NovelToon NovelToon
Lima Putra Raja Biadab: Memori Koma Dan Makam Terkutuk

Lima Putra Raja Biadab: Memori Koma Dan Makam Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / TimeTravel / Misteri
Popularitas:172
Nilai: 5
Nama Author: Herwanti

Aura membuka mata melihat dirinya sudah ada di ruangan putih dengan peralatan medis. Awalnya Aura hanya binggung, hingga dia merasa kalau dia bermimpi panjang." Sebenarnya apa yang sudah terjadi denganku,:guman Aura melihat sekitarnya. Tampak orang tua yang dia rindukan sudah ada didepan matanya. Apa yang terjadi dengan Aura sebenarnya, ingin tahu kisahnya silakan datang membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Penemuan Kamar Senjata Biologis

Cahaya senter bergetar di dinding batu yang lembap. Udara di dalam makam kuno itu terasa tebal, dingin, dan berbau debu bercampur zat kimia aneh. Keheningan yang menekan hanya dipecah oleh bunyi langkah sepatu bot dan deru napas tegang para anggota tim.

Tim eksplorasi militer, yang dipimpin oleh Jack, bersama ahli sejarah Falix dan ahli perangkap kuno Kieran, baru saja menemukan sebuah ruang tersembunyi di inti makam. Mereka menyangka akan menemukan emas atau artefak kuno, namun realitasnya jauh lebih mengerikan.

Mereka memasuki ruangan kecil, berbentuk melingkar, dengan rak-rak batu yang membentang dari lantai hingga langit-langit. Dindingnya dihiasi ukiran simbol yang asing dan mengganggu. Tapi yang menyita perhatian adalah apa yang tersimpan di rak-rak itu. Ratusan botol kaca kecil, tersusun rapi, masing-masing berisi spesimen serangga aneh. Ruangan itu tampak seperti museum mini, namun dengan nuansa yang sangat jahat.

Jack dan bawahannya menegang, memegang erat senjata mereka. Aura, bertindak cepat, mengeluarkan senjata kecilnya untuk membela dirinya.

“Ambil gambarnya,” bisik Jack, suaranya tercekat.

Aura mengarahkan kamera, kilatan flash sesekali menerangi isi botol-botol itu. Wajahnya tetap datar, namun matanya memancarkan ketidaknyamanan.

Seorang prajurit bernama Sersan Leo menyeka keringat dingin di pelipisnya. “Ya Tuhan. Di dalam makam kuno? Ini sebenarnya untuk apa disimpan di sini?”

Falix, ahli sejarah berjanggut yang selalu terlihat santai, melangkah maju. Ekspresinya yang tenang kini dipenuhi kekaguman yang mengerikan. Ia menyalakan lampu kecilnya dan mendekati rak.

“Ini bukan hanya serangga biasa, Sersan,” kata Falix, suaranya rendah dan serius, memecah keheningan. “Ini adalah senjata biologis yang diawetkan. Serangga beracun, yang pada masa lalu, bisa dimanipulasi untuk tujuan jahat.”

Ia menarik napas panjang, matanya tajam mengamati setiap botol, seolah membaca ensiklopedia hidup.

“Melihat dari isinya, ada tepat 20 jenis serangga yang berbeda di ruangan ini. Ini adalah koleksi yang mengerikan.”

Falix mulai menjelaskan, suaranya terdengar seperti pemandu tur di neraka.

Kumbang Merah (Pembunuh Saraf): “Yang pertama, kumbang seperti ini. Warna merah menyala. Gigitannya mengandung racun yang secara instan dapat membunuh saraf siapa pun yang terkena. Kematian cepat dan menyakitkan.”

Ulat Sutra (Pengekang): “Kedua, ulat. Terlihat tidak berbahaya. Tapi jika berkembang biak, ulat ini mengeluarkan sutra dengan kekuatan dan ketebalan luar biasa, sanggup melilit dan mencekik manusia. Pikirkan sebagai penjara bergerak.”

Laba-laba Racun (Ilusionis): “Ketiga, laba-laba. Bentuknya agak aneh, tidak seperti laba-laba pada umumnya. Laba-laba ini dapat membunuh dengan serangan jaring yang mengandung racun pelumpuh.”

Kupu-kupu Biru (Mimpi Panjang): “Keempat, kupu-kupu biru yang indah. Jangan tertipu. Serbuknya dapat membuat korban terhirup masuk ke dalam mimpi panjang, semacam koma yang tidak pernah terbangun.”

Kumbang Berbintik (Pewaris Api): “Kelima, kumbang berbintik. Memiliki serangan thermal. Hanya dengan satu sentuhan atau gigitan, korban akan merasakan sensasi terbakar yang intens, seolah tersentuh api, dan bisa berakibat fatal.”

Semut Coklat Keputihan (Pelebur Organ): “Keenam, serangga berbentuk semut. Semut berwarna cokelat keputihan ini. Mereka dapat masuk ke dalam tubuh dan secara efisien menghancurkan semua organ dalam hitungan detik. Benar-benar mengerikan.”

Lalat Merah (Penyelundup Tak Dikenal): “Ketujuh, ini lalat. Lalat berwarna merah cerah. Mereka juga bisa masuk ke dalam tubuh. Tapi aku tidak terlalu tahu tentang jenis ini, data kuno mengenalnya sebagai 'Penyelundup Jiwa', mungkin dampaknya lebih ke mental.”

Kumbang Bintik Putih (Pembeku): “Kedelapan, kumbang berbintik putih. Cirinya khas, membekukan semua yang terlihat atau disentuh. Sebuah senjata cryogenic alami.”

Kupu Hitam (Mimpi Neraka): “Kesembilan, kupu hitam. Tidak terlalu berbahaya secara fisik, tapi bisa membuat orang melihat masuk ke dalam mimpi buruk atau 'neraka' secara psikologis.”

Cacing Hisap (Vampir): “Kesepuluh adalah cacing hisap. Membunuh dengan masuk ke tubuh melalui pori-pori atau luka, lalu menghisap darah hingga korban kehabisan cairan.”

Kumbang Hijau (Pengendali Jasad): “Kesebelas, kumbang hijau. Ini unik. Ia bisa menggerakkan jenis benda mati maupun hidup jika memiliki postur tubuh yang sesuai. Kontrol pergerakan mayat, mungkin.”

Semut Merah Jambu (Racun Romantis): “Keduabelas, semut merah jambu. Sifatnya beracun, tapi dampaknya terjadi di alam mimpi. 'Racun Romantis'mungkin menyebabkan halusinasi yang membuat korban rentan dan bunuh diri.”

& 14. Kumbang Kembar (Ikatan Jiwa): “Ketiga belas dan keempat belas: Kumbang kembar, jenis jantan dan betina. Saling terikat. Jika salah satu ditanamkan di tubuh seseorang, dan yang lain mati, pasangannya juga akan mati. Digunakan untuk teror atau penjaminan kesetiaan.”

& 16. Kalajengking (Bisa Ganda): “Kelima belas dan keenam belas, kalajengking beracun. Jenis yang sangat langka dengan bisa ganda.”

Ular Bersayap Hitam (Bisa Terbang): “Ketujuh belas adalah ular bersayap hitam. Memiliki bisa yang dapat membusukkan daging dalam hitungan menit.”

Ular Putih (Ilusi dan Pengobatan): “Kedelapan belas, ular putih. Anehnya, yang ini memberikan ilusi, tetapi juga dikenal memiliki sifat pengobatan. Mungkin penawar untuk racun lain?”

Semut Warna (Predator Alam): “Kesembilan belas, semut berwarna. Bisa menyatu dengan jenis benda dan alam yang berbeda untuk memangsa. Predator lingkungan yang sempurna.”

Falix terdiam, pandangannya beralih ke botol terakhir di tengah rak, sebuah botol yang tampak paling besar dan paling tua.

“Dan yang keduapuluh…” Falix mendekat. Kumbang berkepala dua. Serangga itu tampak seperti pemimpin dari semua koleksi di sana.

Tiba-tiba, suara Kieran, seorang prajurit dari tim Jack, memotong. Kieran, yang diam-diam telah mengamati ukiran di dinding, wajahnya pucat pasi.

“Komandan, Falix… Saya baru menemukan terjemahan ukiran ini. Tentang kumbang berkepala dua itu,” kata Kieran, suaranya tegang.

Falix menoleh ke Kieran. “Katakan!”

“Kumbang berkepala dua ini memiliki racun, ilusi, dan yang paling mengerikan ia bisa menggerakkan dan mengendalikan semua serangga di bawahnya.”

Keheningan melanda ruangan itu, lebih berat dari sebelumnya. Semua orang, dari Jack yang berpengalaman hingga prajurit paling muda, merasakan kejutan yang mendalam. Botol-botol kaca yang tadinya hanya tampak seperti pajangan kini berubah menjadi gudang senjata pemusnah massal.

“Ya Tuhan,” bisik Leo, gemetar. “Mereka punya tentara biologis di sini?”

Jack, wajahnya mengeras, menoleh ke Falix. “Falix, kita harus segera keluar. Ini terlalu berbahaya untuk dipublikasikan. Jika ini jatuh ke tangan yang salah…” Jack tak sanggup menyelesaikan kalimatnya.

“Komandan Jack, kita tidak bisa hanya pergi,” sahut Aura, suaranya tenang, namun emosinya terlihat di matanya. “Informasi ini terlalu vital. Ini bukan hanya racun. Ini adalah cetak biru untuk perang masa depan.”

“Tapi, Aura, membawanya keluar berisiko. Jika satu botol pecah…” Jack menatap botol-botol itu dengan tatapan ngeri.

Falix mengangguk setuju dengan Aura, tapi dengan kekhawatiran yang sama. “Kita harus mendokumentasikan setiap detail ukiran dan setiap botol. Ini adalah penemuan yang mengubah sejarah, Jack. Ini menunjukkan tingkat peradaban dan potensi kehancuran yang tak pernah kita bayangkan.”

Leo mendekat, pandangan matanya tertuju pada Kumbang Kembar, botol ke-13 dan ke-14. “Bagaimana mereka bisa membuat makhluk hidup terikat begitu? Itu kejam. Bagaimana perasaan orang yang harus hidup tahu nyawa pasangannya tergantung pada nyawa serangga?” Rasa jijik dan sedih memenuhi suaranya.

Kieran, yang masih terpaku pada ukiran dinding, menimpali, “Ukiran itu menyebut makam ini sebagai ‘Gudang Harapan dan Keputusasaan’. Mereka menyimpan penawar (Ular Putih) di samping racun yang paling mematikan (Kumbang Merah).”

Jack menghela napas, menyentuh walkie-talkie-nya. Tekanan dan tanggung jawab terasa menusuk. “Baik. Aura, Falix, kalian punya waktu 30 menit. Dokumentasikan segalanya. Kieran, tetap fokus pada ukiran. Leo, lindungi Falix dan pastikan tidak ada yang menyentuh rak-rak itu. Aku akan menghubungi markas untuk tim dekontaminasi berat.”

Tiba-tiba, saat Jack selesai bicara, sebuah getaran kecil namun tajam mengguncang ruangan. Debu halus turun dari langit-langit.

“Apa itu?” tanya Aura, matanya waspada.

“Mungkin hanya gempa bumi biasa,” jawab Jack, meski suaranya terdengar tidak yakin.

Falix, yang sedang mengambil sampel debu, menggeleng cepat. “Tidak, ini bukan gempa bumi. Perhatikan botolnya!”

Semua mata tertuju pada botol-botol di rak. Serangga di dalamnya, yang tadinya mati dan terawetkan, kini tampak bersinar samar merah, hijau, biru seolah energi lama dihidupkan kembali oleh getaran.

“Sial! Itu adalah aktivasi!” teriak Jack. Kepanikan mulai merayap di wajahnya.

Aura segera menyelesaikan transfer datanya. “Dokumentasi selesai 90%! Kita harus pergi, Komandan!”

Jack berteriak melalui walkie-talkie, suaranya dipenuhi urgensi, “Semua unit, segera bergerak ke titik keluar! Kita punya masalah serius!”

Mereka tidak menemukan emas, mereka menemukan mimpi buruk. Dan sekarang, mimpi buruk itu tampaknya mulai bangun.

1
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Herwanti: terima kasih sudah berkunjung
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!