----
"Ugh ..."
Nayra tersentak bangun dari mimpi buruknya ... sebuah mimpi tentang seorang wanita yang di khianati oleh orang-orang terdekatnya.
Namun sialnya, mimpi buruk itu ternyata menimpa dirinya sendiri!
Dia di khianati oleh orang-orang terdekat yang dia percaya, termasuk suaminya sendiri.
Setelah dia mengalami keguguran dan kehilangan bayi yang ada di dalam kandungannya, dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakit yang dia terima.
"Kalian akan merasakan, apa yang aku rasakan! Tunggulah pembalasanku!"
Spin-off dari Novel : Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku.
Bagaimana mana kisahnya....
Yuk baca kisah lengkapnya....
Jangan lupa like, komen dan kasih rating 5.
Follow Ig : Hans_Sejin13.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1. MALAM YANG SUNYI SETELAH MIMPI
...𝐇𝐀𝐏𝐏𝐘 𝐑𝐄𝐀𝐃𝐈𝐍𝐆...
...══════ஜ▲ஜ══════...
Tik... Tak... Tik... Tak...
Bunyi jam dinding yang nyaris tak terdengar. Aku menatap langit-langit di malam yang sunyi menunggu kedatangan suamiku.
Sudah jam 23:45. Suamiku belum juga pulang ke rumah. Aku terus menunggu kepulangannya.
Krek...
Suamiku baru saja pulang dari kantor. Aku melihat wajahnya yang sangat lelah sehabis pulang berkerja.
"Mas.! Kok baru pulang.?" aku bertanya kepada suamiku.
Namun suamiku memalingkan wajahnya, menganggap seolah-olah aku tidak terlihat olehnya.
"Mas. Kamu kemana saja? Jam segini kok, kamu baru pulang, mas?" aku kembali bertanya kepada suamiku.
Namun apa yang suamiku katakan? Ia marah kepada diriku. Ia menganggap bahwa diriku terlalu cerewet.
"Berisik.!! Apa kamu tidak bisa diam? HAH.!! Kamu tidak lihat aku baru pulang kerja."
Suamiku berteriak kepada ku. Wajahnya menatap sinis kepada diriku. Aku hanya bertanya karena aku khawatir terjadi sesuatu yang tidak aku inginkan menimpa dirinya.
"Mas... Mas Fadli.! Apa Mas lapar? Apa Mas sudah makan? Kalau belum sebentar ya Mas, aku anget-in dulu."
Aku bertanya kepada suamiku apakah dia lapar, apakah ia sudah makan. Padahal aku sengaja masak banyak hari ini.
Aku menahan lapar ku hanya untuk makan bersama dengan suamiku. Aku pergi membawa masakan ku dan menghangatkan kembali semua masakan ku.
"Nayra.! Sekalian siapkan air hangat untuk ku mandi."
"Iya mas."
Aku dengan sepenuh hati melayani suamiku setiap hari. Walaupun terkadang aku merasa lelah dan letih dengan sikapnya kepadaku.
Aku menyiapkan air hangat untuknya sambil menghangatkan masakan ku. Setelah selesai aku memanggil suamiku.
"Mas.! Aku sudah selesai. Mas mau makan apa mandi dulu?"
Aku bertanya kepada suamiku. Ia bangun dari sofa kemudian berjalan mendekati meja makan.
Suamiku mencicipi masakan yang aku masak sendiri. Ia mengambil sesendok sayur yang aku buat. Lalu apa yang suamiku katakan.?
"Cuih...! Sayur apa ini hambar sekali.?"
Aku mencicipi sayur yang aku masak. Namun aku merasa bahwa rasa sayur yang aku masak rasanya sudah pas.
Suamiku mencicipi lauk pauk. Dia kembali melelehkan masakan yang aku masak dengan sepenuh hati untuknya.
"Apa-apaan ini.! Semua masakan mu tidak ada yang enak."
Aku kembali mencicipi lauk pauk yang aku masak. Tapi menurut ku rasanya sudah pas dan terasa enak di lidah ku
"Mas.! Tapi menurut ku rasanya enak kok. Aku memasak semua ini dengan sepenuh hati untuk Mas."
"Alah. Banyak alasan kamu! Dasar istri tidak berguna." teriak suamiku, suaranya mengerang keras, sambil menunjuk wajahku.
Lalu apa yang di lakukan oleh suami ku? Ia melempar dan menjatuhkan semua yang aku masak ke lantai.
Brak... Prang...
Suara mangkuk, gelas dan piring kaca jatuh ke lantai dan pecah. Seluruh masakan ku tumpah dan berserakan di lantai.
"Lain kali masak yang bener. Aku baru pulang kerja langsung kamu buat marah."
Suamiku memarahi diriku yang dia anggap tidak berguna sama sekali. Padahal hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan. Hari aku telah menjadi istrinya selalu satu tahun.
Suamiku pergi ke kamar mandi. Aku membereskan semua makanan dan serpihan kaca yang berserakan di lantai.
Aku tidak bisa menahan kesedihan yang akan dalam hatiku. Mataku mulai berkaca-kaca. Nafas ku mulai tidak teratur.
Akhirnya aku menangis sambil membereskan semuanya. Aku bersedih kenapa diriku tidak pernah di hargai olehnya setelah kami menikah.
"Mas.! Ini adalah hari ulang tahun pernikahan kita. Kenapa kamu seperti ini. Tidakkah kamu menghargai usaha ku Mas. Apa kamu tidak ingat hari ini hari apa.? Hiks... Hiks... Hiks..."
Aku selesai membersihkan semuanya. Saat itu suamiku sudah selesai membersihkan dirinya. Aku-pun masuk ke dalam kamar.
Aku berbaring di tempat tidur. Menunggu dirinya masuk ke dalam kamar. Namun ia hanya melirik ke arahku sekilas.
Suamiku langsung tidur di samping ku tanpa menghiraukan diriku yang sudah lama menunggu dirinya.
"Mas.! Mas Fadli. Kamu sudah tidur Mas.?"
Tampak suamiku sudah tertidur pulas. Aku tidak mengerti. Sudah satu tahun aku menikah dengannya. Namun ia tidak pernah menyentuh diriku sekalipun.
Aku juga merasa heran kenapa ia menikahi ku tapi tidak pernah menyentuh diriku. Setelah menikah di malam pertama ia langsung pergi ke kantor meninggalkan diriku.
Setiap hari ia selalu lembur dan bahkan ia pulang tiga hari sekali. Ia tidak pernah sekali pun menyentuh diriku.
Terkadang aku bertanya-tanya sendiri di dalam hatiku? Apakah aku tampak menjijikkan? Apakah aku tidak menarik? Setiap malam aku berpikir seperti itu.
Terkadang aku berpikir setelah aku menikah dengannya aku akan terbebas dari rumah yang seperti neraka.
Ternyata setelah aku keluar dari rumah yang seperti neraka itu, justru aku hanya berpindah tempat ke neraka selanjutnya.
Saat usiaku 10 tahun, aku di adopsi oleh sebuah keluarga yang mau mengangkat ku menjadi anak mereka.
Aku sangat senang waktu itu. Akhirnya aku memiliki keluarga. Aku merasa sangat bahagia sampai akhirnya aku di bawa ke rumah mereka.
Setelah itu hari-hari ku bagaikan di dalam neraka. Tidak ada satupun dari keluarga itu yang baik kepada diriku. Mereka semua mengabaikan ku dan menyiksa diriku.
Apalagi Mama ku. Saat pertama kali aku sampai di rumah itu. Aku tidak di sambut hangat oleh keluarga itu.
Aku tidur di sebuah kamar kecil yang penuh dengan debu. Hanya ada sebuah tempat tidur kecil yang penuh dengan debu.
Sedangkan sekarang aku tinggal bersama dengan keluarga suamiku. Setiap hari aku harus mengurus rumah membuat sarapan dan mencuci semua pakaian anggota keluarga di sini.
Aku sudah seperti seorang pembantu bagi mereka. Setiap hari aku harus melayani mereka dan menyiapkan semuanya sendiri.
...══════ஜ▲ஜ══════...
Pagi itu suamiku pergi ke kantor pagi-pagi sekali sebelum aku bangun ia sudah tidak ada. Aku mencuci pakaian suamiku dan melihat ada noda lipstik di kemeja yang ia pakai kemarin.
"Mas.! Kenapa ada bekas lipstik di baju mu?" tanya ku dalam hati.
Dalam hatiku aku merasa curiga kepadanya. Apakah ada sesuatu yang disembunyikan olehnya. Rasa curiga muncul di dalam hati dan pikiranku.
"Mas.! Kenapa hatiku tiba-tiba saja curiga sama Kamu, Mas.!"
Aku mencoba menyingkirkan pikiran itu. Walaupun begitu aku tetap percaya kepada-nya. karena selama ini dia selalu ada saat aku membutuhkan perhatian.
Walaupun setelah kami menikah sikapnya berubah drastis. Tetap saja aku mencintai dirinya sepenuh hati.
Sampai akhirnya aku mengetahui rahasia yang seharusnya tidak aku ketahui. Rahasia yang telah lama di sembunyikan oleh suamiku.
Sebuah rahasia besar yang menghancurkan hidup ku. Semuanya tiba-tiba saja berubah saat diriku mengetahui dan melihat dengan mata kepalaku sendiri rahasia besar yang ia sembunyikan.
...══════ஜ▲ஜ══════...
...𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐁𝐔𝐍𝐆...
...•...
baca nya
kalau aku yang jadi istri mu, wes tak tinggal pergi