Lian Az Zahra putri
Gadis mungil lulusan akuntansi universitas negeri ternama mulai meniti kariernya di ibukota seorang diri. Mempunyai karier yang cemerlang, ia menduduki jabatan penting di usia muda.
Keberhasilan kariernya tak membuatnya lepas begitu saja dari belenggu masa lalu. Trauma menjalin kasih dengan perbedaan status sosial membuatnya berada di situasi terendah dalam hidupnya.
Dapatkah Lian bangkit dari ujian yang datang bertubi-tubi di tengah kariernya yang menjulang tinggi.
Novel perdana saya, menceritakan kehidupan seorang Lian di ibukota. Karier dan kehidupan cintanya merubah banyak hal dalam dirinya.
Follow juga akun media sosial
FB : YoejaLove
Instagram : YoejaLove
Happy reading guys 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoejaLove, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meeting 2
Setelah sholat dan makan Lian duduk di mejanya termenung, tidak sadar anak buahnya sudah duduk di meja masing masing memperhatikan Lian.
"Eehh, udah selesai makan siang semua ya." Lian tampak terkejut.
"Ini kami bawakan pudding Li, kamu bukanya suka pudding Bu yayah. Makan dulu sebelum meeting, masih ada waktu ini." Bu Nina.
"Alhamdulillah, makasih bu." Lian tampak berbinar menikmati pudding segar buatan Bu yayah.
"Oke, saya tinggal dulu yaa. Ayo Bu!" Kali ini dia tidak sendirian. Dia bersama Bu Nina yang membantunya membawakan beberapa berkas.
"Selamat siang semua, karena sudah lengkap, saya mulai meeting kali ini." Anggi membuka meeting itu dengan presentasi mengenai perubahan sistem di management Winata Group yang berhubungan dengan divisi Wawan di purchasing. Sama dengan meeting tadi pagi dengan Candra. "Lian, lanjutkan." Anggi mempersilahkan Lian memulai presentasinya yang dijawab anggukan oleh gadis itu.
"Saya rasa penerapan database harga barang sangat efektif untuk item yang rutin dibeli. Kalaupun dari suplier yang berbeda seharusnya kisaran harganya tidak terlalu jauh pak Wawan. Bagaimana? Lian menghentikan presentasinya setelah hampir sepuluh menit.
"Kamu yakin ini bisa berjalan? Berbeda suplier berbeda harga Lian. Tidak semudah yang kamu ucapkan!" Wawan.
"Hhmm ini bukan perkara mudah atau tidak pak tapi harga pasar yang berbicara. Perusahaan ini dibawah naungan Winata Group yang notabene ada di bursa efek. Sehingga transaksinya pun diperhatikan oleh pajak dan bea cukai. Tentunya pak Wawan tidak ingin bukan transaksi pembelian dengan PT. Samudera terulang lagi. Walaupun kasus itu sudah selesai tapi catatan sejarah perdagangan tidak bisa hilang. Perusahaan ini pernah di cap sebagai perusahaan yang tidak taat aturan negara. Usulan saya ini untuk meminimalisir perbedaan harga di tiap transaksi untuk pembelian barang yang sama pak!"
"Banyak kali kau bicara!! Itu bukan urusanmu bocah!! Enak saja kau rubah-rubah aturan saya!!!" Wawan.
Menghela nafas panjang ketika Lian hendak menjawab kata-kata dari wawan.Tiba-tiba Dicky menyambar.
"Memangnya kau mau Lian jawab seperti apa haahh!! sudah cukup bagus Lian membantumu menyelesaikan masalah yang kau buat sendiri bukannya terima kasih kau malah memakinya. Apa itu contoh yang baik dari senior ke juniornya!?" Dicky menunjukkan jarinya ke arah kening Wawan yang tampak pucat mendengar kata-kata atasanya. Memang benar Lian membantunya menyelesaikan masalah dengan PT Samudera.
Meeting ini berjalan lebih menegangkan. Berkali-kali Lian berdebat dengan Wawan yang membuat Anggi dan Fery tercengang. Kagetnya mereka melihat Lian yang lemah lembut menjadi macan betina yang siap menerkam mangsanya. Tanpa sepengetahuan yang lain, Fery dan Dicky sepakat merekam meeting kali ini dengan baik seperti meeting tadi pagi untuk ditunjukkan kepada Dimas dan Alvino. Bagaimanapun juga Alvino ingin tahu kemampuan Lian, apakah seperti yang William katakan atau tidak.
☀️ Kantor Winata Group ☀️
"Dim, dari mana kamu tahu handphone Lian diretas!" Alvino.
"Semalam bos, saya diberitahu Wati. Pada saat Lian mandi, Wati mendengar ponsel Lian berbunyi dikiranya itu pesan singkat dari group kantor karena terus berbunyi Wati penasaran dan melihat ponselnya. Wati memang sedikit paham hal seperti ini. Makanya tadi saya berinisiatif membeli ponsel baru untuk Lian sengaja saya belikan yang sama agar tidak dicurigai oleh pelaku. Saya yakin pelakunya ada disekitar Lian. Adekku itu cukup menjadi pusat perhatian sialnya dia gak sadar bos, dia terlalu baik menilai orang lain." Dimas.
"Lakukan hal yang menurutmu benar Dim, saya juga gak nyangka badannya yang sekecil itu tapi otaknya sungguh cemerlang. Aku ingin menyaksikan bagaimana meeting anak itu berjalan. Kita tunggu kiriman videonya dari Fery." Alvino.
-- 1 jam kemudian --
"Dim, ini coba kita lihat. Aku sungguh penasaran bagaimana adikmu membantai b*j*n*a* itu dengan kepintarannya."
"Ahhh boss ini suka sekali ada baku hantam!" Dimas terkikik melihat tingkah boss nya itu.
Meeting Lian dengan divisi Wawan berjalan lebih panjang dari yang dijadwalkan karena terjadi perdebatan panjang antara Lian dan Wawan. Bahkan Bu Nina pun begitu terkejut melihat bagaimana atasan kecilnya itu membantah beberapa kali dengan data yang membuat Wawan tidak bisa berkata-kata. Walaupun Lian menyampaikan bantahannya dengan sopan tapi tetap saja terdengar sebagai sebuah perdebatan.
"Astagaaaa badannya sekecil itu tapi tatapannya tajam Dim, dia gak ada takutnya sama Wawan. Surprise saya melihat rekaman video ini." Alvino dengan senangnya akhirnya dia mendapatkan ganti Stella yang jauh lebih baik.
"Apa kata saya boss." Sombong Dimas membanggakan kelinci kecilnya itu.
"Kau ini."
-- Kembali ke Lian ---
"Astagaaaa kalian tidak akan percaya Lian yang anggun begitu menatap tajam pak Wawan, ahh kalo bisa aku ingin merekamnya tadi. Kalo laki-laki mungkin sudah berkelahi." Bu Nina menceritakan jalannya meeting tadi ketika Lian dipanggil Dicky ke ruangannya.
"Ngrummpiin saya yaaa?" Tiba-tiba Lian dengan senyum manis masuk ke ruangannya membawa beberapa kue yang dibawanya dari pantry.
"Ehh Lian, hehehe." Bu Nina merasa tidak enak tapi dia juga tidak tahan menceritakan kepintaran atasannya. Walaupun usia Lian masih muda dia mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik.
"Ini dimakan rame - rame ya." Lian meletakkan kotak kue di meja tengah agar teman- temannya bisa leluasa menikmati.
"Sebentar lagi masa probation saya habis, saya sangat berterima kasih kepada kalian yang mau menerima kehadiran saya disini. Semoga kita tetap menjadi tim yang solid." Lian mengingat kurang beberapa hari lagi dia benar-benar menerima surat keputusan pengangkatan karyawan tetap oleh Winata Group. Pagi tadi sebelum meeting dia mendapatkan email dari tim HRD jika dirinya lulus dalam masa probation.
"Gak terasa Lian, udah 3 bulan yah ?" Bu citra.
"Iya Bu, terima kasih kalian sudah membantu saya banyak." Lian sekali lagi mengucapkan terima kasihnya.
"Lian, kalo kamu lolos test jadi manager kita traktiran yah.. hehehe." Dewi nyeletuk mengingatkan Lian akan menjalani test manajer FAT.
"Aahh tapi saya gak yakin mbak, dilihat aja nanti yah." Lian merendah.
"Optimis donk!" Bu Citra menyemangati Lian yang sudah tampak lelah.
"Iyaa Bu." Lian sambil tersenyum bahagia berada di tengah anak buahnya yang baik dan menyayangi nya. "Oiya, hari ini saya pulang tepat waktu, kalian jadi lembur kah?"
"Jadi donk, udah ambil form tadi ke HRD. Oiya ini ada titipan dari Bu Debora dan Bu Wati untuk mu." Dewi menyerahkan 2 amplop tertutup dari divisi HRD.
"Terima kasih mbak."
Jam pulang kerja pun tiba. Lian benar-benar pulang tepat waktu. Sudah dua bulan ini dia sangat sibuk dan hampir setiap hari lembur. Hari ini beberapa pekerjaan nya menyangkut kasus Stella sudah selesai. Dia ingin menyegarkan tubuhnya dan ingin segera pulang.
-- Di apartemen --
"Li, makan dulu yuk, kamu pasti lapar."
"Iya mbak." Lian keluar dari kamarnya setelah mandi untuk menemui Wati di meja makan.
"Masakan mbak enak kayak masakan ibu. Jadi kangen ibu di kampung." Wajah Lian menjadi suram mengingat ibunya.
"Sabar yah, nanti kalo libur kamu bisa pulang kampung." Wati mengelus punggung Lian dengan lembut.
a world full of zombies hadir lagi menceritakan tentang, Teen, Romantis, dan petualangan 👍😆
Salam kenal dari (Calon Istri vs Mantan Istri) 👋
Semangat terus yaa💪
salam sukses selalu buat thornya dari a world full of zombies hadir lagi 💚🙂
Jangan lupa mampir juga ya di ceritaku 😉
Like sama favorit juga biar bisa saling like tiap update baru 🙂