NovelToon NovelToon
Sandra Abyasya

Sandra Abyasya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:183
Nilai: 5
Nama Author: Nafras

Sandra yang merupakan anak ke 2, ia selalu saja merasa iri dengan Kakak sambungnya Naura.
Akankah mereka akan Baikan?
Buku ke 2 dari "Naura Abyasya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana

" Jujur saja kakak tidak masalah jika kau memang lebih menyayangi Naira, karena menurut kakak Naira memang pantas disayangi."

" Jadi ini kapan rencananya kakak ingin melamar Kak Naira?"

" Itulah yang kakak masih belum tahu kapan kira-kira yang cocok ya untuk kakak melamarnya."

" Bagaimana kalau diskusi sama mami dan juga Papi saja, apalagi ini adalah hal yang besar Kak."

" Yang kau katakan itu cukup masuk akal si Salman, kalau begitu Kakak akan mendiskusikan hal ini dengan Mami dan Papi terlebih dahulu. Dan semoga saja Mami dan Papi setuju Kakak akan melamar Naira, karena kakak sangat mencintai Naira."

" Kalau menurutku Mami dan Papi pasti sangat setuju ketika mendengar hal ini, apalagi Mami dan Papi sangat menyayangi Kak Naira."

" Setelah diingat-ingat Mami dan Papi memang lebih menyayangi Naira daripada menyayangi kita ya, dan pastinya Mami dan Papi akan sangat bahagia mendengar hal ini. Tapi ketika ini sudah sampai ke telinga Mami dan Papi, pastinya Kita juga harus membahas mengenai kelanjutannya kan dek."

" Itulah yang harus kakak pikirkan, jangan kakak hanya memikirkan untuk rencana melamarnya saja. Tetapi Kakak juga harus memikirkan planning ke depannya, apalagi saat ini kak Naira masih duduk di bangku perkuliahan."

" Itu juga yang sedang menjadi beban pikiran Kakak, karena itu kakak bingung untuk menentukan waktu yang tepat agar bisa melamar Naira."

" Saranku sebelum berbicara dengan Mami dan Papi, Kakak pikirkan terlebih dahulu planning yang sudah akan Kakak rencanakan. Karena pastinya Mami dan Papi akan menanyakan hal tersebut, Sebab mereka sangat tidak ingin nantinya hubungan kalian kandas setelah melangsungkan acara pertunangan yang resmi."

" Kau sudah memikirkan ke arah pertunangan yang resmi saja ya, padahal Kakak belum memikirkan sampai ke sana Salman."

" Hidup ini sangat singkat Kak, dan kita juga harus memikirkan mengenai ke depannya nantinya. Dan aku yakin setelah Kakak berniat melamar Kak Naira, pastinya dalam waktu dekat setelah kejadian itu Mami dan Papi akan melaksanakan pertunangan secara resmi antara kalian berdua."

" Yang kau katakan memang sangat masuk akal Salman, kalau begitu Kakak akan memikirkan mengenai planning kedepannya terlebih dahulu. Dan setelah itu baru meminta saran dan juga usul dari mami dan Papi, kau doakan saja ya semoga semuanya akan berjalan dengan sangat lancar sesuai dengan keinginan kakak."

" Tentu saja aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kakak, karena kakak adalah kakakku satu-satunya. Dan jika Kakak bahagia maka itu adalah kebahagiaanku juga, jadi aku tidak akan pernah melepaskan doaku untuk kebahagiaan kakak."

" Terima kasih ya Salman." ucapnya yang kemudian pergi meninggalkan Salman.

...🐲🐲🐲...

Wilda dan juga Arga saat ini sudah kembali ke apartemen dekat kampus mereka, awalnya mereka memang tinggal di asrama kampus. Tetapi setelah menjalin hubungan mereka memutuskan untuk menyewa apartemen, karena tinggal di asrama kampus sangatlah tidak nyaman. Dan mereka berdua akan dibatasi waktu untuk bertemu, itulah yang membuat mereka merasa tidak nyaman dan tidak bebas.

" Orang tuamu masih belum berniat untuk membagi warisannya sayang?"

" Mereka masih belum berniat ingin membagi warisannya, Mereka bilang selagi mereka masih hidup maka mereka tidak akan memberikan warisan."

" Lalu kehidupan kita harus bagaimana tanpa adanya warisan, apakah kita hanya akan tinggal di unit apartemen ini saja sampai kita nantinya menikah?"

" Sepertinya kita memang harus hanya tinggal di unit ini saja sayang, tetapi aku akan berusaha mencari pekerjaan agar bisa mencukupi kebutuhan kita setelah menikah nantinya."

" Apakah kau yakin sayang, karena kita menikah tapi masih dalam status mahasiswa loh atau kita masih kuliah. Jadi pengeluaran kita pasti akan sangat membengkak, dan itu akan sangat membuatmu kelelahan jika harus bekerja sendirian."

" Mau bagaimana lagi sayang, yang terpenting kita menikah terlebih dahulu. Setelah itu kita baru lanjut memikirkan mengenai yang lainnya, kau tidak usah memikirkan mengenai hal yang lain. Serahkan saja semuanya kepadaku, aku jamin kebutuhan kita di rumah ini pasti akan terpenuhi."

" Tetapi itu akan sangat melelahkan mu, apa lebih baik aku kerja juga ya biar pengeluaran kita tidak terlalu membengkak. Karena kan penghasilan kita jadi dua, karena itu semua pengeluaran dan pemasukan bisa kita bagi secara rata."

" Kau tidak perlu berpikir untuk bekerja, biar aku saja yang mencari semuanya."

" Aku juga ingin bekerja, aku tidak tega jika harus kau yang mencari semuanya sendirian."

" Tetapi aku juga tidak tega jika kau harus bekerja sayang, lebih baik kau di rumah saja dan fokus pada pembelajaran kampus."

" Tidak bisa seperti itu, kita harus sama-sama bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita. Atau gini aja, untuk sementara kita sama-sama bekerja. Tetapi nanti jika finansial mu telah cukup dan bisa memenuhi kebutuhan kita semua, maka aku tidak akan bekerja lagi dan hanya fokus di rumah saja."

" Ya sudah kalau itu memang adalah keinginanmu sayang, Aku akan berusaha agar finansial kita bisa terpenuhi olehku. Agar setelah itu kau tidak perlu bekerja dan hanya berdiam diri di rumah saja, aku sangat tidak tega jika kau harus bekerja dan merasa kelelahan."

' Sebenarnya kalau bukan demi mencari wajah di depan orang tuamu agar mendapat warisan, aku juga sudah meninggalkanmu Arga. Orang tuamu itu adalah orang tua yang sangat kolot, bisa-bisanya mereka membiarkan anaknya yang ingin menikah tanpa dana dari orang tua.' batinnya.

Wilda dan juga Arga mencapai keputusan untuk sama-sama bekerja, tetapi Arga akan berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak dan bisa membiayai kehidupan mereka. Sehingga dengan begitu Wilda tidak akan perlu bekerja lagi, dan hanya Arga lah yang akan memenuhi kebutuhan mereka.

...🦎🦎🦎...

Kinan dengan tampilan yang rapi tiba-tiba meminta izin kepada kedua orang tuanya dan juga Kevin, tentunya hal itu membuat Kevin sangat penasaran dengan ke mana adiknya itu ingin pergi.

" Mami, Papi dan juga kak Kevin. aku izin pergi keluar ya." ucap Kinan

" Kau ingin pergi ke mana dengan tampilan yang sangat rapi seperti ini?" tanya Kevin yang menatap Kinan dari ujung rambut sampai ujung kaki.

" Aku ingin pergi main bersama dengan teman-temanku." jawabnya dengan sedikit gugup.

" Kau pasti sedang berbohong kan Kinan, sekarang katakan kau ingin pergi ke mana dan sama siapa?"

" Aku ingin pergi bertemu dengan teman-temanku kemudian bermain bersama mereka kak."

" Kau tidak usah berbohong dengan kakak Kinan, Kakak sudah bisa membaca dari gelagatmu kalau saat ini kau sedang berbohong."

" Baiklah aku akan jujur kepada kakak, hari ini aku rencananya ingin pergi kencan buta."

" Kalau begitu Kakak tidak akan mengizinkanmu untuk pergi Kinan."

" Tolong izinkan aku pergi kak, Aku juga ingin memiliki kekasih seperti kakak yang bisa bepergian berdua."

1
Naim
bingung sama alur ceritanya
Nafras(Ig:nafras03): silakan lihat buku pertamanya ya kak
judulnya "Naura abyasya"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!