" Aku lelah menjalin hubungan dengan siapapun, jika kamu serius, langsung ke orang tuaku saja dan lamar aku " Ucapan seorang gadis yang begitu lantang saat menolak didekati oleh seoarang pria.
Annisa Larasati adalah seorang Bidan muda yang cantik, ramah dan periang. Namun tidak ada yang tahu bahwa dibalik itu Laras menyimpan banyak luka didasar hatinya. Masalalu yang begitu kelam,. sebuah penghianatan dimasa silam, memaksanya untuk mengunci rapat-rapat hatinya dari siapapun.
Hingga suatu hari Laras bertemu dengan Adi Prasetyo Irawan yang sedang melakukan cek up di
Rumah Sakit. Pertemuan pertama itu rupanya membekas dihati Adi. sehingga ia berniat mendekatkan dirinya pada Bidan yang telah mencuri perhatiannya diawal bertemu.
Bagaimana perjuangan Adi dalam meluluhkan hati Laras?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Jadhoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan
Setelah pembuktian yang dilakukan oleh Wahyu terhadap Laras, hubungan mereka semakin mesra dan harmonis saja. Tak ada waktu yang ia habis sebelum saling memberi kabar lewat telfon, atau sekali-kali saling bertemu dan melepas rindu.
Laras dan para sahabatnya sudah kembali ke ibu kota dan melakukan aktivitas awalnya yaitu sebagai pelajar di Akademi Kebidanan.
Semester tiga ini tentunya makin menambah banyak tugas bagi semuanya. apalagi praktek-praktek yang akan mereka lakukan nantinya di rumah sakit atau di klinik dan rumah bersalin lainnya.
Laras tengah merebahkan tubuhnya dikasur empuk, semua pergelangan tangannya seakan tegang, sebab ia baru saja menyelesaikan banyak tugas-tugas kuliah yang harus ia kumpulkan besok.
Laras baru saja ingin memejamkan mata, namun terhentikan saat benda pipih persegi panjang itu bergetar diatas nakas. Laras meraih benda itu yang kian lama bunyi dan getarannya semakin nyaring.
Laras menatap layar ponselnya, tertera didalam sana sebuah nama yang tiap hari memberinya kabar. Dan dengan senang hati Laras menekain ikon hijau untuk menjawab telfon itu.
" Halo sayang "
" Hai sayangku,, apa kamu sibuk?"
" Sudah tidak lagi, ada apa?"
" nanti malam jalan yuk,,kangen nih "
" tumben ngajak jalan di saat hari kerja, biasanya malam minggu "
" aku kangen sayang, tak pikirlah mau malam minggu atau malam jumat sekalipun " mendengar ucapan calon suaminya itu Laras seketika tertawa renyah.
" baiklah, jam berapa?"
" jam 7 aku jemput yah "
" okee "
Setelah saling mengucapkan i love you dan muac muach yang tak pernah lupa mereka ucapkan di akhir kalimat. Mereka yang kini di mabuk cinta itu akhirnya mengakhiri panggilan masing-masing.
" Ciee,, yang tiap hari di rindukan calon nganten " goda Dian, yang ternyata dari tadi menguping pembicaraan sahabatnya itu.
" ih,, apa sih, kamu nguping yah "
" lah, gimana nggak nguping, kamu ngomong jelas banget, sayang lah kalau aku lewat kan, apa lagi saat muach muach itu " Dian semakin mengejek sahabatnya itu dan terkikik geli.
" Uuu dasar jomblo tahunan " ucap Laras yang kesal kemudia melempar bantal kepada Dian yang tak henti-hentinya tertawa geli.
" Cieeee... yang lagi malu-malu " Laras tak lagi memperduliakan godaan Dian, ia memilih kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
-
Malampun tiba, Laras sudah bersiap dengan penampilan terbaiknya. Laras menunggu Wahyu didepan kost tepatnya dipost satpam.
Beberapa menit kemudian Wahyu datang menggunakan motor bersarnya. Ia tau bahwa gadisnya telah menantinya.
Wahyu membawa Laras ke mall dan berbelanja. kemudia Wahyu membawa Laras untuk nonton film aksi bernuansa romantis. Wahyu benar-benar melakukan tugasnya sebagai pria yang romantis, sejuta perhatian dan pengertian yang ia berikan, membuat Laras begitu merasa nyaman.
Didalam bioskop Wahyu terus saja menghujani Laras begitu banyak kecupan dipuncak kepalanya. Laras hanya terdiam dalam perlakuan Wahyu. usapan lembut dikepalanya ia terima begitu hangat.
Namun berbeda dengan Wahyu, ia merasa ada beda dalam dirinya. Entah mengapa suasana dalam bioskop saat ini begitu panas. Di tambah adegan yang begitu fulgar dilayar sangat jelas, membuatnya semakin gerah.
" Ehem " Wahyu berdehem, dan ini sudah kesekian kalinya.
" Sayang kamu kenapa? apa tenggorokanmu sakit?" tanya Laras
" Ti,, tidak sayang, aku baik-baik saja " jawab Wahyu, ia sadar bahwa saat ini ia dalam keadaan tidak baik.
aissshh,, kenapa mendadak otakku dipenuhi adegan panas sih... dan kenapa pula ruangan ini mendadak pengap . Wahyu berdecak kesal, sebab kencannya kali ini terganggu oleh perasaannya sendiri yang entah datang dari mana.
Laras menyadari bahwa kekasihnya saat ini tengah gelisah, dan ia tak tau apa yang membuat pria itu gelisah.
" Sayang,, kamu kenapa? dari tadi gelisah,, ada masalah?" tanya Laras
" Mmmm tidak ada sayang, " jawab Wahyu
" Tapi.... "
" Sayang selesai nonton temani aku sebentar yah " pinta Wahyu
" kemana?"
" kesesuatu tempat,, kita hanya sebentar kok " jawab Wahyu
" Baiklah "
Laras kembali menyandarkan kepalanya di bahu Wahyu, dan melanjutkan tontonannya. Laras begitu menikmati tayangan tersebut. Namun tidak dengan Wahyu, dari tadi pria itu telah dilanda gelisah. ia rasanya ingin sekali beranjak segera dari tempat itu. Namun ia takut, kelakuannya akan membuat Laras bertanya-tanya. Dan pada akhirnya ia pasrah dan menikmati kencannya saat itu.
-
Bersambungggg......
Abis baca jangan langsung kabur... jangan lupa tinggalin jejak yah... Kasi tau ke Othor kalau pembacanya adalah makhluk hidup...😂😂😂