SINOPSIS Gara-gara kesetrum kabel charger HP yang ngelupas pas lagi marathon baca novel roman picisan jam 3 pagi, Aira (18 tahun)—cewek slakan, blak-blakan, dan hobi tawuran—terlempar masuk ke dalam dunia novel "Cinta Di Balik Seragam". Aira nggak bertransmigrasi jadi tokoh utama cewek yang polos dan teraniaya, melainkan jadi Aira Shena, tokoh figuran yang nasibnya tragis: mati dikeroyok geng motor di bab 20 karena dijebak sama antagonis utama. Ogah pasrah sama takdir, Aira bertekad acak-acak alur cerita asli. Dia yang tadinya pemalas dan tukang resek, mendadak berubah jadi cewek paling red flag, jago berantem, tapi cerdasnya ngga ngotak. Namun, aksinya malah bikin Langit, male lead dingin dan physco-lite yang harusnya benci setengah mati sama Aira, malah ketagihan ngejar-ngejar dia. Konflik makin rumit saat rahasia kelam keluarga besar mereka, perebutan tahta bisnis raksasa, tuduhan pembunuhan palsu, hingga pengkhianatan sahabat terdekat menghancurkan kehidupan sekolah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IRISVEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 Pembalasan sang?
BAB 18: "PEMBALASAN SANG KETUA OSIS & RUANG EKSEKUSI"
...Suara raungan sirene mobil polisi dan ambulans membelah kesunyian malam di depan pos kesehatan utama Hutan Pinus Giri Kusuma. Tiga unit mobil patroli memasang garis polisi melingkari area tenda panitia. Para siswa kelas 11 berkumpul di lapangan dengan wajah pucat dan saling berbisik panik. Kabar tentang penangkapan belasan anggota geng Black Cobra yang terkapar bersimbah darah di jembatan gantung Sektor 4 sudah menyebar bagaikan api menyambar jerami kering....
...Di dalam ruang medis darurat yang beraroma antiseptik tajam, Aira duduk di atas ranjang periksa. Bahu kanannya sudah dibersihkan, dijahit halus oleh tim medis, dan terbebas dari bahaya. Jaket denimnya yang ternoda darah tergeletak di kursi kayu dekat pintu....
Sret.
...Pintu tirai pembatas medis dibuka kasar. Langit melangkah masuk dengan raut wajah yang menggelap. Kemeja putihnya yang bergulung sampai siku masih menampakkan bekas noda darah mengering di pergelangan tangan—darah milik anak buah Bagas yang dihantamnya tanpa ampun tadi sore....
..."Lu harusnya tidur, Shena," kata Langit, suaranya terdengar sangat rendah dan dalam. ...
...Dia mendekati ranjang, lalu menarik selimut tebal untuk menutupi dada hingga kaki Aira....
Aira memutar bola matanya malas, walau tak menolak perlakuan protektif itu. "Gue cuma luka gores, Kanebo. Gak usah lebay kayak gue baru diamputasi."
..."Satu senti lebih dalam dan besi bergaris itu bisa merobek pembuluh darah utama lu," potong Langit tegas, menatap lurus ke dalam mata Aira. Jemari tangannya yang hangat merapikan anak rambut yang menutupi kening Aira dengan gerakan sangat lembut. "Gue gak bakal membiarkan orang yang merancang semua ini lolos begitu aja."...
...Aira menyunggingkan senyum miring yang penuh arti. "Valerie udah ditangkap?"...
..."Belum," jawab Langit dingin, sudut bibirnya terangkat membentuk garis senyum mematikan. ...
..."Penjara terlalu gampang buat dia. Gue mau dia berlutut dan hancur di depan semua orang dulu."...
...Tiga puluh menit kemudian, di dalam Aula Utama Pos Giri Kusuma....
...Puluhan perwakilan siswa, pengurus OSIS, guru pendamping, dan dua perwira polisi berkumpul di dalam aula beratap kayu yang diterangi lampu sorot terang. Di tengah ruangan, Valerie berdiri dikepung oleh Kenzo dan dua petugas keamanan sekolah....
...Wajah Valerie yang biasanya mulus dan terawat kini tampak sangat pucat bagaikan mayat. Matanya liar menatap sekeliling dengan kepanikan luar biasa. Kedua tangannya yang bergetar hebat disembunyikan di dalam saku jaketnya....
..."I-ini fitnah!" jerit Valerie dengan suara melengking, mencoba membela diri di depan Kepala Sekolah dan para polisi. "Aku gak tahu apa-apa soal geng motor itu! Aku cuma panitia yang bertugas di Sektor 3! Kenapa kalian menahan aku di sini?!"...
..."Gak usah drama lagi, Val," suara berat dan tajam memotong histerianya....
...Langit melangkah masuk ke dalam aula, membelah kerumunan. Di belakangnya, Aira berjalan santai dengan bahu kanan yang terbalut perban tebal, menyandarkan tangan kirinya di saku celana kargo. Kemunculan Aira yang masih segar bugar sukses membuat jantung Valerie serasa copot dari tempatnya....
..."A-Aira...?" bisik Valerie gemetaran, matanya ...
membelalak tak percaya. Harusnya cewek ini udah mati atau sekarat di dasar jurang! Kenapa dia masih berdiri di sana?!
...Langit berdiri di depan meja utama, melayangkan tatapan membunuh ke arah Valerie. "Lu pikir bukti lu sudah lu buang bersih pas melempar kartu SIM-card out dari bus?"...
...Langit mengangkat tangan kirinya, memberi isyarat kepada Kenzo. Kenzo melangkah maju dan memutar sebuah rekaman suara berdurasi dua menit melalui pengeras suara aula yang terhubung ke proyektor besar....
BZZZZT...
...Suara melengking Valerie yang berkonspirasi dengan Bagas menggema sangat jernih ke seluruh sudut aula! Tak hanya itu, proyektor besar di dinding aula mendadak menampilkan salinan transaksi rekening bank atas nama ibu Valerie yang menyalurkan dana puluhan juta ke rekening penampung geng Black Cobra dalam tiga hari terakhir....
...Seluruh isi aula mendadak gempar! Murid-murid memekik kaget, guru-guru menatap Valerie dengan pandangan ketakutan dan tidak percaya, sementara petugas polisi langsung melangkah maju mendekati Valerie....
..."Gak... GAK MUNGKIN!" jerit Valerie histeris, jatuh berlutut di atas lantai kayu aula yang dingin. "Itu bukan suara aku! Itu rekayasa! Aira yang jebak aku! AIRA SHENA YANG JATUHIN AKU!"...
...Aira melangkah maju mendekati Valerie yang sedang berlutut memegangi kepalanya yang frustrasi. Aira menunduk sedikit, menatap cewek yang dulu menjadi antagonis utama dalam novel ini dengan pandangan dingin penuh kemenangan....
..."Lu yang milih jalan ini, Valerie," bisik Aira dengan nada savage yang begitu menusuk. "Lu mikir lu bisa ngatur takdir orang lain cuma gara-gara lu merasa jadi 'putri raja' di sekolah ini? Lu cuma cewek haus perhatian yang busuk sampai ke tulang."...
..."Aira... tolong..." tangis Valerie pecah, jemari tangannya berusaha menggapai ujung celana Aira, memohon belas kasihan. "Tolong jangan laporkan aku ke polisi... aku cuma... aku cuma cemburu sama kamu..."...
..."Cemburu gak bisa bikin lu lolos dari hukum pidana percobaan pembunuhan berencana, Saudari Valerie," sahut perwira polisi dengan suara tegas....
...KLIK!...
...Sepasang borgol besi dingin mengunci kedua pergelangan tangan Valerie. Valerie berteriak dan histeris saat dua petugas polisi menyeretnya keluar dari aula menembus barisan murid-murid yang kini menatapnya dengan jijik dan cemoohan....
...Kehancuran Valerie Siswanto resmi sempurna. Nama keluarganya hancur, kekayaannya disita akibat kasus penggelapan yayasan, dan masa depannya berakhir di dalam sel tahanan....
...Setelah aula kembali tenang dan murid-murid dibubarkan kembali ke tenda, Aira melangkah keluar menuju tepi dermaga danau kecil di belakang pos. Angin malam berembus lembut, membelai rambut bergelombang Aira yang terurai....
...Sret....
...Sebuah mantel tebal kembali diusapkan ke bahu Aira dari belakang. Langit berdiri di sampingnya, menatap lurus ke arah permukaan danau yang memantulkan bayangan bulan separuh....
..."Semuanya udah selesai," kata Langit pelan....
...Aira menyunggingkan senyum miring, menoleh menatap Ketua OSIS itu. "Iya. Antagonis utamanya udah masuk penjara. Ceritanya udah tamat."...
..."Cerita di buku mungkin tamat," balas Langit, berbalik hingga kini posisinya berhadapan sangat dekat dengan Aira. Tangannya meraih pinggang Aira, menarik cewek itu rapat ke dalam pelukannya tanpa ragu. "Tapi cerita kita baru aja dimulai, Shena."...
...Aira tertegun, merasakan detak jantung Langit yang berdegup kencang dan hangat tepat di dadanya. Kali ini, Aira tidak mendorong cowok itu. Dia justru menyandarkan kepalanya di dada Langit, tersenyum tulus untuk pertama kalinya....
..."Dasar Kanebo Kering," bisik Aira penuh kehangatan. "Awas aja kalau lu bikin gue bosan."...
...Langit mengepalkan jemarinya di punggung Aira, menundukkan kepala dan mengepalkan janji di dalam hatinya. Di bawah naungan ribuan bintang dan pepohonan pinus Giri Kusuma, sang Ratu dan sang Ketua OSIS akhirnya mengukir takdir baru mereka sendiri—sebuah takdir yang tak lagi bisa diatur oleh siapapun....
see you next bab 18
jangan lupa like dan komen jika suka cerita ini
dr deoaj baca agak bingung..
bukannya yang tau dia trans hanya si lajgit..kenzo & 1 nya lupan tadi namanya ?