NovelToon NovelToon
Bertemu di Puncak: Skandal Cinta Sang Bintang

Bertemu di Puncak: Skandal Cinta Sang Bintang

Status: tamat
Genre:Showbiz / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aruna Senja

"Bukan Laknat, namaku Rahmat."

Di usia 9 tahun, seorang anak laki-laki bernama Laknat — "Si Terkutuk" — bertemu dengan seorang gadis kecil di lokasi syuting. Gadis itu memberinya kotak bekalnya, sebuah gelang persahabatan, dan sebuah nama baru: Rahmat, yang artinya "anugerah dari Tuhan."

15 tahun kemudian, Rahmat telah menjadi REYN — penyanyi nomor satu Indonesia, dijuluki "Ice Prince" yang tak pernah melirik wanita mana pun. Gadis kecil itu telah menjadi Wenny Santoso — aktris nasional dengan lesung pipi yang memikat jutaan penggemar.

Ketika sebuah insiden di red carpet memaksa mereka berdua masuk ke reality show kencan Skandal Cinta, REYN tahu: ini adalah kesempatan yang telah ia tunggu selama 15 tahun. Tapi Wenny tidak tahu bahwa pria di hadapannya adalah anak laki-laki yang pernah ia selamatkan.

Di bawah sorotan kamera dan tatapan 50 juta penonton, rahasia demi rahasia mulai terungkap. Identitas masa kecil. Konspirasi berbahaya. Penculikan. Dan sebuah nama yang tersembunyi di balik gemerlapnya panggung.

Apakah cinta yang tertunda 15 tahun cukup kuat untuk menghadapi kebenaran yang menyakitkan?

"Bertemu di Puncak" — janji dua anak kecil yang akhirnya terwujud di panggung terbesar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aruna Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

Bab 14: Rahasia @bunga.pagi

Aku akan bertemu dia lagi, kan?

Tiga hari setelah kembali ke Jakarta, Wenny mendapat jawaban sebelum ia siap menerimanya.

Namun sebelum notifikasi itu datang, ia sedang duduk di lantai apartemennya dengan rambut diikat asal, kacamata tipis di hidung, dan meja rendah penuh benang warna hitam, putih, serta perak.

Di layar televisi, konser REYN tahun lalu diputar tanpa suara.

Di pangkuannya, sebuah boneka kecil hampir selesai.

Boneka itu memakai miniatur jaket hitam, celana gelap, dan sepatu panggung yang dibuat dari kain sintetis mengilap. Rambutnya disusun agak berantakan, persis gaya REYN di poster album keduanya. Wenny sedang menjahit detail kecil di bagian kerah ketika penyanyi di layar menoleh ke kamera.

Tangannya berhenti.

Ia menatap wajah REYN di televisi, lalu menatap boneka di pangkuannya.

"Kamu bikin hidupku susah," gumamnya.

Tentu saja boneka itu tidak menjawab.

Kalau ada orang luar melihat apartemennya malam itu, karier Wenny sebagai aktris berwajah tenang mungkin selesai dalam lima menit. Di balik citra Putri Nasional, di balik jadwal syuting dan kontrak brand, ada satu lemari khusus di ruang kerja kecilnya yang penuh kain flanel, mata boneka, kotak benang, dan beberapa boneka custom REYN dari berbagai era.

Tidak ada yang tahu.

Tidak Lilian.

Tidak Papa, Mama, atau Winson.

Tidak para penggemarnya.

Di internet, Wenny punya nama lain.

@bunga.pagi.

Akun kecil yang bagi fandom REYN dikenal sebagai pembuat boneka handmade paling teliti. Ia tidak pernah menampilkan wajah. Tidak pernah memakai suara asli. Hanya foto tangan, proses jahitan, dan boneka REYN dalam berbagai kostum panggung. Kadang ia menulis ulasan lagu dengan kalimat singkat, terlalu hati-hati agar tidak terdengar seperti orang yang bekerja di industri yang sama.

Awalnya, akun itu hanya pelarian.

Tahun-tahun ketika Wenny lelah menjadi wajah yang selalu dinilai, ia menemukan REYN lewat lagu debutnya, `Lesung Pipi`. Suara pria itu tajam tetapi hangat, seperti seseorang yang pernah melewati tempat gelap dan tetap memilih bernyanyi. Wenny mendengarkan lagu itu setelah syuting panjang, lalu tanpa sadar memutar ulang sampai pagi.

Sejak itu, @bunga.pagi lahir.

Boneka pertama yang ia buat sangat buruk. Jahitannya miring, rambutnya terlalu tebal, dan jaket panggung mini yang ia buat dari sisa kain kostum syuting tampak lebih seperti jas hujan. Namun ketika ia mengunggah foto itu, beberapa fans REYN meninggalkan komentar hangat. Mereka tidak tahu akun itu milik Wenny Santoso. Mereka hanya melihat seorang fans yang berusaha membuat sesuatu dengan tangan sendiri.

Rasanya menyenangkan.

Di akun publiknya, setiap unggahan Wenny harus melewati tim. Caption harus aman. Foto harus sesuai brand. Bahkan senyumnya kadang terasa seperti aset perusahaan.

Di @bunga.pagi, ia bisa menjadi seseorang yang menyukai lagu, menunggu teaser, begadang menonton live konser, lalu mengeluh karena REYN jarang update seperti fans lain. Ia bisa menulis `lagu ini menyelamatkan hariku` tanpa perlu menjelaskan pada siapa pun hari macam apa yang perlu diselamatkan.

Lama-lama, bonekanya makin rapi. Ia belajar membuat pola sendiri, menyimpan referensi kostum, mencatat detail kecil seperti cincin di jari REYN atau posisi in-ear monitor saat konser. Fandom mulai mengenal @bunga.pagi sebagai akun tenang yang jarang ikut fanwar, tapi selalu muncul saat REYN merilis lagu baru dengan boneka versi panggung yang nyaris sempurna.

Rahasia itu memberi Wenny ruang bernapas.

Sampai REYN sendiri masuk ke ruang itu tanpa izin, bukan sebagai poster di dinding atau suara di earphone, melainkan sebagai pria yang duduk di depannya dan berkata sudah menunggu hari itu cukup lama.

Wenny membuka ponsel, masuk ke akun rahasianya, lalu memotret boneka yang belum selesai. Ia memastikan tidak ada pantulan wajahnya di gunting kecil, tidak ada sudut apartemen yang bisa dikenali.

Caption-nya pendek.

`Masih proses. Versi panggung "Takdir Terbaik" belum sempurna, tapi matanya sudah mulai mirip.`

Ia mengunggahnya.

Dalam beberapa menit, komentar masuk.

`Akhirnya update lagi!`

`Bunga, kamu hilang beberapa hari. Jangan-jangan ikut syuting Skandal Cinta?`

Wenny hampir menjatuhkan jarum.

"Jangan bercanda," bisiknya.

Komentar lain muncul.

`Boneka REYN kali ini ekspresinya lembut banget. Efek habis lihat WenReyn ya?`

`Bunga pasti shipper juga. Semua fans REYN sekarang shipper.`

Wenny menatap kata `WenReyn` terlalu lama.

Beberapa minggu lalu, ia bisa membaca nama REYN tanpa mengingat suhu tangan pria itu di dekat pipinya. Ia bisa menjahit miniatur jaket konser tanpa memikirkan REYN yang mengatur reflektor agar matanya tidak silau. Ia bisa menyebut dirinya penggemar dengan aman, karena jarak antara idol dan fans begitu jelas.

Sekarang jarak itu kacau.

Idolanya ternyata duduk di depannya, menghafal kebiasaan gugupnya, mengetahui alerginya, dan hanya mengikuti satu akun publik miliknya.

Wenny menusukkan jarum ke bantalan busa lebih keras dari perlu.

"Idola tidak boleh begini," katanya pada boneka.

Ponselnya bergetar.

Pesan dari Lilian.

`Besok ada meeting online dengan tim acara. Jangan begadang. Dan jangan baca editan WenReyn sebelum tidur.`

Wenny mengetik balasan.

`Terlambat.`

Lilian langsung membalas.

`Aku tidak mau tahu. Tidur.`

Wenny tersenyum kecil. Ia hampir menutup ponsel ketika notifikasi dari akun @bunga.pagi kembali muncul. Salah satu mutual fandom mengirim pesan pribadi.

`Bunga, kamu lihat belum? REYN cuma follow Wenny. Aku masih gemetar. Menurutmu dia suka Wenny beneran enggak?`

Wenny memandangi pesan itu.

Pertanyaan itu terasa konyol karena ia, orang yang ditanya, adalah Wenny.

Lebih konyol lagi karena ia sendiri tidak tahu jawabannya.

Ia menatap boneka REYN di pangkuannya. Boneka kecil itu punya wajah tenang, tetapi karena jahitan mata yang belum selesai, ekspresinya tampak lebih lembut daripada rencana awal. Seperti REYN saat melihatnya di Bali.

"Kamu idolaku," kata Wenny pelan.

Kalimat itu dulu aman.

Ia mengulanginya, tetapi kali ini terasa tidak cukup.

"Bukan."

Ia menyentuh kerah miniatur jaket boneka itu, mengingat suara REYN di pantai. `Kalau kamu yang salah paham, itu urusanku.`

Wenny menelan ludah.

"Rahasiaku."

Kata itu membuat dadanya berdenyut.

Ia tertawa kecil, malu pada dirinya sendiri, lalu menutup wajah dengan kedua tangan. Wenny Santoso, aktris yang bisa menangis tiga take berturut-turut tanpa salah dialog, kini tersipu di ruang tamunya sendiri karena boneka buatan tangannya.

Ponsel di meja bergetar lagi.

Kali ini bukan dari Lilian, bukan dari akun fandom.

Notifikasi resmi dari grup produksi `Skandal Cinta`.

`Pemberitahuan jadwal rekaman episode kedua. Lokasi: Bandung. Kedatangan peserta dijadwalkan tiga hari lagi. Detail rundown menyusul.`

Wenny menurunkan tangan perlahan.

Tiga hari lagi.

Bandung.

Ia akan bertemu REYN lagi.

Boneka di pangkuannya miring sedikit, seolah ikut menatap layar.

Wenny memeluk boneka itu tanpa sadar.

"Idolaku..." bisiknya, lalu mengoreksi dirinya sendiri dengan suara yang lebih pelan, "bukan. Rahasiaku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!