Kisah reinkarnasi dari seorang putri mafia yang meninggal akibat di bunuh musuh ayahnya membawanya ke jaman dinasti Hong dan menjadikannya pengantin wanita untuk seorang pangeran tampan.
Putri Liu Lie Han adalah pemilik asli tubuh yang di pakai Lisa di kehidupan barunya,kematian tragis yang menimpa putri Lie mengharuskan Lisa membalas dendam pada orang yang menindas pemilik tubuh dan akan di teruskan dengan senang hati oleh Lisa sang putri mafia.
Keahlian dan kecantikannya banyak menjadi sorotan di semua kalangan hingga menyebabkan pangeran Ji Jun Xiao gelisah di buatnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lijun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Tidak sampai setengah hari di perjalanan rombongan pangeran Jun tiba di kediaman dengan selamat.Para pelayan dan pengawal yang berada di kediaman segera berhamburan keluar untuk menyambut kepulangan tuannya.
Pangeran Jun segera turun dari kuda kemudian membantu putri Lie turun yang langsung di sambut baik olehnya.Ketika pangeran Jun ingin melangkah masuk, putri Lie segera menggandeng lengan suaminya mesra dan mereka masuk bersama.
Selir Rou dan selir Ming merasa cemburu melihat kemesraan yang tampak jelas si depan mata mereka.Bahkan seujung helai rambutpun tidak di ijinkan untuk di sentuh wanita tapi lihatlah itu, sungguh menyebalkan batin mereka.
Setibanya di paviliun bintang milik pangeran Jun, putri segera melepas gandengannya namun belum sempat terlepas pangeran Jun sudah menahannya dan membawa putri Lie masuk kedalam paviliunnya.
Putri Lie menatap heran pada pangeran Jun yang membawanya menuju halaman yang terdapat pohon cery besar dengan buah yang lebat dan sangat menggiurkan.Putri Lie segera berlari mendekat pada pohon tersebut dan dengan penuh semangat ia ingin memanjat pohon itu yang memang terdapat beberapa pijakan untuk memanjatnya.
Putri Lie memanjat pohon tersebut dengan cepat dan sekejap saja ia sudah berada di antara banyaknya buah cery merah yang besar-besar dan seakan memanggil untuk segera di santap.Pangeran Jun dan Jei terperangah begitu melihat putri Lie memanjat pohon cery dengan lihainya bahkan ia tidak takut jatuh yang ada hanya rona kebahagiaan yang terpancar ketika ia sudah berada si atasnya.
Dengan bahagianya putri Lie memetik dan memakan buah cery di atas pohon tanpa memperdulikan tatapan heran dari orang-orang yang berada di bawahnya.Pangeran Jun segera mendekat ke bawah pohon cery dan melihat putri Lie yang makan buah tersebut dengan senangnya tanpa memperdulikan imagenya sebagai seorang permaisuri.
"Apa yang kau lakukan?"tanya pangeran Jun
"Apa kau tidak bisa melihat apa yang sedang aku lakukan"seru putri Lie dengan menikmati cery di tangannya
"Turun!"ucap pangeran Jun
"Tidak sebelum aku puas"kata putri Lie santai
"Turun atau aku tebang pohon ini"ancam pangeran Jun
"Huh bisanya hanya mengancam"gumam putri Lie.
"Aku mendengarnya"kata pangeran Jun
"Ya sudah kalau dengar"jawab putri Lie tenang
"Turun LIE HAN"ucap pangeran Jun keras dan tegas
"Tangkap kalau tidak aku tetap disini"kata putri Lie
"Tidak turun sendiri"jawab pangeran Jun
"Ya sudah,Jei tangkap aku ya" seru putri Lie manja.
Pangeran Jun yang mendengar permaisurinya memanggil pengawalnya dengan mesra jadi kesal dan menatap tajam pada Jei seolah mengatakan kuhabisi jika berani.Jei yang menyadari arti tatapan itu hanya diam dan menganggukkan kepalanya patuh.
Putri Lie segera berdiri di atas cabang pohon yang ia tempati dan pangeran Jun segera bersiap untuk menangkapnya.Namun di luar dugaan karena putri Lie tidak turun melainkan semakin naik pada cabang yang lebih tinggi lagi dan itu membuat pangeran Jun kesal karena merasa di bohongi.
Jei menahan tawanya ketika melihat wajah kesal tuannya karena di jahili oleh istrinya sendiri,sangat lucu pikir Jei.Pangeran Jun yang kesal akhirnya memilih berlalu dan membiarkan putri Lie,namun baru ia berbalik terdengar suara teriakan dari atas pohon yang mengagetkan pangeran dan beberapa pengawal yang ada di sekitar.
Para pengawal yang mendengar teriakan putri Lie segera berlari mendekati pangeran Jun yang terlihat cemas menatap keatas.Pangeran Jun terus mengedarkan pandangannya ke setiap sisi atas pohon dan melihat putri Lie yang berdiri dengan posisi membelakanginya.
"Hei ada apa, kenapa berteriak?"tanya pangeran Jun cemas,namun tidak ada respon apapun dari putri Lie.Hingga pangeran Jun memutuskan untuk memajat pohon memastikan langsung keadaan di atas.
Belum sempat pangeran Jun melangkah suara putri Lie sudah terdengar.
"Wah ini sangat besar dan merah pasti rasanya lebih enak"kata putri Lie girang.
Semua yang berada di bawah yang awalnya merasa cemas dan takut, kini jadi terperangah mendengar ucapan permaisuri mereka.Bahkan pangeran Jun sampai tidak berkedip dangan mulut yang terbuka karena sangat kaget dengan apa yang sudah di lakukan oleh istrinya.
Setelah mendapatkan buah cery yang lebih besar dan merah,putri Lie memutuskan untuk turun karena sudah merasa puas.Namun saat akan melangkah kakinya tergelincir dan ia terjatuh dengan berteriak kencang.
Sadar permaisurinya dalam bahaya pangeran Jun segera melompat dan menangkap tubuh istrinya agar tidak jatuh ke tanah.Pangeran Jun membawa putri Lie turun dengan selamat tanpa terluka sedikitpun dan segera membawanya menjauh dari halaman tersebut.
Putri Lie masih saja memejamkan matanya untuk menehan rasa sakit yang tidak kunjung datang karena saat ia terjatuh dan berteriak ia menutup matanya rapat seakan bersial untuk merasakan sakit akibat jatuh.
Namun sudah selama itu ia tidak merasakan sakit sama sekali bahkan ia tidak merasakan bahwa tubuhnya menyentuh tanah.Putri Lie mulai berpikir apa mungkin ia sudah mati akibat terjatuh tapi mengapa tidak terasa sakit sedikitpun.
Perlahan putri Lie membuka matanya dan mendapati wajah suaminya di hadapannya yang sangat dekat dengannya.Putri Lie mengerjapkan matanya berulang kali hingga menajamkan penglihatannya,mungkin aku salah lihat batinnya.
Setelah tiba di dalam pabiliun miliknya pangeran Jun segera menurunkan putri Lie di tempat tidurnya,ia merasa jika permaisurinya pingsan akibat terlalu kaget karena jatuh dari ketinggian.
Ketika pangeran Jun sudah meletakkan putri Lie di tempat tidur ia baru menyadari jika istrinya sudah membuka mata dan sedanh menatapnya tanpa berkedip.Pangeran Jun juga ikut menatap putri Lie yang sudah ia baringkan dengan intens tanpa merasa bosan.
Tiba-tiba putri Lie mengangkat kepalanya dan yang terjadi selanjutnya adalah kening mereka saling beradu dengan sedikit kuat.Putri Lie kembali berbaring dan memegang keningnya yang terasa sakit dan nyeri.
Pangeran Jun juga merasakan sakit namun tidak ia rasakan dan hanya mengusapnya sebentar kemudian melihat putri Lie yang masih kesakitan.Pangeran Jun menarik putri Lie lembut untuk segera bangun karena ia ingin melihatnya.
"Apa sangat sakit"cemas pangeran Jun mengusap kening putri Lie pelan dan kemudian ia tiup lembut
"Sudah lebih baik"kata putri Lie
"Aku belum matikan?"lanjutnya
"siapa yang mati? kau tidak boleh mati karena aku belum menghukummu"pangeran Jun menyentil kening putri Lie yang langsung di usap oleh si empunya.
Putri Lie beranjak dari duduknya dan pindah ke ruang tengah di ikuti pangeran Jun.Mereka duduk berdampingan di kursi yang tersedia dan putri Lie segera meletakkan buah cery yang sedari tadi ia pegang dalam dekapannya.
"Jadi kamu sedari tadi memegang itu!"tanya pangeran Jun
"Iya"jawab putri Lie santai
"Bahkan saat kamu jatuh tadi!"tanya pangeran Jun heran
"Iya,ini untuk suamiku"putri Lie menyodorkan cery tersebut ke hadapan pangeran Jun.
"Apa kau tahu jika itu berbahaya!, kalau aku tidak segera menangkapmu kau pikir apa yang akan terjadi padamu hah!"teriak pangeran Juntidak habis pikir dengan kelakuan permaisurinya
"Aku hanya ingin mendapatka ini untukmu sebagai permintaan maaf karena sudah membuatmu marah kemarin malam"putri Lie menundukkan wajahnya menahan air matanya.
"Haruskah kau melakukan hal berbahaya seperti itu! tidakkan"teriak pangeran Jun lagi
"Jika tidak iklas menolongku tidak usah lakukan dan biarkan aku terjatuh"kata putri Lie dengan air mata yang mulai menetes.
Melihat pipi istrinya basah seketika itu juga pangeran Jun memeluk putri Lie dan mengecup puncak kepalanya dengan mengucapkan kata maaf berulang kali.
"Maaf maaf maafkan aku Lie'er, aku hanya tidak ingin kamu terluka dan aku juga tidak ingin kehilanganmu maafkan aku karena sudah bicara kasar padamu"pelukan pangeran Jun semakin erat yang justru memberikan kenyaman bagi putri Lie yang segera membalas pelukan suaminya dengan rasa haru karena kehadirannya yang sangat di inginkan oleh sang suami.Sepertinya aku mulai jatuh cinta batin putri Lie.