NovelToon NovelToon
KAKAK TIRIKU JODOHKU

KAKAK TIRIKU JODOHKU

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Romantis / Tamat
Popularitas:718.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lusica Jung 2

Aster Jung adalah gadis cantik dan satu-satunya putri dalam keluarga Jung. Aster memiliki teman masa kecil bernama Zian Rey. Awalnya semua baik-baik saja tapi persahabatan mereka perlahan merenggang saat keduanya beranjak remaja hingga Rey dan Aster menjadi musuh bebuyutan.

"Zian Rey, aku tidak akan pernah kalah darimu. Akan ku buktikan pada dunia jika aku lebih baik darimu."

Banyak yang menyayangkan renggangnya persahabatan mereka termasuk keluarga besar Rey dan Aster. Mereka ingin mereka bisa bersatu. Hingga sebuah keputusan besar pun diambil, Aster dan Rey menjadi saudara tiri.

Dan seiring berjalannya waktu benih-benih cinta tumbuh di hati mereka berdua. Rey dan Aster saling mencintai namun sama-sama tidak ada yang menyadari perasaan masing-masing. Dan Rey baru menyadari betapa besar arti kehadiran Aster setelah wanita itu pergi dari hidupnya.

Enam tahun kemudian Aster kembali dengan seorang gadis kecil bernama Hanyeon.

"Sebenarnya dia adalah Putri kandungmu. Benih yang malam itu kau tanam di dalam rahimku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 "Aster Menjauh"

Jam dinging sudah menunjuk angka 11 malam. Tapi Aster masih tetap terjaga dan belum bisa menutup matanya.Tidak ada yang istimewa malam ini. Langit terlihat gelap dan tidak ada satu pun bintang yang terlihat, bulan bersembunyi dibalik awan hitam.

Aster mendesah berat. "Sebenarnya ada apa sih denganku? Kenapa rasanya aneh sekali melihat kedekatan Rusa kutub itu dengan mantan kekasihnya? Menyebalkan, gara-gara memikirkan hal itu aku malah tidak bisa tidur. Rusa jelek itu kenapa sih hobi sekali membuatku galau."

Perhatian teralihkan karna deru suara mobil yang memasuki halaman, itu adalah mobil milik Rey. Pemuda itu pergi mengantarkan Bella pulang dan baru kembali sekarang. "Rusa itu, memangnya apa saja sih yang dia lakukan dengan mantan kekasihnya itu? Kenapa bisa-bisanya dia pulang sampai hampir tengah malam." Dumal Aster menggerutu.

Rey mendongak membuat iris coklatnya bersiborok dengan iris hazel milik Aster. Tapi kontak mata itu hanya berlangsung selama beberapa detik saja karna Aster melenggos masuk kembali ke dalam kekamarnya.

Aster mendaratkan pantatnya pada kasur super empuk miliknya. Perhatiannya teralihkan karna decitan suara pintu dibuka dari luar. "Mau apa kau kemari?" Tanya Aster ketus. Alih-alih menjawab pertanyaan gadis itu. Rey malah merebahkan tubuhnya pada ruang kosong disamping kanan Aster. "Kau terlihat sangat bahagia, apa karna mantan mekasihmu itu?"

Rey memicingkan matanya. "Kenapa? Kau cemburu?" Pemuda itu menyeringai.

"Dalam mimpimu."

Aster bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju lurus menuju jendela kamarnya yang terbuka. Semilir angin malam yang berhembus lembut menyapa Aster melalui sentuhannya. Beberapa anak rambutnya berkibar karna terjangan angin nakal. "Aku ingin sekali melihat bintang, tapi sayangnya tidak ada satu pun bintang yang bisa aku nikmati." Ucap Aster dengan pandangan lurus ke langit.

Rey bangkit beranjak dari posisi berbaringnya kemudian berdiri di samping Aster. "Kau ingin melihat bintang bukan? Ayo ikut aku." Rey meraih pergelangan tangan Aster dan membawa gadis itu pergi ke luar.

Aster mengerutkan dahinya dan memperhatikan kesekelilingnya, lebih tepatnya pada jalanan yang mereka lalu. "Rey sebenarnya kita mau kemana? Jangan bilang jika kau ingin menculikku kemudian memperkosaku lalu membunuhku dan terakhir membuang mayatku ke semak-semak?" Rey mendengus, dengan gemas ia menyentil kening Aster.

"Kau terlalu banyak menonton drama, Nona. Bukankah kau sendiri yang bilang ingin melihat bintang jadi diam saja dan duduk dengan manis, oke." Omel Rey dan membuat Aster kembali menghela nafas.

Rey menghentikan mobilnya di hamparan ilalang yang dipenuhi jutaan kunang-kunang. Pemuda itu segera turun dari mobilnya begitu pula dengan Aster. "Rey, tempat ini?" Aster berseru dan menatap Rey tidak percaya

"Tempat yang dulu sering kita datangi ketika tidak ada bintang yang bisa kita lihat. Bukankah kunang-kunang itu selalu menjadi pengganti bintang." Ujar Rey, Aster mengangguk. Gadis itu meninggalkan Rey begitu saja dan berlari ketengah-tengah padang ilalang, bermain dengan jutaan kunang-kunang yang terus memainkan cahayanya.

Tempat ini adalah tempat yang dulu sering mereka datangi ketika langit menyembunyikan semua bintang-bitang. Mereka pergi ke tempat ini dengan bersepeda dan tentu tanpa sepengetahuan orang tua masing-masing. Tempat yang penuh dengan kenangan dan juga tempat yang menjadi saksi renggangnya persahabatan mereka berdua.

Di tempat inilah mereka terlibat pertengkaran. Rey yang ingin menjadi yang terbaik disekolahnya dan Aster yang tidak mau kalah. Dan sejak saat itu hubungan mereka merenggang, Rey dan Aster tidak lagi berhubungan apalagi bertegur sapa meskipun mereka bersekolah di sekolah yang sama.

Rey merogoh saku celananya saat merasakan dering pada ponselnya. Pemuda itu mengerutkan dahinya melihat nama Bella menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. Dengan segera Reh menerima panggilan itu. "Ada apa, Bell?" Tanyanya to the poin.

Rey mendengarkan baik-baik apa yang Bella katakan lalu menggulirkan pandangannya pada Aster yang sedang berputar-putar dengan ditemani cahaya kunang-kunang. "Aku sangat lelah, kau bisa meminta bantuan pada orang lain. Atau besok saja aku membetulkannya, tidurlah di kamar yang lain. Oke aku tutup dulu, good night." Rey memutuskan sambungan telfonnya begitu saja kemudian menghampiri Aster.

"Rey kemarilah."

Aster menarik lengan Rey dan membawanya berlari diantara kunang-kunang. Senyum bahagia tersungging dibibirnya. Gadis itu berlari sambil sesekali menoleh kebelakang. Rey tiba-tiba berhenti membuat Aster ikut berhenti juga, akibatnya tubuh Aster tertarik dan terdorong membuat keduanya jatuh diantara ilalang dengan posisi Aster berada di atas tubuh Rey.

Kedua bola mata berbeda warna milik mereka saling menatap dalam diam. Mengunci dan menyelami keindahan mata masing-masing. Aster merasakan debaran hebat pada dadanya melihat Rey menatapnya sedalam itu.

Buru-buru Aster beranjak dari atas tubuh Rey kemudian ikut berbaring disampingnya. Mereka berbaring dengan berpayungkan langit hitam tak ketinggalan ribuan kunang-kunang yang terlihat seperti bintang-bintang.

"Aku merindukan, ayah." Ucap Aster mengakhiri keheningan diantara mereka, sontak Rey menoleh dan menatap sisi wajah Aster.

"Kau ingin menemuinya?" Aster menggulirkan pandangannya membuat iris hazelnya bersibork dengan mutiara Coklat milik Rey.

"Aku akan pergi ke America untuk bertemu dengan, ayah. Pasti, ayah sangat bahagia jika aku tiba-tiba datang mengunjunginya." Ujar Aster.

"Kau akan pergi? Berapa lama?" Aster menggeleng.

"Aku sendiri tidak tau, bisa satu minggu, satu bulan, satu tahun atau bahkan aku akan menetap di sana." Jawabnya.

"Lalu bagaimana dengan, ibumu?" Rey menyela cepat.

"Aku sudah membicarakan hal ini dengan Ibu sebelumnya dan dia tidak masalah selama aku baik-baik saja dan bisa menjaga diri dengan baik. Mungkin sesekali aku akan kembali dan mengunjungi kalian semua. Lagi pula tidak ada lagi yang bisa aku harapkan di sini. Pria yang mungkin saja aku sukai sudah memiliki orang lain yang lebih layak dan lebih pantas dariku." Ujar Aster panjang lebar.

Kata-kata Aster membuat Rey terdiam. Ada rasa tidak rela menghinggapi perasaannya mendengar jika gadis itu akan pergi. Rey tidak ingin berpisah apalagi berada jauh dari Aster. Rey sendiri tidak tau apa alasannya dan mungkin hanya waktu yang bisa menjawabnya

"Sudah malam, sebaiknya kita pulang." Ucap Rey seraya bangkit dari posisi berbaringnya. Pemuda itu meninggalkan Aster yang berjalan mengekor dibelakangnya sehingga dia hanya bisa memandang punggung Rey yang semakin menjauh. Aster berhenti, tiba-tiba dia merasa hampa.

Rey menoleh ketika menyadari bila Aster tidak berada disampingnya, pemuda itu menoleh dan mendapati Aster diam termanggu dalam posisinya

"Yakk! Sampai kapan kau akan berdiri di sana, cepat atau aku akan meninggalkanmu." Seru Rey yang langsung membuyarkan lamunan Aster.

"Iya-iya dasar bawel."

🌹🌹🌹

Hari demi hari telah berlalu. Tidak terasa satu bulan sudah Bella datang dan kembali mewarnai hidup Rey. Sejak kedatangan mantan kekasihnya itu, Rey menjadi lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Bella dari pada Aster.

Pemuda itu selalu pergi pagi-pagi untuk menjemput Bella yang sekarang satu kampus dengannya meskipun berbeda angkatan dan jurusan.

Saat ini Rey tengah menyantap makan siangnya bersama Bella dan teman-temannya tapi batang hidung Aster malah tidak terlihat, gadis itu selalu menolak setiap kali Reymengajaknya makan siang bersama

"Hyung, aku merasa heran dengan, Aster, nunna akhir-akhir ini. Sepertinya dia berusaha untuk menghindari dan menjauhi kita. Buktinya dia tidak pernah mau ketika kita mengajaknya makan siang bersama atau nongkrong di atap. Biasanya kan dia selalu aktif." Cerocos Jimin tanpa jeda.

Bukan hanya Jimin saja yang merasa demikian , Rio dan Aria pun merasakannya juga. "Apa kalian berdua bertengkar?" Aria menatap Rey penasaran, pemuda berwajah stoic itu menggeleng. "Atau mungkin dia cemburu pada kalian berdua. Karna sejak, Bella, kembali kau dan, Aster, tidak lagi berinteraksi dengan baik." Tutur Aria.

"Kenapa karna diriku? Jika, Rey, lebih memilih menghabiskan waktunya denganku itu bukan salahku dong." Sahut Bella menimpali, ia tidak suka jika Aria menyalahkan dirinya atas renggangnya hubungan antara Rey dan Aster

"Siapa yang menyalahkanmu, Yoon Bella. Aku tidak menyalahkanmu. Aku hanya berspekulasi. Apakah itu salah?" Bella memutar mata jengah. Dia tidak tau apa sebenanya hubungan antara Rey dan Aster. Lalu kenapa teman-teman Rey begitu membela gadis itu! Dan bukankah hubungan antara Rey dan Aster tidak lebih dari sekedar kakak beradik? Fikir Bella.

"Aster, Choa!" Seru Aria melihat kedatangan Aster dan Choa. Laki-laki jangkung itu melambai pada mereka berdua dan memanggil mereka untuk bergabung. Choa hendak menghampiri mereka tapi ditahan oleh Aster yang mengajak gadis itu duduk ditempat lain.

Diam-diam Rey menatap Aster dari kejauhan. Sudah beberapa bulan terakhir ini gadis itu selalu berusaha menghindarinya, baik dirumah maupun di kampus, Aster selalu menolak untuk berinteraksi dengannya. Jujur saja Rey merasa ada yang hilang sejak Aster memutuskan untuk mejauhinya. Ia memang senang Bella kembali tapi dia juga merasa kosong tanpa keberadaan Aster disisinya.

"Rey, siang ini kau jadi menemaniku ke toko buku kan?" Tanya Bella pada pemuda disampingnya. Tapi tidak ada respon. Kemudian Bella mengikuti arah pandang Rey dan ternyata pemuda itu sedang memandang Aster. "Rey." Panggil Bella dengan suara agak meninggi. "Aku akan pergi sendiri saja." Gadis itu bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.

Rey mendesah berat, pemuda itu tak berniat menyusul Bella apalagi berusaha meminta maaf padanya karna Rey merasa tidak memiliki salah padanya.

Rey bangkit dari duduknya dan menghampiri Aster. "Aku ingin bicara denganmu." Ucap Rey membuat Aster mau tidak mau mengangkat wajahnya

"Bicara apa?" Tanyanya datar

"Tentu hal yang penting, tapi tidak di sini." Rey meraih pergelangan tangan Aster dan membawanya keluar kantin.

Keheningan menyelimuti kebersamaan Rey dan Aster.Saat ini mereka berdua berada diatap kampus. Rey sengaja mengunci pintunya agar tidak ada yang mengganggu mereka berdua. "Kenapa kau terus menghindariku?" Tanya Rey to the poin

"Maksudmu?" Aster menyernyit bingung.

"Apa masih perlu aku jelaskan?" Tanya Rey datar

"Kau tidak jelas, Zian Rey." Aster melewati Rey tapi sepertinya pemuda itu tidak membiarkannya pergi begitu saja.

Bruggg..!!

"Aaaahhh.!" Aster meringis merasakan nyeri pada punggungnya yang berbenturan dengan dinding. Kedua tangan Rey menahan pergelangan tangan Aster disamping kepalanya. "Yakk! Apa-apaan kau ini? Lepaskan aku, Zian Rey, kau menyakitiku." Teriak Aster di depan wajah Rey, tapi tak diindahkan oleh pemuda itu.

"Tidak sebelum kau menjawab pertanyaanku. Kenapa kau terus saja menghindariku?" Tanya Rey menuntut

"Memangnya penting ya, lagi pula untuk apalagi diriku bukankah kau sudah memiliki kesibukkan lain sekarang? Jadi fokus saja pada mantan kekasihmu itu." Aster berhasil menyentak tangan Rey hingga cengkramannya terlepas.

"Jadi benar kau cemburu?"

Tapp!!..l

Aster menghentikan langkahnya mendengar ucapan Rey kemudian melirik pemuda itu melalui ekor matanya. "Dalam mimpimu." Ucapnya dan pergi begitu saja. Menyisahkan Rey sendiri disana. Dan tak lama setelah kepergian Aster, teman-teman Rey berdatangan.

Ri menghampiri Rey yang sedang duduk dilantai sambil menghisap rokoknya. "Kita berpapasan dengan, Aster, di tangga, dia terlihat kesal. Apa kalian bertengkar lagi?" Tanyanya memastikan. Rey hanya diam dan tidak merespon pertanyaan Rio dan, Rio tidak bertanya lagi karna dia tau jika Rey sedang malas untuk membahas apapun saat ini.

.

.

.

BERSAMBUNG.

1
Rohimatul Amanah
Luar biasa
EndRu
ada Luhan dan Jessika di sini .. hemmm
EndRu
Aster kok bermarga Xi
Dan typo lain . ada Jian juga. haduh
EndRu
Tiba tiba ada Jia. Jesica
typo Thor 🙏
EndRu
visual Rry pakai eyepact seperti apa ya
EndRu
Drakor nya keren banget
EndRu
sering banget typo Jessika.. terus siapa lagi.itu
EndRu
Rey kayak Ketua mafia ya
EndRu
dijadikan berkedel mereka nanti. beraninya mengusik Rey
EndRu
misal pakai pengawal mungkin lebih aman Rey
EndRu
mbayangin cantik dan nggemesinjya Hanyeon
EndRu
perjuangan Aster luar biasa.
Rey akan selalu merasa bersalah mengingat beratnya perjuangan Aster. berbahagialah sekarang
EndRu
haru begini...
rengekan sang putri akhirnya membuat Naluri seorang Ibu luluh..
keputusan yang tepat Aster.
putrimu berhak tahu siapa ayahnya
EndRu
Nyesek yak
EndRu
mewek aku Kak 😭😭😭
EndRu
baru NGEH..
Choa ternyata laki laki
Ellnara: Choa itu cewek kakak
total 1 replies
EndRu
ini kayaknya nih sengaja deh. ditinggal berdua di rumah biar akur gitu..
EndRu
aria6 mana tahu klo kamu sebenarnya memendam rasa kepada adik tiri mu sendiri Rey
EndRu
Rey ga ambil fotonya Aster nih. kan cakep tuh
EndRu
ini di negeri mana ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!