NovelToon NovelToon
Mahasiswaku Suamiku

Mahasiswaku Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Dosen
Popularitas:826.3k
Nilai: 5
Nama Author: Shofia Hanina

Pertemuan tidak sengaja antara Nefertiti dan Akmal di dalam kereta api memberikan kesan yang mendalam bagi keduanya.

Nefertiti yang biasa dipanggil Titi ternyata menjadi salah satu pengajar di kampus tempat Akmal menimba ilmu.

Akmal yang biasanya dingin kepada lawan jenisnya, tetapi ketika berhadapan dengan Titi menjadi berubah. Akmal tertarik kepada Bu Dosen Titi sejak pertemuan pertama.


Apakah pantas seorang mahasiswa menginginkan Dosennya?


Apakah ada larangan hubungan asmara antara mahasiswa dan Dosennya?

Mungkinkah seorang mahasiswa bisa menjadi suami Dosennya sendiri?


Bagaimana kelanjutannya.

Ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shofia Hanina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halal bihalal

Titi pulang ke rumah Mbah Uti pukul 13.30 WIB. Cuaca masih terik, tetapi tidak sepanas tadi. Hembusan angin menambah kesejukan, apalagi naik motor menambah kesempurnaan untuk menikmati suasana. Ditambah pemandangan dari Gunung Selamet yang menjulang tinggi, menjadikan kota ini sangat indah. Nampak jenggala dari kejauhan yang mampu menambah keelokan mata yang memandangnya.

Setelah memarkirkan motornya, Titi segera pergi ke kamarnya untuk melaksanakan salat dhuhur. Titi sudah bertekad untuk berubah ke arah yang lebih baik. Berusaha untuk tidak meninggalkan salat lima waktu dan menambah amalan sunnah yang lain juga. Ketika selesai salat dhuhur, pintu kamar Titi diketuk dari depan.

"Tok...tok."

"Mbak Titi, ini Mbak Pur."

Segera Titi lipat mukenanya dan membuka pintu "Ada apa Mbak Pur?"

"Mbak Titi dipanggil Mbah Uti," jawab Mbak Pur.

"Kenapa Mbak?"

"Saya juga tidak tahu Mbak, itu sudah ditunggu di bawah."

"Iya, Mbak Pur, saya akan segera turun ke bawah. Terima kasih Mbak Pur.

Titi mengikuti langkah Mbak Pur yang menuruni tangga. Titi menghampiri Mbah Uti.

"Ada apa Mbah?"

"Tidak ada apa-apa. Tadi kamu jalan-jalan beli apa Ti?" tanya Mbah Uti.

"Rencana mau beli baju buat lebaran Mbah, tetapi ramai banget. Tidak jadi beli baju tetapi beli buku," jawab Titi.

"Yang namanya mau lebaran ya pasti ramai. Besok-besok kalau mau beli baju sebelum puasa atau pas awal-awal puasa. Mbah juga punya penjahit langganan. Nanti jauh-jauh hari bisa minta dibuatkan seragam buat keluarga kita," petuah Mbah Uti panjang lebar.

"Iya Mbah. Ini jadinya gimana Mbah. Terus terang Titi tidak sanggup kalau harus berdesakan seperti tadi. Baju lebaran diganti mentahan saja ya Mbah," ujar Titi dengan malu-malu.

"Iya, tidak apa-apa. Baju kemarin juga masih banyak dan bagus-bagus. Sekarang bukan seperti jaman dulu, kalau beli baju setahun sekali. Sebulan saja bisa beli baju berkali-kali."

"Nanti kalau ada rejeki kasihkan buat Mbak Pur saja. Mbah Uti tidak usah. Buat ditabung Titi saja. Untuk jaga-jaga kalau ada keperluan mendesak," tambah Mbah Uti lagi.

"Siap Mbah," jawab Titi.

"Titi mau ke kamar dulu ya Mbah. Tadi lumayan panas. Mau rebahan sebentar. Kalau perlu bantuan, biar Mbak Pur panggil Titi, Mbah," ucap Titi sambil memandang wajah Mbah Uti dengan tatapan sayang.

"Iya, sana istirahat dulu."

Setelah Titi pamit kepada Mbah Uti, segera dirinya melangkahkan kakinya menuju ke kamar. Titi rebahkan tubuhnya ke kasur ukuran nomor 1 yaitu 180x200. Lumayan lebar karena cuma dipakai dirinya sendiri. Dibalut dengan seprai yang lembut warna ungu muda membuat matanya yang ingin segera terpejam segera menyambut ke alam mimpi.

🌺🌺🌺🌺

Malam harinya di masjid dekat rumah Mbah Uti terdengar suara takbiran yang menggema. Membuat air mata secara refleks jatuh berderai ketika mendengar takbir hari raya untuk pertama kalinya. Selalu ada rasa haru dan perasaan membuncah lainnya ketika menyambut hari kemenangan. Suara takbiran terus bersahutan dari masjid satu dan masjid lainnya, membuat suasana syahdu siapapun yang mendengarnya.

Pukul 20.00 WIB rombongan keluarga Pak Lek Muji dan Pak Lek Lukito datang. Mungkin sudah janjian sebelumnya karena bisa hadir ke rumah Mbah Uti dengan bersamaan. Rombongan itu memakai mobil sendiri-sendiri. Untungnya halaman rumah Mbah Uti luas sehingga bisa muat 2 mobil. Tambah 2 mobil lagi cukup sepertinya. Iya memang sudah dirancang Mbah Kakung dulu waktu mau membuat rumah, agar luas halamannya dan kamarnya juga banyak sehingga bisa dibuat reuni keluarga, seperti pada momen sekarang ini. Suasana tambah ramai dengan kedatangan dua keluarga itu.

Mamah, Papah dan Anjas tiba di rumah Mbah Uti pukul 21.30 WIB. Lengkap sudah formasi dari tiga keluarga yang sedang berkumpul. Setelah temu kangen sebentar dilanjutkan dengan istirahat karena agenda besok pagi lebih padat.

Keesokan harinya mereka semuanya melaksanakan salat idul Fitri di masjid dekat rumah. Rombongan ini berjalan kaki. Setelah salat idul Fitri dilanjutkan dengan acara sungkeman. Ini acara yang ditunggu-tunggu. Acara mohon maaf dengan anggota keluarga lainnya. Dimulai dengan sungkem kepada Mbah Uti, yang merupakan anggota keluarga yang paling sepuh. Dan dilanjutkan dengan anggota keluarga lainnya menurut umur masing-masing. Inilah salah satu wujud jatmika yang harus terus dilestarikan. Tak lupa keluarga ini melakukan foto bersama, mengabadikan momen berbahagia, yang tidak setiap hari bisa dilaksanakan.

Sesudah acara makan-makan dengan menu khas lebaran yaitu ketupat dan opor ayam kampung juga sambal goreng kentang. Tak ketinggalan soto Sokaraja beserta mendoan yang khas daerah ini. Mereka melanjutkan agenda ziarah kubur. Masih dengan berjalan kaki beserta rombongannya menuju ke TPU yang tidak terlalu jauh jaraknya dari rumah. Sekalian melewati tetangga biar bisa bersalaman.

Walaupun setiap hari mereka berdoa untuk Mbah Kakung, tetapi tentu ziarah kubur tetap diperlukan. Dengan ziarah kubur tentu kita akan ingat ke mana muara dari kehidupan ini. Kehidupan yang fana, tidak ada yang kekal kecuali Pemilik Alam Semesta.

Keluarga besar berkumpul yang membuat Mbah Uti tersenyum senang. Hati orang tua pasti akan berbahagia apabila anak, menantu dan cucunya bisa bersama-sama seperti sekarang ini. Tapi Mbah Uti juga sadar, mereka semuanya memiliki kehidupan masing-masing. Ada hak dan kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan, jadi yang bisa orang tua lakukan tetap mendukung sepenuhnya langkah anak-anaknya.

Kumpul keluarga tidak bisa dalam waktu lama, karena besok Senin sudah mulai bekerja, apalagi mereka sebagai ASN, abdi negara yang harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Pak Lek Lukito sekeluarga dan Pak Lek Muji sekeluarga pulang pada Sabtu pagi menggunakan mobil, sedangkan Papah, Mamah dan Anjas pulang ke Madiun pada Sabtu malam dengan menggunakan kereta.

Pada hari Minggu pagi Mbak Pur dan keluarganya dibantu Titi membersihkan rumah Mbah Uti. Setelah digunakan untuk kumpul keluarga tentu banyak hal yang harus dibersihkan. Seprai dan teman-temannya perlu dibersihkan. Lumayan capek acara bersih-bersih, tetapi untungnya ada keluarga Mbak Pur yang turut serta membantu, menambah personel regu bersih-bersih. Mbah Uti tidak diijinkan membantu, Beliau biar istirahat, urusan capek biar ditangani yang muda.

Hari Senin Titi berangkat pagi ke kampus menggunakan motor. Pukul 07.15 WIB Titi sudah sampai di kampus. Segera absen dengan menunjukkan wajahnya yang otomatis terekam di mesin absensi. Dengan mengenakan celana kain warna hitam dan atasan warna putih ditambah blazer warna hitam serta kerudung warna motif bunga. Aturan pakaian untuk di lingkungan kampus sesuai dengan arahan waktu menerima SK kemarin yaitu Senin sampai Rabu memakai atasan warna putih bawahan gelap. Kamis menggunakan batik. Hari Jumat bebas, boleh memakai olahraga karena setiap Jumat ada senam pagi di kampus.

Setelah absen, Titi diberi tahu oleh pegawai senior kalau awal masuk setelah lebaran ada halal bihalal. Titi segera menyusul pegawai tersebut.

"Mbak pegawai baru ya, wajahnya belum familiar?" tanyanya.

"Iya, benar Bu. Saya CPNS yang kemarin." jawab Titi.

"Oh.... besok-besok kalau ditanya jawab pegawai baru saja ya, tidak usah ada embel-embel CPNS. Itu lumayan sensitif. Banyak pegawai dan dosen di sini yang kerjanya sudah bertahun-tahun tetapi tidak bisa menjadi PNS," ujar pegawai tersebut.

"Ini sebagai wujud sayang seperti seorang Ibu ya Mbak, biar kita lebih bisa berempati kepada yang lain," tambahnya.

Titi mengangguk membenarkan. "Iya Bu, Saya mohon maaf dan terima kasih sudah diingatkan. Saya Titi Bu. Dengan Ibu siapa?" tanya Titi.

"Ibu Wati. Ayo Mbak Titi kita ke posisi biar halal bihalal bisa segera dimulai," ujar Bu Wati sambil menggandeng tangan Titi.

Titi segera memposisikan dirinya. Sudah banyak yang berdiri di basement atau lantai bawah yang biasa digunakan untuk parkir. Titi menyalami satu persatu. Setelah itu berdiri di posisi sebelah Ibu Wati dan mendapatkan giliran disalami juga. Ini pengalaman pertama Titi halal bihalal di kampus ini. Noted.

"Wah, cantik sekali, siapa namanya?" Tanya pegawai yang lainnya.

"Titi," jawabnya.

Ternyata banyak juga yang bertanya kepada Titi, memang benar di samping wajahnya yang belum familiar, bisa jadi efek artis dadakan kemarin belum hilang. Pukul 08.00 WIB acara halal bihalal selesai. Semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan segera menuju ruangannya masing-masing. Ini hari pertama setelah lebaran seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan wajib sudah berada di kantor, biasanya ada pemeriksaan Irjen. Menilai tentang kedisiplinan pegawai di bawah kementerian tersebut. Jadi acara mudik dan arus balik harus menyesuaikan jadwal.

Bagaimana kelanjutannya??

Ikuti terus ceritanya...

Terima kasih..🙏

1
Djoko Prasetyanto
bagus ceritanya..
Cupetong Cupetong
Mungkin malah sekilas tentang kehidupannya yg dibumbui biar tambah makin menarik👍
Fitra Smart
serasa kuliah sambil dengarin dosen jelasin ini🤣🤣
Nining Nuraningsih
bab ini aku lewatin semua ga dibaca maaf ya
Nining Nuraningsih
terlalu bertele tele ya,jadi bosen jarang komunikasinya
Heny Febti
Si Othor udah pernah ikut tes CPNS ya? tau banget. 😀💪
Alia Santi
sangat menarik tapi sudah lama gak up novel e
Ahmad Faudzan
hahh satria enggak mau kalah nieh 🤔🤔🤔
Ahmad Faudzan
super karyanmu Thor ! banyak informasi penting tambah ilmu jadinya
Ahmad Faudzan
God job kak author terusin
Ahmad Faudzan
bau minyak nyong-nyong tu mbak'e 🌹🌹🌹
Ahmad Faudzan
semangat Thor ceritanya menarik
Apariani
super skli novel y sgt menginspirasi dan byk mnanamkn nilai2 akhlak dn aqidah islam yg kental
Alia Santi
lama
re
Suami idaman
AbhiAgam Al Kautsar
terimakasih kak Thor.. yg sudah menceritakan kisah berlokasi di Rembang.. tempat tanah kelahiran ku.
..
komentar terbaik
huh seriusan legalisir sejak sd?
kacau euy, sd aku udah tutup hahaha
komentar terbaik
ini keren detail banget, lokasi, situasi, kronologisnya juga. kebetulan beberapa lokasi yang disebutkan aku pernah ke situ jadi tahu persis sesuai yang digambarkan.

sampai materi tes detail gitu. sering nya kalau cerita tes, pokoknya ikut tes lalu tahu-tahu lulus. di sini sampai isi paparan dan durasi presentasi juga dibahas.

keren.
Alia Santi
kok 2 bln gak up kak
Apariani
sgt menginspirasi skli,muatn moral akhlakul karimah dn ilmu pwngetahuan y byk skli.sukses sllu saya sgt suka novel ini
Djoko Prasetyanto: setuju sekali
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!