NovelToon NovelToon
THE QUEEN'S RETURN

THE QUEEN'S RETURN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

Clarissa Pratama, istri lemah dari Dominic sang pewaris klan elit, selalu menjadi korban fitnah kejam Helena yang mengincar posisinya. Namun, setelah insiden fatal yang hampir merenggut nyawanya, tubuh Clarissa tidak lagi sama. Jiwa Ratu Victoria, seorang penguasa tangguh dari masa lalu, terbangun di dalam dirinya. Bagi Victoria, intrik domestik klan Pratama hanyalah permainan amatir. Dengan kecerdasan tajam dan wibawa mutlak, Clarissa yang baru mulai membalikkan keadaan. Ia mematahkan setiap perangkap Helena secara elegan, membuat Dominic terpikat sekaligus curiga. Sang Ratu telah kembali, siap mempertahankan mahkotanya dan menghancurkan siapa pun yang berani mengusik ketenangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18. Pembersihan klan Pratama

Keheningan di ruang tamu utama kediaman Pratama terasa bagai es yang membekukan darah.

Suara isak tangis Bibi Sarah yang tersungkur di atas marmer dingin memecah keheningan bersama gemertak pecahan kaca meja yang berserakan. Paman Harun dan Aris berdiri kaku, menunduk dalam-dalam tanpa berani menyela sedikit pun.

Kakek Silas memegang erat tongkat naganya. Nafasnya naik turun menahan gumpalan murka yang menguasai dadanya. Tatapannya yang tajam memancar bagai kilat, menatap lurus pada putri dan cucunya yang kini tak lebih dari noda hitam bagi nama besar klan.

"Kakek... tolong ampuni aku," ratap Bibi Sarah

parau dari lantai, memegangi pipinya yang lebam berdarah. "Ini semua salah paham... aku dijebak, Kakek! Anak jalang Helena itu yang—"

"TUTUP MULUTMU!" gertak Kakek Silas menggelegar, menghentakkan tongkat naganya ke lantai marmer dengan dentuman keras.

"Aku tidak peduli siapa yang membawamu ke kamar itu! Yang disaksikan oleh seluruh direksi, keluarga besar, dan puluhan media adalah kelakuan murahanmu sendiri!"

Kakek Silas memalingkan wajahnya penuh jijik, lalu melirik dingin ke arah Paman Harun dan Aris.

"Mulai hari ini," tegas sang Patriark dengan suara berat yang mutlak dan tak tertolak,

"seluruh hak saham Sarah dan Aris di Pratama Group dibekukan seutuhnya. Jabatan Aris sebagai Wakil Direktur Divisi Keuangan dicopot secara tidak hormat!"

"Kakek! Tidak bisa begitu!" teriak Aris panik, mengangkat wajahnya yang pucat pasi. "Aku tidak terlibat dalam skandal Ibu di hotel! Kenapa posisiku ikut dicabut?!"

Clarissa yang berdiri anggun di samping lorong melangkah satu titik ke depan. Ia menyunggingkan senyuman tipis yang teramat dingin, menatap Aris dengan tatapan meremehkan.

"Posisimu tidak terlibat?" potong Clarissa dengan suara yang mengalun amat halus dan jernih.

"Bagaimana dengan berkas pemindahan dana ilegal dari divisi keuangan ke rekening pribadi ibumu selama tiga tahun terakhir, Aris? Apakah itu juga bukan keterlibatanmu?"

Deg!

Wajah Aris berubah pucat bagai mayat. Matanya membelalak lebar memandang Clarissa. Bagaimana bisa wanita itu tahu tentang audit rahasia yang selama ini ia sembunyikan dengan rapi?

Kakek Silas menyipitkan matanya tajam. "Apa yang kau katakan, Clarissa?"

Clarissa memberikan isyarat halus pada Tulus yang berdiri di belakangnya. Dengan sigap, Tulus maju dan menyerahkan sebuah map dokumen tebal berwarna hitam langsung ke tangan Kakek Silas.

"Ini adalah bukti audit independen yang saya lakukan secara diam-diam, Kakek," terang Clarissa amat tenang. "Bibi Sarah dan Aris bukan hanya mempermalukan klan dengan skandal moral di hotel, tetapi juga secara perlahan menggerogoti aset utama Pratama Group dari dalam."

Kakek Silas membuka halaman demi

halaman dokumen tersebut. Matanya makin memerah membara seiring bertambahnya bukti penyalahgunaan kekuasaan dan penggelapan dana yang tercetak jelas di atas kertas.

"Keparat!" raung Kakek Silas, melempar map dokumen itu persis ke wajah Aris hingga lembarannya berhamburan di udara. "Kalian berdua benar-benar benalu beracun di rumah ini!"

"Kakek... mohon ampun..." jerit Bibi Sarah histeris, mencoba merangkai kata sambil memegang kaki ayahnya.

"Angkat kakimu dari rumahku!" bentak Kakek Silas dingin tanpa sedikit pun rasa iba.

"Kalian bertiga—Sarah, Harun, dan Aris—keluar dari mansion utama sebelum matahari terbenam hari ini! Jika aku masih melihat wajah kalian di tanah klan Pratama besok pagi, aku sendiri yang akan menyerahkan kalian ke kepolisian atas kasus penggelapan dana!"

Keputusan itu jatuh bagaikan palu eksekusi mati. Paman Harun mengepalkan tangan, menatap istrinya dengan tatapan benci sebelum berbalik pergi tanpa memedulikan Bibi Sarah yang meraung histeris di lantai. Aris terduduk lemas, menyadari seluruh masa depan dan kekayaannya hancur total dalam semalam.

Di tengah kehancuran kubu Bibi Sarah, Clarissa hanya berdiri tegak dengan keanggunan mutlak. Ia merapikan gaun sutra marunnya, menikmati aroma kemenangan yang amat manis. Satu per satu benalu di rumah ini telah disapu bersih oleh tangannya sendiri.

Namun, saat Clarissa berbalik hendak meninggalkan ruang tamu, langkah kakinya terhenti.

Dominic berdiri di ujung lorong tangga. Pria itu menyaksikan seluruh drama eksekusi tersebut dari awal hingga akhir. Matanya yang tajam menatap Clarissa dengan binar yang rumit—perpaduan antara kekaguman gila, rasa penasaran yang mendalam, dan gairah tertahan yang belum padam sejak pagi tadi.

Dominic melangkah mendekat, menghentikan tubuh tegapnya tepat di hadapan Clarissa, hingga aroma maskulin yang dominan memenuhi indra penciuman wanita itu.

"Strategi yang sangat bersih, Clarissa," bisik Dominic rendah dengan suara serak yang berbahaya.

"Kau menumbangkan dua ular besar klan hanya dalam waktu satu hari."

Clarissa menaikkan satu alisnya, menatap lurus ke dalam manik mata Dominic tanpa rasa gentar sedikit pun.

"Ini baru pembersihan panggung, Suamiku," balaskan Clarissa dengan senyuman Ratu yang paling memikat. "Lalu... apa panggung berikutnya yang ingin kau tonton?"

1
Anonim
Lanjutkan
Anonim
Teruskan
atulyaas
semangatt kakk, ditunggu updatenya yaaaa
sangat menarik sekali
Annida Annida
bagus , lanjut tor
nilim
akhirnya up jugaa aku tunggu kamuu kaa 😍, semangat ya kak 🫰
Senja_Puan: Waaah terima kasih kak😍
total 1 replies
nilim
BAGUSS UPP TERUSS😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!