NovelToon NovelToon
Sentuhan Penyembuh Tuan Muda

Sentuhan Penyembuh Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Nikah Kontrak
Popularitas:976
Nilai: 5
Nama Author: Ghost_Writer

"Kau itu cuma babu pembersih luka yang dibeli oleh Kakekku. Jangan pernah bermimpi bisa menjadi nyonya di rumah ini!"

Bagi Jiro, Senjani tak lebih hanya seorang wanita oportunis yang memanfaatkan kelumpuhannya demi uang. Menikahi Tuan Muda lumpuh dengan keterpaksaan karena utang, Senjani harus menelan mentah-mentah semua hinaan dan perlakuan kasar dari Tuan Muda berhati es itu.

Sebagai seorang fisioterapis, tugas Senjani hanya satu, yaitu menyembuhkan kaki Jiro yang lumpuh akibat kecelakaan tragis di masa lalu. Namun, saat jemari tangannya mulai menuntun Jiro untuk kembali berdiri, sebuah rahasia berdarah justru terkuak. Masa lalu kelam di antara keluarga mereka merobek sisa-sisa profesionalisme Senjani.

Saat Senjani memilih pergi dengan luka yang bersimbah air mata, Jiro baru menyadari bahwa sentuhan wanita itu adalah satu-satunya penyembuh bagi jiwanya yang telah lama mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ghost_Writer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak Keraguan di Atas Kertas

Kembalinya Senjani ke kediaman utama keluarga Nandotomo disambut dengan kehangatan yang luar biasa oleh Pak Baskoro. Sang kakek bahkan langsung memerintahkan kepala pelayan untuk memindahkan seluruh barang pribadi milik Senjani dari kamar tamu kecil ke kamar tidur utama milik Jiro. Tidak ada lagi sekat, tidak ada lagi sofa dingin tempat Senjani meringkuk kesakitan. Kamar pengantin yang semula terasa asing dan mencekam, kini berubah menjadi tempat perlindungan paling hangat bagi mereka berdua.

Pagi itu, sinar matahari masuk dengan lembut melalui celah gorden sutra yang terbuka setengah. Jiro duduk di kursi kerjanya yang berada di sudut kamar, menatap tumpukan dokumen rahasia yang baru saja dikirimkan oleh seorang detektif swasta kepercayaannya melalui jalur terenkripsi.

Kaki milik Jiro sudah jauh lebih kuat. Dia bisa berjalan perlahan mengitari ruangan tanpa tongkat, meskipun terkadang masih harus bertumpu pada perabotan jika ototnya kelelahan. Namun, fokus utama Jiro saat ini bukan lagi sekadar kesembuhan fisiknya, melainkan rasa penasaran yang mengusik logikanya sejak insiden di klinik malam itu.

Jika Grayson dan Tante Kumala berani menyusupkan racun ke dalam kamarku secara terang-terangan... apakah kecelakaan mobil enam bulan lalu itu murni sebuah kebetulan? batin Jiro, sepasang netra elangnya menyipit tajam menatap salinan berkas perkara kepolisian yang lama.

Senjani berjalan mendekat dari arah ruang pakaian, membawa secangkir teh herbal hangat untuk suaminya. Dia kini mengenakan gaun rumah katun rajut berwarna krem yang membuat penampilannya tampak sangat anggun dan keibuan. Dia meletakkan cangkir itu di meja kerja Jiro, lalu matanya tidak sengaja menangkap foto truk kontainer yang ringsek di lembar dokumen teratas.

Tubuh Senjani seketika menegang kembali. Memori pahit tentang ayahnya kembali berputar di kepalanya.

Jiro mendongak, meraih pergelangan tangan Senjani dengan lembut, lalu menarik istrinya agar duduk di atas pangkuannya. Dia melingkarkan kedua lengan kokohnya di pinggang Senjani, menyandarkan dagunya di bahu wanita itu dengan gestur yang sangat protektif.

"Aku tidak sedang mencari alasan untuk membenci ayahmu lagi, Senjani," bisik Jiro dengan suara bariton yang dalam dan menenangkan, seolah bisa membaca ketakutan di dalam hati istrinya. "Aku justru sedang mencari kebenaran. Ada sesuatu yang sangat janggal dengan berkas perkara ini."

Senjani mengernyitkan dahi jernihnya, menoleh sedikit hingga hidung mereka hampir bersentuhan. "Janggal? Maksud Mas apa?"

Jiro membalik halaman dokumen tersebut, menunjukkan sebuah grafik hasil investigasi kelayakan kendaraan dari dinas perhubungan yang sempat diabaikan oleh pengacara keluarga dulu karena semua orang terlalu fokus pada kondisi kritis Jiro di ICU.

"Lihat ini," tunjuk Jiro pada kolom teknis mesin truk milik Dion Kiran. "Truk kontainer milik ayahmu baru saja keluar dari bengkel resmi dua hari sebelum kecelakaan terjadi. Seluruh sistem hidrolik dan minyak remnya dinyatakan baru dan dalam kondisi seratus persen prima. Gak masuk akal kalau sebuah truk dengan perawatan sekelas itu tiba-tiba mengalami rem blong total di jalan tol yang landai tanpa ada pemicu lain."

Senjani menahan napasnya, matanya membelalak menatap baris data teknis tersebut. Sebagai seorang anak yang tahu betapa disiplinnya sang ayah dalam merawat truk yang menjadi sumber mata pencaharian keluarga mereka, argumen Jiro terasa sangat logis di telinganya. "Ayah selalu memeriksa kondisi rem setiap kali mau berangkat ke luar kota, Mas. Beliau orangnya gak pernah lalai."

"Betul banget," Jiro mengepalkan tangan kirinya di atas meja kerja. "Dan ada satu detail lagi yang baru saja ditemukan oleh detektif swastaku pagi ini. Perusahaan otobus tempat ayahmu bekerja dulu... salah satu pemegang saham terbesar dari anak perusahaannya yang bangkrut tiga bulan setelah kecelakaan adalah sebuah perusahaan cangkang bernama G-Nandotomo Holding."

Deg!

"G-Nandotomo?" Senjani menutup mulutnya dengan telapak tangan, matanya melebar sempurna karena terkejut. "Grayson... Grayson Nandotomo?"

"Ya. Nama depan Grayson digunakan untuk menyamarkan kepemilikan aset tersebut," desis Jiro, auranya mendadak berubah menjadi sangat dingin dan berbahaya. Kilat kemarahan yang pekat kembali membakar netranya. "Grayson sengaja menyabotase truk ayahmu, Senjani. Dia tahu jadwalku melewati jalan tol itu malam itu karena sekretaris pribadiku dulu adalah mata-mata buatannya. Dia sengaja mengorbankan nyawa ayahmu untuk melenyapkanku, lalu membuat skenario seolah-olah ini murni kelalaian sopir truk kelas bawah agar dia bersih dari hukum."

Air mata Senjani runtuh seketika, mengalir deras membasahi pipinya yang mendadak memucat. Rasa bersalah yang selama ini menghimpit dadanya mendadak menguap, digantikan oleh rasa sesak dan amarah yang luar biasa dahsyat. Ayahnya... ayahnya bukan seorang pembunuh yang lalai. Ayahnya adalah korban dari ketamakan dan kekejaman Grayson yang tidak berperikemanusiaan.

"Mas... jadi Ayahku... Ayahku sengaja dijadikan tumbal?" tangis Senjani pecah di dada Jiro. Tubuhnya bergetar hebat menahan rasa sakit batin yang teramat sangat atas ketidakadilan yang menimpa almarhum ayahnya.

Jiro mempererat dekapannya di tubuh Senjani, mencium puncak kepala istrinya dengan penuh penyesalan yang mendalam. "Maafkan aku, Senjani. Maaf karena selama ini aku sempat mengutuk nama ayahmu. Aku bersumpah demi harga diriku, aku akan membongkar kasus ini ke permukaan. Aku tidak hanya akan membuat Grayson membusuk di penjara pedalaman, tapi aku akan membersihkan nama baik Dion Kiran di depan hukum dan media."

Senjani meremas kemeja rumah Jiro dengan cengkeraman jari yang kuat, meluapkan seluruh emosi yang bergolak di dalam jiwanya. Konflik etika dan batas moral yang sempat memisahkan mereka kini telah lebur sepenuhnya. Mereka bukan lagi dua orang yang dipisahkan oleh kutukan masa lalu, melainkan dua orang korban yang kini berdiri di bawah bendera yang sama untuk menuntut keadilan.

Di bawah hangatnya dekapan kamar pengantin pagi itu, sebuah babak baru dalam perjuangan mereka telah dimulai. Jiro tidak lagi melangkah sendirian di atas kursi rodanya, dan Senjani tidak lagi merawat suaminya hanya sebagai seorang terapis harian. Mereka adalah sepasang suami istri yang siap menghancurkan siapa saja yang telah berani merobek kebahagiaan mereka di masa lalu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!