NovelToon NovelToon
GARIS DEPAN ( Misi Senyap )

GARIS DEPAN ( Misi Senyap )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Kehidupan Tentara / Cintapertama
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Penugasan di medan perang adalah hal biasa. Namun, menghadapi pengkhianatan di dalam barak asrama dinasnya sendiri adalah pertempuran yang tak pernah ia duga.

Ketika ia memergoki lettingnya sendiri menelantarkan dan menyakiti seorang wanita di sudut pangkalan militer akibat hasutan keluarga, naluri pelindungnya bangkit. Dalam sebuah tindakan nekat demi menyelamatkan kehormatan sang wanita, ia mengambil alih takdir itu. Ia membawanya pergi, melindunginya di garis depan hidupnya, dan menikahinya.

Di bawah naungan seragam lorengnya, ia memulai misi paling rahasia dalam hidupnya.. Menyembuhkan luka batin gadis itu, namun, ia harus menghadapi dendam dari rekan satu lettingnya, dan mencintainya setulus hati tanpa syarat.

Sebab di garis depan hatinya, keselamatan wanita itu adalah perintah mutlak haram untuk gagal.

KONFLIK.. SKIP bagi yang tidak sanggup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Tugas pertama.

Mama Dilan tersenyum lembut sambil mengelus lengan menantunya dan memasukan permen asem itu bersama sesuatu. "Sering bawa saja permen asem ini di sakumu, ya. Siapa tau si kecil lagi pengen yang asam-asam. Tanda-tanda calon anak yang aktif ini."

Pitta tersipu malu sambil memegang perutnya yang membulat. Semua tawa dan canda itu terasa begitu hangat, menenangkan hati yang sempat cemas akan perjalanan jauh mereka.

"Tapii.. Mama lihat bentuk perut ini kenapa seperti hamil anak laki-laki ya?? Padahal kemarin Mama lihat di USG jelas perempuan." Gumam Mama Dilan.

"Apa aja, Ma. Yang penting sehat." Jawab Bang Oscar.

-_-_-_-_-

Malam tiba. Kini Bang Oscar menginjakan kaki di tempat dinas yang baru. Ia mengedarkan pandang pada alam sekitar yang sama sekali tidak terlihat jelas. Hanya samar lampu remang-remang dari arah perbukitan.

Tiga bulan di dalam sel tahanan bukanlah waktu yang singkat. Ia merenungi setiap tindakannya yang terlalu 'berani', menyadari bahwa cinta tak bisa selalu dijalani dengan perasaan saja. Ada aturan, ada tanggung jawab, ada kehormatan yang harus dijaga. Kini saat pintu itu terbuka, ia tidak sekedar bebas, ia membawa kepercayaan yang harus ia buktikan kembali.

Kompi di Puncak itu berbeda dari tempat manapun yang pernah ia kenal. Terpisah dari induk Batalyon, berdiri sendiri di dataran tinggi yang anginnya selalu berembus dingin dengan puncak nyaris bersalju, jauh dari keramaian, jauh dari hiruk-pikuk kota. Wilayah perbatasan yang rawan, di mana kewaspadaan tidak boleh sedetik pun terlepas dari pandangan.

Dengan seragam yang masih rapi dan pangkat Letnan Satu di krah pakaiannya, Ricky Oscar Falaq melangkah masuk ke halaman kompi yang sederhana namun kokoh. Langkahnya tegap, dalam diri dan jiwanya hanya berbekal 'Bismillah' untuk menjalani semua.

Lettu Ricky Oscar Falaq, kini adalah Danki termuda di antara sejajarannya. Mata para prajurit di sana seakan menilai.. Layak kah pria muda ini memimpin mereka?? Cukup kuat kah mengemban tugas dalam garis depan tidak biasa ini?

"Selamat malam Danton dan rekan sekalian. Saya Letnan Satu Ricky Oscar Falaq. Mulai hari ini, saya memegang komando Kompi BS." suaranya tenang namun tegas, bergema di udara yang sejuk pegunungan. "Saya tidak datang untuk menjadi yang paling bisa atau menggurui para 'sesepuh senior' disini. Saya datang untuk belajar bersama rekan sekalian, berdiri di barisan yang sama, menjaga wilayah ini bersama-sama. Terima kasih telah menerima saya, terima kasih atas sambutannya malam ini."

Tak ada tepuk tangan yang riuh. Hanya anggukan hormat yang tulus dan tatapan yang mulai melunak. Di tempat yang keras ini, mereka tidak butuh kata-kata manis. Mereka butuh pemimpin yang siap berdiri di barisan terdepan bersama mereka.

Bang Oscar melirik mencari sosok wanita yang berdiri tidak jauh darinya. Ia meminta Pitta untuk mendekat dan memberi kode agar Pitta ikut memperkenalkan diri. Tapi.. Saat Pitta berusaha membuka suara, semua seakan tertahan di tenggorokan. Rasa mualnya yang kadang masih hilang dan timbul membuat tubuhnya lemas hingga Bang Oscar harus menahan tubuh mungilnya.

Bang Oscar tersenyum lembut ke arah Pitta, lalu menatap seluruh anggota kompi yang sedang berkumpul di halaman. Suaranya tegas dan berwibawa, namun terasa hangat dan lembut ketika ia menyebut nama istrinya.

"Ya sudahlah, mau bagaimana lagi. Ijinkan saya memperkenalkan istri saya, beliau bernama lahir Anjani Pramudhita. Beliau sedang mengandung putri kecil kami, jadi wajar jika kadang tenaganya belum sepenuhnya pulih. Tolong jangan kalian anggap beliau lemah atau mengecilkan beliau... justru beliau wanita yang paling kuat karena beliau berani mendampingi saya sampai disini dan di titik ini." Kata Bang Oscar.

Lirikan mata Bang Oscar terus menatap Pitta, mendekap pinggang istrinya dengan lembut, matanya berbicara tanpa suara betapa bangga dan cintanya ia pada wanita di sampingnya itu. Lalu kembali menatap para anggotanya.

"Beliau adalah rumah bagi saya. Dan jika rekan semua menerima diri saya sebagai pemimpin, tolong terimalah beliau juga sebagai 'ibu' untuk rekan semua di sini. Disamping kewajiban sebagai istri prajurit, beliau bertugas membersamai saya, jantung hati saya, menjaga stabilitas ketenangan batin saya yang punya tugas dan tanggung jawab menjaga wilayah ini, serta mendo'akan semua di setiap harinya, beliau istri saya. Semoga kehadiran beliau membawa berkah dan ketenangan bagi kita semua."

Para anggota tetap memberikan rasa hormat pada pimpinan mereka yang baru. Meskipun dalam pandangan mereka mungkin Ibu Danki mereka masih 'terlalu muda', tapi kecakapan Letnan Oscar membuat mereka paham bahwa semua akan baik-baik saja.

"Sekian dari kami. Mungkin ada yang ingin di tanyakan?? Besok kita bisa bicarakan lagi untuk membahas rencana kerja yang baru." Ujar Bang Oscar.

Seorang istri anggota yang sudah di anggap sesepuh disana pun kemudian mengajukan pertanyaan.

"Mohon ijin, Bapak.. Ijin Ibu.. Besok kami akan melaksanakan tugas sosial untuk memeriksa kesehatan untuk warga. Terkait hal itu, kami memiliki stok susu anak dari sumbangan terbatas dan vitamin yang memang di kirim dari pusat dan saat ini masih tersimpan di gudang logistik. Tapi sepertinya anak anggota sendiri juga membutuhkan. Apakah susu itu di bagikan pada warga ataukah untuk kita sendiri saja. Ijin arahan ibu..!!"

Pitta menghela nafas sekedar untuk bicara sambil menahan rasa mual yang masih suka hinggap. Sebenarnya Bang Oscar tidak tega, tapi ia harus membiarkan Pitta mandiri dengan segala kebijakannya sebagai istrinya, istri Lettu Oscar.

"Berapa banyak susu yang kita punya??" Tanya Pitta. Kakinya serasa lemas, namun suaminya masih setia menopang tubuhnya. "Harus di pastikan berapa jumlahnya. Di tempat, anak-anak wajib minum susu dan saat pulang, berikan satu kotak susu untuk masing-masing KK. Seperti yang seharusnya, keluar masuknya barang kita catat sesuai dengan situasi apa adanya di lapangan. Untuk anak-anak kita.. Masih bisa di kondisikan. Bersyukurlah kita hidup dalam lingkungan yang masih bisa di upayakan, tapi belum tentu yang di luar sana bisa setiap kali menikmatinya."

Perundingan itu memang belum selesai, para anggota sudah melihat kecakapan Ibu Danki mereka yang baru. Tapi Bang Oscar tidak peduli akan hal itu, ia hanya peduli bagaimana kesehatan Pitta saat ini.

"Arahan saya ambil alih..!! Nanti bagian yang menangani silakan datang ke rumdis dengan membawa laporan barang yang di sebutkan tadi. Saya sendiri yang cek situasi. Tolong beberapa hari ini tidak membebani istri saya dulu, istri saya belum begitu kuat berpikir dan beraktivitas berat. Begitu saja, ya.. Terima kasih." Ucap tegas Bang Oscar kemudian mengangkat Pitta yang sudah benar-benar lemas karena kelelahan.

.

.

.

.

1
Maysuri
alah.... dalah tambah runyam iki toh thor.....
𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋"Asti"•§͜¢•🦢🍒
maulah aku tugasnya cuma rebahan sama scroll hp
dyah EkaPratiwi
😭😭😭 gimana ini ceritanya
Maysuri
thor aq sampai ikut gemetar,lah kok bisa gitu loh.....kmn aj ajudannya
Tanti
mba Nara....konfliknya udah mulai naik yaaa🥹🥹...perasaanq udaah campur aduk bacanya..
ditunggu lanjutanya mba
Tanti
wadooohhh....gawat!!!
Maysuri
wow.....ternyata....
Maysuri
eng....iiii.....eng.....thor🤦
Tanti
luar biasa hukuman yg diberikan pak Dante...selain dapet pahala jg bs perbaiki diri..mantappp

ditunggu lanjutannya mba Nara
Maysuri
klw engk mau sakit hati,lebih baik mundur bang,jngn 1 wilayah,lebih baik menjauh unk menata hati ....🤭
Bojone_Batman: Harusnya yaaa.. tapi SKEP yang menentukan dari pusat
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
jangan berdinas disitu bang satria semakin dekat pasti sulit melepas perasaan
Bojone_Batman: Iya, karena pasti akan sering ketemu.
total 1 replies
Tanti
semoga mama dan calon baby nya ga kenapa-napa
Bojone_Batman: Aamiin.. Semoga selalu baik-baik saja.
total 1 replies
Maysuri
aq kira si fita pura" pusing dan keram perut..🤔
dyah EkaPratiwi
semoga kuat ya pitta
Maysuri
semangat buat kapan ber2,...💪💪
Septi Astuti
semoga lekas sembuh dan sehat kembali untuk orang tua mbak Nara.. Aamiin
Septi Astuti: sama-sama mb...
total 2 replies
Tanti
Tetap semangat semua...ingat pesannya mama Dilan💪💪💪
Tanti
seneng lihatnya...Bang Dante, Dilan, dan Bian bs rukun ky gini

lanjut mba Nara👍
dyah EkaPratiwi
semangat pitta
dyah EkaPratiwi
🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!