dia sudah jadi orang sukses!" ujar bapaknya.
Radian diam saja tak menjawab perkataan bapaknya itu, malah ia hendak pergi ke kamarnya namun ditahan tentunya oleh sang bapak.
"Enak saja main pergi gitu aja, kamu belum jawab pertanyaan bapak! Darimana kamu?" ujar bapaknya.
"Pak, buat apa saya jawab pertanyaan bapak? Bukannya bapak gak pernah peduli sama saya, kan yang bapak sayang dan anggap anak itu cuma kakak! Seharusnya bapak gak perlu menunggu saya pulang sampe larut begini, saya kan bukan anak bapak!" ucap Radian.
"Lancang sekali kamu! Kalau memang kamu sudah tidak mau tinggal disini lagi, sana pergi! Jangan pernah kembali kesini atau bapak sendiri yang akan menghajar kamu..!!" ujar bapaknya.
"Ok,"
Radian sedikit mendorong bapaknya dengan bahunya, ia pun berlari menuju kamarnya untuk mengambil baju-baju yang tersisa.
Setelah itu, Radian kembali ke bawah menemui bapaknya..
"Saya pergi sekarang juga, tolong jaga ibu saya sebaik mungkin jangan kasari dia seperti anda mengasari saya..!! Permisi..." ucap Radian.
Radian pun keluar lagi dari rumahnya dan pergi menggunakan motornya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...