NovelToon NovelToon
SISTEM OJOL PEMBASMI KORUPSI

SISTEM OJOL PEMBASMI KORUPSI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Action / Penyelamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Hidup Bang Jack berubah drastis setelah memasang aplikasi asing. Ia mendadak memiliki kekuatan fisik luar biasa dan akses misi rahasia negara.

Jack harus melawan jaringan mafia yang berkolusi dengan penguasa. Bukti dikumpulkan, kejahatan diungkap, dan pelaku diamankan.

Mampukah ia mengantarkan keadilan agar selamat sampai di tujuan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bos Kecil Sarang Hitam Turun Tangan

Matahari belum sepenuhnya terbit. Kabut tipis masih menyelimuti area pelabuhan lama. Suara deburan ombak bercampur dengan bunyi mesin kapal yang sedang memuat barang. Di dermaga paling ujung Utara, puluhan peti kemas ditumpuk tinggi membentuk labirin.

Bang Jack memanjat ke atas salah satu peti kemas tertinggi untuk mengamati situasi. Ia melihat aktivitas yang sangat mencurigakan di bawah sana.

Belasan truk kontainer berbaris rapi. Pekerja sibuk memindahkan kotak-kotak besar. Namun gerak-gerik mereka terlihat terburu-buru dan penuh kewaspadaan.

"Ini dia. Lokasi pertemuan yang disebutkan di pesan tadi."

"Sistem, scan area. Deteksi keberadaan Joko The Butcher."

[SCANNING... DETEKSI TARGET UTAMA. POSISI: GEDUNG PENGAWASAN DI TENGAH.]

[TINGKAT BAHAYA: TINGGI. DILINDUNGI 30 ANGGOTA BERSENJATA LENGKAP.]

"30 orang? Lumayan banyak buat pemanasan pagi ini. Tapi Joko harus kulihat wajahnya langsung. Aku butuh jawaban darinya."

Bang Jack tidak mau menunggu lama. Ia harus bertindak cepat sebelum barang berpindah.

Dengan lompatan panjang dan presisi tinggi, ia meluncur turun menuju area terbuka.

"HEI KALIAN! BERHENTI DENGAN KERJAAN JAHAT KALIAN!"

Suara Bang Jack menggema keras memecah keheningan pagi. Semua aktivitas terhenti seketika. Puluhan pasang mata menatap tajam ke arahnya.

"Lihat! Itu dia bocah pembuat onar! Datang juga Kamu tikus!"

"Bos besar pasti senang kalau bisa memenggal lehernya langsung!"

Para pengawal segera mengeluarkan senjata tajam dan pentungan besi. Mereka mengepung Bang Jack membentuk lingkaran sempit.

"Jangan banyak omong kosong! Mana Joko? Suruh dia keluar!"

"Berani sekali Kamu memanggil nama bos kami. Apa Nyawamu siap ditebus hari ini? Dasar sampah masyarakat! Kamu pikir dengan kekuatan anehmu bisa menang melawan kami?"

"Kalian cuma anjing penjaga pintu. Suruh majikan kalian bicara!"

Tiba-tiba tepuk tangan terdengar perlahan dari arah gedung pengawasan.

Plok... Plok... Plok...

Seorang pria bertubuh kekar namun tidak terlalu tinggi berjalan keluar. Wajahnya penuh bekas luka pertarungan. Matanya sipit dan penuh kebencian.

Di kedua pinggangnya terikat dua bilah pedang panjang yang mengkilap tajam.

Itu Joko 'The Butcher'.

Bos kecil wilayah Sarang Hitam.

"Bagus mulutnya. Berani dan lancang. Sifat yang kusuka sebelum membunuh."

"Joko! Akhirnya Kamu tunjukkan muka juga. Aku pikir Kamu cuma pengecut."

"Aku Joko, dan ini wilayah kekuasaanku. Siapa pun yang masuk, harus bayar iuran. Iurannya nyawa. Dan Kamu yang akan membayarnya sekarang."

Joko mencabut kedua pedangnya sekaligus. Suara besi beradu terdengar nyaring.

"Kamu yang merusak rencana kami, Kamu yang mengalahkan Titan, dan Kamu yang cari mati."

"Jawab pertanyaanku dulu. Siapa dalang di balik semua ini? Siapa bos besarmu?"

"Hahaha! Lucu sekali Kamu ini. Mana mungkin aku membocorkan rahasia bos besar. Yang perlu Kamu tahu, uang negara mengalir deras ke kantong kami lewat proyek bodoh itu. Dan siapa pun yang menghalangi, akan kami habisi tanpa ampun."

Bang Jack mengepalkan tangannya. Darahnya mendidih mendengar pengakuan itu.

"Jadi kalian yang sengaja mengoplos makanan busuk demi selisih harga?"

"Tentu. Makanan bagus kami jual lagi ke pasar. Yang busuk kami kasih ke anak sekolah. Kalau ada yang mati, biarkan saja. Itu risiko alam bagi orang miskin."

"SETAN!! KALIAN TIDAK PUNYA HATI DAN PERASAAN SAMA SEKALI!!"

"Marah ya? Bagus. Semakin marah Kamu, semakin nikmat rasanya memotong-motongmu."

"SEMUA SERANG! BUNUH DIA SEKARANG JUGA!!" teriak Joko memberi perintah.

Puluhan preman itu menerjang maju bersamaan dengan teriakan mengerikan.

"MATILAH Kamu!!"

Bang Jack tidak mundur selangkah pun. Ia siap menerima tantangan itu.

"Sistem, aktifkan semua kemampuan. Hari ini kita bersihkan sampah masyarakat!"

[SEMUA SKILL AKTIF. STATUS PENUH. SIAP BERTARUNG.]

Bang Jack bergerak maju menembus barisan musuh.

Brak! Bugh! Aww!

Satu per satu preman tumbang hanya dengan satu serangan saja. Tubuh mereka terpental jauh menabrak peti kemas dan tumpukan karung. Joko menyeringai melihat anak buahnya kalah telak dengan mudah.

"Wah hebat juga. Tapi lawan aku belum tentu menang bocah!"

Joko melesat cepat. Dua pedangnya menebas ke segala arah dengan kecepatan tinggi.

Sret! Sret! Sret!

Angin terbelah oleh tajamnya bilah besi itu.

Bang Jack harus memutar otak. Ia tidak boleh kena sedikitpun. Ia mengandalkan kecepatan kilat untuk menghindari setiap tebasan mematikan.

"Kemana Kamu? Jangan lari terus! Lawan aku secara jantan!"

"Lari bukan berarti kalah. Ini strategi mencari celah!"

Pertarungan sengit terjadi di tengah pelabuhan sepi itu. Bunga api beterbangan setiap kali tinju Bang Jack beradu dengan pedang Joko.

Joko memang ahli menggunakan senjata. Gaya bertarungnya mematikan dan kejam. Namun Bang Jack punya refleks dan kekuatan fisik yang jauh di atas rata-rata.

"Kamu hebat. Pantas jadi masalah besar bagi kami. Tapi hari ini akhir perjalananmu. Terima serangan pamungkasku!"

Joko melompat tinggi ke udara. Kedua pedangnya ia silangkan di atas kepala. Energi gelap tampak berkumpul di ujung pedang-pedang itu.

"TEKNIK PEMBUNUH. NAGA GANDA!"

Dua gelombang energi berbentuk naga meluncur kencang menghantam Bang Jack. Ledakan dahsyat pun terjadi. Asap hitam mengepul tebal menutupi pandangan.

"Hahaha! Tuntas sudah! Tidak ada yang bisa selamat dari serangan itu!"

Joko tertawa puas sambil membersihkan debu di bajunya. Namun tiba-tiba suara langkah kaki terdengar jelas dari balik asap tebal.

Tok... Tok... Tok...

Langkah itu perlahan mendekat. Asap mulai menipis tertiup angin. Terlihat jelas sosok Bang Jack berdiri tegak tanpa goresan sedikitpun.

Tubuhnya dilapisi perisai energi biru yang masih berkilau terang.

"Apa?! Mustahil! Bagaimana bisa Kamu selamat?!"

"Permainan baru saja dimulai Joko. Sekarang giliranku!"

Bang Jack mencabut sebilah besi panjang yang tergeletak di dekatnya. Ia siap mengahadapi bos kecil ini dengan segala kemampuan yang dimilikinya.

Tiba-tiba dari arah kejauhan terdengar suara helikopter mendekat kencang.

Lampu sorot besar menyinari area pertarungan secara tiba-tiba.

"PERHATIAN! KAMI PASUKAN KHUSUS! SERAHKAN DIRI ATAU DITEMBAK MATI!"

Joko dan Bang Jack sama-sama menoleh ke atas dengan kaget.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bongkar kebusukan musuhnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!