Burhan menikahi Tania karena perjodohan, Tapi ini adalah awal neraka untuk Tania, menikahi Burhan yang tak pernah mencintai dirinya, har-hari Tania dilalui dengan hinaan, cacian dan perselingkuhan Burhan.
Bagaimana perjuangan Tania untuk kembali bangkit, ikuti kelanjutan ceritanya di novelku ya. Berjudul "Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully di Novel Toon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18 RAHASIA YANG DISEMBUNYIKAN
Burhan yang akhirnya tidur di atas kasur dan Tania dibawah nampak sudah tidak perduli lagi kalau mereka dikamar berdua berbeda diluar kamar di depan Bu Karti Burhan berlaku seperti suami idaman.Tania diperlakukan sangat lembut walau itu hanya drama permainan Burhan yang dipuji sebagai menantu idaman.
Setidaknya ketakutan Tania akan sikap Burhan. ketika berada di rumahnya sangat berbeda, Burhan rajin beribadah dan menolong Ibunya, bahkan nampak mereka sering bercanda berdua kalau ada yang lucu mereka saling tertawa.Tania hanya merasakan aneh saja. "Kamu akan tahu bagaimana sikap aku kepada Ibumu,aku akan jadi yang tersayang bagi ibumu melebihi kamu" ucap Burhan malam itu."Tapi setidaknya kamu sudah bersyukur aku bisa dekat dengan ibumu, jadi kamu tidak perlu cemas walaupun itu hanya drama bagi kamu Tania,dan satu lagi jangan kamu anggap sikap ramah saya di depan ibumu dengan menunjukan keromantisan kita adalah asli,saya tidak akan mencintai kamu Tania, camkan itu"
Tania nampak terdiam kaku dari duduknya melihat Burhan mulai merebahkan badannya dengan berucap tanpa bersalah bahwa ucapannya sangat menyakitkan.Namun tekadnya untuk mendapatkan hati suaminya semakin kuat bahwa kelak Burhan masih menjadi miliknya utuh.Saat ini walau hanya bohongan tapi setidaknya dia sudah merasakan bahwa suaminya masih menunjukan rasa segan. didepan ibunya.
Dua minggu tak terasa permainan drama pasangan romantis Burhan dan Tania diperankan oleh keduanya.Sampai malam itu Tania dituntut oleh Burhan untuk segera berbicara kepada ibunya bahwa mereka harus pindah dan hidup mandiri.
"Kau harus bicara dengan ibumu segera Tania,aku sudah mengikuti kehendak mu!"
"Baik Mas" balas Tania datar keremangan malam di dalam kamar saat mereka akan tidur. "Besok pagi aku akan bicara dengan ibu dan aku akan mencarikan ibu asisten rumah tangga untuk menjaga ibu saat aku tidak disisinya lagi"
"Terserah kepada kamu Tania, yang penting aku sudah bosan disini dan aku ingin pindah ke apartemenku dan kau sebagai istriku harus ikut"
Tania menghela nafasnya "Uuuufff" ya Allah kuatkan aku dan perbanyak sabarku menghadapi suamiku yang sangat egois"
Besok subuhnya seperti biasa Tania sudah bangun untuk sholat subuh dan mempersiapkan sarapan suaminya."Ibu, boleh Tania bicara sebentar" ibu karti nampak mengerutkan keningnya."Ada apa Tania" Tania terdiam sesaat saat ibunya balik bertanya ada keraguan dan batinnya berperang untuk mengatakan atau tidak, ada berat rasanya untuk bicara.
"Gini ibu Tania sudah mendapatkan asisten yang akan membantu ibu nanti siang dia akan datang"Tania mengawali ceritanya agar ibunya tidak kaget."Kenapa kamu mencarikan ibu Asisten Nak?"
"Tania... Tania ingin ... Tania akan pindah ibu, Mas Burhan akan membawa Tania pindah ke apartemen nya" Tania menangis mengucapkan kalimatnya dengan terbata-bata.
"Oh... Jadi suami kamu akan membawa kamu mandiri Nak?" dengan datar Buk Karti menanggapi cerita Tania.
"Iya Buk,Tania ingin bersama ibu disini tapi Mas Burhan ingin mencoba mandiri Buk?" Tania mulai menangis pelan hatinya sangat berat menceritakan ini.
"Ikutlah dimana suami kamu pergi,karena dia adalah imam kamu,kemanapun dia pergi kamu adalah tanggung jawabnya,ibu tidak boleh melarang kamu karena sekarang ataupun nanti kamu memang harus mandiri untuk keluarga kamu Nak"
"Jadi ibu mengizinkan Tania pergi?"
"Iya karena melarang kamu adalah dosa buat ibu, kamu adalah istri Burhan dunia dan akhirat sekarang, toh kamu masih di kota yang sama kamu masih bisa mengunjungi ibu disini tiap hati."
"Iya ibu, pasti Tania menengok ibu terus, karena Tania sayang ibu.Tania memeluk ibunya sangat erat.
"Sekarang jangan kamu pikirkan dengan siapa dan Bagaimana ibu jalani hidup,Ibu akan baik-baik saja Nak, ikutilah suami kamu dimanapun dia berada.
"Baik Buk,terima kasih banyak Buk" Buk Karti mengelus bahu putrinya,dia berusaha menyimpan kesedihannya harus berpisah dengan putrinya, Namun sebagai ibu dia harus bijaksana karena, kini anaknya sudah menikah dan dia adalah milik suaminya.
Setelah sarapan pagi akhirnya,Tania memutuskan untuk berbicara dengan Burhan dimeja makan saat mereka sedang bersama sehabis sarapan pagi.
"Mas Tania sudah berbicara dengan Ibu tentang rencana kita untuk mandiri.Burhan yang kaget Tania langsung berbicara dengannya akhirnya sedikit gugup. "Mas bicaralah kepada ibu" Burhan menatap Tania,lalu Bik Karti."Iya Bu Burhan dan Tania mungkin mulai besok akan pindah dan tinggal di apartemen,InshaAllah akan ada yang menemani ibu nanti disini,kami akan selalu berkunjung ke sini melihat ibu"
Ibu Karti tersenyum tipis dan dingin, namun perasaan yang berusaha dia sembunyikan sedikit menyesak didadanya."Iya anak Burhan,Tania sudah bicara tadi subuh kepada Ibu,jika itu rencana kalian untuk mandiri ibu tidak bisa melarang kalian berdua,Namun pinta ibu jagalah anak ibu dengan baik Kak Burhan.
"InshaAllah Ibu pesan ibu akan Burhan penuhi"
"Syukurlah Nak,kamu menantu ibu satu-satunya yang ibu sayangi seperti ibu sayang kepada Tania.
"Terima kasih ibu"
Malamnya Tania bersiap membereskan semua keperluan nya untuk pindah besok dikamarnya, yang baru ditempatinya di rumah yang dibuatkan oleh Mama Burhan.Kelak dia akan jarang pulang dirumah ini lagi karena kesibukannya mengurus suaminya di apartemen.Semua tidak sama lagi saat dia masih gadis dimanja ibunya,tapi kini dia sudah menikah dengan lelaki yang tak pernah mencintainya dan menyimpan hati kepada wanita lain,sehingga dia tidak pernah dianggap istri oleh Burhan.
Entah apa yang akan terjadi nantinya saat dia sudah tinggal berdua dengan Burhan yang selalu kasar kepadanya kecuali di depan ibunya atau Mamanya Burhan bertindak seolah sangat perhatian dan sayang kepada istrinya.Drama yang selama ini diperlihatkan didepan ibunya.
Paginya saat Tania terjaga dan sholat subuh lalu memasak tanpa disadarinya airmatanya jatuh di pelipis matanya,Hatinya terasa berat,Namun dia tak ingin ibunya melihat kepiluan hatinya.Siang ini dia akan meninggalkan ibunya dan dia ingin memasak untuk ibunya.
"Kamu sudah bangun Nak"Sapa Buk Karti yang
akan melihat anaknya terakhir kali didapur ini setiap pagi,Tania selalu bangun terlebih dahulu darinya.Sejak Tania menikah ibu Karti tidak berjualan lagi dilarang oleh Tania, dan Buk Karti mulai sibuk hanya berkebun di halaman belakang rumahnya.
"Sudah Buk,hari ini biar Tania yang masak untuk ibu ya, pokoknya ibu istirahat saja. Mulai besok lbu dibantu oleh Bibi Rahmi dia akan tinggal disini karena dia tak punya keluarga.
"Iya ibu nurut saja apa yang terbaik dari kamu sayang, yang penting kamu bahagia dengan suami kamu, dan ibu ingin cepat nimbang cucu"
"Cucu!?! hati Tania seketika tersentak saat dengan polosnya ibunya mengatakan itu,yang selama ini menjadi rahasia dirinya,selama hampir satu bulan pernikahan dia tak pernah disentuh oleh Burhan,jangankan untuk berhubungan tidur saja terpisah"
"Sabar ya ibu,InshaAllah jika Allah memberikan kesempatan itu kepada Tania,Ibu pasti akan segera menggendong cucu" Tania tersenyum lebar, senyum kepura-puraan yang harus ditampilkannya untuk menutupi apa yang terjadi didalam kamarnya sesungguh nya hanya dia,Burhan dan Tuhan yang tahu.