NovelToon NovelToon
Pewaris Dalam Bayangan

Pewaris Dalam Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Persahabatan / Action / Romantis
Popularitas:252
Nilai: 5
Nama Author: Hime_Hikari

Semua orang melihat Kenji Kazuma sebagai anak lemah dan penakut, tapi apa jadinya jika anak yang selalu dibully itu ternyata pewaris keluarga mafia paling berbahaya di Jepang.
Ketika masa lalu ayahnya muncul kembali lewat seorang siswa bernama Ren Hirano, Kenji terjebak di antara rahasia berdarah, dendam lama, dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh.
Bisakah seseorang yang hidup dalam bayangan, benar-benar memilih menjadi manusia biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hime_Hikari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 – Retakan dalam Darah

Hujan masih turun ketika Kenji menutup laptopnya. Suara gemuruh petir terdengar seperti suara perang yang semakin mendekat. Ia duduk di kursi lama di dekat jendela, menatap gelap di luar yang hanya sesekali diterangi kilatan cahaya.

“Ryo,” bisiknya lirih.

Nama itu terasa seperti pisau yang menusuk langsung ke jantungnya. Orang yang selama ini ia anggap paman, penjaga, bahkan keluarga ternyata orang yang membuka pintu kematian bagi mamanya. Kenji menutup mata, menahan napas.

Dalam kegelapan, suara mamanya muncul samar. “Kenji, jadilah anak yang baik—”

Suara itu langsung pecah oleh kenyataan yang dingin, mamanya mati terbakar di rumah sendiri karena pengkhianatan orang dalam. Dan sekarang, Ryo juga sudah mati.

Kenji tidak tahu siapa yang menembaknya, tapi ketika ia mendengar berita pagi itu dari pengawal keluarga, ia hanya bisa menatap kosong ke cangkir tehnya. Di meja makan, Kazuma membaca laporan kematian Ryo dengan wajah yang sulit diartikan.

“Dia mati dengan cepat.” Kazuma berkata tanpa menatap Kenji.

“Hidup sebagai mafia memang begitu.” Nada suaranya tenang, tetapi justru itulah yang membuat dada Kenji semakin sesak.

“Papa tidak sedih sama sekali?” Kenji akhirnya bertanya.

Kazuma berhenti mengaduk kopi.“Mengapa harus bersedih?”

Kenji menatap wajah papanya, mencari celah emosi apa pun. Rasa marah yang ia tahan sejak  lama akan tetapi perlahan kemarahan Kenji semakin naik seperti api.

“Ryo itu … orang yang Papa percayai,” katanya pelan tetapi tegas.

“Papa benar-benar sama sekali tidak merasa kehilangan?” Kenji kaget dengan perkataan Kazuma. Dan papanya hanya menghela napas.

“Dalam dunia mafia, kematian hanyalah konsekuensi. Jika dia mati, berarti dia sudah melakukan kesalahan,” jelas Kazuma.

Kesalahan? Kata itu langsung menusuk Kenji. Kalau Kazuma sudah tahu kalau Ryo mengkhianatinya Kenapa dia tidak marah kenapanya dan dilihat Kazuma juga tampak tidak kaget,  ia terlihat seperti sudah tahu hal itu sejak lama.

Kenji menggigit bibirnya. “Papa—”

Darahnya berdesir tegang. “Papa tahu sesuatu … tentang malam kematian Mama—”

Kazuma menghenti kegiatan minumnya, seketika ruangan tiba-tiba hening dan ini terlalu hening. Kedua mata papa dan anak itu saling bertemu. Untuk pertama kalinya, Kenji berani melihat mata Kazuma secara langsung dan untuk pertama kalinya pula ia melihat ketakutan di dalamnya.

“Kenji,” panggil Kazuma dengan suara pelan.

“Ada hal yang tidak perlu kau tahu,” tambah Kazuma.

“Tidak perlu?” Kenji berdiri, kursinya bergeser.

“Mama mati! dan Papa sudah  tahu seseorang dari dalam mengkhianati keluarga kita, tetapi Papa tidak melakukan apa-apa!” bentak Kenji dengan marah.

Pengawal terdekat refleks memegang pistol, tetapi Kazuma melambaikan tangan, memberi isyarat untuk mundur. Pengawal yang berada di dekat Kazuma kembali ketempat awal dia berdiri.

Kazuma bangkit perlahan, menatap dalam ke mata Kenji.“Kalau aku memberimu semua kebenaran itu … kau akan semakin membenciku.”

Kenji mengepal tangan. “Kalau Papa terus berbohong … aku akan membenci Papa jauh lebih cepat.”

Suasana menjadi panas dalam sekejap. Kazuma menatap anaknya lama, seolah sedang menimbang sesuatu. Lalu ia berbalik, berjalan keluar ruangan.

“Kenji,” katanya sebelum menutup pintu,

“Jangan buka luka yang bahkan aku tidak bisa sembuhkan.” Dan pintu itu tertutup memisahkan papa dan anak yang hatinya sudah retak.

Setelah selesai sarapan bersama papanya, Kenji langsung pergi ke sekolah. Dan selama ia berjalan ke arah koridor sekolah tidak ada sama sekali murid yang mendekatinya, entar kenapa untuk saat Kenji mengeluarkan aura yang menakutkan. Kenji melangkah masuk ke kelas, wajahnya pucat. Yuto langsung menghampirinya.

“Ken, wajahmu kelihatan pucat sekali, apa kau sedang sakit?” tanya Yuto

Kenji menggeleng. “Aku baik-baik saja .”

Akira memperhatikan Kenji lebih teliti.“Tapi kamu kelihatan sedang tidak baik-baik saja. Buktinya kedua matamu kayak habis nangis.”

Kenji terdiam saat kedua sahabatnya mendekatinya, Yuto dan Akira sangat khawatir dengan keadaan Kenji, karena mereka melihat Kenji seperti sedang banyak pikiran. Tidak lama  Mira datang membawa dua minuman kotak.

“Ken … kamu baik-baik saja?“ tanya Mira yang tiba-tiba dipotong oleh Kenji.

“Aku bilang aku baik-baik saja,” jawab Kenji dengan suaranya terdengar dingin, menusuk, dan berbeda dari biasanya.

Yuto, Akira, dan Mira terdiam, Kenji berjalan melewati mereka menuju meja. Tidak hanya mereka bertiga yang terdiam, semua teman sekelasnya juga terdiam mendengar suara Kenji yang sangat datar dan dingin.

Yuto mendesis pelan ke Akira. “Dia makin aneh, ya?”

Mira menggenggam minuman kotaknya erat. “Aku takut … Kenji kayak lagi menjauh dari kita semua.”

Di sudut ruangan, Ren Hirano memperhatikan Kenji diam-diam, senyum tipis terukir di bibirnya. Ia tampak senang melihat perpecahan yang terjadi di antara Kenji dan teman-temannya tersebut.

“Bagus,” gumamnya pelan.

“Retakan itu sudah mulai terlihat.” Ren langsung keluar kelas setelah melihat pertunjukan menarik.

Malam harinya saat Kenji sedang berada di kamarnya sendiri, ia  kembali menatap flashdisk itu. File rekaman suara Ryo terus memutar di kepalanya.

“Misaki ada di dalam rumah. Aku akan pastikan api ini terlihat seperti kecelakaan.” Ia menggenggam rambutnya frustasi.

“Kenapa, Ryo … kenapa kau lakukan itu?” Kenji merasa tubuhnya panas, amarah bercampur putus asa.

Ia bangkit, mengambil jaket, dan bergegas keluar kamar. Di halaman belakang, hujan turun rintik-rintik. Ia berjalan ke pojok halaman tempat pohon sakura berdiri. Pohon itu adalah satu-satunya yang tumbuh dari rumah lama ibu Kenji sebelum terbakar. Kenji menatapnya lama.

“Tapi kalau Ryo bukan dalangnya.” Napas Kenji memburu.

“Siapa yang memerintahkannya?” Pikiran itu membuat dadanya terasa sesak hingga sulit bernapas.

Tiba-tiba, suara langkah terdengar dari arah taman samping.Seorang pengawal muncul, menunduk sopan.“Tuan muda, ada seseorang ingin bertemu Anda.”

“Siapa?” tanya Kenji.

“Dia tidak menyebutkan nama. Tapi ia bilang dia punya jawaban tentang kematian Mama Anda,” jawab pengawal tersebut.

Kenji menegang. “Di mana dia?”

Pengawal menunjuk gerbang kecil di belakang rumah. “Dia menunggu di luar.”

Kenji langsung berjalan cepat. Hujan semakin deras saat ia mendekati gerbang besi itu. Di luar, lampu jalan berkedip, dan kabut tipis menyelimuti daerah sekitar. Seseorang berdiri membelakanginya mengenakan mantel hitam panjang.

Kenji menatapnya tajam. “Siapa kau?”

Orang itu tidak menjawab.Ia hanya melemparkan sesuatu ke arah Kenji kunci flashdisk merah. Ketika Kenji mengambilnya,setelah melemparkan flashdisk orang tersebut langsung berbalik badan dan pergi, tetapi sebelum ia pergi orang tersebut berbalik badan dan menatap ke arah Kenji.

orang itu berkata dengan suara rendah “Ryo bukan satu-satunya yang mengkhianati Papamu.”

Kenji menegang.“Apa maksudmu?”

Orang itu berbalik sedikit, wajahnya masih tersembunyi bayangan. “Yang memberi perintah membunuh Mamamu … bukan dari keluarga Hirano.”

Jantung Kenji seakan berhenti. “Lalu siapa?!”

Tanpa menjawab pertanyaan dari Kenji, orang itu langsung menghilang dalam kegelapan. Kenji meminta pengawal untuk mencari orang tersebut, tetapi saat para pengawal mencari orang tersebut, mereka tidak menemukan siapa-siapa.

“Seseorang yang tidak pernah kau duga, seseorang yang masih hidup dan ada di dekatmu.” Semua perkataan itu terus berputar-putar di kepalanya.

Kenji berdiri di tengah derasnya air, menggenggam flashdisk merah itu erat-erat, tubuhnya gemetar. Dalam pikiran Kenji terus berputar dengan perkataan orang asing tersebut, dan ia mulai berpikir siapa yang harus dia percaya untuk kali ini.

“Siapa … siapa yang masih hidup?” Suara Kenji pelan, nyaris seperti bisikan.

Di lantai dua rumah Kazuma, dari balik jendela, seseorang memperhatikan Kenji yang berdiri di tengah hujan. Wajahnya tidak terlihat, tetapi siluet itu tersenyum tipis.

Ia menutup tirai perlahan dan berkata pada dirinya sendiri. “Akhirnya kau mulai melihat, Kenji, tetapi apakah kau siap untuk tahu bahwa kebenaran terbesar … ada di dalam rumahmu sendiri?”

1
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
update
Glastor Roy
up
Glastor Roy
update ya torrr ku
Hime_Hikari: hallo kak di tunggu saja kak untuk update terbarunya
total 1 replies
putri baqis aina
Teruslah menulis dan mempersembahkan cerita yang menakjubkan ini, thor!
Hime_Hikari: Terima kasih kak 😁😁
total 1 replies
Ryner
Author, kapan nih next chapter?
Hime_Hikari: Ditunnggu saja ya kak

Terima kasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!