NovelToon NovelToon
PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Perperangan
Popularitas:575
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18

Yan Qin sedikit mengangguk paham , matanya yang dalam terlihat begitu tenang .

" baiklah tunggu dua atau tiga tahun, dua klan bangsawan kuat akan hilang ... !" Kata Yan Qin tersenyum misterius.

Liu Buyi tidak paham dengan perkataan dari pria berwajah sangar itu .

" terus , tuan Qin apa yang anda butuhkan di kota kecil saya ini ?"

" aku ingin tuan Buyi membuka gerbang barat, kami akan melewati jalan tersebut, "

" baik akan saya perintahkan para penjaga gerbang barat untuk membuka pintu bagi rombongan tuan Qin.. !"

Yan Qin sedikit mengangguk , tanpa berkata lagi , ia berbalik meninggalkan pria gemuk paruh baya yang tampak begitu tertekan .

" semoga selamat sampai tujuan tuan Qin ... !"

Siang hari terasa panas , para anggota rombongan berlindung di balik tembok yang cukup terlindungi oleh panas dan juga sengatan matahari terik yang begitu membara.

Udara panas terasa menyesakan dada , hingga beberapa anak anak dan orang tua sedikit limbung ke tanah , beberapa prajurit muda membantu orang tua agar bisa berdiri dan berjalan kokoh , sedangkan untuk anak anak di berikan masing masing satu daun teratai yang sudah kering ,hal itu berguna untuk melindungi sementara dari panas matahari yang terik.

Yan Qin datang dengan kudanya dan melihat kejadian tersebut langsung datang mendekat .

Ia memerintahkan prajuritnya untuk memasang semua perisai kayu di atas kepala , guna untuk melindungi beberapa orang tua dan anak anak yang tidak kuat dengan cuaca panas.

Tanpa menunggu di perintah dua kali , setengah prajurit infanteri memasang perisai kayu di atas kepala dan semua prajurit saling dekat satu sama lain , guna untuk menutupi cahaya matahari masuk ke celah celah kecil di sekitarnya.

" ayo kita kembali berangkat, Shen Li apakah kamu sudah membeli bahan makanan ?"

Perwira bawahan yang berusia dua puluh lima tahun itu menegakan tubuhnya dan menjawab dengan cepat , bahwa sekitar sepuluh karung gandum telah berhasil di kumpulkan, dan beberapa biji bijian yang cukup aneh juga berhasil di dapatkan .

Yan Qin tidak melihat ke arah tumpukan karung berisi gandum , ia langsung bergerak ke arah barat , guna untuk melanjutkan perjalanan yang sebelumnya beberapa jam tertunda akibat mencari informasi dan juga mengumpulkan bahan makanan.

Iring iringan berjumlah tujuh ribu orang itu menarik perhatian beberapa pihak , terutama dari pihak bangsawan, mereka diam diam mengirimkan beberapa mata mata untuk mengetahui arah tujuan rombongan tersebut berjalan .

Sedangkan untuk para warga biasa , mereka hanya menatap kosong ke arah anggota rombongan yang berjalan dengan kokoh dan juga penuh dengan ketenangan, tanpa menimbulkan kekacauan, dalam hati masing masing warga ada rasa untuk ikut dalam rombongan yang berjalan melewati mereka semua , namun mereka takut untuk melakukannya, karena mereka semua sebagai warga biasa berada dalam pengawasan para bangsawan.

Yan Qin bisa melihat keinginan para warga itu , tapi ia hanya diam , bukan karena takut menimbulkan masalah, tapi belum waktunya untuk menimbulkan masalah, ia harus mengukuhkan pondasi militer dan kekuasaannya di tanah utara saat waktunya tiba dan ia akan mulai melakukan hal yang tidak akan pernah terpikirkan oleh para penguasa zaman kuno atau pahlawan rakyat yang sudah menjadi bagian para bangsawan.

Mendirikan kerajaan baru ..!"

Setelah melewati gerbang barat , pemandangan kembali begitu sepi , hutan penuh dengan daun peluruh, dan warna kuning mendominasi di seluruh hutan.

Trap

Trap

Kretek

Wushhh

Suara langkah sepatu kuda beriringan dengan roda kereta bergulir naik turun , suasana yang awalnya tegang menjadi sedikit longgar , di mana beberapa anak anak mulai berlarian dan bermain dalam rombongan.

Walaupun para orang tua melarang anak anaknya untuk bermain , tapi Yan Qin merasa terhibur dan membiarkan anak anak untuk bermain di sela sela perjalanan.

Saat jalan sedikit naik , Yan Qin berhenti, ia menatap lama ke arah jalan di depannya, " sudah berapa lama kita meninggalkan kota Jiuzhe?"

Cai Mu yang ada di samping bawahnya menjawab " tuan , kita sudah sekitar lima batang dupa dan kota Jiuzhe sudah lama tidak terlihat!" Ucapnya dengan mata menatap ke arah jalan depan .

" seret mata mata bangsawan ke sini , dan alihkan anak anak untuk bermain di barisan paling belakang " kata Yan Qin dengan nada datar .

Cai Mu tahu bahwa tuannya akan mulai serius , ia kemudian memberikan kode kepada prajurit yang berhasil menangkap mata mata diantara rombongan yang berjumlah tujuh ribu orang.

Bruakk

Terlihat dalam pandangan para perwira dan Yan Qin , tiga orang berwajah muda dan penuh darah membungkuk menahan sakit.

" siapa yang mengirimu , klan Ji atau klan Qi ?"

Ketiga mata mata itu hanya diam, mereka tidak menjawab pertanyaan dari pria berwajah sangar diatas kuda .

" tidak menjawab berarti benar mereka berasal dari klan Qi dan ji.. " ujar Yan Qin melemparkan satu belati dari balik jubah jenderalnya dan tepat mengenai kening salah satu mata mata.

Jleb .

" satu tidak berguna , tinggal dua !"

Kedua mata mata yang melihat hal tersebut langsung gemetar tak terkira, mereka mengira bahwa misi ini sangat mudah ternyata mengundang musibah dan nyawa salah satu rekan mereka musnah .

" jawab sekali lagi , apakah klan Bangsawan Ji atau Qi yang mengirim kalian masuk menyusup ?"

Hening .

Yan Qin sedikit mengangguk, ia menarik tali kecil yang tidak terlihat dan belati yang menancap di kening pemuda mata mata, langsung kembali ke tangannya, dan juga terlihat lubang darah di kening mata mata yang sudah mati tersebut.

Para perwira bawahan tidak ada yang berkomentar, mereka memiliki ekspresi wajar dan sudah tahu dengan kekuatan sang jenderal yang tidak bisa mereka prediksi sama sekali.

" saya akan bicara tuan ... mohon ampuni nyawa rendahan ini !" Salah satu pemuda mata mata bergetar dan bersujud dengan ketukan kepala yang terdengar begitu menggelikan.

Tuk

Tuk

Yan Qin tersenyum tenang, " oke katakan , tenang saja , kamu akan mendapatkan hadiah bila memberi tahu siapa yang mengirim kalian masuk ke dalam rombongan jenderal ini "

" tuan Yang Mulia, kami bertiga dikirim oleh klan bangsawan Ji dan Qi serta Liu , kami diperintahkan untuk mengikuti diam diam ke mana kepergian tuan Yang Mulia, setelah misi ini selesai kami bisa bebas dan kembali ... !"

" hanya itu saja ?" Alisnya sedikit bertaut, tidak percaya begitu saja.

" benar tuan Yang Mulia, rendahan ini tidak berani berbohong.. !"

" baiklah karena kamu jujur , aku akan memberikan hadiah, " Yan Qin melemparkan belati yang masih penuh dengan darah ke arah pemuda mata mata yang sejak awal diam tak bersuara .

Jleb.

Tanpa bersuara, pemuda mata mata itu langsung kehilangan kepala , sekaligus nyawanya , menyisakan pemuda terakhir yang sudah diliputi oleh ketakutan.

" bungkus hadiah ini pada majikanmu, katakan bahwa kalian semua telah menyinggung orang yang salah ... !"

1
Aisyah Suyuti
good👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!