Karena kecerobohan nya sendiri seorang pria dewasa menarik tangan seorang gadis yang sedang berjalan dan dia membawanya ke suatu tempat.
Apakah yang terjadi kepada gadis malang itu?
ayok baca ceritanya hanya di noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nouna Sagitarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Hari-hari pun telah berlalu sekarang Khanza dan anak -anak nya sudah kembali ke rumah nya yang berada di kota sedangkan satria telah membeli rumah yang dekat dengan Khanza.
Sekarang Khanza berada di hotel, dia di undang oleh pemilik hotel untuk menghadiri acara syukuran hotel baru milik Dika.
Dia tidak datang sendiri dia membawa anak-anak nya karna si kembar tidak mau di tinggal.
"Mah....Fadil ngantuk."ucap Fadil karena memang ini jam sudah menunjukan pukul 22.00.
"ayoo kita ke kamar."
Setelah itu Khanza membawa anak-anak nya ke lantai atas,karena dia juga merasa sudah ngantuk."
"Bang aku istrahat duluan,tidak apa-apakan?."katanya meminta ijin sama satria.
"Tidak apa-apa,apa perlu Abang temani?."
"Tidak perlu?."
Mereka sudah berada di depan Pintu lift,setelah pintu lift terbuka mereka segera masuk dan memencet angka di mana kamarnya berada. Tapi Khanza tidak tau bahwa seseorang telah mengikutinya dari tadi.
Setelah menidurkan ke dua anak-anak nya khanza segera beranjak dari tempat tidur tapi sebelum itu dia ingin ke toilet,setelah selesai dia ikut merebahkan diri di samping fadil . Tapi belum juga merebahkan diri seseorang memencet bel sehingga mau tak mau Khanza harus membukanya karena dia tidak ingin suara bel itu mengganggu tidur anak-anak nya.
Cek lek...
" Khanza beri aku waktu untuk menjelaskan nya tolong..."ucap Arkan cepat-cepat setelah pintu di buka karena dia tidak ingin Khanza menutup pintu lagi dan mendengar kata-kata judes yg keluar dari mulut Khanza.
"Mau jelasin apa lagi!?,Cepat saya tidak ada waktu!."
"Kita bicara di bawah."
"Tidak!,saya tidak bisa meninggalkan anak-anak sendirian di sini!."
"Ok, sebentar."Setelah itu Arkan mengeluarkan handphone nya dan menghubungi seseorang,setelah melihat orang itu datang Arkan langsung memberikan perintah ke pada orang tersebut.
"Siapa dia?!,Mau apa dia di kamar ku, jangan sembarangan menyuruh orang asing!."
"Dia kenalanku, dia yg akan menjaga anak-anak kita!."
Mereka anak-anak ku!."
"Iya anak-anak mu,maafkan aku!".
" Saya titip anak-anak saya sebentar, tolong jaga dia, kalau Farah bangun elus saja kepalanya nanti dia akan tidur kembali."ucap Khanza ramah,berbeda kalau berbicara dengan arkan bawa,an nya ngegas terus.
Setelah keluar dari kamar arkan langsung menarik tangan khanza sehingga khanza sedikit berontak karena lagi-lagi Arkan menarik nya,orang-orang yg melihat nya hanya bisa bisik-bisik apalagi para karyawan hotel mereka tidak berani membuka suara walaupun mereka penasaran tapi Meraka lebih baik diam Saja dari pada berurusan dengan orang yg tidak berperasaan seperti Arkan .sedangkan Arkan tidak menyadari bahwa orang-orang memperhatikan mereka Khanza hanya fokus ke tangan nya yg di tarik sama Arkan dia tidak menyadari bahwa Arkan membawanya ke sebuah kamar yg begitu luas bahkan dua kali lipat dari kamar yg dia tempati.
Tiba di kamar Arkan melepaskan tangan Khanza.
"Kenapa anda selalu main tarik tangan saya!".
"Karena kamu lama!".
"Terserah saya dan....?" Khanza kaget setelah melihat di sekelilingnya, ini bukan di restauran hotel tapi ini adalah sebuah kamar.
" Kenapa anda membawaku kesini.?!"tanya Khanza dan melangkah menuju pintu tapi sayang pintunya sudah di kunci sehingga dia berbalik dan menatap tajam ke arah Arkan.
"Apa yg ingin kamu lakukan dan membawaku ke sini!, Kamu ingin memperkosaku lagi?,Memang benar ya,yg di kata kan orang -orang kalau memang bajingan sampai kapan pun tidak akan pernah berubah tetap bajingan.!Hardik Khanza tajam dengan tatapan menusuk.
" Saya tidak akan pernah memaafkan mu! Keluarkan saya dari sini!".ucap Khanza sambil berteriak karna melihat Arkan hanya diam dan berjalan mendekatinya.
"Jangan mendekat atau aku tidak akan pernah memberitahu kan kalau kamu ayah si kembar!." Ucapnya lagi, Khanza sudah ketakutan karena Arkan yg hampir setahun ini yg dia lihat berbeda dengan Arkan yg sekarang. Tapi Arkan tidak berhenti dia terus berjalan ke arah Khanza dan alangkah terkejutnya Khanza melihat Arkan yg sudah bersimpuh di bawah kakinya Khanza menutup mulutnya tidak percaya,memang dia pernah melihat Arkan merendahkan dirinya di hadapan ke dua orang tua nya tapi tidak seperti ini kalau saja Khanza tidak mundur pasti Arkan sudah mencium kakinya.
"Apa yg kamu lakukan!".teriak Khanza.
Arkan mendongak dan tatapan nya bertemu dengan Khanza.
" Kamu bilang aku brengsek,aku bajingan dan masih banyak lagi, yah memang aku bajingan,aku tidak pantas di maafkan karena perbuatan ku dulu ke padamu, tapi aku hanya ingin meminta satu kali lagi kesempatan untuk bisa berada di dekat kalian terutama anak-anak. Aku mohon Khanza beri aku kesempatan, aku benar-benar menyesal. asal kamu tau selama ini aku hidup di hantu ni rasa bersalahku pada mu,waktu itu aku ingin melihat mu ,ingin tau ke adaan mu dan aku sudah pulang tapi kamu sudah tidak ada,aku menyuruh orang untuk mencari mu tapi hasil nya nihil mereka tidak mendapatkan informasi tentang mu.
Aku mohon beri aku kesempatan?."ucap Arkan lirih terserah Khanza beranggapan apa tentangnya yg pasti dia hanya ingin maaf dan kesempatan dari manta istrinya. Ini jugalah alasan arkan membawa Khanza di kamar nyaa karena dia tidak ingin di ganggu oleh orang-orang pastinya dia masih berpikir waras dia tidak ingin karyawan dan para tamu melihat dia bersimpuh dan menangis walau bagai manapun dia adalah orang ke dua yg di segani di hotel ini.
"Bangun lah..."ucap Khanza parau karena dia juga terisak mengingat waktu dia mengandung dan melahirkan walau pun ke dua orang tuan nya ada tapi namanya wanita yg ingin melahirkan dia ingin sekali di temani sama suaminya.
" Kamu tau waktu itu, aku berharap ada keajaiban dan kamu tau apa yg ku harap kan?,Itu adalah kamu walaupun itu tidak mungkin.
Waktu aku ngidam ini dan itu aku selalu membayangkan mu bahwa kamu lah yg datang membawakan nya dan mengabulkan semua ke inginan ku, tapi itu hanya lah hayalan ku, aku iri melihat ibu hamil lain nya yg selalu di temani sama suami nya, aku sangat iri ke pada mereka yg bermanja-manja ke pada suaminya,aku juga ingin merasakan di elus perutnya oleh suami nya. Aku terus menunggumu sampai aku tertampar olah kenyataan bahwa kita hanya menikah karena suatu kesalahan.
"Maaf kan aku, aku menyesal."ucap arkan yg tidak di respon sama Khanza.
" Aku akan menerima apapun ke putusan mu, tapi aku mohon jangan biarkan anak-anak tidak mengenaliku setidak nya beritahukan pada mereka bahwa mereka masih memiliki ayah..."ucap arkan lirih dan mengeluarkan dengan air mata yang yang sudah bercucuran.
"Aku ingin keluar..." Hanya itu yg keluar dari mulut Khanza lalu dia berdiri,di ikuti oleh Arkan.
Saat Arkan membuka pintu kamar Khanza cepat - cepat mendorong Arkan dan langsung keluar dari kamar itu sedangkan Arkan hanya membuang nafasnya pelan.
...🌷ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ🌷...