Ada seorang pemuda bernama Dou Zhun, dia pemuda pemalas, yg setiap hari hanya tidur dan makan, dia tinggal di rumah miliknya sendiri yg jarang keluar dari rumahnya,.
Suatu hari dia terbangun dari tempat tidurnya dia kaget rumahnya telah di pindahkan ke sebuah hutan belantara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukman Adiansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Update Sistem.
Membuka sistem dan melihat waktu update 12 hari lagi untuk selesai.
Dou Zhun sangat frustrasi. Sudah 2 hari terlambat. Dia adalah seorang otaku game dan anime yang selalu mengurung dirinya di dalam rumah. Ketika di Bumi, dia biasanya bermain game dan anime. Ketika dia bosan, dia biasanya mencari game dan anime baru. Tapi ini bukan di Bumi, dia tidak bisa mencari game dan anime baru ketika dia bosan.
Bahkan ketika dia masih di Bumi, dia adalah salah satu yang terbaik dalam game, bahkan selalu menduduki papan peringkat apa pun game yang dia mainkan.
Ketika Dou Zhun sedang merenung murung saat makan, Yuki, Miu, dan Mizu mendekatinya.
"Yuki: Tuan, ada apa denganmu hari ini? Kamu terlihat tidak bersemangat. Apa ada yang bisa saya bantu?"
"Miu: Mengangguk dengan wajah imut."
"Mizu: Rawr.. Rawr.."
"Dou Zhun: Tidak apa-apa, aku hanya sedang tidak bersemangat karena tidak ada yang bisa kulakukan."
"Yuki: Tuan, apakah kita akan jalan-jalan di sekitar wilayah kita untuk menghilangkan kejenuhanmu? Kebetulan sudah ada 3 desa di tempat kita saat ini. Apakah kita akan mengunjungi mereka?"
"Dou Zhun: Ide bagus, tapi aku tidak suka keramaian dan selalu gugup ketika berada di tempat ramai."
"Yuki: Kamu memiliki kami. Jika kamu merasa gugup di depan tempat umum, kamu bisa memegang tangan kami untuk menghilangkannya."
Ketika Dou Zhun mendengar apa yang dikatakan Yuki, dia terharu. Baru kali ini dia mendengar ada seseorang yang mengkhawatirkannya, setelah kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan dan hanya meninggalkan sebuah rumah untuknya.
"Dou Zhun: Baiklah, tolong siapkan peralatan untuk keberangkatan kita ke Desa Angel of Draknes."
Setelah mendengar itu, Yuki tersenyum dan mulai menyiapkan barang dan makanan untuk perjalanannya, dan memasukkannya ke cincin penyimpanan yang diberikan Yin kepadanya. Setelah selesai menyiapkan barang bawaan, Yuki mendatangi Dou Zhun.
"Yuki: Tuan, saya sudah selesai."
"Dou Zhun: Sudah? Kamu sudah memeriksanya lagi, adakah yang kurang atau tidak cukup? Karena ini perjalanan pertama kita, kamu harus menyiapkan dengan teliti."
"Yuki: Sudah, Tuan. Saya sudah mengeceknya berkali-kali sebelum saya menemui Anda."
"Dou Zhun: Baiklah, tapi siapa yang menjaga rumah ketika kita pergi?"
"Yuki: Jangan khawatir, Tuan. Saya sudah memasang array pelindung di sekitar rumah. Saya akan aktifkan ketika kita akan meninggalkan rumah."
"Dou Zhun: Baiklah, itu membuatku tenang. Jika kamu sudah menyiapkan itu, aku tidak memiliki alasan apapun untuk tidak meninggalkan rumah."
*Dengan menghela napas, Dou Zhun berkata, "Aku tidak menyangka ternyata Yuki sudah menyiapkan semua itu untukku. Aku sangat bersyukur memiliki Yuki di sisiku, yang bisa mengerjakan segala macam pekerjaan."*
Dou Zhun berjalan menemui Miu dan Mizu.
"Dou Zhun: Kalian berdua, jangan pergi jauh dari kami. Jika kalian tersesat dan butuh pertolongan, kalian bisa merobek kertas ini, dan Yin akan datang menemui kalian untuk menjemput kalian. Ingat, kertas ini simpan dengan benar dan jangan sampai hilang."
"Miu: Mengerti, Tuan." *(Sambil mengangguk dengan wajah imut.)*
"Mizu: Rawr.. Rawr.."
"Dou Zhun: Baiklah, sepertinya semua persiapan sudah selesai. Aku tinggal menghubungi Yin dan memberitahunya bahwa aku akan berkunjung ke sana."
Dou Zhun mengambil ponselnya dari saku celananya dan menghubungi Yin.
"Yin: Tuan, apa ada misi yang harus saya jalankan?"
Yin langsung bertanya apakah ada misi untuknya, karena biasanya tuannya menghubunginya jika menginginkannya menyelesaikan sesuatu.
"Dou Zhun: Untuk sekarang tidak ada. Saya akan berkunjung ke desa Anda hari ini. Apa Anda sedang sibuk hari ini?"
Yin sangat senang mendengar itu, karena sudah lama dia menunggu momen tersebut.
"Yin: Kapan pun Anda ingin berkunjung, saya selalu siap, Tuan. Saya juga akan memberitahukan warga desa untuk menyiapkan perayaan sambutan kedatangan Anda dan merayakannya."
Dou Zhun sudah menduga hal itu. Wajahnya langsung berubah, dengan nada kesal, dia berkata.
"Dou Zhun: Jangan terlalu berlebihan. Lakukan penyambutan biasa, seperti aku hanya mampir untuk berkunjung."
"Yin: Baiklah, Tuan. Sesuai keinginan Anda. Saya akan melaksanakan perintah Anda."
*Dou Zhun menutup telepon genggamnya dan bersiap-siap berangkat.*
--
jdi keder