NovelToon NovelToon
Diam-diam Jatuh Cinta Dengan Presdirku

Diam-diam Jatuh Cinta Dengan Presdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Office Romance / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Saat menghadiri perayaan kelulusan sang senior, Yurika dengan sengaja pura-pura mabuk dan mengakui perasaannya pada senior yang selama ini ia sukai.

Meski ia tahu bahwa ia harus menahan malu jika senior itu menolaknya, namun setidaknya ia harus menyelesaikan perasaannya.

Lalu.. tanpa di sangka..

"Oke.."

Yurika tak menyangka ia menyetujuinya, namun sesaat kemudian..

"Bisakah kita mengobrol di tempat lain? Ada banyak orang disini.."

Hari itu, saat sang senior mengantarkannya pulang, Yurika akhirnya sadar bahwa ia hanya menjaga martabatnya, tidak mungkin ia menyukai Yurika.

"Sepertinya perasaan ini memang harus berhenti disini.."

Dengan yakin Yurika memblokir seluruh kontak dari pria yang ia sukai.

Namun bagaimana jika ternyata pria itu menyukainya?

"Sial! Apa dia memblokirku setelah menyatakan cinta? Apa ia hanya bercanda?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Satu jam kemudian.

Begitu membuka pintu rumah, aroma masakan langsung menyambutnya. Yurika menarik napas dalam-dalam.

Rasa lelah yang menumpuk sepanjang hari seolah langsung berkurang. Ia meletakkan tas di dekat pintu lalu berjalan cepat menuju ruang makan.

"Wah, masak apa hari ini?"

Yutaka yang sedang duduk santai di sofa langsung mendengus.

"Akhirnya pulang juga."

Yurika menjulurkan lidah.

"Kakak."

"Perusahaanmu memang tidak membiarkan karyawan pulang tepat waktu, ya?"

Yurika tertawa kecil. "Aku lembur atas kemauan sendiri."

"Kenapa?"

"Masih ada pekerjaan yang belum selesai."

Futaka menggeleng pasrah.

"Kau terlalu rajin."

Sementara itu Yurika mengambil segelas air dan menjawabnya, "Rajin itu bagus."

"Kau tahu tidak? Kalau bosmu melihat semangatmu seperti ini, mungkin besok langsung dijadikan karyawan teladan."

Setelah mengucapkannya, Futaka tiba-tiba teringat siapa atasan adiknya dan ekspresinya pun berubah aneh.

Yurika langsung menyadarinya.

"Ada apa?"

"Tidak ada."

Futaka memilih diam.

Sementara itu, ibu mereka datang dari dapur dan tanpa ragu menepuk kepala putranya.

"Jangan mengganggu adikmu."

"Ibu!"

"Siapa suruh cerewet."

Suasana rumah langsung dipenuhi tawa.

Meskipun keluarga mereka pernah mengalami masa sulit karena kegagalan investasi di masa lalu, hubungan mereka tetap hangat.

Ayah mereka, pernah kehilangan sebagian besar hartanya karena keputusan bisnis yang buruk. Untungnya keluarga mereka masih memiliki tabungan yang cukup untuk menjalani hidup dengan nyaman.

Sejak saat itu, ibunya mengambil alih seluruh urusan keuangan keluarga.

Dan selama bertahun-tahun, ayahnya tidak pernah berhasil merebut kembali kendali tersebut.

Saat makan malam dimulai, semua anggota keluarga berkumpul mengelilingi meja.

Seperti yang sudah diduga Yurika, topik pembicaraan segera mengarah pada kehidupan percintaan.

Sang ibu memandang kedua anaknya bergantian.

"Kalian berdua sudah tidak muda lagi."

Futaka langsung mengangkat kedua tangan.

"Jangan lihat aku. Desak Yurika saja dulu."

Yurika langsung menendang kakinya di bawah meja.

"Kakak!"

"Apa?"

"Mengapa harus aku?"

Futaka meletakkan sumpitnya dengan ekspresi sangat serius.

"Dengar baik-baik."

Yurika menyipitkan mata curiga.

"Pria baik itu jumlahnya terbatas."

"Mulai lagi." gerutu Yurika dengan kesal.

"Kalau kau terus menunda, nanti semuanya sudah diambil orang."

Yurika memutar bola matanya. "Kakak seharusnya mengurus dirinya sendiri dulu."

"Aku berbeda."

"Di mana bedanya?" protes Yurika

"Aku tampan."

Mendengar jawaban sang kakak membuat Yurika langsung tertawa.

"Kakak terlalu percaya diri."

Melihat keduanya mulai berdebat lagi, ibunya menghela napas panjang.

"Sudah, berhenti bertengkar saat makan."

Namun meskipun berkata demikian, senyum tipis tetap terlihat di wajahnya.

Rumah yang ramai seperti ini selalu menjadi hal yang paling ia syukuri.

"Berhenti berdebat kalian berdua."

Sang ibu mengusap pelipisnya sambil menghela napas panjang. Suara kedua anaknya yang saling sahut-menyahut sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari suasana makan malam keluarga.

Hampir setiap kali mereka berkumpul di meja makan, percakapan sederhana selalu berakhir dengan perdebatan kecil yang membuat rumah menjadi ramai.

Namun sang ayah tampaknya masih belum menyampaikan pendapatnya.

Ia meletakkan sumpit perlahan lalu menatap Futaka dengan wajah serius.

"Ayah tidak setuju dengan apa yang kau katakan."

Futaka mengangkat sebelah alisnya.

"Soal yang mana lagi?"

"Soal pernikahan." Setelah menjawab, sang ayah menoleh ke arah Yurika yang sedang diam menikmati makan malamnya.

"Menurutku, perempuan tidak perlu terburu-buru menikah. Yang penting menemukan orang yang benar-benar tepat."

Yurika yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian hanya bisa tersenyum canggung.

Namun sang ayah belum selesai. Ia menunjuk putranya tanpa ragu.

"Dan kau, Yurika. Jangan pernah mencari pria seperti kakakmu."

"Ayah!"

Futaka hampir tersedak minumannya. Namun sang ayah tetap melanjutkan tanpa merasa bersalah sedikit pun.

"Apa salahnya? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Membuka bar sepanjang hari, jam kerjanya tidak jelas, hidupnya berantakan. Kalau nanti kau membawa pulang pria seperti dia, aku pasti tidak setuju."

Futaka tertawa kesal. "Kenapa setiap pembahasan selalu berakhir dengan menyerangku?"

Ayahnya mendengus pelan. "Itu karena kau memberi terlalu banyak bahan untuk diserang."

Yurika dan sang ibu hampir tertawa mendengarnya.

Melihat tidak ada yang membelanya, Futaka langsung bersandar di kursi dengan wajah pasrah.

"Baiklah. Kalau begitu pria seperti apa yang Ayah inginkan untuk Yurika?"

Pertanyaan itu membuat pria itu berpikir sejenak. Ekspresinya berubah serius, seolah sedang menyusun daftar syarat untuk posisi penting.

"Pertama, harus tampan."

Futaka langsung menyahut.

"Lanjut."

"Memiliki pekerjaan yang baik."

"Lanjut."

"Pandai memasak."

"Lanjut."

"Berbakti kepada orang tua."

"Lanjut."

"Baik hati."

"Lanjut."

"Tidak sombong."

"Lanjut."

"Pintar."

Futaka terdiam beberapa saat. Kemudian ia menatap ayahnya dengan ekspresi datar.

"Ayah sedang mencari menantu atau karakter utama novel romantis?"

Yurika tak mampu menahan tawanya kali ini. Namun sang ayah justru mengangguk penuh keyakinan.

"Aku yakin Yurika bisa menemukan pria seperti itu."

Kalimat itu membuat suasana meja makan kembali dipenuhi tawa.

Meskipun keluarga mereka sering berdebat, tidak ada yang benar-benar tersinggung. Mereka sudah terbiasa dengan cara masing-masing dalam menunjukkan perhatian.

Tak lama kemudian, ibunya ikut bergabung dalam pembicaraan.

Ia mulai membahas beberapa kenalan yang memiliki anak seusia mereka dan secara tidak langsung menyarankan kemungkinan kencan buta.

Begitu mendengar dua kata itu, Yurika dan Futaka langsung saling pandang.

Mereka tidak perlu berbicara. Ekspresi mereka sudah cukup untuk menunjukkan bahwa keduanya memiliki pemikiran yang sama yaitu secepatnya lari dari sana.

1
partini
good story
partini
pangeran datang
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat yaa kak authorrrr jangan pelit pelit update ahhh....🤭🤭🤭
yg banyak atuhhhh kak othor update babnya 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
ciyeeee... Austin yg mulai kesemsem sama yurika . gassss lohhhh... nanti Yuri docaplok cwo lain kan mode Tsundere nya keluar😁😁😁😁
partini
lanjut
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat update yaaa
lanjuuutttt 💪💪💪💪👍
dome🌬️🌀🌀🌀
kak authorrrr jangan lama update nya yaaa... ditunggu lohhhh

yg banyaaakkkk banyaaakkkk 😁👍
dome🌬️🌀🌀🌀
ada apa ini ???

ada mantan yg lagi sok pamer bang Austin... berasa dia cwo yg paling diminati para kaum hawa🤣🤣🤣🤣
padahal kesuksesan dia karna domplengan cwe dengan status anak manager. baru manager dah berasa CEO 🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
kaannn... manis kan interaksi Yuri dan Austin... aahhhh. sumpah gemes banget dehhh.. Yuri yg kurang peka dan Austin yg kalem santai tapi diap2 perhatian
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat thor💪💪💪
Lynn_: Amin😇😇
total 5 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
hubungan cinta mereka yg polos ini sangat manis sumpah. setiap baca pokoknya berasa aku yg malu malu. liat tingkah polos Yuri dan Austin yg tenang kalem tapi kesannya menggoda iman... awaww...awwww...awwww
gemesss liat pasangan ini
aku yg cengengesan 🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
keren banget sih Thor bikin cerita yaaa..JD gwmesssss😍😍😍
Lynn_: Makasih dukungannya kak😄
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
tau ga sih Thor setiap bab bacaan berasa kayak setiap kata kata sentuhan prilaku bahkan penjabaran tentang menatap atau tatapan berasa banget ada sensasi sensual nya😄😄😄

kok aku loh yg malah jadinya baperan 😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat kak authorrrr... semangat selalu 😁😁😁👍👍ada yg beli
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh,,,, ternyata pak bos matanya jeli bener kalau berhubung dengan yirika🤣🤣🤣..pake alesan ga boleh ada hubungan romantis antar karyawan 🤣🤣
modus mu austin😄😄
makanya kali suka yonthe poin aja
gasssssssss
ntar Embay cwo lain murka lagi😁😁😁
partini
kita lihat apa ada yg cemburu
partini
cembukur
Alvia Vi
kok cm dikit up ny thor
🤭
Alvia Vi
thor ,seperti apa hub an mereka ber dua tidak ad kejelasan,ap pacaran atau seperti ap ??
terlalu kaku🙏
Alvia Vi: ok siappp thor
total 2 replies
Alvia Vi
wahhhh😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!