Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.
Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.
Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.
Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Panas
Malam telah larut, menyisakan kesunyian yang mencekam sekaligus intim di dalam kamar utama klan Cyrillus. Setelah siang harinya memerintahkan Vlad untuk memanipulasi hasil pemeriksaan medis, Arzeus Ezoic Cyrillus sama sekali tidak membuang kesempatan emas yang telah diciptakannya sendiri. Lagipula, dia sudah sangat lama tidak menyentuh Yorinka, terhitung sejak malam kelam yang menorehkan trauma mendalam pada mental istrinya tersebut.
Di lubuk hatinya yang terdalam, Zeus merindukan momen berbagi keringat dengan Yorinka. Ia merindukan bagaimana tubuh wanita itu merespons sentuhannya, merindukan suara desahan halus dan erangan kepuasan yang keluar dari bibir ranum Yorinka. Namun, di atas segala hasrat nya, ada satu hal penting yang menjadi misi utama Zeus malam ini, ia ingin mengikis habis, bahkan menghilangkan total trauma Yorinka atas sentuhan kasarnya di masa lalu.
Zeus melangkah mendekati ranjang berukuran king size tempat Yorinka sedang duduk bersandar dengan perasaan takut dan ragu yang amat sangat. Wanita itu meremas ujung dress tidur satinnya, menatap kedatangan Zeus dengan mata bulatnya yang berkaca-kaca.
"Zeus... apakah kita benar-benar harus melakukannya?" tanya Yorinka dengan nada suara yang bergetar pelan
Sifat penakutnya malam ini kembali mendominasi, bergolak hebat melawan rekomendasi medis palsu yang disampaikan Vlad siang tadi.
"Perutku... perutku benar-benar sudah besar. Aku takut si Gendut di dalam sini kenapa-kenapa" ucapnya bergetar
Zeus tidak menjawab dengan kekakuan formal seperti biasanya. Pria dominan itu naik ke atas ranjang secara perlahan, mengikis jarak di antara mereka hingga Yorinka bisa merasakan hembusan napas maskulinnya yang hangat. Zeus meraih kedua tangan Yorinka yang gemetar, menggenggamnya dengan kelembutan yang tidak pernah disangka akan dimiliki oleh seorang pemimpin klan mafia yang kejam.
"Hei, tatap mata ku, sayang" bisik Zeus
Zeus mengubah gaya bahasanya menjadi sangat santai namun sarat akan ketegasan yang manis. Nada suaranya begitu lembut, seolah sedang menenangkan seekor merpati yang ketakutan.
"Vlad adalah dokter terbaik di Rusia. Dia tidak akan memberikan saran yang membahayakan anak kita. Dan yang paling penting... kamu harus percaya padaku" ucapnya lembut
Yorinka mendongak, mencoba mencari kebohongan di dalam manik mata elang Zeus. Namun, yang ia dapati malam ini hanyalah pancaran kehangatan dan ketulusan yang pekat.
"Aku tahu... Aku pernah menjadi monster yang menggoreskan luka di hatimu" lanjut Zeus
Jemari besarnya bergerak naik untuk mengusap lembut pipi tembam Yorinka yang memerah efek kehamilan.
"Maka malam ini, izinkan aku memperbaikinya. Aku berjanji, kali ini aku akan melakukannya dengan sangat lembut. Tidak akan ada rasa sakit, hanya ada kenyamanan" ucapnya serius
Mendengar berbagai pujian manis dan janji yang keluar dari bibir Zeus, rasa ragu di hati Yorinka perlahan mulai mencair, meskipun debar ketakutan di dadanya masih tersisa sedikit. Sebelum wanita itu sempat membalas ucapan tersebut, Zeus sudah memajukan wajahnya, menautkan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang teramat manis, lambat, dan sarat akan perasaan mendalam.
Ciuman itu menjadi pembuka bagi malam yang panjang di kamar utama Cyrillus. Zeus menanggalkan pakaiannya sendiri sebelum dengan sangat hati-hati membantu Yorinka melepaskan dress tidur satin yang dikenakannya, menyingkap keindahan tubuh istrinya yang kini kian berisi dan membulat anggun efek mengandung.
Tatapan mata Zeus yang intens menatap kagum pada dua gundukan milik Yorinka yang membesar. Keindahan visual itu membuat pikiran kotor Zeus di pagi hari kala itu kembali terangsang hebat, namun ia tetap mempertahankan kontrol dirinya agar tidak bertindak kasar.
"Kau sangat cantik, Yorinka. Demi Tuhan, bentuk tubuhmu saat mengandung seperti ini justru membuatmu terlihat berkali-kali lipat lebih seksi" puji Zeus dengan suara serak yang seksi sambil memberikan kecupan-kecupan hangat di sepanjang rahang hingga turun ke leher jenjang Yorinka
Sentuhan lembut yang diberikan Zeus malam ini benar-benar berbeda. Pria itu menepati janjinya. Setiap usapan tangan kekarnya di atas kulit mulus Yorinka dilakukan dengan penuh kehati-hatian, seolah-olah ia sedang menyentuh barang porselen yang paling berharga dan rapuh di dunia. Kehangatan tubuh Zeus yang maskulin perlahan-lahan mengusir sisa-sisa hawa dingin trauma yang selama ini mengurung mental Yorinka.
Ketika jemari Zeus mulai menjelajahi area sensitifnya dengan ritme yang teratur dan penuh keahlian, pertahanan Yorinka runtuh sepenuhnya. Ketakutan yang semula mendominasi kini menguap, digantikan oleh sengatan gairah yang membakar gairah wanitanya.
Nyatanya, Yorinka pun mulai menikmati penyatuan intim ini. Tubuhnya melengkung halus menerima setiap sentuhan manis dari suaminya.
"Ah... Zeus..." sebuah suara desahan kenikmatan akhirnya lolos dari bibir ranum Yorinka memecah keheningan kamar
Mendengar erangan kepuasan dari istrinya, seringai kemenangan yang seksi terukir di wajah Zeus. Sisi dominannya terpuaskan, bukan hanya karena hasrat biologisnya tersalurkan, melainkan karena ia tahu ia telah berhasil menjinakkan ketakutan Yorinka. Zeus memosisikan tubuhnya dengan sangat hati-hati, memastikan perut buncit Yorinka tidak tertekan sama sekali saat ia mulai menyatukan tubuh mereka dalam ritme yang lambat namun menghujam dalam, berbagi keringat di bawah temaramnya lampu tidur.
Malam itu berlalu dengan sangat lambat di dalam kamar ganda tersebut. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam, saling bertukar kehangatan, berbagi desah kenikmatan, dan membiarkan keringat penyatuan mereka menjadi saksi bisu atas runtuhnya dinding trauma di antara keduanya. Yorinka berkali-kali mencengkeram bahu tegap Zeus, menyalurkan rasa nikmat yang membuncah di dadanya hingga tak menyadari bahwa malam telah berganti subuh.
Keesokan pagi harinya, fajar baru saja menyingsing di ufuk timur. Zeus terbangun lebih awal dari biasanya. Tubuhnya terasa sangat segar, dan rasa nyeri di bahunya akibat jahitan kemarin seolah lenyap begitu saja, digantikan oleh kepuasan batin yang mutlak.
Zeus mengubah posisinya menjadi bertopang dagu, menatap kagum ke arah Yorinka yang masih terlelap pulas di sampingnya. Sisa-sisa malam panjang mereka masih tercetak jelas, tubuh polos Yorinka tertutup sebagian oleh selimut beludru tebal, dan wajah cantiknya tampak merona kemerahan dengan sisa peluh yang mengering di pelipis.
Mengingat kejadian beberapa jam lalu, Zeus tidak bisa menahan senyum tipisnya. Mereka melakukannya cukup lama malam tadi. Intensitas gairah Zeus yang begitu besar seolah tidak ada habisnya, terus menuntut kehangatan dari tubuh Yorinka. Andai saja menjelang subuh tadi Yorinka tidak menangis kecil sembari memohon dengan suara cengengnya untuk usai karena kelelahan, tampaknya Zeus masih akan melanjutkan aktivitas ranjang mereka hingga matahari meninggi pagi ini.
“Maafkan aku, sayang. Aku terlalu merindukanmu” guman Zeus dengan gaya bahasa santainya yang hangat
Zeus mengulurkan tangan untuk mengelus lembut rambut Yorinka yang berantakan di atas bantal.
Yorinka bergerak sedikit dalam tidurnya, merespons elusan tersebut dengan gumaman kecil yang manja, lalu kembali menyembunyikan wajahnya di bawah selimut. Melihat kepolosan istrinya, sisi protektif dan cinta yang selama ini diragukan oleh Zeus kini mengkristal dengan sangat nyata.
Di luar kamar ini, ia mungkin harus kembali menjadi Arzeus yang kejam, memimpin Josh dan Dom untuk merancang skenario aksi pembalasan berdarah terhadap klan musuh yang berani mengusik ketenangannya. Namun di atas ranjang ini, setelah malam penuh peluh dan gairah yang panas tersebut, Zeus bersumpah di dalam hatinya bahwa ia akan menjaga kehangatan dan senyuman Yorinka dengan seluruh jiwa dan raga yang dimilikinya. Misteri tentang masa depan mungkin masih menghadang, namun malam ini telah membuktikan bahwa dominasi kelembutan mampu menyembuhkan luka sedalam apa pun itu.
🔪🔪🔪
Ada ya suami yang melakukan segala cara supaya bisa mendapatkan hak nya.😭 Bener-bener dah si Zeus ini. 😒
Penasaran kan kelanjutannya? Sok atuh kalian komen dulu, like , vote dan subscribe ya.
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya