"jangan pergi.. kamu adalah wanitaku , istri ku dan juga ibu dari anakku, pernikahan kita resmi bukan simpananku walau kamu istri ke dua ku tapi pernikahan kita sah di mata hukum dan agama, Elan adalah anak kita dan dia pewarisku " Ucap Riko dengan air mata menetes tiada henti, dengan memeluk Aqila. Istri keduanya karena pernikahan atas dasar pemaksaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ELKARINE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
konfrontasi
Di ruang UGD riko menatap dengan mata yang nanar, harusnya aku bisa menahan diri. harusnya aku kuat, Aqila maafkan mas, yang merenggut bahagiamu.
--------
Tatapan untuk menunggu sadar Aqila membuat Riko berdiri di sisi kursi di depan UGD, Mama Riko datang dan langsung menampar Riko, " apa yang kamu lakukan kepada gadis tak berdosa itu "
" ma, aku di racun semalam ma, aku berusaha menahan hasrat ini ma, tapi tubuh ini seakan meminta terus aku tidak tahu Aqila tidur di kamar itu, aku sungguh tidak tahu ma,"
" kamu harus nikah i dia hari ini juga " ucap mama Riko.
" Tapi Aqila belum sadar ma, apa dia mau sadar " tanya Riko yang harus berbuat apa dan bagaimana seakan otaknya berhenti pikirannya terasa buntu hanya emosi yang terpancar yaitu tangisannya.
Menyesal iya, mau marah iya, tapi Aqila kenapa kamu memilih untuk mengahkiri hidupmu, kenapa kamu tidak berusaha mencari jalan keluar bersama, kita hadapi sama-sama Qila, aku juga tidak akan membiarkan menanggung dosa sendiri, aku yang salah di sini Aqila , aku salah Qila, bangunlah.
Pak Raharjo datang langsung membogem Riko, "dia itu adik ipar mu dan juga tunangan Rendra tega kamu menggambil kebahagiaan kami , tega kamu mencelakai Aqila " ucap Pak Raharjo dengan berapi-api.
Mama Riko yang melihat kejadian itu antara senang dan sedih , walau ingin merebut Aqila untuk jadi menantunya tapi juga bukan dengan cara seperti ini. Dengan cara memberikan kasih sayang tanpa menjadikan dia bekerja keras, menjadikan dia anak perempuannya, dan memberitahu dia kebenaran dari kecelakaan itu. Tapi kenapa malah jadi seperti ini. Tindakan Asusila Riko yang berujung pada percobaan bunuh diri membuat dia berfikir apa nanti dia akan bisa menerima keadaan ini, apa nanti dia bisa mengatasi trauma nya, pertanyaan yang terus berputar-putar di kepala mama Riko.
" Sudah pak Raharjo nasi sudah jadi bubur, Riko harus bertanggung jawab atas perbuatannya yaitu menikahi Aqila. maaf pak Raharjo pasti bapak juga tidak mau menerima mantu tidak utuh lagi seperti Aqila , dan Rendra adalah anak baik pasti juga akan mendapatkan mantu yang baik." ucap mama Riko.
" lalu Riko akan memadu Reina dengan Aqila, hah !!! pikir bu." Jawab pak Raharjo dengan lantang.
" lalu apa Rencana pak Raharjo membuang Aqila yang sudah mengorbankan masa muda di rumah anda dengan merawat istri anda " jawab mama Riko yang tak kalah ketusnya.
" iya lebih baik seperti itu dari pada mereka semua menderita anak mu juga pasti menyesal, Aqila pasti juga sama "
" tidak hari ini dengan atau tidak persetujuan anda Aqila akan menikah dengan Riko menjadi istri ke duanya dan mereka akan menikah secara sah di mata hukum dan agama, sadar atau tidak sadarnya Aqila tidak akan membuat pernikahan ini gagal " kata-kata mama Riko yang penuh penekanan, karena dia juga tidak ingin membuang Aqila yang tidak bersalah itu semua itu kecelakaan tapi dengan seperti itu dia bisa menjadikan Aqila menantunya harapan mendapatkan menantu yang baik dan penurut membuat mama Riko agak sedikit bahagia.
" aku tidak mau di madu apalagi dengan anak pembantu, aku minta cerai dan pembagian harta gono gini juga sebagai kompensasi " tiba - tiba Reina datang dengan ber api - api menyatakan penolakannya.
ud kapok
ga cek dl critanya gmn
buang aja ke laut
😡🤪