NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta & Dendam

Jeratan Cinta & Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Roman-Angst Mafia
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

Alicia Roses hidup di panti asuhan sejak dia berumur lima tahun, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.


Bibinya Melinda Stone merampas seluruh harta warisan milik Alicia dan membuang Alicia kecil ke panti asuhan.

Hidup selama dua puluh lima tahun dengan membawa dendam, untuk memuluskan rencana balas dendam nya Alicia menerima lamaran dari pria yang sangat terobsesi dengan nya.

Revano Ace Draco pria gila yang memiliki kekuasaan mengerikan di dunia gangster.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

...****************...

Malam di mansion keluarga Draco terasa sunyi namun penuh tekanan.

Di ruang kerja pribadi yang luas dengan jendela kaca tinggi, Revano Ace Draco berdiri menghadap pemandangan kota yang dipenuhi cahaya lampu.

Di belakangnya, Brian Bennber berdiri sambil memegang tablet berisi laporan terbaru.

Beberapa detik ruangan itu hanya diisi suara angin malam yang berhembus pelan.

Brian akhirnya membuka laporan itu.

"Tuan Revano"

Revano tidak menoleh.

"Katakan."

Brian membaca isi laporan dengan nada serius.

"Target keluarga Stone telah terkena serangan."

"Devne Stone mengalami kecelakaan serius di jalan pegunungan."

Revano sedikit menyipitkan matanya.

Brian melanjutkan.

"Kondisinya kritis dan saat ini koma."

Revano tetap diam.

Namun dari sudut bibirnya muncul senyum yang sangat tipis.

Brian kemudian menggeser laporan berikutnya.

"Namun ada masalah kecil."

Revano akhirnya menoleh sedikit.

"Masalah?"

Brian menjawab.

"Keluarga Stone mulai menekan kepolisian untuk melakukan penyelidikan penuh."

Ia berhenti sejenak.

"Khususnya Albert Stone."

Revano berjalan perlahan menuju meja kerjanya.

"Lalu?"

Brian berkata dengan tenang.

"Beberapa kamera CCTV di lokasi kecelakaan sudah berhasil kita matikan sebelumnya."

Revano mengangguk pelan.

"Itu bagian dari rencana."

Brian menambahkan.

"Tapi polisi masih mencoba mengumpulkan bukti lain."

Revano duduk di kursinya dengan santai.

"Kita punya orang di sana."

Brian langsung mengerti maksudnya.

"Sudah saya hubungi, dan mereka sudah bertindak untuk menutupi"

Revano menatap Brian dengan tajam.

"Apa saja yang ditemukan di lokasi?"

Brian membuka laporan detail.

"Hampir tidak ada."

"Kami sudah memastikan semua jejak tabrakan kedua kendaraan sulit dianalisis."

"Dan kendaraan Alicia juga sudah tidak terlacak."

Revano bersandar di kursinya.

Ia menatap langit-langit ruangan sambil berpikir.

Tanpa disadarinya.

ia baru saja melakukan sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya.

Melindungi seseorang.

Brian memperhatikan ekspresi Revano beberapa saat sebelum berkata hati-hati.

"Tuan boleh aku bertanya ?"

Revano menoleh.

Brian berkata pelan.

"Anda terlihat cukup peduli pada nona Alicia"

Revano mengangkat alis sedikit.

"Peduli?"

Brian mengangguk.

"Kita biasanya tidak ikut campur dalam masalah pribadi seseorang."

"Tapi kali ini Anda menggunakan jaringan di kepolisian untuk menyamarkan semua bukti."

Ia berhenti sejenak.

"Semua itu demi Alicia, bukankah itu sudah cukup berlebihan, kita hanya berkerjasama untuk menghadapi Red Devils."

Ruangan itu tiba-tiba sunyi.

Revano tidak langsung menjawab.

Ia mengambil gelas whiskey di mejanya lalu menyesapnya pelan.

"Dia adalah mitra kita, semakin kita membantu mengatasi dendam nya, semakin dia percaya dengan ku."

Brian tersenyum kecil.

"Tentu."

Namun ekspresi Brian jelas menunjukkan bahwa ia tidak sepenuhnya percaya dengan alasan itu.

Revano berkata lagi dengan nada santai.

"Jika Alicia tertangkap sekarang"

"Rencana kita untuk menemukan proyek Helios akan gagal."

Brian mengangguk.

"Itu benar."

Namun setelah itu Brian berkata pelan.

"Tapi alasan Anda tadi terdengar seperti alasan bisnis."

Revano menyipitkan matanya.

Brian melanjutkan dengan nada setengah bercanda.

"Padahal dari cara Anda bertindak"

"...lebih seperti seseorang yang tidak ingin wanita yang ia kenal mengalami masalah."

Revano menatap Brian cukup lama.

Lalu ia berkata dingin.

"Kau terlalu banyak bicara, acara gosip sudah meracuni otakmu"

Brian langsung mengangkat tangan menyerah.

"Baik, saya berhenti."

Namun setelah Brian keluar dari ruangan.

Revano kembali sendirian.

Ia berdiri dari kursinya lalu berjalan menuju jendela besar.

Lampu kota berkilauan di bawah sana.

Di kepalanya muncul bayangan wajah seseorang.

Seorang wanita dengan rambut hitam dan tatapan tajam.

Alicia Roses.

Revano menghela napas pelan.

"Aneh sekali, mengapa bayangan nya tidak mau pergi dari otak ku"

Ia biasanya tidak peduli pada siapa pun.

Orang baginya hanyalah alat.

Namun Alicia berbeda.

Ia berbahaya.

Cerdas.

Dan memiliki keberanian yang bahkan jarang dimiliki oleh pria di dunia bawah.

Revano tersenyum kecil pada dirinya sendiri.

"Sepertinya"

"Aku mulai tertarik padamu."

Namun beberapa detik kemudian ia menggeleng pelan.

"Tidak."

"Itu hanya karena kau berguna."

Ia mencoba menyangkal pikirannya sendiri.

Namun jauh di dalam hatinya

rasa ingin melindungi Alicia terus tumbuh.

Dan Revano sendiri belum menyadari bahwa perasaan itu suatu hari nanti bisa menghancurkan rencana besarnya sendiri.

...****************...

1
yula
lama banget up thor
yula
💪💪💪💪💪 thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!