🏆 Juaranya 2 Lomba Tema Chiklit - Wanita Kuat S3
Aku Lucia. Seorang agent peringkat SSS di sebuah organisasi yang mengembangkan Sistem Reinkarnasi dunia modern di masa depan.
Masalah muncul pada dunia kecil yang terus bermunculan akibat manusia terus membuat novel dan komik.
Aku sebagai salah satu agent menjalankan reinkarnasi dan memainkan peran untuk mengubah isi novel atau komik karena permintaan dan ketidakpuasan pemeran pendukung pada bagian akhir cerita.
Aku bersama Momo si pendamping sistem menjelajahi berbagai dunia kecil dan dengan cepat meraih peringkat tinggi di organisasi.
"Nona, ada misi lagi. Wah, hadiahnya besar sekali kalau bisa menyelesaikan dengan peringkat sss."
Aku mendorong Momo ke pinggir hingga dia terjatuh karena kucing gemuk itu menutupi layar.
"Menjelajahi dunia kecil dan membersihkan sampah-sampah ini. Misi yang begitu mudah dengan hadiah yang besar."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Surat-surat berdatangan dari istana. Pangeran Clair, Damian dan Evan sama-sama mengirim surat yang berisi ingin bertemu dengan Lucia. Tapi hanya surat dari Evan yang Lucia balas.
Di sisi lain Istana Kerajaan, Evan dengan senyum lembutnya melihat surat balasan dari Lucia. Pintu kamarnya didobrak kasar oleh seseorang. Pangeran Clair dengan wajah bengis nya melihat ke arah tumpukan surat lalu membaca surat-surat tersebut.
Semakin dibaca Pangeran Clair semakin marah. Dia menarik kerah Pangeran Evan dan melemparkannya kesudut ruangan.
"Lucia dijodohkan dengan aku atau Damian. Kau tidak diperhitungkan. Mulai sekarang menjauh dari Lucia atau aku akan membuat hidupmu lebih buruk dari neraka." Selesai mengucapkan kata-kata ancamannya pada Evan dia pun keluar dari kamar.
Di luar kamar Damian melihat Clair dan melihat Pangeran pertama tersebut melangkah ke arahnya. Clair berhenti tepat di depannya.
"Kau juga. Menjauhlah dari Lucia. Selviana lebih cocok untukmu. Ibunda Ratu bilang Lucia akan menjadi calon istriku."
Ucapan Clair membuat Damian merasa geram. Dia sangat ingin menikam punggung saudaranya itu yang sekarang semakin menjauh.
Tapi itu hanya angan-angan untuknya karena Clair memiliki intuisi yang tajam. Dia juga memiliki kekuatan yang luar biasa. Belum sempat menyentuh punggungnya mungkin dia akan ditebas oleh pedang Clair.
Dialah yang tadi melaporkan bahwa Evan sering menerima surat dari Lucia. Clair yang tidak pernah menerima satu balasan surat dari Lucia pun berang. Apa lagi Ratu Elliah berkata bahwa Lucia akan menjadi calon istrinya. Menurut Clair itu tidak buruk. Gadis itu sangat cantik, memiliki latar belakang yang kuat, dan memiliki kemampuan.
Sejak saat itu Clair sudah menganggap Lucia sebagai calon istrinya. Adapun mengatasi Evan dan Damian, Clair akan menggunakan ancaman dan kekuatan untuk menyingkirkan mereka jika menghalangi jalannya.
Sementara itu di Kediaman Lamboerge, Lion menghadap ke Duke Afsan. "Bagaimana kemajuan penyelidikanmu?"
"Ayah, saya sudah mendapatkan pelakunya. Pelakunya adalah kusir yang biasa mengurusi kandang kuda tapi, sayang sekali dia langsung bunuh diri sejam sebelum ditangkap."
"Tapi ayah tenang saja. Saya sudah mendapatkan sampel racun dan akan memeriksa daftar pembeli racun tersebut sehingga lebih mudah mendapatkan pelaku sebenarnya di belakang semua ini."
"Bagus, jangan sampai kau kehilangan pelaku sebenarnya. Perketat kediaman dan cari orang-orang mencurigakan yang berpotensi sebagai mata-mata dan penjarakan mereka."
"Baik Ayah, kalau begitu saya undur diri." Lion yang sudah melaporkan semua kemajuan dari penyelidikannya sedikit menundukkan tubuh tanda penghormatan untuk ayahnya dan segera pergi untuk mengurus persoalan yang lainnya.
Duke memutar kursi kerja dan beralih menatap taman bunga di balik jendela besar di depannya. Bayangan istrinya yang bermain-main di taman membuat hatinya terenyuh.
Lawson memasuki ruangan dan berkata bahwa Istana Jasmine hampir 100% selesai diperbaiki dan Lucia bisa pindah kesana. Keengganan terlukis di wajah Duke tapi bagaimana pun aturan itu tidak bisa dilanggar.
"Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar Lucia bisa pindah kesana?" Tanya Duke pada Lawson yang masih berdiri di sampingnya.
"Sekitar 7 hari lagi Tuan. Apakah Tuan ingin memanggil Lucia kemari?" Tanya Lawson.
"Ya, panggilkan dia kemari." Lawson pun segera mencari Lucia dan membawanya ke ruangan Duke.
Lucia yang mendengar bahwa dia akan pindah ke Istana Jasmine lagi merasa sedikit senang karena di sana dia bisa lebih leluasa untuk pergi kemana saja tanpa di awasi.
Tapi perkataan Duke selanjutnya membuat Lucia kesal. "Dawson, 7 hari lagi perkenalkan Lucia pada beberapa Ksatria Penjaga dan minta dia memilih satu atau dua Ksatria untuk menemaninya. Aku tidak ingin kejadian seperti waktu itu terjadi lagi."
Lucia keluar dari ruang kerja Duke. "Nona, Duke sepertinya khawatir padamu. Lihat saja rasa sukanya sudah 80%."
"Iya aku tahu. Temani aku melihat-lihat istana Jasmine yang hampir selesai di renovasi!" Lucia pun pergi ke istananya dan melihat masih banyak orang lalu lalang membawa beberapa furniture dan bersih-bersih.
Lucia tiba-tiba merasa penasaran saat melihat belakang istananya yang berbatasan dengan rerumputan. Dia mulai berpikir, "apa mungkin ada danau di balik istana ini? Atau mungkin sebuah taman berisi buah-buahan dan bunga?"
Tidak butuh waktu lama dia sudah tiba di semak rerumputan di belakang istana. Dia mengambil sebuah pisau dan memotong rerumputan agar bisa melewatinya. Tapi alangkah terkejutnya dia setelah melewati rerumputan. Bukan danau atau taman yang dia lihat tapi sebuah area luas belakang sebuah istana.
Saat dia menatap ke sisi kanan terdapat sebuah tempat istirahat yang cukup besar. Di sisi kiri terdapat puluhan hingga ratusan orang yang sedang berlatih. Disisi ujung sebelah kiri nampak seorang bocah seusia Lucia berlatih pedang dengan boneka kayu.
Kedatangan Lucia tentu saja mendapatkan perhatian prajurit yang sedang tidak memakai baju. Mereka berhenti latihan kemudian menghampiri Lucia.
"Wah, Nona Lucia. Angin apa yang membawa Nona kemari?"
"Wah, melihat Nona dari dekat. Ternyata Nona sangat sangat sangat cantik."
"Nona Lucia kemari ada urusan apa. Apa ada yang bisa kami bantu?"
Menghampiri Lucia dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun di bagian atas tubuh membuat wajah Lucia juga terasa sedikit panas.
Tubuh-tubuh berotot itu mengalihkan pandangan Lucia hingga akhirnya Momo berdecit jijik. Kedatangan Dawson pun membuyarkan pemandangan indah di depannya. "Nona, sedang apa Nona disini?" Tanya Dawson yang setengah berlari menuju Lucia.
Lucia malah balik bertanya, "tempat apa ini Dawson?". Dawson dengan napas yang agak terengah-engah pun menjawab,"di sini adalah tempat latihan prajurit khusus Lamboerge. Tapi tidak semuanya. Setiap hari ada sekitar 80-100 orang yang melakukan latihan di sini."
"Kenapa sedikit sekali? Memang berapa jumlah Prajurit Khusus Lamboerge?"
"Ada sekitar 100.000 Prajurit Khusus dan 1.000.000 pasukan biasa, Nona. Pasukan biasa bertempat tinggal di gunung belakang kediaman Lamboerge. Sedangkan Prajurit Khusus tinggal di bagian sebelah timur wilayah Lamboerge yang lebih luas."
"Kedatangan Pasukan Khusus setiap hari adalah untuk berlatih bersama para Tuan Muda dan agar kekuatan mereka bisa di evaluasi."
Lucia menerima semua keterangan dari Dawson. Lalu dia bertanya tentang anak yang sedang berlatih seorang diri. Anak itu adalah anak seorang prajurit yang orang tuanya telah meninggal dan Dawson mengasuhnya karena dia memiliki bakat.
"Kuda-kudamu kurang kebawah. Condongkan tubuhmu lebih miring ke kiri. Ayunkan pedangmu lebih kencang." Lucia berjalan ke arah bocah itu. Awalnya bocah itu merasa Lucia sok tau tapi setelah dia mengikuti instruksi Lucia. Dia melukai boneka kayu lebih dalam dari sebelumnya.
"Terima kasih Nona atas instruksinya." Lucia mengangguk dan tersenyum pada bocah itu. Lucia bertanya tentang namanya. Pemuda itu terpaku sesaat ketika melihat kecantikan Lucia. Tapi dia menyebutkan namanya ialah Valley.
"Berjuanglah lebih keras. Jika kau bisa menjadi bagian dari prajurit Khusus dalam 3 tahun. Aku akan membuatmu menjadi Ksatriaku."
Setelah memberi arahan pada Valley. Beberapa Prajurit Khusus yang lain merengek minta untuk diajari. Sejujurnya mereka tidak berharap apa-apa dari arahan Lucia. Mereka hanya ingin lebih dekat melihat Nona termuda di Kediaman Lamboerge. Kehormatan itu tak ternilai harganya.
Tidak pernah ada Nona Muda yang datang saat mereka sedang latihan seperti ini. Lagi pula untuk bisa latihan di Kediaman Lamboerge setiap 100 orang itu hanya punya 1x kesempatan setiap 3 tahun. Mereka harus bergantian dengan 100.000 orang Prajurit Khusus lainnya untuk memasuki kediaman Lamboerge.
Lucia pun memberikan beberapa tips untuk meningkatkan stamina juga membuat dasar-dasar latihan mereka menjadi lebih kokoh dari sebelumnya. Awalnya orang-orang itu tidak percaya tapi setelah menerapkan tips dari Lucia, mereka merasakan perubahan yang besar.
Perlu diketahui bahwa latihan dasar adalah awal dari latihan-latihan selanjutnya. Seperti sebuah bangunan yang kokoh, latihan dasar adalah pondasi bagian bawahnya. Jika pondasi itu tidak kuat. Tentu saja bangunan akan ambruk. Latihan-latihan selanjutnya hanya akan semakin berat dan membuat tubuh mereka rusak jika latihan dasar tidak kokoh.
Lion yang sedari memperhatikan Lucia tidak bisa berhenti terkejut dengan semua yang Lucia lakukan hingga saat ini.
"Lucia, dari mana kau mengerti semua latihan dasar seperti ini?" Suara Lion membuat semua prajurit menyambut kedatangannya. Lion adalah pemimpin sekaligus evaluator mereka