NovelToon NovelToon
Aku Tak Sempurna

Aku Tak Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Kesempurnaan seorang wanita adalah ketika bisa hamil dan melahirkan. Tapi, bagaimana jika bagian terpentingnya harus di relakan karena sebuah takdir. Apa yang harus kita lakukan? Sementara hidup terus berjalan.

Berdamai dengan sebuah takdir dan menjalani kehidupan seperti biasa adalah hal yang harus di lakukan. Itulah yang di lakukan seorang gadis belia yang harus menyerah pada takdir yang di miliknya.

"Kenapa Tuhan takdirkan aku seperti ini? Apa salah aku?".....

......

Cerita ini hanya hayalan penulis ya... Jadi, maaf jika ada kesamaan karakter atau apapun...

Semoga suka dengan cerita baru nya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Almamater

Setelah menginap beberapa hari di rumah sakit yang ternyata Dita mengalami infeksi pada pencernaannya sekarang Dita kembali pada aktivitas nya sebagai mahasiswi kedokteran. Karena sakit kemarin membuatnya harus menerima ceramah dari Ibu Rani terkait makanan yang masuk ke dalam lambung nya.

"Makanya jangan ngeyel Dit." Laela.

"Perasaan sebelum gw ketemu Mami pencernaan gw baik-baik aja deh. Kenapa pas banyak yang merhatiin begini malah pencernaan gw bermasalah." Dita.

"Itu tandanya pencernaan lu tau diri." Angel.

"His... Mana ada begitu." Dita.

"Dita.."

"Wih,, pangeran lu tuh datang." Angel.

"Mana ada begitu. Pangeran lu kali La." Tunjuk Dita pada Laela.

"Dit, Sorry kemarin aku ngga sempet jenguk kamu. Katanya kamu sampe di rawat ya." Ucap Bagas.

"Iya ngga apa Gas. Santai aja kali. Gw juga udah ada yang nungguin kok." Jawab Dita santai.

"Kamu marah sama aku Dit?" Tanya Bagas dengan percaya dirinya.

"Hahaha...."

Tiba-tiba saja Angel dan Laela tertawa mendengar ucapan Bagas yang begitu percaya diri.

"Pede banget deh ni cowok ampun gw mah." Laela.

"Apaan si Lu ikut campur aja." Bagas.

"Buat apa juga Dita marah sama Lu Gas. Emang lu siapa?" Angel.

"Eh, udah... Udah gw ngga apa-apa Gas. Gw baik-baik aja. Lu ngga usah khawatirin gw." Dita.

"Tapi Dit.."

Belum selesai Bagas ngomong Angel memotong kembali.

"Dokter Bagas yang terhormat. Udah yah bobo nya, mending sekarang bangun terus liat baik-baik sekeliling Dokter Bagas pasti ada perempuan yang bener-bener sayang banget sama dokter Bagas. Oke.... Dah bangun ayo bangun." Ucap Angel menepuk lengan Bagas.

"Sorry ya Gas kita duluan." Dita.

"Dit..."

"Jangan sia-siakan waktu muda anda tuan." Ucap Laela sambil berlalu.

"Argh... Susah banget sih dapetin dia." Gerutu Bagas.

"Jangan di kejar Gas nanti malah tambah pergi mending ulur dulu nanti tarik lagi." Ucap salah satu teman Bagas.

"Gw yakin dia suka sama gw kok. Buktinya setiap gw chat dia selalu bales kok." Bagas.

"Jangan terlalu yakin karena balasan Chat Gas. Gw aja pernah chat dia dan dia balas tuh. Padahal kita baru kenal di sini." Jawab salah satu mahasiswa yang juga praktek di rumah sakit tersebut.

"Jangan baterai Gas. Dia kayanya emang baik ke semua orang."

"Tau ah..." Bagas.

Setelah menjalankan aktifitas yang melelahkan seharian di rumah sakit saatnya pulang dan beristirahat. Sore ini Dita di jemput Dokter Wijaya langsung. Saat berjalan menuju lobi rumah sakit terlihat Dokter Wijaya tengah berbincang dengan salah satu dokter senior di rumah sakit tersebut.

Dita berjalan dengan cepat dan menampilkan senyuman terbaiknya walaupun wajah lemahnya masih terlihat dengan jelas. Saat tiba di dekat dokter Wijaya Dita langsung menghambur memeluknya dari samping.

"Papi..." Rengeknya.

"Loh, Dokter Dita." Ucap Dokter Wulan.

"Sore Dokter." Sapa Dita.

"Kamu putrinya dokter Wi?" Ucap Dokter Wulan.

"Betul Dok. Ini Putri saya yang saya bicarakan tadi." Jawab Dokter Wijaya.

"Ya Tuhan. Maaf Wi saya ngga tau loh kalo Dita putri kamu. Pantes mukanya familiar banget." Ucap Dokter Wulan yang tampak lebih akrab berbicara dengan dokter Wijaya.

Namun, dari perbincangan itu Dita menangkap sinyal yang kurang bagus dari Dokter Wulan dan membuat nya kurang nyaman.

"Papi,, Dita capek." Rengek Dita.

"Oke kita pulang ya." Jawab Dokter Wijaya lembut.

"Baik Dokter Wulan. Kami permisi pamit lebih dulu. Dita baru sembuh jadi badannya masih kurang baik." Pamit Dokter Wijaya formal.

"Eh, iya Wi silahkan hati-hati di jalan." Jawab Dokter Wulan.

Dokter Wijaya segera merangkul Dita dan pergi dari hadapan Dokter Wulan tanpa bicara lagi. Dita menangkap ketidaknyamanan dari Papinya terhadap Dokter Wulan tadi.

"Papi, akrab banget ya sama dokter Wulan?" Tanya Dita.

"Dia satu almamater sama Papi. Tapi, Papi ngga terlalu tau dia. Papi tau dia pas ada acara dokter-dokter. Dia nyapa duluan terus ini tadi baru ketemu dia lagi." Jawab Dokter Wijaya jujur.

"Kok, dia kaya udah akrab banget sama Papi? Sampe panggil Wi tanpa embel-embel gelar." Dita.

"Itu juga yang Papi kesal. Dia sok akrab banget, untung tadi kamu cepet datang Papi udah kesel liat muka dia." Dokter Wijaya.

"Hahaha... Papi bisa aja deh. Padahal dia cantik loh Pi." Goda Dita.

"Biar aja. Papi punya yang lebih cantik di rumah sama di samping papi ini." Ucap Dokter Wijaya menunjuk pada Dita.

"Cie... Dita laporin Mami ya Papi abis tebar pesona sama dokter Wulan." Goda Dita.

"Laporin aja paling Mami kamu ketawa." Dokter Wijaya.

"Loh, Mami tau Pi?"

"Tau dong...."

"Yaah... Papi ngga asik ah..."

1
farah
baru awal cerita sdh bikin penasaran, ada apa dgn dhita?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!