NovelToon NovelToon
Wanita Idaman Lain

Wanita Idaman Lain

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: istia akhtar

Nawalisya Nasyirah, berusia 28 tahun telah menikah dengan Fandyka Satya Mahardika yang telah berusia 21 tahun. Mereka menikah atas dasar perjodohan. Nawal menerima perjodohan itu atas dasar rasa sayang dan hormat kepada orang tuanya, Hingga akhirnya Nawal membuka hati dan belajar mencintai sang suami.

3 bulan awal pernikahan Fandy dan Nawal berjalan biasa saja, meski mereka tak saling dekat. Namun, setelah 3 bulan itu, Fandy memutuskan untuk menikahi kekasihnya, Mila.

Disitulah cinta Nawal di uji. Akan kah mereka tetap bertahan? Ditambah lagi dengan masalah usia Nawal yang lebih matang dari fandy?
Simak kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istia akhtar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Barasa kayak pengantin

Nawalisya

Aku tiba di rumah ayah dan ibu mertuaku selepas Maghrib. Perjalanan yang begitu melelahkan ini, rasanya terbayar sudah setelah bertemu dengan ayah, ibu mertua serta bapak dan ibu ku. Mereka semua menyambut ku dengan suka cita.

Ibu mertuaku menuntunku ke ruang tamu uang begitu luas. Semua orang di sini saling bercanda ria penuh tawa.

"Awas minggir-minggir. Mbak Nawal mau lewat, ayo semua aak anaaaaaak,,, aduhhhhh kok pada ngalamin jalan sih. Mbak Nawal lagi hamil loh ini, kalau jatuh gara-gara kalian ngalangin jalan, gimana?", Ibu mertua mengomel karna banyak anak-anak dari saudara keluarga besar mas Fandy berkerumun ngeliat kedatanganku dan mas Fandy. Ku lirik mas Fandy yang tersenyum menanggapi sikap ibu.

"Buuk, Nawal kan cuma hamil, bukan sakit. Biarin deh buk, namanya juga anak-anak".

"Nawal. Ibu cuma takut kamu jatuh karna mereka nak. Udah ahhh biarin".

"Nawal bener buk. Jangan bikin mantu kita risih deh dengan sikap ibuk yang kayak anak kecil" Ayah menimpali.

"Diem. Ayah kok gitu sih". Ibu mendelik sebal ke arah ayah. Kemudian ibuk mengantarku ke kamar mas Fandy yang nggak pernah aku tau. Karena memang baru pertama kali ini aku akan tidur di kamarnya.

Dulu, setelah kami menikah di rumahku di pasuruan, mas Fandy mengajakku langsung pindah ke rumahnya sendiri, pemberian ayah. Jadi, aku penasaran deh sama isi kamarnya mas Fandy yang dulu, bersikap acuh dan dingin.

"Na, kamu istirahat yah nak, besok acaranya mungkin akan membuat kamu sedikit kecapekan ya. Jangan lupa vitaminnya di minum sebelum tidur. Makan malam mu habis ini ibu Anyer kesini. Kamu jangan keluar kamar biar nggak kecapekan. Istirahat aja". Mas Fandy mengekor di belakang ibu.

"Iya udah buk, nanti aja makan habis isya'. Ibuk pergi dulu deh, Aku mau ngelonin istri aku dulu. Udah sana pergi", Mas Fandy mengibaskan kedua tangannya. Sontak saja, ibu menghampirinya kemudian menjewer telinganya, seperti anak kecil saja.

"Kamu kurang ajar ya, awas aja kalau berani bikin mantu sama cucu ibuk kenapa-napa"

"Aduhhh ampun buuk, ampuuun.....".Mas Fandy mengaduh sambil memegangi telinga bekas jeweran ibu. Aku terkikik geli dengan kelakuan ibu dan anak ini.

Setelah ibu berlalu, Mas Fandy kemudian merebahkan tubuhnya di sisi kanan ranjang, sedang aku duduk bersandar di sisi kiri ranjang.

"Mas".

"Ya, kenapa?" Mas Fandy memiringkan tubuhnya. Tangannya terulur menyentuh perut ku. Ada perasaan sejuk menjalari seluruh sudut hatiku.

"Peluk aku dong mas, aku pengen rebahan di peluk kamu".

"Ohh gitu, sini.... udah mulai manja ya sekarang", katanya sambil menggodaku.

"Biarin...". Mas Fandy terkekeh sambil memelukku, aku seketika mendekatkan diriku ke mas Fandy. "Mas?".

"Hmmm".

"Ceritain tentang kamu dong".

"Apa yang ingin kamu tau?".

"Tentang kamu..... dan Mila". Mas Fandy menghembuskan nafas berat nya. Memang, aku sangat penasaran tentang suamiku dan Mila, Istri mudanya dulu.

"Kenapa harus Mila?", Aku hanya memandangnya dengan sendu. "Yang lain aja ya?", Aku menggelengkan kepalaku.

"Kenapa kamu mau tau tentangku dan Mila?".

"Karna aku nggak mau penasaran lagi tentang suamiku mas. Aku mau tau kamu masih peduli dengannya atau enggak".

"Aku sama Mila udah nggak ada apa-apa semenjak kamu pergi na, Apa yang harus aku lakukan biar kamu percaya sama aku?".

"Sekarang kamu sama Mila memang udah nggak ada apa-apa mas, tapi tentang perasaanmu ke Mila? Aku mau tau mas, semuanya. Aku nggak mau kamu membawaku kembali cuma karna Mila nggak ada dan aku harus menggantikan keberadaannya. Aku maunya kamu datang menjemputku karna bener-bener kamu mencintaiku, karna nya kamu membutuhkanku.".

"Oke, aku akan ceritain tentang aku dan Mila, tapi besok ya sepulang kita dari sini. Sekarang aku sama kamu sama-sama capek, jadi sebaiknya istirahat. Bentar lagi juga makan malem, tanggung kan waktunya? ". Aku mengangguk sambil tersenyum. Sukur deh kalau mas Fandy mau cerita. Aku merasa, mas Fandy udah beneran percaya dan mau membuka hatinya buat ku lagi. Terima kasih tuhaaan.

🌄🌄🌄🌄🌄

Fandyka

Acara pun telah tiba, waktu menunjukkan pukul 14.40 sore hari. Orang-orang yang mendekor ruangan juga sudah pulang. Hari ini, ibu ku yang cerewet tapi cantik itu membuat acara yang bener-bener meriah. Gimana enggak? Nawal aja harus pake acara dandan segala, huh udah kayak mau nikah lagi aja.

Acara pengajian khataman alQuran sudah selesai pukul 1 tadi, akan di lanjut pengajian dzikir dan sholawat nabi nanti ba'da Maghrib. Setelah ini selepas sholat ashar, akan ada acara siraman yang akan di hadiri semua karabat terdekat. Ibu menuntunku ke kamarnya untuk mengganti pakaian santai ku dengan stelan biskap, sewek dan blangkon.

Setelah berganti pakaian, Ibu menuntunku keluar dari kamarnya. Ku kerutkan keningku menatap ibu yang super duper cantik ini. Gimana nggak cantik coba? Ibu mengenakan pakaian khas jawa. Dari kebaya, sewek, sanggul Jawa, sampai make up-nya yang halus.... sungguh, pantas saja ayah tergila-gila pada ibu sampai setua ini.

"Fan...".

"Ya ma,"

"Nawal bentar lagi keluar. Bener deh, Nawal cantik banget".

"Oh ya?".

"Iya, masa kamu nggak percaya sih?".

"Iya buk, Nawal emang cantik meski nggak di make up in", jawabku santai.

Setelah acara di mulai, Aku benar-benar takjub dengan Nawal. Gimana enggak? Bunga melati membaluti separuh tubuh atasnya hingga menutupi perut buncitnya. Rambutnya disanggul ke atas dengan bunga melati yang di rajut indah sebagai bando di kepalanya. Aku menatap Nawal sampe nggak kedip.

Acara pun berlangsung dengan sakral. Dengan mengusung adat Jawa yang kental karna bapak Nawal memang keturunan Jawa asli, acara begitu meriah. Hingga malam dan acara berakhir, Aku dan Nawal benar-benar di buat tepar.

Aku bercengkrama ringan dengan istriku, saling bertukar cerita tentang acara tadi sore. Sesekali canda tawa terdengar menggema di ruangan kamar ini.

Hampir saja kami terlelap, hingga suara kegaduhan di lantai bawah mengagetkan kami.

"Ada apa ya mas? Kok rame-rame kayak orang bertengkar gitu?".

"Nggak tau na, Kamu kalau capek istirahat dulu aja deh nggak apa-apa. Aku mau ngecek ke bawah dulu", tentu saja Nawal istriku ini menggeleng. Dia benar-bener type orang yang suka penasaran, kepo gitu deh... hehehe.

Aku dan Nawal menuruni tangga pelan-pelan. Sayup-sayup aku mendengar nama Mila di sebut beberapa orang, dan.... suara itu, seperti suara Bu Ratmi, ibunya Mila. Aku menegang seketika.

"Mas, apa ada Mila ya di bawah?", Aku menggelengkan kepala. Nggak mampu menjawab pertanyaan Nawal yang membuat jantungku berdegup tak karuan.

Dalam hati aku berdoa dan meminta, 'ya tuhaan, tolong biarkan aku dan istriku tenang. Kebahagiaan baru saja menghinggapi rumah tangga kami, kumohon jangan ambil kembali kebahagiaan ini. Biarkan kami bahagia tuhaaan'.

Lantas aku mengeratkan pelukanku pada pundak Nawal. Membimbingnya agar segera sampai di lantai bawah. Ku rasa, Nawal juga tak kalah tegangnya dengan diriku.

Suara tangisan Bu Ratmi makin jelas terdengar. Aku segera sampai di bawah. Ku lihat semua mata tertuju pada ku dan Nawal. Ibu ku segera memberi isyarat ibu mertua agar membawa Nawal untuk kembali ke atas, tapi tetap saja, istriku yang keras kepala itu menolaknya.

"Kamu ke atas dulu ya sayaang, nanti aku nyusul", aku berbisik ke telinganya. Nawal menggelengkan kepalanya pelan. Aku mendesah berat karena Nawal begitu keras kepala.

Sebenarnya, aku udah nggak tahan lihat Bu Ratmi bersimpuh di hadapan keluarga ku. Biar bagai manapun, Bu Ratmi itu dulu mertuaku juga. Aku nggak tega melihatnya.

"Fandy, nak tolong ibuk.... tolong". Suaranya begitu lembut, aku nggak sampai hati harus mengusirnya. Tapi bagaimana dengan api kemarahan yang terus berkobar di dalam keluargaku? Sungguh, simalakama.

"Ibu Ratmi tenang ya, ibu kenapa? Aku menjongkokkan tubuhku dan berusaha meraih bahu Bu Ratmi yang bergetar karna menangis.

"Fan, tolong ibuk. Mila sakit keras sudah hampir dua bulan ini. Belakangan ini dia sering mengigau namamu nak, tolong, datanglah menjenguknya. Sampai Mila kembali sadar dan dia menerima takdirnya ini, setelah itu kamu pergilah nak. Tolong ibuk... Mila satu-satunya milik ibuk, ibuk nggak punya keluarga selain mila.", ucapnya sambil terisak.

Aku mendongak menatap ayah dan ibu yang murka, Namun berbeda dengan bapak dan ibu mertua yang sabar itu. Mereka tersenyum dan mengangguk. Kemudian Nawal mendadak pergi dengan langkah yang cepat. Tanpa menjawab bu Ratmi, aku berlari mengejar Nawal.

1
rara ayu
Luar biasa
Siska Febriana
huhuuu knp sih Mila bahagia...disinikan yg terluka Nawal knp dibikin sakit .....seharusnya ada karma buat pelakor Mila SE*an itu😡
Siska Febriana
huhhh pengen gw Jambak si nenek lampir Mila itu
Siska Febriana
setan emank si Fandy ini.pengen bgt aku bejek bejek😡😡
kalea rizuky
bodoh aja mau balik bodoooooo
Firgi Septia
justru yg trauma itu nawal bukan kamu /Shame/
Mamanya Reza
hadeeeeeh.... dasar novel...
pengen kesel, kok ada cewe mcm bgono, mslhnya ini cuma novel
Sari
yaampun cuman novel aja sakit hatinya, jadi takut punya suami lagi
Lala Al Fadholi
pshal happy ending tp knp masih kesal aja dgn fandy yg dengan gampangnya bolak balik ke milla...jd ga ikhlas aja kaya klo akhirnya beesama nawal lg mending dia menduda seumur hidup 😝🤪
Lala Al Fadholi
iba kok bisa mpe 4 tahun...iba kok bisa sampai mengalahi istri yg d cinta...iba kok bisa mengalahi anak dalam kandungan...dasar brondong tolol dan labil...ga cocok biat nawal yg dewasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu rhor
Istia Akhtar ❤️: Terima kasih sudah singgah, jangan lupa singgah ke ceritaku yang lain.
total 1 replies
Sri Wahyuningsih
Kecewa
Saras Wati
bagus.... sangat menyentuh hati
Sulati Cus
do'a kok jelek bener
Sulati Cus
daddy pria brengs**
Nur Zia Aini
thor jngn bikin nawal.balikan.sm fandy thor
Yuli Nadya
ok
Henrita Henrita
berhenti membaca, karena wanitanya terlalu bodoh
Sri Wahyuni
smoga ga jtemu sm s nawal
Sri Wahyuni
mka nya nawal jngn bgtu mudah y jna rayuan suami laknat dan skrng rsakn akibt nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!