NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisakah Kembali ke Awal?

"Kenapa kamu tanya kayak gitu?"

Jax mencelos, rupanya apa yag selama ini telah ia perbuat membuahkan keraguan tak bertepi di hati Dania. Ia menghela napasnya, melempar tatapan lirih ke istrinya.

Rambut terurai panjang, baru pertama kali ia lihat. Kancing baju pasien yang terbuka satu, bukanlah dirinya. Biasanya Dania sangat teratur, sempurna tanpa celah, sampai membuatnya merasa kerdil.

"Aku akan tetap di sisimu, apapun yang terjadi," lanjut Jax, menggenggam lebih erat tangan kurus istrinya.

"Apapun?"

"Iya," angguknya.

Namun, alih-alih tersenyum senang, Dania malah menunduk menatap tangannya. Seolah masih ada yang mengganjal di hatinya. Ekspresi wajah itu sungguh tak mengenakan.

Lalu apa lagi yang diharapkan? Jax sudah melakukan semua kesalahan yang mungkin tidak akan termaafkan. Justru lebih aneh kalau Dania menerima Jax begitu saja.

"Ku mohon percayalah sekali ini saja..." Pinta Jax. Ia mendekatkan tubuhnya, mencondongkan wajahnya, dan menatap lekat mata Dania hingga terlihat jelas titik air mata yang ingin keluar.

Dania membalas tatapan itu dalam diam. Semua kalimat yang ada di kepalanya seolah terkunci rapat lalu terpendam. Pertanyaan yang selalu muncul di malam-malam panjang penantiannya, terhempas begitu saja bersamaan dengan detik-detik jam yang terdengar jelas dalam kesunyian.

"Apakah kamu mencintaiku, Jax?"

Dari semua pertanyaan, kata-kata itulah yang dominan muncul. Menggedor dan memberontak itu segera mendapat jawaban.

"Dari awal, Dan. Aku mencintaimu dari awal kita ketemu."

Pupil mata Dania membesar, dadanya terasa sangat sakit melebihi perutnya yang nyeri, pundak kakunya perlahan merosot seolah telah kehilangan bebannya. Tak disangka, hanya jawaban itu yang selama ini ia tunggu.

"Hiks hiks...." Tangisnya keluar begitu saja. Ia sudah menyekanya berulang kali, namun mereka tidak mau berhenti.

"Hiks...hiks... Bukankah seharusnya aku dapat pelukan?"

Tentu saja Jax langsung memeluk Dania. Mendekapnya sangat erat dan menempelkan tubuhnya hingga tidak ada satu senti-pun jarak.

'Benar, Jax adalah suamiku. Hanya berpelukan seperti ini, tidak masalah,' batinnya.

"Aku sangat mencintaimu Dania. Maafkan kelakuanku selama ini..." Bisik jax. Akhirnya ia mengatakan kalimat yang tertahan itu. Jax benar-benar tak ingin membahas kekhilafannya karena takut ingatan Dania kembali ke hari-hari kelam itu.

Untuk itu, Jax memeluknya lebih erat lagi. Berharap Dania tidak bisa melepaskannya atau mendorongnya jauh.

"Jax?"

"Mmm?" Jax mengeratkan lagi.

"Bisa lepas sebentar?"

"Nggak mau."

"Ehem Jax?"

"Aku bilang nggak mau."

"Tapi Jax..."

"Nggak mau...." Jax malah menggoyangkan tubuhnya yang otomatis membuat tubuh Dania ikut goyang.

"Ada yang mau ngebersihin kamar. Aku malu..."

Astaga!

Jax langsung melompat dari ranjang pasien dan menemukan seorang petugas wanita membawa sapu meringis kearahnya.

"Maaf, permisi sebentar ya..."

Petugas itu berjalan menuju ranjang untuk menyapu kolong dengan senyum jahil ala-ala ibu yang suka bergosip.

"Suami, aku suaminya..." Bisiknya dari tempatnya berdiri, takut kalau ada kesalah pahaman. Padahal Ibu itu tidak bertanya dan tidak mau bertanya. Beliau hanya membulatkan mulutnya untuk sekedar memberikan respon formalitas.

Sementara itu, Dania menutup bibirnya dengan kedua tangannya, menahan tawa dan malu.

Apalagi saat Jax berpura-pura melihat langit-langit sambil menunggu pekerjaan Ibu itu selesai, bagi dania itu sangat menggemaskan.

"Permisi, silahkan dilanjutkan..." Ucap Ibu itu melirik Jax yang masih berdiri kaku dengan kedua tangan di belakang, melebihi sikap saat upacara bendera.

Ceklek

Akhirnya pengganggu pergi, hening sejenak.

"Wkwkwkwk," tawa Dania pecah.

"Ck, kamu sih nggak bilang." Jax kembali duduk, di sebelah Dania.

Udara terasa tercekat. Jujur saja, Dania masih belum terbiasa dengan kedekatan ini. Tak hanya Jax, Dania tidak pernah dekat dengan laki-laki sebelumnya.

Trauma yang masih tertinggal, menghalanginya dekat dengan lawan jenis meskipun hanya bersebelahan.

Tapi ini Jax, suaminya.

Kalau ia kembali berjarak, maka pernikahannya akan mengalami kesalah pahaman lagi. Dania tidak ingin Jax mencari kehangatan dari wanita lain lagi.

"Ini kasurnya terlalu kecil nggak sih? Padahal ini sudah kamar VIP," protes Jax.

"Kalau gitu, duduk saja di sofa sana."

"Yahh... Padahal mau dekat kamu terus," Jax memanyunkan bibirnya.

Namun ia masih menuruti permintaan Dania untuk pindah ke sofa. Sepertinya Jax merasakan ketidak nyamanan Dania.

"Besok pagi, kamu dioperasi, jadi kamu harus puasa dulu. Kamu nggak apa-apa kan?"

Tanya Jax sambil merebahkan tubuhnya, tiduran di sofa empuk seperti kebiasaannya.

Dania menangguk.

"Mau aku belikan sesuatu? Jus atau sate? Atau apapun?" Tanya Jax.

"Hei, katanya disuruh puasa."

"Oh iya, lupa."

"Ck, apaan sih..."

"Wkwkwkwk... Bercanda, Bu dosen satu ini terlalu sepaneng."

Drrrrt...drrrrt...

Jax merogoh sakunya dan memeriksa layar smartphone-nya, lalu meletakkannya lagi.

Akan tetapi, HP-nya kembali berdering lagi dan lagi, sampai Dania, menyuruhnya untuk mengangkatnya dulu.

"Cuma Jason, nggak penting," jawabnya.

"Seenggaknya kasih tahu temen kamu kalau kamu lagi disini. Siapa tahu mereka khawatir."

"Mereka khawatir? Ck, nggak bakalan. Udah... Nanti kalau capek, mereka bakal berhenti menelpon."

Dania menganggukkan kepala.

"Oh ya," ucap Dania tiba-tiba. "Kasih nomornya Jason dong."

Jax yang setengah tertidur karena kelelahan langsung terbelalak. Tubuhnya terduduk otomatis mendengar istrinya meminta nomor sahabatnya sekaligus rivalnya yang ingin merebut istrinya itu.

"Buat apa? Nggak usah dekat-dekat sama Jason. Dia itu playboy parah."

"Kayak kamu enggak aja! Sini, minta nomornya."

Jax terheran dengan selera istrinya. Apa memang Dania suka sama pria brengsek? Apakah setelah dia tobat, Dania akan kehilangan ketertarikannya? Kalau begitu, mending dia tetap jadi brengsek saja.

"Kosong delapan...." Jax mengatakannya dengan malas dan mulut dikuncir. Namun ia tidak bisa apa-apa kalau istrinya yang minta. Takut kalau ia Dania marah dan meninggalkannya.

"Tu udah, buat apa sih? Jangan bilang kamu menyukainya. Mau balas dendam ini ceritanya?"

Dania tersenyum, "buat koleksi."

"Whattttt???"

"Wkwkwkwk... Cuma buat nanti kalau kamu nggak bisa dihubungi, aku bisa tanya Jason kamu dimana."

Mendengarnya Jax bersumpah pada dirinya kalau kesalahan yang lalu tidak akan terulang lagi. Ia juga tidak mau Dania menggunakan alasan itu untuk menghubungi Jason.

"Aku akan terus mengabarimu, ngga perlu tanya ke Jason."

"Ya, buat jaga-jaga aja."

"Ck!" Jax melengos dengan alisnya yang berkerut.

Lucu sekali, di mata Dania Jax seperti adik kecil yang menggembungkan pipinya karena tidak diberi permen.

Senyumnya mengembang hingga membuatnya merona.

Tidak, seharusnya bukan adik kecil.

Seharusnya Dania tidak memandang Jax seperti anak kecil. Dia suaminya yang sudah mengatakan kalau mencintainya. Tapi kenapa label itu masih saja menempel di hatinya.

"Haaah...." Jax menghela napasnya. "Aku ke kamar mandi dulu ya."

Dania hanya mengangguk dan mencoba untuk merebahkan punggungnya.

Drrrt... Drrrrt...

HP Jax kembali berdering.

"Pasti Jason sangat khawatir."

Ia menggeser tiang infus. Dania berusaha untuk bangun dan menggapai HP milik Jax yang tergeletak di sofa.

Namun tidak ada nama Jason di layar. Hanya ada nomor saja.

Apakah itu spam?

"Halo, Jax. Kamu dimana?"

Dania mendengar suara lembut seorang gadis begitu ia mengangkat panggilan itu.

"Udah lama nih kita nggak ketemu. Ayok kita main, aku kangen banget!"

Dania terbelalak, mematung pada posisi duduknya. Setelah semua hal manis ini, apakah hatinya bisa menerima Jax yang seperti ini? Batinnya bergejolak, tangannya gemetar hampir melempar HP itu.

.

.

1
Arni Arlinawati Pratiwi💃
😭 saingan jax ini yakin emak mana ganteng banget lagi.. jax, bae bae lu sama dania,
Arni Arlinawati Pratiwi💃
nih cewe satu aneh lagi... 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
gak.. gua bukan betina, gua banc*.. amsyong lu james! 🤣
Arni Arlinawati Pratiwi💃: eee ralat.. jason, 😁
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
noh.. skarang urus biang kekacauan mu jax, gentayangan tuh si bella, yang lu bahkan gak inget nama nya.. 🙄
Arni Arlinawati Pratiwi💃
fakta tragis.. ini masih ada perkara lagi di dania ini, fakta tragis itu clue nya kan.. mo bicara sama emak 4 mata aja thorr... yok, /Skull/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
🙄.. bukan kah cinta jax yang kamu inginkan dania???, dia udah bilang cinta loh itu... tapi ada apa sama lu.. 🫩
Vivenn
huhh sumpahh Baru Jugaa Mood Daniaa baguss malah dirusakk lagii,Jax pengen gw tonjok Luh yaa
Cinta(N)
berterima kasih kek si jax, kasihan deh dania
Siti Aisyah
untung saja ada ayah nya Liam yang menyelamatkan keluarga Dania😌
Siti Aisyah
jahat sekalii ayah Dania ini🥺🥺
Myz Pena
wkwkwkwk jax benar2 udah nggak tahan .. kasih aja daniah daripada ia tantrum seharian.. dan sakit kepala 😂
Myz Pena
apa yang mau di coba mau melakukan lagi astgaaa 😂
Myz Pena
astga mulutnya....
Myz Pena
astga si tante gila harta waris 🫣
Myz Pena
astga kasar sekali mulutnya si tante ini
Myz Pena
astga tante si jax ini ada masalh apa tiba2 datang marah2 kayak gini
Myz Pena
benar saat lelaki menangis ia tidak butuh nasihat melainkan pelukan dan kehangatan dari orang yang dicintainya 👍
Myz Pena
kuatlah jax.. ada dania yang selalu bersama mu
Myz Pena
kasihan jax pasti hatinya sakit dan sedih banget melihat orang orang yang disayanginya telah pergi meninggalkannya di dunia ini... 😭😭
Myz Pena
benar jax kamu garang di ranjang bagai singa kelaparan 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!