NovelToon NovelToon
Mafia Bucin

Mafia Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elis Kurniasih

Dijadikan ladang emas oleh sang paman. Fio yang semula setuju dijodohkan oleh anak politisi sekaligus pengusaha besar oleh pamannya memilih berontak.

Fio bersekutu dengan Gio, mafia yang ternyata sudah lama memendam perasaan padanya. Hingga, perlahan semua tabir keluarganya terungkap.

"Aku bukan laki - laki yang bisa menyentuh perempuan sembarang. Tapi, aku juga bukan laki - laki yang bisa menahan untuk tidak menyentuh kamu." -Giorgio Abraham-

Sequel Gairah Cinta Sang Pembalap

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon istri

“Si4l!” umpat Gala yang kemudian melempar ponselnya asal.

Berulang kali, dia menelepon Fio tapi tidak bisa. Chat nya pun tidak dibalas. Jangankan dibalas, centang dua pun tidak.

“Apa dia memblokir nomorku?”

“Tidak. Itu tidak mungkin.” Gala bermonolog sendiri sembari menggelengkan kepala.

Vania datang dengan membawa secangkir kopi, lalu meletakkannya di meja kecil yang tak jauh dari posisi Gala berdiri. Kemudian, dia menghampiri dan langsng bergelayut maja pada lengan Gala.

“Sudah lah, tidak usah dipikirkan. Yang penting, malam ini aku akan men service mu habis – habisan. Oke!”

Sreeet

Gala melepaskan lengan Vania dengan kasar, membuat perempuan itu cemberut. “Kenapa jadi marah sama aku?”

“Ya, karena ini salahmu.”

“Salahku?”

“Aku bilang, jangan datang malam ini. Kamu malah ke sini. Apa milikmu gata sekali, huh!”

Vania menganga. “Tapi, kamu suka kan? Kamu suka perempuan gatal seperti aku dibanding perempuan kaku itu.”

“Dia calon istriku.”

Vania tertawa. “Lalu, aku apa? Hanya pemuas mu?”

“Memang dari dulu begitu. Aku sudah bilang, hubungan kita tidak akan dan tidak pernah bisa dibawa ke mana – mana. hanya sampai ranjang saja. Dan, kamu setuju. karena kamu mau uangku.”

Mata Vania berkaca. “Gala, aku cinta kamu.”

“Persetan dengan cinta. Pokoknya, kalau aku tidak menemukan Fio sampai besok. Jangan harap kita bertemu lagi. Karena ini, menyangkut karir dan reputasiku. Mengerti! Sekarang, pergi kamu!”

Vania menyeka air matanya. Dia tidak ingin pergi. Meski, sudah diusir dia tidak mau hingga Gala menariknya.

“Baik, kalau begitu aku yang pergi.”

Gala mengalah dan langsung mengambil kunci mobil serta jaketnya.

“Gala. Please! Jangan pergi! Jangan tinggalian aku. Aku cinta kamu. Aku sudah nyaman sama kamu. Aku …”

Bruk

Gala melepas paksa tangan Vania yang memohon sembari memegang lututnya. Gala kesal. Seharusnya, ini menjadi rahasia sampai Fio menjadi istrinya. Tapi, Fio malah memergoki mereka sebelum pernikahan. Dan, semua rencananya berantakan.

Bruk

Brak

Gala meninggalkan Vania begitu saja dengan membanting pintu saat keluar.

Vania menangis tersedu – sedu. Rambatnya berantakan. Matanya merah karena ari mata itu berderai tak berhenti. Padahal, sebelumnya ia merasa di atas angin. Dia yakin kalau Gala akan tetap bersamanya, memilihnya. Tapi, tiba – tiba sikap pria itu berubah. Terutama, setelah mencoba menghubungi Fiona berkali – kali dan tidak bisa.

Tengah malam, Gala menyetir sendiri mobilnya. Dia mencoba mengubungi Arif yang juga tidak bisa. Pernikahannya tinggal di depan mata. Undangan sudah tersebar. Rekan kerja, pejabat negara, serta rekan bisnisnya akan hadir semua. Hotel sudah di pesan, gaun pengantin juga. Semua sudah siap. Gala pikir, Fio akan takut dengan ucapannya saat kepergok tadi. Ternyata, dia benar – benar pergi.

“Masih ada waktu satu hari,” gumamnya sendiri.

Gala yakin, tunangannya tidak lari. Karena Gala sudah mencari ke apartemen milik Fio, perempuan itu tidak ada. Gala datang ke kediaman Arif, pria itu juga tidak ada. Yang ada, hanya mantan istri dan anaknya yang sempat menggoda Gala juga.

Gala risih dan langsung pergi. Hingga, dia memilih menginap di rumah sakit dengan harapan akan bertemu Fio pagi harinya.

***

Fio bangun. Matahari yang datang dari jendela yang dibuka, terasa menyilaukan dan membuatnya terjaga.

“Pagi, Non Fio.”

Bibi menyapanya. Fio tersenyum dan membalas sapaan itu. “Pagi.”

“Sebelum pergi, Tuan Gio berpesan untuk membawakan sarapan untuk Non. Silahkan, dimakan.”

Fio mengikuti arah mata Bibi dan mengangguk. “Terima kasih.”

“Ngomong – ngomong, Apa Gio sudah pergi?” tanyanya.

“Iya, pagi – pagi sekali.”

“Jadi, di sini sepi?”

“Di sini tidak pernah sepi, Non. Selalu ada yang menjaga. Tenang saja, Non aman.”

Dahi Fio mengernyit. Kemudian, tersenyum. Ia seperti sedang membaca novel mafia.

“Seberapa banyak penjagaan di sini?” tanya Fio lagi.

“Banyak, Non. Di setiap sudut.”

“Jadi, saya tidak bisa pergi?”

“Pesan, Tuan Gio begitu. Pesta pernikahan akan digelar sore hari. Sebelumnya, Tuan meminta pagi. Tapi, karena melihat Non tertidur sangat pulas, jadi Tuan undur sore hari.”

Fio kembali menganga. “Semudah itu dia mengubah jadwal penghulu?”

Bibi tertawa. “Apa saja mudah kalau ada uangnya, Non.”

Fio mengangguk. “Ya, Bibi benar.”

Benar saja, pagi ini Fio memang merasa lelah. Rasa lelah itu belum terbayar meski sudah tidur delapan jam. Usai, pu4s dengan waktu tidurnya dan menghabiskan sarapan, Fio memperhatikan sekeliling area dengan berdiri di balkon kamarnya.

Dia melihat beberapa penjaga di setiap sudut vila ini.

“Ternyata, perkataan Bibi benar.”

Lalu, Fio melihat tempat latihan menembak di sana. Sudah lama, keahliannya tidak di asah. Sudah lama, dia tidak latihan menembak. Sejak memutuskan untuk tidak menjadi intel dan mengabdi sepenuhnya di rumah sakit, Fio praktis tak lagi memegang senjata.

Kakinya bergegas turun, menuruni anak tangga dengan cepat dan segera ke tempat yang menarik tadi. Di sana, Fio langsung menggunakan alat peredam telinga dan memegang senjata. Dia mulai membidik papan pembidik.

Dor

Meleset.

Tembakan Fio tidak sehebat dulu.

Dor

Lagi – lagi, meleset.

Tiba – tiba …

Seorang pria memeluk membenarkan senjata yang sedang Fio pegang dari belakang. Posisinya seperti sedang memeluk Fiona dari belakang.

“Sepertinya, kamu sudah lupa memegang senjata.”

Suara itu, suara milik Gio. Fio hafal, apalagi posisinya pas di belakang telinganya.

“Seperti ini.” Gio kembali membenarkan posisi senjata yang dipegang Fiona.

Modus. Dia mengambil kesempatan dalam kesempitan karena tangannya tepat memeluk tubuh Fiona hingga mengenai d4d4nya.

“Sudah modusnya?” tanya Fio yang kembali bicara. “Jika sudah, bisa turunkan tanganmu?”

Gio melepaskan tangannya dan tertawa. “Come on, aku hanya ingin mengajarimu. Itu saja.”

“Oh ya? Sampai harus menyenggol dadaku?”

“Kalau itu, bonus.”

Fio memutar bola matanya malas, kemudian membalas. “Belum malam, kenapa sudah pulang?”

“Oh, jadi begini cara istri Indonesia menyambut pulang suaminya?”

“Hello! Aku belum menjadi istrimu.”

“Lima jam lagi,” jawab Gio santai.

“Aku belum setuju.”

“Kamu yang minta semalam. Sekarang, bilang belum setuju. Labil!”

“Aa kamu bilang? Labil?” tanya Fio tak terima.

“Iya.”

“Enak saja. Aku …”

“Tuan, ada orang diluar.” Tiba – tiba, Bibi menginterupsi lewat teriakannya dan memotong kalimat Fio.

Gio langsung merogoh kantung celananya dan melihat cctv miliknya dari ponselnya.

“Si4l!”

“Kenapa, Gi?” Melihat kepanikan Gio, Fio ikut panik.

“Cepat sembunyi! Pamanmu datang.”

Fio pun panik. Dia hendak pergi. Namun, tangannya dicekal oleh Gio. “Jangan di kamar. Sini!”

Fio mengikuti langkah pemilik vila ini. Entah mengapa, dia malah percaya dengan si mafia ini.

“Aku punya tempat yang aman. Dia tidak akan menggeledah sampai ke sana.”

Gio membawa Fio ke ruangan itu. Dia membuka pintu dan langsung memasukkan Fio ke sana, lalu menutupnya rapat.

Di dalam, Fio mengerlingkan pandangan. Dia melihat isi di sekeliling ruangan itu.

“Sad0 kisme!”

Fio melihat semua peralatan s3x di sini.

1
Neni Suryani
lanjutkan
Siti Kamsiah
Rasain lo Gio di lawan 🤣🤣🤣lanjut lagi kak Elis 💪💪😘😘😘
Rosa Lia
klrg edan duit
~Hartwyn_Dee~
makasih kak Elis 🙏 unt update nya sehat selalu 🥰🥰
~Hartwyn_Dee~
mau cari kemana??.. Fio udah aman sama dalam lindungan suaminya...yg ada km bakal gila sendiri ga ketemu Fiona 🤪
~Hartwyn_Dee~
dasar manusia licik kalian😡
~Hartwyn_Dee~
ken tut....kebobrokan anak sendiri aja di tutupin lah ini main janji"... preett 🤧
~Hartwyn_Dee~
bagus Gio kasih makin kerkwjut si Restu,,sukurin...🤪
Nurul Hidayati
sampai ke lobang semut ya gak bakal ketemu gal 🙄 ada ya emak model kayak emaknya gala mentang2 dia mantan LC 😁
Dien Elvina
jangan mimpi Gala sampe kapan pun kamu gak akan bertemu lg dgn Fio Krn suami nya yg akan melindungi nya dari laki bre* sek kyk kamu
NUR..8537
lanjuttt kak elisss 👍 makasih unt up.. nya 🙏smg Kaka sehat slalu 💪😘🫶
NUR..8537
mau km cari kmn gala..fio.. nya lg di dekapan suami..nya..gak bisa lepas..yg ada km stres sdri klo nyari fio😂
aii
sudah di kekepi sama si mafia g bakal bisa kamu gal deketi fio lagi🤭
May .Nst
mimpi kamu gala... kamj gak bisa deketin fio lg karna udah jd istri gio😁😁kirain mlam ini si mafia bucin mau belah duren.... 😄😄
TIARA
First😍
aii
mafia dilawan...
Rosa Lia
sukurin luh gala edan
~Hartwyn_Dee~
akhirnya semua terbongkar siapa kamu Manggala 🤭🤪🤪 sok meremehkan Fio apa lagi sekarang suami Fio mantan Mafia yg udah tobat..._sangat mudah buat membongkar aib..mu
~Hartwyn_Dee~
semua ngga ada yg gratis Fio,,udah mending km sambut suami bucin .mu dengan baik 🤣🤭
~Hartwyn_Dee~
hahahaa ternyata dugaan..mu salah Fio,, Gio mengingatkan supaya kamu ngga lupa 🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!