NovelToon NovelToon
Setelah Mati karena KDRT, Aku Balas Dendam ke Seluruh Keluarga

Setelah Mati karena KDRT, Aku Balas Dendam ke Seluruh Keluarga

Status: tamat
Genre:Perubahan Hidup / Reinkarnasi / Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:198.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Chandrakanta

"Di kehidupan sebelumnya, Siti Aminah meninggal di tangan suami dan keluarganya. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan mengirimnya kembali ke awal pernikahannya. Mengetahui semua pengkhianatan yang akan terjadi, Aminah tak lagi tinggal diam.

Hal yang pertama ia lakukan adalah memberi pelajaran kepada anak tirinya, mempermalukan ibu mertuanya, dan menghajar suaminya hingga masuk rumah sakit. Tak hanya itu, Aminah juga memastikan keluarganya sendiri hancur sebagai bayaran telah menjual dirinya ke dalam pernikahan ini!

Kali ini, Aminah akan memastikan dirinya bahagia di atas penderitaan musuhnya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Chandrakanta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Perjalanan menuju tambang memakan waktu hampir tiga jam dari kota. Jalanan berubah dari aspal halus menjadi berbatu dan berdebu. Aminah mengendarai sepeda motor dengan hati-hati, sesekali menghindari truk besar yang mengangkut pasir dan batu.

Ia sudah mengirim kabar kepada kakaknya, Rio, sehari sebelumnya. Namun ia tidak menjelaskan apa-apa melalui pesan singkat itu. Ia ingin melihat sendiri reaksi di wajah kakaknya ketika mendengar kabar besar itu.

Tambang tempat Rio bekerja terletak di kaki bukit yang tandus. Matahari menyengat, dan debu beterbangan setiap kali alat berat bergerak. Para pekerja mengenakan topi keras dan masker seadanya.

Aminah berdiri di tepi area kerja hingga seorang mandor memanggil Rio.

Tak lama kemudian, Rio berjalan mendekat. Tubuhnya lebih kurus dari terakhir kali mereka bertemu, kulitnya menggelap karena matahari. Namun senyumnya tetap hangat ketika melihat adiknya.

“Aminah? Kamu jauh-jauh ke sini?” tanyanya heran.

“Aku punya kabar,” jawab Aminah, berusaha menahan senyum.

Mereka duduk di bawah pohon kecil yang tumbuh miring di pinggir tambang. Debu masih berterbangan, tetapi di sana sedikit lebih teduh.

“Aku sudah membeli rumah,” katanya pelan namun jelas.

Rio terdiam beberapa detik, seperti memastikan ia tidak salah dengar. “Apa?”

“Aku membeli rumah di Jalan Magnolia. Sudah atas namaku sendiri.”

Rio menatapnya lekat-lekat, lalu tertawa tak percaya. “Kamu bercanda?”

Aminah menggeleng dan mengeluarkan salinan sertifikat dari tasnya. Ia menunjukkannya tanpa banyak kata.

Rio membaca nama itu, lalu menatap adiknya lagi. Matanya mulai berkaca-kaca.

“Kamu benar-benar melakukannya…” gumamnya.

Ia tertawa kecil, lalu tiba-tiba memeluk Aminah erat-erat. “Aku akan berhenti bekerja dan kembali ke kota segera. Kita akan hidup bersama dan bahagia.”

Aminah mengangguk, merasakan hangatnya pelukan itu. “Aku ingin kamu berhenti dari sini. Tambang ini terlalu berbahaya.”

Rio tersenyum. “Aku sudah lama ingin pergi, tapi aku tidak punya tempat tujuan.”

“Sekarang kita punya rumah,” jawab Aminah mantap. “Kita akan tinggal bersama. Kita juga akan pergi ke desa untuk melihat ibumu.”

Rio terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. Ibu tiri mereka tinggal di desa kecil yang sudah lama tidak mereka kunjungi. Hubungan mereka tidak dekat, tetapi tetap bagian dari keluarga.

“Aku akan menyelesaikan urusan di sini minggu ini,” kata Rio. “Akhir bulan, aku kembali.”

Mereka berbicara cukup lama tentang rencana memperbaiki rumah, membuka usaha kecil, dan menabung untuk masa depan. Untuk pertama kalinya, pembicaraan mereka bukan tentang bertahan hidup, melainkan tentang membangun kehidupan.

Ketika Aminah akhirnya pamit, hatinya terasa lebih ringan. Ia tidak lagi sendirian.

Sore hari ketika ia kembali ke rumah Andre, suasana sudah berbeda. Motor tua milik tetangga terparkir di depan. Pintu rumah terbuka.

Andre dan keluarganya sudah kembali.

Begitu ia melangkah masuk, suara keras langsung menyambutnya.

“Kamu perempuan jahat!”

Nenek Shinta berdiri di lorong dengan wajah merah padam. Di belakangnya, Rudi dan Riki mengintip dengan tatapan penuh kebencian.

“Berani-beraninya kamu mengambil kamar besar!” bentak Nenek Shinta. “Itu kamar anakku! Pindahkan barangmu sekarang!”

Aminah berdiri tenang. Ia sudah menduga reaksi seperti ini.

“Rumah ini sekarang juga milikku,” jawabnya datar. “Aku adalah istri sah Andre. Jika kamu tidak suka, kamu bisa pergi.”

Ucapan itu seperti api yang disiram bensin.

“Apa?! Berani sekali kamu!” Nenek Shinta hampir melompat karena marah.

Rudi tiba-tiba berlari ke arahnya. “Keluar dari kamar ayahku!”

Riki ikut menyusul, mencoba mendorongnya.

Refleks Aminah cepat. Ia meraih sapu rotan yang terletak di dekat pintu dapur.

Ketika tangan Rudi hampir menyentuh bajunya, sapu itu mendarat di lengan anak itu dengan bunyi keras.

“Aduh!” Rudi menjerit.

Riki mencoba menyerang dari samping, tetapi sapu rotan kembali mengenai kakinya.

“Jangan sentuh aku,” kata Aminah tegas.

Ia tidak memukul sekuat tenaga, tetapi cukup keras untuk memberi pelajaran. Kedua anak itu mundur sambil menangis, lalu berlari bersembunyi di belakang nenek mereka.

“Kamu menyiksa anak-anak!” teriak Nenek Shinta.

“Mereka menyerangku lebih dulu,” jawab Aminah dingin.

Ia berdiri dengan sapu di tangan, tubuhnya tegak, tatapannya tajam. Tidak ada lagi perempuan yang gemetar di sudut dapur.

Dari kamar kecil di ujung lorong, Andre keluar dengan tangan kanan digips dan digantung di lehernya. Wajahnya pucat, hidungnya masih sedikit bengkak.

Ia menatap pemandangan itu dengan campuran marah dan tak percaya.

“Kamu benar-benar berubah,” katanya pelan.

Aminah menatapnya balik. “Aku hanya belajar membela diri.”

Andre menggertakkan gigi, tetapi ia tidak bergerak maju. Tangannya yang patah menjadi pengingat nyata tentang apa yang terjadi beberapa hari lalu.

Suasana tegang menggantung di udara.

Aminah tahu ini belum selesai. Andre mungkin tidak bisa menyerangnya sekarang, tetapi ketika tangannya sembuh, ia mungkin akan mencoba lagi.

Namun kali ini, ia tidak takut.

Ia memiliki rumah atas namanya sendiri. Ia memiliki kakak yang akan segera kembali dan berdiri di sisinya. Ia memiliki keterampilan bela diri yang terus ia latih setiap pagi di taman.

Dan yang terpenting, ia memiliki tekad.

Malam itu, setelah pertengkaran mereda, ia kembali ke kamar besarnya dan mengunci pintu. Ia duduk di tepi ranjang, memikirkan semua yang telah ia lalui.

“Saya hanya memiliki 4.400.000 Rupiah,” gumamnya pelan, mengingat saat ia menawar rumah di Jalan Magnolia.

Jumlah itu mungkin terlihat kecil bagi orang lain.

Tetapi dengan uang itu, ia membeli kebebasan.

Ia menatap ke luar jendela. Langit malam gelap, tetapi di kejauhan lampu-lampu kota berkelip seperti bintang.

Aminah sudah bersumpah pada dirinya sendiri: ia akan membalas semua yang menyakitinya. Bukan dengan kebencian yang membabi buta, melainkan dengan kekuatan dan kebebasan.

Ia akan hidup dengan bebas.

Ia akan hidup dengan bahagia.

1
syska
ʙᴇɴᴇʀᴀɴ sᴇʀɪᴜs... ᴋᴇʀᴇɴ ᴋᴇʀᴇɴ ᴋᴇʀᴇɴ ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ...
ᴛᴏᴘ ᴍᴀʀᴋᴏᴛᴏᴘ...👍👍
ʙᴇɴᴇʀᴀɴ ᴋɪsᴀʜ ɴʏᴀᴛᴀ sᴇᴘᴇʀᴛɪɴʏᴀ...
syska
😭😭😭
syska
ᴀᴋʜɪʀɴʏᴀ.... ɢᴏᴏᴅ ᴊᴏʙ ᴀᴍɪɴᴀʜ...👍👍
WHATEA SALA
Beli rumah pake ngomong sih...
Fitrian
yang ini dina yang ono siti🤔🤔🤔
Fitrian
loh 3 anak🤔
katana dina dan siti itukan 2 orang anak perempuan jadi 2 anak laki-laki dan 2 anak perempuan empat orang anak kan 🤔🤔
Rangiku Gin
kerenn 🔥🤭
Rangiku Gin
🔥😈
Rangiku Gin
mantapp 🔥🥰
Rangiku Gin
astagaaa 🔥😈
Rangiku Gin
terharuuuu 😩😩
Rangiku Gin
😩😢
Rangiku Gin
omo 🔥😈
Rangiku Gin
🔥😈
Anifa
kenapa seperti di ulang2 ceritanya, bisa nggak sih bikin cerita 🙄
Anifa
aku skip skip ceritanya kek di ulang2 🙄
Yuyun Zampiet
mohon maaf thor, aku baca nya skip aja, karena sdh bbrp BAB kok ceritanya mutar2 naik turun seperti tidak nyambung, bingung aku 🙏
Yuyun Zampiet
knp gak langsung urus surat cerai aj
Yuyun Zampiet
murah sekali harga rumah, aku juga pengen dpt rumah murah🤣
Yuyun Zampiet
ya ampun, ajaran sesat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!