NovelToon NovelToon
CINTA DAN OBSESI

CINTA DAN OBSESI

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: julies

Menjadi seorang model terkenal ternyata membuat Laluna Bachtiar menjadi sosok yang angkuh dan keras kepala. Luna, kembali ke Indonesia setelah lima tahun menetap dan menjadi model terkenal di Amerika, setelah memergoki sahabat dan kekasihnya berselingkuh.

Kehidupan hedonis yang terbiasa dijalani Luna selama berada di Amerika membuat Rafli Bachtiar (Ayah), marah dan cemas.

Giovanni Halim, supir pribadi kepercayaan Rafli akhirnya menugaskan Gio untuk menjaga Luna kemana pun anak gadisnya itu melangkah.

"Aku benci kamu!" Hardik Luna pada Gio setiap kali Gio berhasil menyeretnya pulang dari club malam.

Gio hanya menatap Luna dingin. Semakin hari keduanya malah semakin akrab. Hingga pada akhirnya, Luna menyadari ada yang mulai aneh dengan perasaannya pada supir pribadinya itu.

Giovanni tidak mampu menolak pesona Nona muda kesayangan Tuannya itu, sementara di kampung halaman, Gio telah bertunangan dengan Dewi.

Bagaimana akhir perjalanan cinta Gio dan Luna ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Pengemis Cinta.

Kamis malam di minggu kedua setelah tiga bulan bagai orang asing, Luna kembali harus merasakan situasi tersulit saat ia menemukan Gio pulang dalam kondisi mabuk berat.

Saat itu Luna melihat Gio muntah-muntah di samping rumahnya yang bisa ia saksikan langsung dari teras kamar. Entah dari mana lelaki itu hingga ia pulang dalam kondisi mabuk.

Luna segera menuruni tangga. Gaun tidurnya yang tipis ia tutupi dengan jaket. Ia segera menghampiri Gio, memapah tubuh yang berjalan sempoyongan itu. Luna harus menahan beban dari tubuh atletis lelaki itu dengan susah payah.

"Mas Gio, kenapa mabuk begini?" Luna menyeka airmatanya. Gio tidak pernah begini. Luna jadi sedih sekali.

"Lun, sayang ... Mas cinta sama kamu Lun." Racau Gio sembari berjalan setengah terseret karena Luna yang tidak kuat lagi menahan beban tubuh lelaki itu.

Luna hanya diam, sepanjang perjalanan menuju kamar dengan lampu temaram itu, Gio tak henti memanggil namanya. Menyebutnya lirih diselingi tawa menyedihkan.

Akhirnya setelah bersusah payah, Gio berhasil Luna letakkan di atas ranjang, dengan kaki yang masih menggantung di tepi kasur. Saat hendak keluar, Gio yang masih dikuasai alkohol itu menarik lengan Luna hingga gadis itu jatuh terjerembab di atas tubuhnya.

Gio segera memeluk Luna, mencegah gadis itu berlari. Luna menahan semua gejolak itu mati-matian. Kilatan rindu juga nafsu yang ada di mata Gio, membuat Luna bergidik ngeri. Setelah hampir empat bulan ini tidak saling menyapa, juga menghindari kontak fisik, akhirnya malam ini Luna kembali berada di dalam rengkuhan lelaki yang sudah dipenuhi nafsu juga rindu itu.

Gio segera membalik posisi, Luna kini berada di bawah tubuhnya, tidak bisa lepas karena berada dalam kungkungan lelaki itu.

"Jangan Mas.." Luna menahan desahannya, kala Gio mulai mengecup setiap inci tubuhnya tanpa ampun.

Menyentak jaket yang tadi Luna pakai, menyisakan gaun tidur tipis saja. Semakin nyalang mata Gio memandangnya. Ia meraup semua yang ada pada Luna.

"Lepas Mas, jangan.." Luna memberontak, membuat perlawanan pada tubuhnya sendiri yang mulai bereaksi, ingin membalas ciuman Gio yang selalu membuatnya mendamba.

"Lun, Mas tahu kamu juga rindu kan?" Desis Gio sembari menyingkap gaun Luna. Ia memandang tato di dada gadis itu lalu menciumnya lembut.

"Mas Gio, tolong lepaskan." Pinta Luna dengan wajah sudah menahan tangis.

Gio tidak menggubris, ia semakin beringas menjamah. Bisa dirasakannya kedua gundukan itu mengencang. Gio juga bisa merasakan sesuatu di bawah sana telah basah. Luna telah terpancing gairah, namun gadis itu masih berusaha untuk melawannya.

Dengan sekali sentak, Gio merobek celana dalam yang Luna kenakan. Gio menelan saliva nya melihat sesuatu yang belum pernah ia masuki itu meski dulu berapa kali Luna pernah memintanya masuk.

"Jangan Mas Gio, aku cuma punya itu Mas.. " Luna meraung, berusaha menutup pahanya yang mulai terbuka ditahan oleh Gio.

Sesaat sebelum Gio mengarahkan miliknya sendiri, airmata Luna mengalir. Ia menangis sesegukan. Gio seketika tersadar. Ia segera melepaskan Luna yang masih terisak.

"Maafkan Mas Lun. Maaf." Gio menarik Luna ke dalam pelukannya, memeluk Luna erat seraya membisikkan kata maaf berulang kali. Luna tidak menjawab apapun.

Bahkan saat Gio telah melepas pelukannya. Luna masih nampak terguncang. Luna menatap Gio dengan kelopak yang sudah basah. Ia menjulurkan jemari, diusapnya pipi Gio lembut.

"Mas Gio, jangan begini lagi ya. Aku juga sayang sama Mas Gio, tapi kita gak boleh begini Mas. Pikirkan Dewi, aku gak mau sakitin dia lagi kayak kemarin."

"Mas cinta sama kamu Lun." Erang Gio.

"Kita bisa apa Mas, Dewi lebih berhak memilikimu. Lagi pula pernikahan kalian akan segera terlaksana, bukan?"

"Lun..."

"Istirahat ya Mas, jangan menyiksa diri sendiri. Jalani aja yang udah terjadi ini." Luna beranjak dari ranjang, mencium sekilas pipi Gio lalu setengah berlari menuju rumah utama dan langsung masuk ke dalam kamar.

"Aku gak bisa gini terus, aku harus segera pergi dari Indonesia." Ujar Luna dengan airmata yang sudah terurai jatuh.

Di kamarnya sendiri, Gio termenung. Benar, kurang lebih lima bulan lagi pernikahan antara ia dan Dewi akan segera terlaksana.

Namun, Luna benar-benar telah menguasai hati juga pikirannya. Ia meremas rambutnya sendiri. Masih tercium harum wangi tubuh Luna saat tadi ia mencumbu paksa gadis itu.

Dan kalau saja tidak segera sadar, mungkin saat ini Luna telah kehilangan kesuciannya. Ia bersyukur semua itu belum terlambat.

"Maafkan aku Lun, hampir saja aku merusak mu." Gumam Gio sedih.

Gio meraih ponsel, membuka galeri, mencari poto Luna dan dirinya yang sedang berciuman mesra. Ia mengusap wajah Luna, sungguh Gio mencintai gadis ini.

Di atas ranjang yang beda dengan waktu yang sama, Luna dan Gio saling memikirkan. Begini kah rasanya ditikam rindu?

Aku mencintaimu Mas, menginginkanmu sangat banyak.

Tapi aku tidak ingin kita kembali terjebak .

Tidak mau kita saling terjerat.

Aku memang sangat berharap bisa terus membersamai mu.

Namun, aku bukan pengemis cinta, Mas.

Kita sudah cukup saling menyakiti selama ini.

Memang baiknya aku pergi saja, lama-lama pertahanan ku bisa runtuh jika setiap hari harus bertemu denganmu.

Bukan tak mungkin kita akan melakukan dosa lagi nanti.

Terima takdir kita Mas, jangan menentang dan membantah.

Luna mengakhiri perdebatan panjang dengan hatinya sendiri setelah terpejam. Gio pun sama, ia telah lelap dalam tidurnya.

Andai aku bisa memutar waktu

Aku akan sangat berharap bisa bertemu denganmu dahulu.

Luna, kau lah yang telah mencuri hatiku.

"Mas Gio, jangan pergi. Aku tahu Luna lebih segalanya dari ku, tapi aku sangat mencintaimu. Dan seluruh keluarga ku juga telah mempersiapkan pernikahan kita Mas." Ujar Dewi satu bulan yang lalu saat Gio akan kembali ke Jakarta.

"Mas Gio gak boleh egois! aku yang lebih dulu mengenalmu, Mas. Bukan gadis kota itu!" Pekik Dewi.

Gio tidak mengatakan apapun juga saat itu. Yang pasti, ia juga tidak akan bisa membatalkan semua rencana. Tapi kalau memang ia tidak punya kesempatan untuk kembali meraih Luna, dan pernikahan antara ia juga Dewi benar harus terjadi, ia tidak akan pernah bisa mematikan cintanya pada Luna.

"Wi, kalau pun kita menikah nanti, maafkan Mas kalau cinta ini hanya untuk Luna." Ujar Gio sesaat sebelum masuk ke dalam mobil.

Dewi menutup mulutnya, tangannya terkepal. Ia benci Gio lebih mencintai Luna. Ia benci Gio tidak mau melupakan gadis kota itu.

Dan begitulah, hubungan ini bagai benang kusut. Namun demikian, Luna tetap pada pendiriannya, untuk tidak kembali pada Gio. Ia memang mencintai Gio, tapi itu tidak akan membuatnya menjadi pengemis cinta.

1
falea sezi
laki serakah mampus ketipu jalang
Dyah Ayu
💞💞💞💞💞😆😆
Safa Almira
papa sangat baik
Safa Almira
sedih
Patrish
bener bener syahdu....part ini memanjakan hati.. ikut menjadi berbunga bunga... ❤❤❤
Patrish
suer.. aku berasa melayang saat papa Rafli bilang...mas mu... berasa gimanaaa gituu
Patrish
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤
Patrish
waaaaa... buruan ke london Gio.... jangan pakai lama😳😳😳😀😀😀
Patrish
Sampai di part ini semua -Elegi. nya- sangat menyentuh hati.. ❤❤❤
Patrish
Dewi ya???
Patrish
Luna mundur dengan anggun.... kalimat yang indah❤❤❤❤
Patrish
aku merasa nggeeh ketika papa manggil "mas" pada Gio... ademmmm
Patrish
manis sekaligus perih... ❤❤❤😢😢😢😢...
Patrish
kenapa harus bertahan Dewi.. kamu akan banyak tersakiti
Nurwana
jgn mau Luna.... coba klu Dewi tdk ketahuan selingkuh, gio tetap mau menikahi Dewi.
Dafila Nurul
suka ceritanya simpel ga bertele2. bs kebawa perasaan jg..
Rica Mahdalena
bagus,
Sulaiman Efendy
TUHAN SENGAJA BERI MRK CLON ANAK STELH 6 BLN PRNIKAHAN, BIAR MRK PUAS2 PACARAN SBAGAI PEGANTI TRPISAHNYA MRK SLAMA 3 THN..
Sulaiman Efendy
FIX, INI KYKNYA LUNA HAMIL NII
Sulaiman Efendy
GIO BKN PRIA CASSANOVA SPRTI KBNYAKN CEO2 DI LUAR SANA... YG SUKA CELUP SANA SINI.. BAGI GIO LUNA ADALH SATU2NYA WANITA YG BUAT HIDUPNYA BRWARNA.. MKANYA BRBAHAGIALH BUAT WANITA YG DICINTAI, KRN DICINTAI ITU LBH INDAH DRIPADA MNCINTAI.. DN LBH INDAH LGI BILA SALING MNCINTAI DN SALING MNYAYANGI...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!