Nama saya Yuda, Saya siswa SMA tahun ke 2. Kehidupan sekolah saya tidak ada yang istimewa. Tetapi ada seseorang yang sangat saya sukai dari tahun pertama sekolah, saya mengejar cintanya selama 2 tahun, namun tidak mendapatkan respon dan berujung penolakan yang menyakitkan. Sampai suatu saat saya mulai membuka mata saya, berapa banyak waktu yang saya buang sia-sia hanya untuk wanita yang tidak mencintai saya. Namun ini hanya permulaan dari cerita tahun ke 2 saya di sekolah. Dimana saya akhirnya memilih untuk melangkah maju dan berhenti membuang waktu, saya memutuskan untuk berhenti mengejar cintanya dan menjalin hubungan pertemanan dengan teman-teman lainnya. Berusaha mengupgrade diri dan mencoba membuka hati untuk orang baru walau rasa trauma dari orang lama masih membekas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dame Dha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18 Rasa Malu
~Sudut pandang Siva~
Setelah 15 lagu sudah kami bawakan, kami istirahat sejenak. Tepuk tangan riuh mengiringi akhir penampilan kami.
Hari ini sukses besar. Ini penampilan perdana ku sebagai penyanyi di luar kegiatan sekolah. Kami duduk disalah satu meja dan membicarakan tentang hari ini.
"Kita berhasil Siva. 4 hari latihan keras tidak sia-sia" ucap Yuda sambil Bersulang denganku
"Aku benar-benar kehabisan energi, malam ini aku akan tidur nyenyak" jawabku
Tante July datang menghampiri kami. Dia membawa sebuah amplop yang sepertinya berisi uang bayaran untuk ku"
"Siva, terima kasih sudah membantu kami menyukseskan acara hari ini. Ini bayaran yang kami janjikan. Kalau ada perlu yang lain minta sama aja Yuu" ucap tante July sambil memberikan amplop padaku.
Tante July berkata sambil mengedipkan matanya. Sepertinya tante July salah sangka antara aku dan Yuda. Yuda yang mendengar hanya menghela nafasnya.
"Yuda, ikut aku sebentar" ucapku sambil menarik tangan Yuda.
"Mau kemana?" tanya Yuda padaku
"Udah ikut saja" jawabku
Aku menarik tangan Yuda dan menyuruhnya duduk di sebuah kursi. Aku memintanya untuk diam di tempat dia duduk sekarang. Sementara aku pergi menuju tempat Andini berada. Aku ingin memanggil Andini dan memberikan mereka berdua waktu berdua.
"Yuda, aku mau kesana sebentar. Kamu jangan kemana-mana. Diam disini ya" ucapku tada Yuda, dan kemudian aku pergi meninggalkannya.
"Mau kemana kamu?" tanya Yuda padaku
"Udah kali ini nurut aja" jawabku
Aku pergi untuk menemui Andini, dia sedang duduk bersama Yuki. Aku harap Yuki tidak mengacaukan rencana ku.
~Sudut pandang Yuki~
Siva dan Yuda telah selesai tampil. Tepuk tangan mengiringi akhir penampilan mereka. Andini sangat excited dan bersemangat. Mungkin karena dia duduk sebangku dengan Siva makanya dia mau datang ke acara hari ini.
"Andini, hari ini kamu datang kesini buat nonton Siva ya" tanyaku pada Andini
"Kak Siva sama kak Yuda juga. Mereka berdua sangat keren hari ini" Jawab Andini
"Kamu sedekat apa sih dengan Siva?" Tanyaku
"Eh. Kak Yuki kenapa nanya begitu" jawab Andini
"Bukan apa-apa, aku cuma penasaran kok" jawabku
Andini adalah anak yang baik, dia juga sangat cerdas. Aku penasaran kenapa dia mau berteman dekat dengan Siva yang merupakan murid yang punya reputasi buruk di kelas.
"Karena reputasi kak Siva yang buruk kah?..aku sama sekali ga masalah, kak Siva sangat perhatian sama aku" jawab Andini dengan tegas
"Aku ga bermaksud jelekin Siva kok Andini, jangan salah faham ya" ucapku pada Andini
"Iya kak aku mengerti kok" jawab Andini
Semoga keputusan Andini tidak salah.
Saat kami sedang mengobrol. Siva datang menghampiri meja kami. Sepertinya ada yang ingin Dia bicarakan dengan kami.
"Hai Yuki. Andini" Siva datang menyapa kami berdua.
"Ada apa Siva" tanyaku pada Siva
"Aku boleh pinjam Andini sebentar ga, ayo ikut aku kesana Andini" Ucap Siva sambil menarik tangan Andini
"Ehh..Mau kemana kak?" tanya Andini
Siva tidak memberi tahu, dia langsung menarik tangan Andini dan pergi meninggalkan ku.
~Sudut pandang Andini~
Kak Siva tiba-tiba menarik tanganku. Aku tidak tau mau dibawa kemana. Aku hanya pasrah dan mengikuti langkah kak Siva.
Dia menarik tanganku tanpa menjelaskan apa-apa sampai kami aku melihat kak Yuda. Di sebuah meja ada kak Yuda yang duduk sendirian.
Apa yang direncanakan kak Siva. Apa ini mungkin yang di maksud kak Siva kalau dia akan membantu ku. Tapi aku benar-benar belum siap. Aku tidak tau harus berbuat apa.
~Sudut pandang Yuda~
Siva menyuruhku untuk diam dan menunggu. Apa yang ingin dia lakukan. Siva orang yang sangat sulit ditebak.
Beberapa saat kemudian aku melihat Siva datang sambil menarik tangan Andini.
Baru aku ingat. Tadi dia mengajakku untuk bertemu Andini setelah kami selesai tampil.
"Yuda, maaf menunggu" ucap Siva
"Iya ga papa kok. Halo Andini" jawabku sambil menyapa Andini yang datang bersama Siva.
"Halo... kak...." jawab Andini dengan gugup
"Baiklah, aku kesana dulu, silahkan nikmati waktu kalian" ucap Siva dan dia meninggalkan kami.
"Ehh...kak Siva....kok aku di tinggal" tanya Andini dengan panik
Andini kebingungan dengan wajahnya yang polos.
Siva langsung pergi sambil mengedipkan matanya. Aku langsung paham kalau ini sudah direncakan Siva.
Tapi sudahlah. Sekarang ini di depanku ada Andini, aku harus membuat suasana agar tidak canggung.
"Duduk Andini" ucapku pada Andini
"Iya kak...terima kasih..." jawab Andini
"Bagaimana penampilan kami tadi Andini" tanyaku
"Bagus kak...aku menikmatinya" jawab Andini dengan tersenyum
"Kata Siva kamu selalu menonton penampilan kami sampai selesai sejak kelas satu dulu. Apa itu benar" tanyaku pada Andini
"Iya kak..aku dari dulu selalu menonton kalian" jawab Andini
"Ngomong-ngomong terima kasih sudah mau jadi teman Siva. ucapku pada Andini
"Eh...iya kak...bukan apa-apa. Kak Siva juga baik banget sama aku" jawab Andini dengan ramah
Aku tidak tau harus apa. Aku tidak tahu ingin membicarakan apa dengan Andini, tapi aku lebih tidak fokus pada Andini nya. Dari tadi dia sangat berusaha untuk mengimbangi obrolanku.
Tingkahnya yang gugup namun lucu membuatku ingin mengelus kepalanya. Tapi di sisi lain aku menyadari satu hal..
Andini kalau diperhatikan wajahnya memang sangat manis. Ekspresinya yang polos dan malu-malu membuatku terfokus pada tingkahnya. Aku tidak akan bosan walaupun harus menatap wajahnya seharian tanpa berbicara apapun.
Tanpa sadar aku mengatakan sesuatu yang harusnya ku katakan dalam hati saja "Kamu manis sekali" ucapku dengan sedikit berbisik.
"Hah...kak Yuda...apa kak..?" tanya Andini yang penasaran
Sial, aku keceplosan.
"Ahh..ini...sirup...iya..ini manis sekali..." jawabku untuk mengelak.
Aku jadi seperti orang linglung. Tapi yang tadi itu tidak bohong. Andini hari ini benar-benar membuatku tidak fokus. Sudah lama sekali aku tidak berada dalam kondisi panik seperti ini.
"Kak Yuda. Aku ada sesuatu yang ingin ku kembalikan" ucap Andini sambil mengambil sesuatu di dalam saku bajunya
"Kembalikan, maksudnya apa Andini?" tanyaku
Dia mengeluarkan sebuah sapu tangan. Aku terkejut sesaat. Aku ingat, itu sapu tangan yang ku berikan padanya dulu. Itu sudah lama sekali, aku pun sudah lupa, tapi dia masih menyimpannya.
"Itu kan...kamu masih menyimpannya..." ucapku sambil terkejut dan bingung.
"Aku...sebenarnya sudah lama pengen mengembalikan ini... Tapi baru sekarang aku kembalikan. Maaf kak Yuda" ucap Andini dengan wajah polosnya
Tidak bisa. Andini kenapa kamu menunjukan ekspresi seperti itu, wajahnya memerah. Tidak bisa Andini manis sekali. Aku lagi-lagi dibuat tidak fokus olehnya.
"Hahh...iyaah...itu...jangan di pikirkan..." ucapku dengan gelagapan karena gagal fokus.
Tenangkan dirimu Yuda. Ini bisa jadi awal yang bagus. Jangan merusak momen penting ini. Kalak ini kacau Siva pasti akan menghajarku habis-habisan.
"Andini..." ucapku dengan wajah serius.
"Heeh...iya kak..." tanya Andini
"Mulai sekarang kita harus lebih akrab lagi" jawabku dengan tegas dan penuh keyakinan
"Heeh...lebih akrab..ehh...itu...aku...eehh..iya kak..." ucap Andini dengan gelagapan
Bodoh sekali. Apa yang sudah ku katakan, bukan kah itu sama saja menyatakan perasaan. Sial, aku harap Andini tidak ilfiel dengan ku.
"Ahh maaf Andini...bukan begitu maksud ku...aku terlalu buru-buru kah. Maaf Andini" ucapku sambil menundukkan kepala untuk minta maaf.
"Kak Yuda" ucap Andini dengan tegas
"Iya......" jawabku dengan terkejut
"Aku senang. Terima kasih, mulai sekarang kita saling mengenal dan lebih akrab lagi ya" ucap Andini sambil tersenyum manis padaku
"Heh..heh...iya..." jawabku dengan bingung
Kenapa? . Dia tidak ilfiel. Syukurlah, malah dia tersenyum. Senyumannya manis sekali. Dan bodohnya aku. Kenapa aku baru sadar sekarang. Kemana saja aku selama ini sampai-sampai tidak sadar kalau ada wanita sebaik dan semanis Andini.
"Jadi..aku balik kesana lagi ya kak Yuda" ucap Andini padaku
"Hah..iya..iya.." jawabku
Dia kembali ke tempat meja awal dia. Sambil tersenyum dia melangkah pergi meninggalkan ku. Aku tidak menyangka akan ada momen seperti ini.
-Sudut pandang Siva-
Setelah pergi dari tempat Yuda dan Andini, aku tidak benar-benar pergi. Aku mengawasi mereka dari kejauhan dan melihat apakah terjadi sesuatu.
Aku tidak mendengarkan percakapan mereka tapi setidaknya aku melihat Andini mengembalikan sapu tangan milik Yuda. Itu cukup positif dan aku yakin mereka akan lebih dekat seiring berjalannya waktu.
-Sudut pandang Yuki-
Aku di tinggal sendirian oleh Siva dan Andini. Aku tidak tau apa yang mereka lakukan tapi aku tidak tertarik juga. Aku tidak terlalu akrab dengan mereka berdua jadi mungkin ini hanya antara mereka karena mereka berdua teman sebangku.
Sekitar 15 menit aku menunggu dan Andini datang kembali. Tapi ada sesuatu yang aneh, Andini datang dengan wajah tersenyum. Dia duduk dan terlihat jelas kebahagian dari ekspresi wajahnya.
Aku yang penasaran menanyakan nya pada Andini.
"Kenapa Andini, kamu kelihatan senang sekali" tanyaku ada Andini
"Hah, tidak apa-apa kak. Itu..kak Siva tadi ngasih aku kejutan" jawab Andini sambil tersipu malu
"Siva ngasih kejutan, heh..ternyata dia baik juga" jawabku
Sepertinya dugaanku benar. Mungkin hanya antara mereka teman sebangku. Aku tidak ada hak untuk menanyakan lebih.
~Sudut pandang Yuda~
Setelah semua hal yang terjadi hari ini, acara pun berakhir dengan sukses. Bukan dari sisi acara saja, tapi dari sisi di lain juga. Aku harus tidur cepat karena besok aku ada janji.
-Terima kasih sudah membaca cerita saya. Untuk ilustrasi karakter cerita ini bisa di cek Trending akun-
Jika ada kritik dan saran silahkan DM saya dan jangan sungkan-sungkan :D