Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 Naik Ke Tingkat Fondasi
"Sudahlah, sudah. Aku yang lupa memberi tahu kalian." Ucap Hu Zheng setelah mendengar isi surat yang di bacakan Shen Yuzhi.
"Nyonya tidak kabur, pagi tadi nyonya juga berpesan jika dia akan pergi menemui teman lama. Jika dia tiba-tiba menghilang, itu artinya nyonya sudah pergi."
"Benarkah?"
"Dimana tempat teman lama nya itu? Kenapa kau tidak mengantar nya?" Tanya Shen Yuzhi.
Hu Zheng menggeleng dengan pasrah. "Jika nyonya mau dia bisa memerintahkan ku, aku pikir itu memang urusan nyonya. Sebagai pelayan aku tidak seharusnya ikut campur."
Wajah Shen Yuzhi berubah muram, entah kenapa dia mengepalkan tangannya dan seolah memendam emosi yang tidak bisa di keluarkan-- Shen Yuzhi segera masuk ke dalam kamarnya.
Meskipun awalnya kaget dan khawatir, namun reaksi Bai Rongxin tidak sekentara reaksi Shen Yuzhi. Kedua pemuda yang tersisa di ruangan itu saling tatap sambil mengangkat bahu.
***
Keesokan harinya.
Meskipun sempat ragu dengan reaksi Shen Yuzhi semalam, namun pada akhirnya mereka bertiga tetap bekerjasama dengan baik.
Setelah sarapan mereka bertiga langsung pergi ke kota kabupaten dengan kereta kuda nya, melaksanakan tugasnya masing-masing.
Sementara itu, sang nyonya yang membuat emosi Shen Yuzhi terguncang itu sekarang sedang berkultivasi di dalam ruang dimensi. Ia tidak keluar selangkah pun dari rumah ataupun kamarnya, hanya mulai fokus berkultivasi dan memperbaiki diri di ruang dimensi dan villa mewah nya.
Saat ini, energi tebal spiritual berwarna hijau sedang berkumpul dan di serap oleh tubuh Su Wanwan. Masuk melalui setiap pori-pori dan terkumpul di perut atau inti dantian.
Energi yang begitu tebal dan besar itu terus menerus masuk, menjadi nutrisi bagi akar spiritual di dalam dantian nya. Dan saat bagian di dalam dantian itu mulai penuh...
Bom!
Sedikit ledakan kecil di dalam dantian pertanda naik level, dantian di dalam perut Su Wanwan mulai melebar dan energi spiritual kembali masuk dengan gila nya--- mengisi dantian yang kosong.
Sampai saat ini, Su Wanwan terus berkultivasi sampai takdir mengingatkan nya pada waktu.
Dua minggu kemudian.
Di dalam ruang dimensi, suasana di sekitar Su Wanwan telah berubah sepenuhnya.
Energi spiritual yang sejak awal hanya berkumpul sedikit demi sedikit di sekeliling tubuhnya kini semakin lama semakin tebal. Aliran energi berwarna hijau itu bahkan mulai membentuk pusaran besar, berputar perlahan di sekeliling tubuh Su Wanwan sebelum kemudian tersedot masuk melalui setiap pori-pori kulitnya.
Semakin banyak energi yang masuk, semakin kuat pula tekanan spiritual yang terpancar dari tubuhnya.
Namun Su Wanwan tetap duduk bersila dengan tenang. Matanya terpejam rapat, sementara kedua tangannya membentuk segel kultivasi. Ia terus mengarahkan energi spiritual yang masuk ke dalam tubuhnya menuju dantian.
Energi itu mengalir melalui meridian, memenuhi setiap bagian tubuhnya, kemudian berkumpul di dalam dantian.
Satu demi satu... Tanpa berhenti.
Energi spiritual yang terkumpul semakin padat hingga dantian Su Wanwan hampir tidak mampu menampungnya lagi. Namun bukannya berhenti, pusaran energi di sekelilingnya justru semakin besar.
Wussshhh!
Angin tiba-tiba berputar kencang di dalam ruang dimens, rumput dan bunga di kejauhan bergoyang hebat terkena tekanan fluktuasi energi dari Su Wanwan.
Su Wanwan masih tidak bergerak.
Saat itulah ia merasakan sesuatu di dalam tubuhnya. Dantian yang sebelumnya telah melebar kembali mengalami perubahan. Retakan kecil muncul pada lapisan energi yang mengelilingi inti dantian.
Krek!
Suara retakan itu terdengar jelas di dalam pikirannya. Su Wanwan membuka matanya sedikit.
"Sudah waktunya."
Ia segera memusatkan seluruh pikirannya. Energi spiritual dari segala penjuru ruang dimensi seolah mendapatkan perintah. Dalam sekejap, seluruh energi itu bergerak menuju tubuh Su Wanwan.
Wussshhh!
Pusaran energi semakin besar, semakin tebal dan semakin liar. Energi spiritual dalam jumlah besar terus masuk ke dalam tubuhnya tanpa henti.
Satu aliran...
Dua aliran...
Kemudian puluhan bahkan ratusan aliran energi menyatu menjadi satu arus besar.
Tubuh Su Wanwan mulai bergetar.
Rasa sakit perlahan muncul dari dalam meridiannya, entah karena sesuatu yang mulai memberontak atau karena tubuhnya dipaksa menampung energi yang jauh lebih besar daripada sebelumnya.
Namun ia tidak menghentikannya. Jika ingin menembus tingkat berikutnya, ia harus melewati batas tersebut.
"Serap!" Su Wanwan mengerahkan seluruh kekuatannya.
BOOM!
Ledakan energi tiba-tiba meletus dari dalam dantiannya. Gelombang spiritual menyebar ke segala arah. Namun, ledakan tersebut bukanlah tanda kegagalan.
Justru sebaliknya.
Dantian Su Wanwan yang sebelumnya penuh dan sesak tiba-tiba berubah menjadi jauh lebih luas. Energi spiritual yang berdesakan di dalamnya kembali mengalir dengan teratur, membentuk pusaran kecil yang berputar perlahan.
Kemudian sebuah lapisan energi baru terbentuk di dalam tubuhnya.
Kokoh dan stabil, jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Su Wanwan menarik napas panjang, energi spiritual di sekeliling tubuhnya perlahan mulai mereda.
Namun sesaat kemudian-- BOOM!
Tekanan spiritual yang jauh lebih kuat meledak dari tubuhnya. Tanah di bawah tempat duduknya bergetar. Pakaian Su Wanwan berkibar diterpa gelombang energi yang menyebar ke segala penjuru.
Ia membuka kedua matanya, tatapannya terlihat jauh lebih jernih dan bersinar.
"Berhasil."
Sebuah senyum tipis muncul di wajahnya. Setelah berkultivasi selama dua minggu penuh, ia akhirnya berhasil menerobos batas yang selama ini menghalanginya.
Tingkat Fondasi!
Energi spiritual di dalam tubuhnya kini jauh lebih stabil dan padat. Bahkan tanpa mengerahkan seluruh kekuatannya, tekanan spiritual yang terpancar dari tubuhnya sudah berbeda jauh dibandingkan sebelumnya.
Su Wanwan mengepalkan tangannya. "Jadi, ini kekuatan tingkat Fondasi..."
Ia merasakan perubahan yang terjadi pada tubuhnya dengan jelas. Meridian menjadi lebih kuat, dantian menjadi lebih luas. Aliran energi spiritual menjadi jauh lebih lancar. Bahkan tubuhnya terasa lebih ringan daripada sebelumnya.
Su Wanwan berdiri, ia melihat tangannya terlihat ramping dan jarinya panjang dan lentik. Kaki nya terlihat jenjang, bahkan saat ia menunduk perutnya terlihat rata. Mungkinkah ini efek kultivasi yang naik ke tingkat pembangunan Fondasi? Atau karena ia berpuasa selama 14 hari?
Dalam novel sepertinya kultivator bisa makan pil bigu agar tidak kelaparan saat berkultivasi, namun ia sama sekali tidak lapar, energi spiritual disini seperti bisa menjadi makanan yang mengenyangkan perutnya.
"Ehh..."
Saat Su Wanwan tanpa sengaja menatap ke arah lain, ia melihat sebuah kolam kecil dengan sebuah monumen berwujud buku. Untuk memastikan ia tidak salah lihat, Su Wanwan berjalan cepat mendekati nya.
Semakin dekat, ia melihat air itu terlihat bersinar kehijauan penuh vitalitas. "Apakah ini yang di sebut air spiritual?"
Su Wanwan mencobanya seteguk, rasanya tubuhnya segar dan ia dapat merasakan energi nya penuh. Benar-benar mata air spiritual!
Lalu ada sebuah monumen buku setinggi atas perutnya, Su Wanwan berjalan mendekati nya hingga saat ia sampai di depan monumen buku itu... Sesuatu terjadi.