seorang wanita berusia 24 tahun yang menutupi identitas nya dari dunia hanya karena ingin hidup seperti gadis pada umumnya.Menutupi identitas bahwa dia anak konglomerat Prancis dan menutup identitas bahwa dia seorang ratu mafia yang didirikan oleh keluarganya sendiri,tapi itu dua tahun silam.
banyak terjadi konflik setelah keputusan Valera meninggalkan mafianya,yang kini dipimpin oleh kakak nya sendiri vyan Harson.
penghianatan meliputi keluarganya dari jajaran mafia nya sendiri karena tidak sekuat dan seketat saat Valera memimpin nya.
memaksa ia harus kembali lagi dalam masa lalunya..
akankah Valera kembali ke kehidupan masa lalunya?
ikuti kisahnya dan jangan lupa untuk selalu memberi dukungan kepada penulis,karena ini novel pertama 😁hehehe..
selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan komen positif agar penulis makin semangat dalam berkarya 💪💪😉
terimakasih😘❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon owe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
* Rencana Diego 2
Hari yang ditunggu tunggu telah tiba Maya dan Aldo sudah bersiap siap untuk pergi bersenang-senang. Begitupun dengan Valera penerbangan akan berangkat pukul sepuluh pagi terlihat Maya sangat antusias untuk kegiatannya weekend ini. pergi berlibur bersama sahabat serta adik nya hal yang paling menyenangkan.
" Maya Aldo sesampainya kalian disana langsung beri kabar kepada mamah ya! " ucap nyonya Ana
" iya mamah ku sayang " sambil berlaga centil
" ishh kau ini " gerutu nyonya ana
" apa kau sudah siap Aldo " tanya Maya
" sudah kak " jawab Aldo singkat
terdengar suara deru mobil sudah berada dihalaman rumah nya. Maya dan Aldo segera bergegas untuk pergi.
" heii kalian sudah siap ? '' antusias Valera dan hanya diangguki oleh kedua kakak beradik itu.
" yasudah ayo berangkat, kalau begitu bibi kami pamit dulu yah doakan semoga kita selamat sampai tujuan " ucap Valera sambil mencium punggung nyonya ana Maya dan Aldo pun sama hal nya berpamitan kepada ibunya itu
" baiklah hati-hati kalian di jalan. Jangan lupa kabari mamah kalau kalian sudah sampai " saut nyonya ana dan mereka bertiga pun hanya mengangguk pasti.
taksi yang dipesan Valera sudah meluncur dengan sempurna menuju bandara mereka bertiga sedang asyik dengan dunianya masing-masing mungkin mereka sedang membayangkan apa yang akan di lakukan nya setelah sampai disana.
mereka bertiga keluar dari mobil dan mendorong bag nya masing masing gaya santai dan kasual melekat pada mereka seperti orang pada umumnya bahkan Valera menggunakan sepatu sport. Begitupun dengan Maya dan Aldo.
dua jam berlalu pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan sempurna di bandara internasional Ngurah rai senyum mengembang terlihat jelas di raut ketiganya.
" akhirnya kita sampai juga kak " kata Aldo sampai merentangkan tangannya lebar.
" yasudah ayo. kita harus cepat sampai di villa " ajak Valera kepada keduanya dan mereka pun mengangguk senang.
tanpa mereka sadari sedari tadi ada beberapa orang yang memperhatikan mereka, orang orang itu sangat pandai dan mereka berbaur seperti masyarakat pada umumnya tanpa diketahui maupun dicurigai.
setelah sampai di villa Maya dan Aldo di buat tercengang dengan indahnya vila yang mereka tinggali. Suasana yang damai pemandangan yang asri sungguh sangat memanjakan mata yang melihatnya Maya melompat kegirangan sesekali berteriak tidak karuan membuat Aldo mendelik sinis menatapnya.
" kau ini kenapa seperti anak kecil saja " gerutu Aldo
" aishh kau ini, tidak bisakah kau lihat bahwa aku sedang beraksi senang " jengkel Maya kepada Aldo.
akhirnya mereka memasuki villa itu ini sangat indah terlihat seorang pelayan datang dan menyambut mereka dengan senyum mereka.
" selamat datang di villa kami nona tuan " bungkuk lelaki dewasa itu dengan penuh hormat " mari saya antar ke dalam " ucap lelaki itu dan mereka pun hanya mengangguk patuh.
inilah yang ditunggu hari tanpa kerja tanpa beban dan alangkah bahagianya menikmati keindahan dunia ini mensyukuri ciptaan tuhan sang pencipta
*******
disisi lain Diego sedang tersenyum puas karena anak buahnya berhasil memata-matai wanita yang paling dirinya benci seraya meneguk wine nya perlahan.
" kita harus membawa salah satu nya untuk memancing wanita itu. " seringai tipis muncul di wajah nya ia sangat yakin rencana ini akan berhasil tanpa ia sadari bahwa Valera tidak sebodoh itu.
" kapan kita akan merencanakannya tuan " sambutan senang diucapkan oleh Lucas
" besok. Tunggu salah satunya sedang lengah " jawab Diego mantap
rasanya aku ingin menghabisi mu saat ini juga,tapi sayangnya aku ingin sekali bermain main denganmu . batin Diego
" anak buah ku juga sudah berada di sana tempat nya tidak terlalu jauh dari villa " Lucas berbicara.
" bagus " dengan senyum mematikan itu
tanpa sengaja seseorang mendengar pembicaraan mereka ya itu adalah Lavanya yang tidak sengaja mendengar percakapan kedua pria itu.
ya tuhan apa yang direncakan oleh tuan Diego. batin Lavanya
Lavanya pun terburu-buru meninggalkan tempat itu karena takut ada yang melihat nya di sana ,tapi sungguh sial ia tidak sengaja menyenggol Gucci di samping kaki kirinya.
PRANGGG
seketika orang-orang terkejut dengan suara nyaring itu begitupun dengan Diego dan lucas ia segera keluar untuk melihat apa yang terjadi. Lavanya sungguh ketakutan ia takut tuan nya akan marah dan menuduhnya yang tidak-tidak.
mata Diego menatap Lavanya dengan sangat tajam membuat nyali dan keberanian Lavanya menciut langkah Diego semakin membuat jantung Lavanya seakan copot tanpa aba-aba Diego mencengkram lengan Lavanya sangat kuat sehingga membuatnya meringis kesakitan.
" ahhh...sakit tuan " ringis Lavanya kesakitan ia tidak berani menatap ke arah Diego.
" apa yang kau lakukan disini Lavanya " tanya Diego penuh dengan penekanan.
" tidak ada tuan aku tidak sengaja memecahkan Gucci ini tuan " saut Lavanya bergetar sungguh ia menahan sakit akibat cengkraman kuat milik Diego.
" kau mendengar kan pembicaraan ku di dalam " teriak Diego emosi nya semakin tak terkendali membuat Lucas dan para maid terkejut mendengar teriakan Diego termasuk ibunya Lavanya.
" ti..tidak tuan aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya " belum selesai ucapan nya Diego langsung mendorong tubuh Lavanya ke arah Gucci yang pecah berserakan
" aghh " pekik Lavanya karena lengan dan kakinya terkena pecahan itu.
" Lavanya " teriak Merra ibunya Lavanya ia segera berlari ke arah Lavanya untuk membantunya berdiri tapi salah satu pecahan itu tertancap sempurna di kaki putih milik lavanya darah segar mengalir sangat deras hingga berceceran sangat banyak bahkan Lucas yang ingin menolong nya tidak bisa.
" tuan maafkan putri saya tuan " mohon Merra sambil bersimpuh memegang tangan milik tuannya.
sungguh Diego tidak akan menyangka bahwa kejadian nya akan seperti ini ia merasa dorongan itu tidak terlalu keras tapi mengapa sampai seperti ini. Masih terdengar isak tangis mereka dan Lavanya. Merra terus memohon untuk mengampuni putrinya itu ia ingin melindungi putri nya walaupun harga dirinya ia pertaruhkan.
" bangunlah bi jangan Seperti ini " ucap Diego tanpa berekspresi.
maafkan aku Lavanya sungguh aku tidak sengaja. batin Diego menyesal
darah semakin deras mengalir Lavanya semakin meringis kesakitan karena pemecahan itu tertancap di kaki nya dengan sekuat tenaga ia mencabut pecahan itu dari kakinya seketika.
" Aghh " teriak Lavanya sambil bergetar sakit? jangan ditanya lagi sontak membuat Diego berlari ke arah Lavanya.
" mengapa kau mencabutnya seperti ini " dengan nada khawatir Lavanya masih saja menangis.
" Lucas cepat panggil dokter " teriak Diego dengan nafas yang memburu sontak membuat Lucas dengan cepat menghubungi dokter itu. Merra semakin panik melihat anaknya yang sudah memucat karena ia tak kuasa melihat anaknya seperti itu.
Diego semakin frustasi melihat keadaan Lavanya tanpa basa basi ia membopong Lavanya menuju ke arah kamar pribadinya.
setelah beberapa lama menunggu dan hampir lima belas menit dokter pun tiba dengan langkah tergesa. Saat melihat keadaan gadis yang akan diobatinya itu dokter itu terbelalak lebar banyak luka di sekitar lengan dan kakinya bahkan ranjang milik Diego sudah dibanjiri dengan noda darah milik lavanya.
" aa..apa yang terjadi dengan gadis ini Diego ".tanya nya dengan tercengang
" cepat tidak perlu banyak bertanya " perintah Diego dengan geram.
dokter itu pun melakukan tugasnya untuk mengobati luka yang berada di lengan terlebih dahulu hingga Lavanya mendapat beberapa jaitan di kakinya karena luka itu menganga lebar.
ekspresi Merra sungguh memilukan ia tak henti hentinya menangis dan lavanya hanya diam menahan sakitnya timbul rasa bersalah dalam diri Diego.
aku yakin kau sungguh menyukai gadis ini tuan. batin Lucas
akhirnya dokter itupun selesai melakukan tugas nya ia pun segera menulis kan beberapa resep obat dan antibiotik untuk mencegah pembengkakan dan infeksi yang kemungkinan akan terjadi.
" Lucas kau ambil obat-obat ini " titah Diego kepada Lucas dan Lucas pun segera pergi.
" Lavanya " Isak Merra ibunya " apakah ini sangat sakit nak " tanya nya sambil berderai air mata.
" tidak Bu aku tidak apa apa " ucap Lavanya pelan dan suara itu hampir tidak terdengar
" apa yang terjadi nak " tanya Merra lagi Lavanya pun hanya diam sambil menatap ke arah Diego dan Diego pun balas menatap kearah Lavanya
" bi tolong tinggalkan kami " pinta Diego kepada Merra.
" tapi tuan " ucapannya terputus karena Diego langsung menyela.
" tidak perlu khawatir aku akan merawatnya " ucap Diego dengan nada tenang. Akhirnya Merra pun menyerah walaupun dengan berat hati meninggalkan putrinya dengan tuannya.
setelah mereka keluar Diego langsung berjalan mendekat ke arah Lavanya membuat Lavanya gugup dan ketakutan.
" maaf " hanya itu yang terdengar dari mulut Diego dan Lavanya pun hanya diam " maaf karena aku telah membuat mu terluka Lavanya " sesal nya sambil memegang tangan Lavanya membuat gadis itu gugup setengah mati.
" apakah sekarang kau takut padaku Lavanya " ucapnya lagi kini Lavanya berani menatap mata milik Diego.
" tidak tuan " Lavanya mulai bersuara dengan nada tenang.
" apakah ini sangat sakit " tanya Diego lagi dan hanya dibalas gelengan pelan Lavanya.
apakah ia tidak pernah merasakan terluka ? mengapa ia bertanya tentang rasa sakit ? tentu saja ini sangat sakit ! konyol sekali pertanyaan dia. batin lavanya
Meraka pun sama-sama terdiam terpaku dengan seribu bahasa Diego yang merasa menyesal telah melukai gadis yang ia cintai dan Lavanya yang diam karena takut dan gugup, takut berbuat kesalahan lagi dan akan membuat Diego semakin marah padanya.
tok tok tok
" bos ini obatnya " ucap Lucas sambil menatap kearah bos nya. Diego pun segera mengambil obat itu dari tangan Lucas dan langsung memberikannya kepada Lavanya.
lavanya pun hanya menurut dan sungguh ia merasakan kaki nya mulai nyeri dan ngilu tapi ia mencoba dengan sekuat tenaga untuk menahannya reaksi obat itu mulai bekerja efek nya membuat lavanya menjadi mengantuk.
Tidak butuh waktu lama Lavanya pun tertidur dengan pulas bahkan baju nya ada noda darah mengering begitupun dengan ranjang Diego
Diego mengusap pucuk kepala lavanya dengan lembut dan mencium kening Lavanya dengan penuh kasih sayang lelaki itu sudah jatuh cinta kepada pesona Lavanya tapi ia tidak pandai mengungkapkannya bahkan ia sendiri tidak bisa mengendalikan amarahnya dan membuat gadis yang ia cintai terluka seperti ini.
maafkan aku Lavanya sungguh maafkan aku, aku mencintaimu Lavanya tapi aku takut mengungkapkannya padamu, aku menyesal membuatmu terluka seperti ini
maafkan aku. batin Diego dan mencium kening lavanya dan berakhir mengecup bibir Lavanya dengan lembut.
hood thor 👍👍👍👍❤❤❤🙏🙏🙏💪💪💪
good job
kerja bagus thor
like❤👍🙏💪