NovelToon NovelToon
Second Life After Divorce

Second Life After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Duda
Popularitas:239k
Nilai: 5
Nama Author: N. Ayu Hapsary

Perceraian adalah suatu kegagalan.

Melabuhkan hati pada orang yang salah, berakibat sangat fatal. Setiap orang tidak akan luput dari kesalahan. Bukan sebuah judge yang diperlukan, tapi solusi untuk masalah yang tengah di hadapi. Dengan pengalaman yang terjadi, seseorang pasti berpikir ulang untuk tidak terjun ke lubang yang sama.

Itulah yang mendasari Ayana dan Rendra (duda dan janda dengan satu anak) untuk menyetujui perjodohan pernikahan kedua mereka. Bukan atas dasar cinta, tapi karakter. Bahkan, mereka sama sekali tidak memiliki perasaan apapun satu sama lain. Mereka siap menjalaninya di kehidupan kedua mereka, yaitu sebuah kehidupan baru yang mereka bangun dengan sifat dan sikap yang berbeda dalam melihat masalah. Siapa yang menyangka jika mereka justru menemukan kebahagiaan disana?

Ternyata hati mereka masih berfungsi. Benih-benih rasa cinta itu datang dengan sendirinya.

follow me
IG : @NurulAyuHapsary
FB : Nurul Ayu Hapsary

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N. Ayu Hapsary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Laki-laki itu Bernama Naufal

Sebelum bekerja.

"Ay, minta uang untuk beli rokok."

"Kita lagi gak ada uang mas."

"Gimana sih kamu ngatur keuangan. Gajiku kan sudah kukasih ke kamu semua."

"Iya mas. Tapi untuk kebutuhan sehari-hari saja kurang."

"Aku kan sudah kerja. Sudah bertanggung jawab. Kemampuanku ya segitu, jangan menyalahkan aku terus. Kamu bantu dong. Masak kamu ini lulusan sarjana gak mau kerja?"

"Bukannya tidak mau, tapi Aila masih kecil mas."

"Ya gampang. Kasihkan ke ibuku. Bisa dititipkan ke TPA."

"Bukan begitu mas. Aila juga butuh figur orang tua. Lagipula sejak lahir, dia terus sama aku. Aku masih belum tega."

"Itu kan cuma alasan kamu saja."

Sesudah bekerja

"Mama!!!!" Berlari menggelendoti tangan Ayana.

"Sayang... Sebentar ya. Mama baru pulang kerja. Mama mau ke kamar mandi dulu ya."

"Gak mau! Mama keljanya lama. Aku gak mau mama kelja lagi." Suara Aila yang mungil itu nampak bergetar karena menahan air mata. Hati Ayana menjadi pilu melihatnya.

"Mas, aku mau ke kamar mandi. Tolong jaga Aila sebentar." Dengan wajah lusuhnya yang lelah pulang kerja, Ayana memohon untuk menggantikan mengasuh Aila.

"Tadi kamu ngobrol sama siapa di tempat kerja? Aku tadi lihat kamu sedang berbicara sama banyak laki-laki."

"Itu teman kerja mas."

"Alaaaaah... Sudah. Ngaku saja kalau kamu suka sama mereka. Iya kan?! Kamu ini, gak bisa menghargai suami!"

"Astaga... Aku ini bekerja untuk membantu ekonomi kita mas. Malah dituduh-tuduh gak jelas seperti ini?"

"Jangan-jangan... Aila itu bukan anak kandungku?"

Pedih. Perih. Tak dapat membalas apa-apa. Ayana hanya membalas dengan menantang tes DNA jika masih berkata Aila bukan anaknya.

Perceraian

"Ini pemutusan sepihak. Walau sah secara hukum, tetap tidak sah secara agama. Tanggung sendiri dosamu nanti!"

Ayana menghela nafas berat sambil menutup mata. Ia sudah terlalu lelah menghadapi papa Aila.

"Aku minta maaf mas. Aku sudah tidak sanggup lagi hidup sama mas."

"Kalau bukan aku, siapa yang mau sama kamu?"

"Masa depan itu, tidak ada yang tahu. Mas bukan tuhan!"

Sejak saat itu, Ayana sudah tidak pernah bertatap wajah dengan papa Aila. Selama perpisahan pun, papa Aila tidak pernah menafkahi Aila.

...****************...

Satu hari sebelumnya...

"Kamu egois sekali. Aku cuma ingin ketemu Aila. Mentang-mentang hak asuh jatuh ke kamu, terus kamu mau menghalangiku ketemu Aila?"

"Bukan begitu mas. Tapi..."

"Kenapa kamu selalu memblokir nomorku? Ingin menjauhkan ku dari Aila ya?"

"Aku sudah menikah mas. Tidak pantas kalau aku berhubungan dengan laki-laki lain di belakang suamiku."

Pria yang berbicara dengan Ayana itu mengendus pelan. "Bukannya itu yang selama ini kamu lakukan di belakangku?" Kalimatnya meluncur dengan mudahnya tanpa memikirkan perasaan Ayana. Ayana tersentak mendengarnya.

"Mas pikir aku ini perempuan seperti apa?! Dulu, aku sudah menuruti semua kemauan mas. Tapi, bukannya semakin baik justru mas semakin menuduh-nuduh yang tidak jelas!"

"Salah sendiri kamu tidak penah menghargaiku dulu."

Brak! "Aya?!" Rendra yang ternyata sore itu pulang cepat, membuka pintu kamar mereka lebar-lebar dan memanggil Ayana dengan penuh semangat.

Saat Ayana mendengar suara Rendra, ia segera menutup panggilannya yang menempel di telinga dan menyeka air matanya dengan cepat. Ia terkejut, bingung, canggung dan sedang menahan perasaan yang tak karuan. "Aya?!" Suara Rendra nampak amat semangat. Ayana yang masih berbalut kekesalan karena membalas panggilan telefon dari mantan suaminya itu harus balas menyapa Rendra.

"Mas? Tumben pulang cepat?"

...****************...

"Naufal Kurniawan." Gumam Rendra lirih. "Pertemukan saja dia dengan Aila." Ucap Rendra tegas. Ayana menoleh ke arah Rendra cepat dengan sedikit heran. "Kita buktikan kalau kita tidak pernah melarangnya bertemu Aila."

"Mas, aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau aku sampai bertemu dengannya. Aku takut kalau dia justru berbicara yang tidak-tidak pada Aila." Kecemasan Ayana pada putrinya.

"Tenang saja. Aila masih kecil, masih belum bisa menilai apapun." Ucap Rendra menenangkan istrinya.

"Mas Rendra belum tahu dia seperti apa. Dia itu selalu beranggapan kalau dirinya itu benar."

"Apakah separah itu?" Rendra mengernyit. Ayana menghela nafas.

"Memang satu tahun terakhir sebelum bercerai, dia semakin parah. Aku akui mas, aku juga tidak seratus persen benar. Aku juga sering banyak salah padanya. Saat aku berusaha memperbaiki sifat dan sikap, dengan menuruti semua kemauannya aku pikir dulu kita bisa bertahan." Kata Ayana dengan wajah lemas, dan mengatakannya sambil tertunduk.

Rendra mengkerutkan alisnya memberikan tatapan heran pada Ayana.

"Tunggu Ay, apa kamu masih mencintainya? Kamu kelihatan menyesal berpisah dengannya?" Tanya Rendra dengan masih melihat tajam dan aneh pada Ayana.

"Tidak mas!" Seru Ayana dengan cepat. "Sungguh!" Ayana menatap ke arah Rendra dengan tajamnya dan menunjukkan bahwa ia benar-benar tidak berbohong. Rendra masih memicingkan matanya pada Ayana. Setengah detik kemudian, ia tersenyum melihat Ayana dengan ekspresi ketakutan itu.

"Aku rasa, kamu harus bisa membedakan antara aku dan mantan suamimu itu." Ucap Rendra lembut. "Saat kamu menjelaskannya, sepertinya kamu masih trauma dengan sifat posesif mantan suamimu itu."

Ayana kemudian bernafas lega mendengar Rendra. Ya. Rendra memang benar. Ia harus bisa melihat jika Rendra bukanlah Naufal yang posesif dan egois itu. Rendra lalu mengelus pipi Ayana dan menariknya pelan menghadap wajahnya. Rendra masih bisa melihat Ayana yang sedikit ketakutan itu. Rendra mencoba kembali menenangkan istrinya.

"Aku serius Ay. Aku percaya padamu." Ucap Rendra dengan lembut. Ayana akhirnya tersenyum. Ia bisa tenang mendengar Rendra.

"Tapi, aku memang cemburu, karena seolah kamu masih membelanya saat bercerita tadi." Kata Rendra lagi. Namun tetap dengan nada lembut. Ayana yang sempat lega, kembali berwajah tegang. "Itu artinya tanda sayang kan?" Kata Rendra menaikkan kedua alisnya.

Ayana kembali tersenyum dan membelai tangan Rendra yang ada di pipinya.

"Terima kasih mas." Katanya dengan tulus.

"Tidak apa-apa Ay. Pertemukan saja dia dengan Aila." Rendra kembali membicarakan topik yang menjadi masalah mereka dari awal. "Walaupun dia tidak pernah menafkahi Aila, tapi dia masih ada hubungan darah. Kita tidak boleh melarangnya."

"Tapi mas..." Ayana masih nampak bingung. Jangan-jangan Naufal hanya berkedok untuk bertemu Aila. Toh, selama mereka hidup bersama-pun Naufal nampak tak begitu peduli dengan anaknya.

"Tenang saja Ay." Potong Rendra sebelum Ayana sempat menjelaskan. "Aku sudah bilang, sekarang kamu dan Aila adalah tanggung jawabku. Apapun yang terjadi, aku akan melindungi kalian." Kata Rendra sekali lagi menenangkan istrinya. Mendengarnya Ayana semakin terharu.

Ayana memang pernah mendengar Rendra mengatakan itu pada temannya. Tapi saat Rendra mengatakan padanya sekali lagi, ia merasa lebih berharga. Tenangnya ia berada di samping Rendra saat ini.

...****************...

1
EndRu
Alhamdulillah bersyukur sak akeh2e
EndRu
hehehehe tanpa bertanya pun harusnya Ayana sudah tau klo Rendra pasti Juga akan memperlakukan istrinya dulu dengan baik pula seperti pada Ayana.
tapi Dila yang dasarnya wanita tidak bersyukur saja malah ninggalin Rendra
EndRu
kalau para suami kayak Rendra semuanya... damai dunia
EndRu
aaaah sukaaa
EndRu
akhirnya..... bahagia selalu yaaa Ayana
EndRu
takut juga si Naufal ternyata... ngibrit kan jadinya. semoga enggak mengganggu' Ayana aila lagi
EndRu
ayo ren kalahkan *tu si Naufal
EndRu
Naufal juga korban' broken home.. kasihan juga ya
EndRu
klo hati Ayana bahagia terus gini bakalan cepet hamil ini
EndRu
kayak kasmaran ya.mereka .. jadi ikut seneng
EndRu
ya ampun ..
muntah gara kebanyakan minum susu.
EndRu
Ayana... jujurlah biar kamu tenang
EndRu
masalah kembali mendera
EndRu
kasihan Ayana sampai sebegitu efeknya Karen ulah Naufal
EndRu
segera periksa ke dokter biar segera tahu penyebabnya apa
EndRu
mungkin pakai iud
EndRu
anehnya di mana ren?
EndRu
bisa langsung niru gitu ya aila
EndRu
beruntungnya Ayana dapet pengganti seperti Rendra...
EndRu
udah deg degan aku. kirain Naufal mau nekat.. legaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!