Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.
Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.
Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.
Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemunculan Orang-Orang Dari Masa Lalu
Song Jiao tidak menyangka Wei Zu yang merupakan pelayan setianya sejak kecil ternyata juga mendapatkan kesempatan menjalani kehidupan kedua.
"Wei Zu, apa selain kamu Cu Yun juga mendapatkan kesempatan hidup kedua?"
Selesai bertanya, Song Jiao melihat Wei Zu menganggukkan kepala, menatap Nonanya dengan penuh semangat. Tatapan yang di masa lalu sering dilihat oleh Song Jiao.
"Nona Cu Yun sedang pergi menjemput Lu Li, itu juga alasan kenapa jumlah prajurit wanita yang dikirim Jenderal Tianyu ke tempat Nona masih kurang dua orang."
Dari jawaban Wei Zu, Song Jiao akhirnya tau kalau ketiga pelayan setianya mendapatkan kesempatan hidup kedua, dan itu bisa dianggap sebagai kabar baik.
Tetapi dia tiba-tiba terpikirkan sesuatu, dan itu berkaitan dengan kehidupan pertamanya.
"Jika kalian mendapatkan kesempatan hidup kedua, ada kemungkinan musuh-musuhku di masa lalu juga mendapat kesempatan yang sama!"
Mendengar ucapan Nonanya, Wei Zu cepat menggelengkan kepala, dan dia mulai menceritakan peristiwa setelah kematian Song Jiao di kehidupan pertamanya.
"Setelah kematian Nona, Pangeran Xiao Yan menggunakan sebuah artefak peninggalan leluhur untuk membuat kita bertiga mengikuti jiwa Nona, tapi sebelum kami benar-benar pergi, kami bertiga melihat Pangeran Xiao Yan kehilangan kesadaran lebih cepat, dan ada kemungkinan Pangeran juga mengikuti jiwa Nona ke dunia ini!"
"Kalian ini benar-benar bodoh, terutama dia si Xiao Yan yang hanya tau bagaimana membuatku bahagia sampai akhir hayatku!"
Song Jiao ingin marah, tapi di satu sisi dia merasakan sebuah kehangatan atas apa yang dilakukan Xiao Yan, pria yang selalu menyayanginya, meski pria itu tau wanita yang disayanginya tidak akan hidup lebih lama.
Itu juga alasan kenapa di kehidupan sebelumnya Song Jiao menolak lamaran Xiao Yan. Bukan karena tidak menyayangi pria itu, melainkan karena dia tidak ingin membuat pria itu bersedih setelah kepergiannya.
Tetapi keputusannya salah, ternyata pria itu bahkan rela melakukan hal yang di luar nalar hanya untuk bisa kembali bertemu dengannya.
Tidak lama Cu Yun dan Lu Li akhirnya tiba, dan sama persis seperti apa yang sebelumnya dilakukan Wei Zu, mereka langsung memeluk Song Jiao, sesuatu yang dulu sering mereka lakukan meski status mereka di masa lalu hanyalah seorang pelayan, sementara Song Jiao adalah sosok Jenderal Perang yang bahkan Kaisar saja sangat menghormatinya.
Di sisi Song Jiao, dia senang dengan kehadiran kembali ketiga pelayan setianya, juga tiga orang yang dimasa lalu diam-diam dilatihnya sampai memiliki kekuatan setara para Jenderal Muda.
"Kenapa kalian sekarang menjadi sangat cengeng?"
"Lu Li tidak cengeng, Lu Li tetap pelayan Nona yang paling manis dan mengemaskan!"
Lu Li tersenyum setelah melepaskan pelukannya, tapi karena wajahnya yang basah oleh air mata ditambah sebuah senyuman, Song Jiao benar-benar merasa gemas, dan anehnya dia sekarang baru sadar kalau penampilan mereka bertiga 80 persen mirip dengan penampilan di kehidupan pertamanya.
'Ternyata bukan penampilanku saja yang hampir sama persis, tapi mereka juga hampir sama, dan mungkinkah dia juga akan memiliki penampilan yang hampir sama jika benar-benar terlahir kembali di dunia ini?'
Song Jiao bicara dalam hati, dan entah kenapa dia memiliki keinginan untuk kembali dipertemukan dengan pria yang banyak berjasa dalam kehidupan pertamanya.
Sekarang karena ketiga pelayannya kembali berada di sisinya, tidak mungkin bagi Song Jiao menempatkan mereka di barisan para prajurit yang akan mengikutinya ke medan perang, tapi karena mereka bersikeras ikut pergi ke medan perang, Song Jiao hanya bisa mengabulkan apa yang menjadi keinginan mereka.
Lagipula kemampuan mereka bisa disetarakan dengan Qin Zixuan, membuat Song Jiao merasa tidak masalah menyertakan mereka di barisan prajurit wanita yang mulai hari ini berada di bawah kepemimpinannya.
***
Sore harinya saat Qin Zixuan datang menemui Song Jiao, dia melihat adiknya itu sedang mengawasi latihan seratus prajurit wanita.
Latihan yang disaksikan langsung oleh Qin Zixuan tampak jauh lebih terarah daripada latihan yang selama ini dilakukan oleh prajurit keluarga Qin yang tergabung dalam pasukan Harimau Besi.
Ketika Qin Zixuan ingin melangkah masuk ke tempat yang dikhususkan untuk prajurit wanita, tiba-tiba di depannya muncul sosok Wei Zu, dan tanpa basa-basi dia langsung menyerang Qin Zixuan, membuat pria itu sama sekali tidak meremehkan serangan yang datang sangat cepat dan teratur, sangat sulit dihadapi jika dia melawannya dengan setengah hati.
Tetapi meski sudah melawan dengan bersungguh-sungguh, tetap saja Qin Zixuan berhasil ditumbangkan oleh Wei Zu, dan semua itu tentu saja atas perintah Song Jiao, dimana dia ingin menunjukan bahwasanya kakaknya itu masih butuh latihan yang lebih keras untuk benar-benar pantas menyandang gelar Jenderal Muda.
"Adik, siapa wanita yang baru menyerangku? Dia sangat kuat, aku sama sekali bukan tandingannya!"
Qin Zixuan penasaran dengan identitas asli Wei Zu.
Song Jiao yang membantu Qin Zixuan berjalan ke tempatnya setelah dihajar Wei Zu, dia mewakili ketiga pelayannya itu memperkenalkan diri pada Qin Zixuan, membuat pemuda itu melotot lebar begitu tau kalau lawannya barusan bukan sekedar prajurit wanita, tapi dia adalah satu dari tiga pelayan yang baru saja bertemu kembali dengan adiknya.
'Pelayan, seorang pelayan wanita!'
Qin Zixuan tiba-tiba menggelengkan kepala, merasa ada yang salah dengan isi kepalanya karena kata-kata pelayan dan juga pelayan wanita terus saja bergema di kepalanya.
Dalam situasi seperti sekarang ini dia merasa benar-benar terlalu cepat untuk menjadi seorang Jenderal Muda, bahkan saat menghadapi wanita pelayan saja dia masih belum sanggup melakukannya.
Bukannya merasa terhina dan diremehkan, tapi Qin Zixuan justru menemukan tantangan baru, yaitu dia ingin secepatnya bisa mengimbangi Wei Zu, dan membuatnya memiliki kepantasan sebagai sosok Jenderal Muda.
Dengan langkat kaki tertatih-tatih, Qin Zixuan menghampiri Wei Zu, dan dengan suara lantang dia berterimakasih pada wanita itu, dan terang-terangan menantang Wei Zu kembali melakukan pertarungan di masa depan.
"Jenderal Muda Zixuan, sebuah kehormatan bisa menerima tantangan Jenderal Muda!"
Wei Zu menerima tantangan itu, tentunya setel melihat Song Jiao menganggukkan kepala.
Setelah kepergian Qin Zixuan yang belum lama ini dihajar habis-habisan oleh Wei Zu, puluhan prajurit wanita melanjutkan kembali latihan mereka, dan apa yang baru diperlihatkan Wei Zu menjadi pendorong prajurit wanita lainnya untuk bisa menjadi lebih kuat, hingga mereka pantas menjadi bagian dari prajurit di bawah kepemimpinan Song Jiao.
Mereka orang-orang baru sudah mendengar cerita dari prajurit yang sudah lama mengikuti Song Jiao, membuat mereka tau bahwa sosok gadis muda yang terlihat lemah, ternyata itu semua hanyalah sebuah kamuflase untuk menutupi siapa dia yang sesungguhnya.
Tidak ingin kelak hanya akan menjadi beban, mereka bertekad menjadi semakin kuat, kalau perlu lebih kuat dari seluruh prajurit pria yang dimiliki keluarga Qin.