NovelToon NovelToon
Kala Takdir Menyapa Lagi

Kala Takdir Menyapa Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Janda / Teman lama bertemu kembali / Menikah Karena Anak
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

🖊SEQUEL MENIKAHI SUAMI TIDAK NORMAL.

Cinta romantis, dua kata yang tidak semua orang mendapatkannya dengan mudah.

Hari itu Alena Mahira menolak Alex dan menegaskan akan tetap memilih suaminya, Mahendra. Tak ingin terus meratapi kesedihan, hari itu Alex Melangkah pergi meninggalkan kota yang punya sejuta kenangan, berharap takdir baik menjumpai.

8 tahun berlalu...

"Mama, tadi pagi Ziya jatuh, terus ada Om ganteng yang bantu Ziya. Dia bilang, wajah Ziya nggak asing." ujar Ziya, anak semata wayang Alena dengan Ahen.


"Apa Ziya sempat kenalan?" tanya Alena yang ikut penasaran, Ziya menggeleng pelan sembari menunjukkan mata indahnya.

"Tapi dia bilang, Mama Ziya pasti cantik."

*******

Dibawah rintik air hujan, sepasang mata tak sengaja bertemu, tak ada tegur sapa melalui suara, hanya tatapan mata yang saling menyapa.


Dukung aku supaya lebih semangat update!! Happy Reading🥰🌹
No Boom like🩴

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KTML018~ Ibu Axan Muncul?

Siang harinya sepulang sekolah, Axan dan Ziya berjalan bersama meninggalkan ruang kelas, langkah kecil mereka berhenti saat hampir sampai di gerbang sekolah.

"Xan, kotak bekalnya mana?" tanya Ziya, ia menghentikan langkahnya.

"Oh iya, tunggu sebentar. Sepertinya tertinggal di kelas. Ziya tunggu disini saja." Axan segera berlari ke kelasnya.

"Masakan Mama enak terus, besok mau minta dibuatin lagi ah." Ziya bermonolog sambil membayangkan beberapa masakan Alena yang sangat cocok dilidahnya.

"Nugget udang kayaknya enak."

Senyum Ziya memudar saat melihat seorang perempuan berdiri di luar gerbang, penampilannya menunjukkan perempuan itu dari ekonomi kelas menengah-atas. Ia tampak tidak tenang dengan terus melihat ke area sekolah.

"Kenapa Ibu itu ya?"

Tidak berselang lama Axan datang dengan napas tersengal-sengal.

"Ini, benar ada di laci meja." kata Axan sembari menyodorkan kotak bekal Ziya.

"Makasih ya, kalau ilang sebenernya nggak apa-apa sih, Ziya cuma nanya aja tadi." kata Ziya dengan senyum canggungnya, Axan memicingkan mata saat mendengar penjelasan Ziya.

"Anakku!" panggil perempuan di luar gerbang, sontak Ziya dan Axan menoleh ke arah sumber suara secara bersamaan.

Terlihat perempuan yang Ziya lihat tadi sedang melambaikan tangan ke arah Ziya dan Axan, keduanya saling memandang.

"Dia manggil siapa?" tanya Ziya, Axan mengendikkan bahu.

"Ibu orang tua salah satu murid di sekolah ini?" tanya Satpam yang mencegat perempuan itu.

"Iya, itu anak saya." jawabnya sembari menunjuk ke arah Ziya dan Axan.

"Dia nunjuk kita, Xan. Aku nggak kenal orang itu." kata Ziya.

"Aku juga tidak mengenalnya." sahut Axan.

"Bisa tolong sebutkan nama anak Ibu?"

"Pak, itu anak saya. Sayang, sini!"

Ziya dan Axan saling memandang.

"Sepertinya perempuan itu perlu sesuatu." kata Axan.

Ziya menarik tangan Axan untuk menghentikan langkahnya.

"Takutnya penculik."

"Tenang, ada Pak Satpam." Axan menggenggam tangan Ziya, mereka berjalan bersama menghampiri perempuan itu.

"Axan, kan?"

Axan spontan mengangguk, Pak Satpam pun membiarkan Axan dan Ziya berinteraksi dengan perempuan itu.

"Axan..." Perempuan itu langsung bersimpuh dihadapan Axan, ia hendak memeluk Axan namun Ziya menarik Axan.

"Tante ini siapa? Kami nggak kenal sama Tante." tanya Ziya.

Perempuan itu sudah berlinang air mata, ia menyeka air matanya dan tersenyum pada Ziya. Ia tahu anak perempuan didepannya bersikap waspada padanya karena memang kehadirannya begitu dadakan dan tentu ia adalah orang asing bagi kedua anak itu.

"Axan, kamu jangan mau di pegang-pegang." tegur Ziya yang merasa geram.

"Sayang, Axan... Ini Ibu."

Mata Axan membulat, Ziya sendiri mengerutkan dahi mendengar pengakuan perempuan itu.

"Tante jangan bohong!" Ziya berdiri di depan Axan sebagai benteng, Axan masih diam mematung karena terkejut.

"Nak, Tante tidak bohong. Saya Ibunya Axan, Ibu kandungnya."

"Axan nggak punya Mama, dia nggak tau Mamanya kayak apa. Tante nggak boleh ngaku-ngaku karena berpikir bisa bohongin anak kecil."

"Nak, Tante tidak bohong. Kalau Tante bohong, kenapa Tante bisa tahu nama Axan?"

Ziya menatap Axan yang masih terkejut.

"Ibu, tolong jangan buat keributan." Pak Satpam membawa Axan dan Ziya ke sisinya.

Perempuan itu hendak mengeluarkan suara namun dihentikan oleh suara klakson mobil di belakangnya. Alena turun dari mobil dan berjalan ke arah mereka.

"Ada apa ini?" tanya Alena.

Ziya menarik Axan untuk berlindung dibalik tubuh Ibunya.

"Xan, kenapa Xan pucat?" tanya Alena khawatir.

"Mama, dia ngaku-ngaku sebagai Mamanya Xan." ucap Ziya.

"Mbak, saya benar Ibunya Axan. Saya tidak bohong."

Alena menggendong Axan dan menggandeng tangan Ziya. Ia juga khawatir, terlebih ia tidak mengenal siapa perempuan di hadapannya ini.

"Pak, saya bawa Axan pulang." ucap Alena pada Pak Satpam.

"Baik, Bu. Hati-hati di jalan."

"Iya, makasih udah jagain anak-anak."

Pak Satpam mengangguk, Alena segera berjalan ke mobilnya. Ziya dengan cekatan membukakan pintu untuk Axan.

"Makasih ya sayang." ucap Alena sembari mendudukkan Axan di kursi mobil.

"Ziya langsung masuk mobil, kita pulang."

"Iya, Ma."

"Mbak, jangan pergi. Saya tidak bohong!" perempuan itu mengetuk pintu mobil Alena.

Alena membuka kaca mobil dan memandangi penampilan perempuan itu.

"Siapa namamu?" tanya Alena.

"Syeera." jawabnya dengan santai.

"Aku akan minta konfirmasi dulu ke Ayahnya,"

Alena menutup kaca mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan area sekolah.

"Xan, sakit ya?" tanya Alena, Axan menggeleng.

"Xan hanya terkejut, Tante." jawabnya lemas.

"Tenang ya, jangan panik dulu."

Axan mengangguk patuh, Alena segera menelpon Pak Alex namun panggilannya tidak terjawab.

"Kayaknya lagi sibuk," gumam Alena.

"Mama, bawa Xan ke rumah kita dulu. Takutnya Tante asing itu ngikutin." usul Ziya.

"Iya, kita ke rumah sekarang. Mama bilang dulu sama Om ya."

...****************...

Mereka tiba di rumah Alena, Ziya langsung mengajak Axan masuk. Alena yang baru menutup pintu mobil langsung mendapat telpon dari nomor tidak dikenal.

"Alena, ini aku." terdengar suara Pak Alex dari seberang telpon.

"Oh, Kak Alex ya. Ganti nomer?"

"HP-ku terlindas truk, nanti aku ceritakan. Tadi kamu menelfonku?"

"Iya, Axan di rumahku. Ada sesuatu, penting."

"Oke, aku segera kesana."

"Bos, yakin tidak ke Rumah Sakit dulu?" tanya Karyawannya sambil menerima HP-nya yang dipinjam Pak Alex barusan.

"Hanya luka kecil. Nanti tutup jam 4 saja."

"Baik, bos."

Dengan kaki dan tangan yang baret, Pak Alex langsung tancap gas menuju rumah Alena. Dari nada bicara Alena, Pak Alex menebak ada sesuatu yang sangat genting, ia tidak mau berlama-lama lagi.

1
M S Abdl
pejuangan tidak akan menghianati akan hasil 💪semangat toor aq padamu pokoknya ....salangheyoo❤❤❤
Siti Musyarofah
belum up
aku baca dulu
Siti Musyarofah
buat Alena trima a
lex kak
Siti Musyarofah
langsung baca
🍒⃞⃟🦅•§¢•𝓛𝓲𝓵𝓲𝓽𝐀⃝🥀
maaf teman², hari ini lambat up nya, author lagi kurang sehat🙏🙏🙏
Suanti
kenapa mira ngak adopsi ank aja di panti asuhan buat pancingan supaya cpt hamil 😂😂😂
Siti Musyarofah
2x up kak
Suanti
sehari up 2 bab🙏🙏🙏
Suanti
kayak nya axan ank adopsi, pak alex belum nikah 🤣🤣🤣
Sundel Bolonk _Lilit: Belum tentu, siapa tau Axan anak kandungnya. Bisa jadi emaknya selingkuh, mangkanya Pak Alex ogah ngakuin dan kasih tau Axan tentang Ibunya
total 1 replies
kalea rizuky
hmmm aq dr awal uda g setuju soalnya ahen iku bodoh plin plan mending ma Alex akhirnya doa ku di denger author/Curse//Curse//Curse/
kalea rizuky
si ahen mana mati kaj
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
ngakak akuu 😭😂😂
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
yaampun yaampun mulutnya belum di cocolll sambel yak 😤
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
hadeeuhh esdeh udah pd juliiddd
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
jgn mikir pengen jd anaknya, ziyaa
Yoona
masih nyimak duli
Abel Incess
jadi makin ber tny" apa yg udh terjadi sm ahen
Abel Incess
hah knp bisa ahen ngk sm alena???
jadi pinisirin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!