NovelToon NovelToon
Benih Papa Syerkhan

Benih Papa Syerkhan

Status: tamat
Genre:Poligami / Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:867.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Cinta Terindah

Dekat dengan calon mertua sejak SMP, membuat Syifa bermanja-manja pada Papa sang pacar. Siapa sangka pria itu malah mencintainya.


Syifa gadis berusia 25 tahun, terkejut dan menolak cinta papa sang pacar, karena dia sangat mencintai pria yang sudah bersamanya sejak SMP.


Sehingga Syerkhan, menanamkan benih kepemilikan di rahim Syifa agar gadis itu menjadi miliknya. Tanpa memikirkan anak dan istrinya.


Seperti apakah kisahnya? Yuk simak sampai Tamat.


Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinta Terindah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18 > Jadi bencong

Dua hari kemudian . . .

Hari ini, Syerkhan dan Syifa sudah berada di luar kota dan melihat proyek mereka yang harus selesai satu bulan ini.

Membuat Syifa sedikit cemas, karena sehabis dia pulang ke kotanya, ia akan memutuskan hubungan dengan Anggi kemudian pergi sejauh-jauhnya.

"Semuanya sudah beres, hanya tinggal menyelesaikan saja!" jelas mandor proyek di sana.

"Itu sangat bagus. Tapi, saya mau semua harus seperti kemauan pak Vinzen," ucap Syerkhan.

"Baik Pak," jawab mandor tersebut.

Syifa hanya diam, sambil menikmati hembusan angin yang membuat rambutnya berterbangan. Syerkhan langsung menarik tangan gadis itu.

"Biar papa rapikan, nanti kamu tidak melihat apapun karena rambutmu berantakan," ucap Syerkhan dengan lembut.

Syifa hanya diam, dan Syerkhan langsung mengikat rambut gadis itu mengunakan sapu tangan miliknya.

"Terima kasih Pa," ucap Syifa dengan lembut, kemudian dia bergegas pergi dari sana.

Sebab, untuk hari ini sudah selesai dan tinggal menunggu hari dia akan kembali dan bertemu dengan Anggi.

Sedangkan Syerkhan, masih diam sambil mengingat kembali malam saat dia dan Dila bertengkar hebat, karena ia sangat menginginkan Syifa menjadi istrinya.

Flashback on.

Syerkhan duduk di hadapan sang istri yang tengah menangis meminta agar suaminya, menceraikannya dan menikahi Syifa.

"Aku sudah puluhan kali, mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu," ucap Syerkhan dengan lembut.

"Cinta? Kalau itu benar, pasti kamu tidak akan pernah ingin menikahi wanita lain?!" tanya Dila dengan sangat emosi.

Jujur, hatinya sangat sakit mengingat kembali saat suaminya mengatakan mencintai wanita lain dan, sudah tidur bersama.

Wanita mana yang tidak sakit, suaminya ingin menikah lagi dengan gadis yang sudah mereka anggap sebagai anak?

"Iya, aku sangat mencintaimu. Tapi, aku juga mencintai Syifa," jawab Syerkhan dengan lembut.

"Baiklah, aku rela kamu menikah dengan Syifa, dengan satu syarat, bila Anggi juga menyetujui hal ini," ucap Dila degan tenang.

Sebab, dia juga memikirkan masa depan Syifa yang sudah hancur, karena berbuatan sang suami.

"Setuju!" jawab Syerkhan.

Flashback off.

Syerkhan belum memberitahu Anggi, karena itu adalah tugas Syifa dan dia hanya menunggu waktu menikahi gadis itu.

"Tidak sabarnya aku, menunggu hari pernikahan kami," ucap Syerkhan sambil terus berjalan.

. . .

Anggi muntah-muntah sejak tadi dan, di bantu oleh Juwita yang senantiasa selalu bersamanya.

"Minum dulu Anggi, kalau tidak sehat sebaiknya kamu pulang biar semua aku yang mengurus," ucap Juwita dengan lembut.

Anggi tersenyum dan meminum air dari Juwita, kemudian dia mengatur nafas akibat kelelahan.

"Aku baik-baik saja! Terima kasih, karena kamu selalu ada di sampingku," ucap Anggi dengan lembut.

Juwita tersenyum, karena dia sangat mencintai Anggi. Namun, perasaannya di tahan karena sang sahabat mencintai wanita lain.

"Elo ya, kayak sama siapa aja, pakai ngucapin terima kasih," ucap Juwita yang mengeluarkan suara prianya.

Anggi tersenyum, karena Juwita selalu ada di saat dia membutuhkan seseorang seperti sekarang.

"Aku senang, karena kamu masih mau berteman denganku dan, mengetahui aku sakit apa," ucap Anggi dengan lirih.

Juwita memegang tangan Anggi, kemudian memeluk pria itu dengan lembut dan menitihkan air mata.

'Tuhan, semoga Anggi bisa sembuh dari sakitnya,' batin Juwita lirih.

Anggi melepaskan pelukannya, karena dia tidak mau berpelukan dengan wanita selain mamanya dengan waktu lama.

"Kalau elo peluk gue lagi, gue bakalan jadi bencong biar kita sama-sama jadi cewek," ucap Anggi dengan senyuman.

Juwita langsung mencubit lengan Anggi, karena pria itu sama sekali tidak tergoda dengannya. Padahal, ia sering kali hanya memakai pengaman gunung kembar, dan Anggi sama sekali tidak tergoda.

"Ngapain juga elo jadi bencong, lebih baik kita menikah saja!" sahut Juwita dengan serius.

"Elo yakin mau sama gue? Yang penyakitan ini?" tanya Anggi sambil menatap wajah sang sahabat.

Juwita menganggukkan kepala, kemudian memegang tangan Anggi dengan lembut, karena dia sangat mencintai pria itu.

"Gue masih virgin kok, jadi elo jangan khawatir dan, gue mau hidup sama elo walaupun elo penyakitan," jawab Juwita dengan serius.

Anggi tertawa, karena sang sahabat selalu bersikap seperti ini padanya. Sebab, ia sudah menganggap gadis itu seperti adiknya sendiri.

"Elo tahu gak?" tanya Anggi dan Juwita menggelengkan kepala.

"Sebenernya Syifa gak tau, kalau gue sakit, kalau dia tahu. Pasti gak bakalan mau nikah sama gue," ucap Anggi.

"Gue mau," ucap Juwita dengan cepat.

Anggi tersenyum dan mengelus puncak kepala Juwita dengan lembut dan penuh kasih sayang.

"Sekali lagi elo ngomong mau nikah sama gue, langsung gue sikat elo,"ucap Anggi.

Juwita tersenyum dan mengatakan apa yang dilarang Anggi, membuat pria itu kesal langsung langsung mencubit pipi Juwita.

"Dasar cewek mesum!" celetuk Anggi dan Juwita tersenyum dengan sangat bahagia.

'Kalau aja elo tahu, kalau gue emak baner-bener mau nikah sama elo,' batin Juwita lirih.

. . .

Malam hari, Syifa sudah bersiap-siap karena akan ada makan malam bersama rekan bisnis Syerkhan. Padahal, ia sangat malas ke luar. Namun, dia harus hadir.

"Kenapa aku cemas ya, seperti akan ada yang terjadi. Tapi, apa itu?" gumam Syifa sambil terus berjalan.

Gadis itu berjalan dengan perlahan menuju cafe yang di minta oleh Syerkhan, karena pria itu sudah pergi duluan.

Setelah sampai, dia langsung bergabung dan makan bersama. Syerkhan terus menatap wajah Syifa dengan sangat dalam.

"Pak Syerkhan, jangan terlalu menatap putri Anda seperti itu! Sebab, kami tidak akan mengambilnya darimu," ucap salah satu rekan bisnisnya.

Syifa langsung menolah, dan benar adanya Syerkhan menatapnya dengan sangat dalam membuatnya semakin takut.

'Ya Tuhan, semoga aku tidak akan merasakan malam kelam itu lagi,' batin Syifa.

"Tentu saja saya takut! Karena, kalian semua mata keranjang," sahut Syerkhan dengan santai.

"Begitu? Lalu, Anda bukan mata keranjang?" jawab salah satu rekan bisnisnya.

"Tidak!" sahut Syerkhan.

Mereka semua bercanda tawa bersama, sedangkan Syifa hanya diam. Padahal, ada banyak wanita di sana. Namun, dia malah sibuk berpikir.

'Syifa pasti sedang berpikir' batin Syerkhan.

Pria itu hanya diam, karena tidak mau menanggung Syifa sampai mereka selesai makan malam bersama.

"Syifa, kamu pulang sama papa saja!" pinta Syerkhan saat gadis itu hendak pergi dari cafe.

"Ha?"

Syerkhan langsung narik tangan gadis itu masuk ke dalam mobilnya dan, mulai mengemudikan dengan perlahan.

"Apa ada masalah?" tanya Syerkhan dengan lembut.

"Tidak ada," jawab Syifa.

Syerkhan tersenyum, dan mereka hanya diam sampai mereka tiba di penginapan. Syifa langsung bergegas turun dan berjalan menuju kamarnya.

Sebab, dia masih takut pada Syerkhan dan berpikir pria itu pasti akan muda macam-macam dengannya, karena penginapan itu hanya mereka berdua yang tinggal.

BERSAMBUNG.

1
Surati
bagus ceritanya
guntur 1609
ya gak bisa lagi lah. sdh haram hukumnya kalau anggi menikahi syifa
guntur 1609
kok gampang x anghota syerkhan di tipu ya
guntur 1609
karna kau bodoh syifa
guntur 1609
kok terlalu lempeng x si dila ni. dan syerkhan macam gak ada beban saja
guntur 1609
istrinya kok begok banget ya
guntur 1609
mampus kau anggi. makanya janga. suka ngeprank. gak lucu
guntur 1609
masih misteri hubungan dila..anggi dan syerkhan. apa anggi bukan anak kandung sherkhan ya
guntur 1609
da masalah pa syerkhan sm dila sebenarnya ya
guntur 1609
lah masa gak ada yg curiga
Safa Almira
syuka
dhaa. made
tp bunda nya juga anehh masa kalo cewek lain it's oke ?? HAAH? MAKSUD ?
dhaa. made
di luar Nurul siii iniii ayahnyaaa
Pisces97
syifa terlalu lemah dan tidak berprinsip ....
Pisces97
Tante Dila ini bodoh atau apa minta aja Syifa dinikahi terus minta cerai juga masih saja mau dimadu kalau aku jadi Tante lebih baik jadi janda
Pisces97
tidak bisa menyalahkan Anggi kalau tiba² menikahi Juwita..
emang bisa Syifa menikah dengan Anggi sedangkan dia sudah tidur dan hamil anaknya syerkhan
walaupun nikah sama Anggi tetap saja Anggi tidak bisa menyentuh Syifa mereka haram untuk disentuh
ya emang baiknya cari wanita lain dinikahi...
beda cerita kalau Syifa tidur dan hamil anaknya BPK tiri masih ada kemungkin merak bersatu..
Pisces97
cintanya syerkhan yang egois
dan cintanya Juwita yang obsesi
sebenarnya kedua orang ini mempunyai cinta yang benar gk tulus soalnya aku suka banget tipe² orang² mencintai seperti mencari celah..
Pisces97
syerkhan ini bapak macam apa teganya merenggut kebahagiaan anaknya
lebih prihatin sama nasip Dila dan Anggi lebih disakiti hatinya
Pisces97
papamu emang bjigur Anggi gk mementingkan perasaan istri dan anaknya karena egonya dia menyakiti kelurga sendiri
Pisces97
dari awal kamu juga salah Syifa jika kamu gk manja² dengan bapak ya anggi kejadian kyk gini gk bakalan terjadi kamu jual mahal pasti tua Bangka syerkhan gk mudah menindas mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!