Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ih kok itu sih
Setelah kepergian Feng Shiyan, Yu-nian tidak melihat pria itu sampai malam, Karena rasa penasaran yang begitu besar membuat Yu-nian memikirkan perkataan dari beberapa pelayan hingga dia tertidur.
Pagi terlihat sudah mendatangi Yu-nian, sinar mentari yang begitu lembut menyusuri jendela kamarnya. Tubuhnya menggeliat manja dengan dua bola mata yang sudah mulai terbuka, Sekarang dia bukan gadis lajang lagi. dia sudah menjadi istri seorang pria yang telah memaksanya menikah.
Beberapa anak buah Feng Shiyan sudah bersiap-siap, akan ada sedikit permasalahan yang akan mereka selesaikan. Yu-nian nampak keluar dari kamarnya, dia berjalan menuju salah satu ruangan.
"Kamu terlihat benar-benar sangat cantik." Feng Shiyan memuji Yu-nian yang memang terlihat cantik dengan mengenakan hanfu bunga berwarna pink lembut.
"Itu pujian atau penghinaan?" tanya Yu-nian sembari duduk.
"Tentu saja aku memuji Istriku yang cantik, kenapa aku harus menghinanya." jawab Feng Shiyan.
Yu-nian menatap suaminya yang sudah berpakaian rapi, walaupun belum menganggap dia sebagai suami betulan namun bagaimanapun dia sudah menjadi suaminya secara sah.
"Mau kemana? Kok sudah rapi banget?" tanya Yu-nian sambil mengambil beberapa makanan.
"Hari ini aku mau keluar sebentar, mungkin aku akan pulang malam." jawab Feng Shiyan.
Mendengar jawaban yang begitu dia tunggu, seketika raut wajah Yu-nian benar-benar tersenyum bahagia, jika pria itu keluar hari ini itu berarti dia mempunyai kesempatan untuk kabur.
"Kamu mau pergi ya?" tanya Yu-nian dengan raut wajah yang tidak terkata namun dalam hati dia benar-benar bahagia.
"Iya, hari ini aku mau mengurus beberapa tugas istana. Para penjaga dan pengawal akan menjagamu, jadi kamu tidak usah khawatir." jawab Feng Shiyan.
Feng Shiyan menatap istrinya yang raut wajahnya sedikit berubah, ya bagaimana tidak. Niat hati dia akan kabur melarikan diri, namun setelah mendengar jawaban suaminya dia malah langsung cemberut.
Dengan segera Feng Shiyan menghabiskan makanannya, mengambil beberapa buah sebagai pencuci mulut. "Aku akan segera kembali." Feng Shiyan langsung mencium pucuk kepala Yu-nian hingga membuat gadis itu sangat terkejut.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Apa?"
"Tadi, Apa yang kamu lakukan? Kenapa tiba-tiba kamu mencium ku?"
"Kamu itu kan istriku, jadi tidak apa-apa kan kalau aku mencium mu." kata Feng Shiyan yang kemudian mengelus rambut Yu-nian.
Beberapa pelayan yang ada di tempat itu mereka benar-benar tidak akan menyangka kalau Jenderal kejam dan dingin itu bersikap begitu lembut kepada isterinya, dia tidak malu mencium istrinya di depan begitu banyak pelayan. padahal dulu dia selalu bersikap dingin dengan para wanita yang mendekatinya.
"Ternyata tuan sangan mencintai nyonya." ucap para pelayan yang merasa malu.
"Ck.. Apaan sih." ucap Yu-nian.
Hari ini Yu-nian akan menjalankan rencananya, walaupun tidak mudah namun dia harus segera pergi dari pria itu. Yu-nian adalah tipe gadis yang tidak suka menghafal sesuatu.
"Pria itu kan sudah pergi, aku harus merencanakan pelarianku hari ini. Aku tidak mau terus-menerus di sini, pria itu benar-benar membuatku sesak."
Sekitar beberapa jam kemudian.
Setelah kepergian Feng Shiyan, Yu-nian benar-benar menjalankan rencana yang ada di otaknya, dia berkeliling di sekitar rumah itu. "Kenapa sih pagar rumah ini tinggi banget? pagar Ini tingginya melebihi tinggi badanku, mungkin ada 5 kali dari tinggi badanku." Yu-nian mengomel tidak karuan. berkeliling rumah itu dari tadi sudah membuatnya capek, malah sekarang melihat pagar rumah yang begitu tinggi.
"Apa yang sedang nyonya lakukan?" tanya salah satu pelayan.
"Ini lagi mengukur tinggi pagar rumah." jawab Yu-nian.
"Buat apa nyonya mengukur tembok pagar rumah ini?"
"Ya ada aja deh." jawabnya.
Setelah itu Yu-nian berkeliling di sekitar rumah itu, entah berapa luas rumah itu namun yang jelas rumah itu begitu besar luar biasa. Berkeliling lebih dari satu jam tetap aja seperti ini, tidak ada lubang semut di rumah ini. lalu bagaimana bisa melarikan diri?
Yu-nian kembali mengomel, perkataannya sedikit didengar oleh pelayan wanita itu. "Ya dewa.. nyonya ingin kabur dari kediaman ini?" pelayan wanita itu nampak terkejut saat mendengar perkataan majikan barunya itu.
"Namamu siapa?" tanya Yu-nian kepada pembantu wanita yang dari tadi mengikutinya.
"Nama saya Na er, nyonya." jawab pelayan.
"Oh.. jadi namamu Na er. Oh ya Na er, di sekitar sini ada jalan lain nggak? jalan tersembunyi, jalan tikus, Jalan tupai atau terowongan rahasia gitu?" Yu-nian bertanya seolah dia benar-benar ingin membuat rencana bagi para pemberontak.
Pelayan wanita itu nampak tersenyum, dia menatap istri dari majikannya yang benar-benar sangat lucu. "Tidak ada nyonya, di sini tidak ada jalan tikus, Jalan tupai, terowongan rahasia atau apapun. di sini cuma ada jalan depan itu saja." jawabnya.
Yu-nian sangat kesal mendengar jawaban pelayan wanita itu, setelah itu akhirnya dia pergi dengan kekesalan yang lumayan besar. "Masa' rumah sebesar ini tidak mempunyai jalan lain? kalau jalan depan itu mana bisa aku kabur, belum kabur sudah ditangkap para penjaga rumah." kesalnya.
Saat hendak masuk ke dalam rumah, langkah kaki Yu-nian langsung terhenti, dia menatap tangga kayu yang berdiri menempel di tembok belakang rumah. "Waduh.. ada kesempatan nih." ucapnya saat melihat tangga.
"Nyonya, nyonya mau apa?" tanya pelayan saat melihat Yu-nian menyentuh tangga yang berdiri menempel di dinding.
"Kalau pagar belakang rumah itu arahnya ke mana?" Yu-nian bertanya karena penasaran.
"Belakang rumah itu ada taman milik salah satu tetangga." jawab pelayan.
"Waduh.. kalau kabur lewat sana masih aman, berarti lebih baik aku melarikan diri saja deh." Yu-nian nampak tersenyum sembari langsung menarik tangga itu. Dalam hati dia benar-benar begitu bahagia. "Aku akan kabur dari sini."
Pelayan wanita langsung kebingungan dengan tingkah dari majikan wanitanya, tiba-tiba saja dia tersenyum begitu bahagia bahkan raut wajahnya terlihat begitu tidak terkata. Setelah mengambil tangga dan mulai menaiki tangga itu satu persatu.
"Nyonya, nyonya mau apa?" tanya pelayan yang mencoba menghentikan.
"Diam aku cuma mau lihat pemandangan di sekitar sini." jawabnya.
Perlahan-lahan Yu-nian sudah membayangkan dia akan kabur dari tempat itu, dia begitu bahagia bahkan dia bernyanyi.
"Nyonya, nyonya jangan lakukan itu. itu sangat berbahaya, di sana..," ucap pelayan yang tidak dilanjutkan karena ada pengawal pria yang menyuruhnya untuk diam.
Yu-nian terus tersenyum, dia menaiki Anda anak tangga itu satu persatu. "Aku akan kabur aku akan kabur." senyum yang begitu bahagia serta membayangkan sesuatu yang ada di otaknya. Anak tangga terakhir dia panjat, tangannya meraih pagar tembok paling atas. "Baiklah, aku akan melompat." ucap Yu-nian yang terlihat sudah berada di tembok paling atas.
"Kenapa kamu menghentikan ku?" tanya pelayan wanita kepada pengawal pria.
"Diamlah." jawab pengawal pria.
Ketika sampai di pagar atas Yu-nian menundukkan kepalanya, dia melihat di bawah memang kebun atau taman. Namun sialnya taman yang dimaksud oleh pelayan itu bukan taman bunga atau kebun. tempat itu memang kebun, tapi kebun hewan buas.
"Aaaaaaa!!!" suara teriakan Yu-nian langsung menggelegar luar biasa. Bagaimana tidak, niat hati ingin lompat ke taman namun ketika dia melihat ke bawah ternyata taman yang dia lihat adalah taman atau kebun serigala dan anjing. "Aduh!! kenapa jadi begini. Kenapa kebun itu bukan kebun bunga! Kenapa kebunnya isinya serigala dan anjing?" ucap Yu-nian dengan keras karena panik.
"Nyonya, nyonya!" panik pelayan saat Yu-nian berteriak dengan begitu keras.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau kebun itu isinya serigala dan anjing!!" Yu-nian marah sembari menunjuk pelayan yang ada di bawah.
"Saya kan belum selesai berbicara, Nyonya." jawabnya.
Pengawal pria nampak tersenyum melihat kelakuan istri jenderalnya itu. "Nyonya, lebih baik nyonya turun. sangat berbahaya jika nyonya sampai terjatuh ke sana, apa nyonya Mau dimangsa sama serigala dan anjing di bawah?' tanya pengawal yang membuat Yu-nian tubuhnya bergidik ngeri.
*Bersambung*
terima kasih atas dukungannya semoga kalian senang dengan novelku ini. jangan lupa baca novelku yang lain.
*pesona selir yang di sia-siakan*
*Reinkarnasi ke tubuh permaisuri terbuang*