NovelToon NovelToon
Ruang Rindu

Ruang Rindu

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:79.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mister Y

Pernikahan merupakan impian semua orang, tapi tak semuanya mendapatkan pernikahan yang ia mau.

Dalam keadaan mendesak, Senja mengorbankan pernikahannya dengan seorang duda yang sama sekali tidak dikenalnya.

Ibunya yang sakit dan membutuhkan biaya operasi yang mahal, membuat senja melakukan apapun yang Ia bisa, termasuk menjadi pengantin bayaran.

Bagaimanakah kisah pernikahan tanpa rasa cinta? mungkinkah kedua pasangan yang saling terpaksa ini bisa bertahan?, mari simak cerita lengkapnya 😊😊.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mister Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah Baru

"Waalaikumsalam salam" Jawab Ibu Susi dari dalam, ada nada kerinduan dalam suaranya yang lemah.

Senja langsung memeluk Ibu Susi melepas rindu setelah seminggu terpisah. Setelah melerai pelukan wanita paruh baya itu menatap Senja dengan seksama, seperti ada yang berubah dari penampilannya sekarang.

Ibu Susi menggerakkan kepalanya naik turun, lalu mencari-cari sesuatu di depan, samping dan terakhir di belakang Senja.

"Loh Nak Bryan gak ikut?" Tanya Ibu Susi dengan ekspresi kecewa, begitu juga dengan Senja.

"Mas Bryan sibuk ada urusan kantor, lagian Senja bisa kok pergi sendiri."

"Begitu rupanya, kapan-kapan ajak kesini akan Ibu buatkan masakan kesukaannya."

Senja malah sedih ketika Ibunya mengharapkan kedatangan mantunya, tak mungkin suaminya itu akan mau kesana.

"Iya buk, kapan-kapan kalau Mas Bryan libur akan Senja ajak kesini, ketemu Ibuk"

Ibu Susi langsung tersenyum lebar, tanpa Ia tahu hati anaknya tengah menangis.

Ibu Susi kembali memperhatikan anaknya dengan alis terangkat sebelah.

"Wah... Sekarang anak Ibu udah jadi orang kaya, bajunya ini lo bagus banget" Pujinya.

"Ibu bisa aja" Ujar Senja malu-malu, "Ini Mama Ningsih yang beliin Bu, katanya harga baju ini 5 juta"

Ibu Susi seketika terbelalak, memegang baju Senja dengan tatapan tak percaya.

"5 juta Ndok?"

"Iya Bu, sayang banget uang segitu cuma dapet satu baju. Kan bisa buat beli beras berbulan-bulan"

Mereka berdua seketika tertawa, karena Seumur-umur mereka tak pernah membeli baju semahal itu.

Senja yang kangen dengan masakan Ibunya langsung ke dapur.

"Ibu masak apa hari ini?" Tanyanya sambil berjalan, diikuti Ibu Susu di belakangnya.

"Ibu cuma goreng ikan sama sambel Ndok" Jawab Ibu Susi minder, Ia pikir anaknya itu tak lagi menyukai masakannya setelah seminggu di sajikan hidangan mewah di rumah mertuanya.

"Alhamdulillah Buk, kebetulan Senja lagi pengen banget makan sambel. Senja sampai bosen, di sana lauknya daging terus, Senja gak terbiasa" Ucap Senja jujur, membuat Ibu Susi sangat senang. Karena dugaannya salah.

Tanpa membuang waktu, Senja langsung menyantap hidangan sederhana itu dengan sangat lahap,seperti orang yang tidak makan selama seminggu. Baginya ini adalah masakan paling enak sedunia, Ia bahkan tak puas dengan berbagai hidangan lezat dan mewah di rumah keluarga barunya.

Setelah perutnya terasa seperti akan meledak, baru Senja berhenti makan. Ia sudah tak kuat, perutnya seperti sudah mencapai limit.

Setelah me ngobrol-ngobrol ringan di meja makan, akhirnya Ibu Susi pamit tidur karena kecapean katanya seharian jualan.

"Ibu tidur dulu ya Nduk, punggung Ibu terasa nyeri"

"Senja pijitin ya buk, biar tidurnya nyenyak" Senja menawarkan diri.

"Boleh Nduk"

Senja langsung mengikuti Ibunya ke kamar, memijit pelan-pelan pergelangan kaki, lalu ke punggung.

"Ibu gak usah jualan lagi ya, Ibu gak usah kawatir lagi soal uang" Pinta Senja di sela-sela tangannya yang terus memijat.

"La terus Ibu mau ngapain kalau gak jualan, Ibu bosen kalau cuma diem di rumah"

"Tapi kan kasian Ibu, capek kan?"

"Memang capek, tapi Ibu suka"

Senja hanya menghela nafasnya, melanjutkan pijitannya yang kini kembali ke kaki.

Sepuluh menit berlalu, suara dengkuran Ibunya terdengar menandakan Ibunya sudah tertidur. Senja langsung berhenti memijit, Ialu ke ruang tamu dimana ponselnya Ia tinggal

Di ruang tamu.

Senja memainkan ponselnya sembari tiduran di kursi, mencoba menghubungi Kak Rey atau Rio. Tapi keduanya sama-sama tak menggubrisnya, chatnya juga tidak di balas,padahal centang dua. Sungguh Ia merindukan sikap hangat dua orang laki-laki itu.

Tiba-tiba ada chat misterius yang masuk di handphonenya, Senja yang penasaran langsung membukanya.

Temui aku di rumah makan CCF yang tak jauh dari rumahmu, kalau sampai kamu tidak datang aku yang akan me**mberitahu rahasiamu di masa lalu agar seluruh mahasiswa tahu siapa sebenarnya dirimu?.

Pesan bernada ancaman itu membuat Senja terkesiap, pesan anonim dari seseorang itu membuatnya ketakutan, sebelumnya Ia tak pernah mengalami hal semacam ini. Setahunnya Ia tak pernah memiliki musuh, Ia takut sekaligus penasaran siapa orang di balik nomor tak di kenal itu? dan dari mana bisa orang itu mendapatkan nomornya?.

Senja termenung sesaat, Ia bingung harus mengabaikan pesan itu atau memutuskan untuk menemui orang itu.

Setelah berfikir beberapa saat, akhirnya Senja memilih untuk menemui orang yang tak dikenalnya itu tentu dengan perhitungan yang matang. Jika ketemunya di tempat ramai maka kemungkinan hal negatif tentu lebih kecil.

"Buk, Senja mau jalan-jalan dulu ya?" Tulis Senja di secarik kertas yang ia letakkan di atas meja tamu.

Senja yang sudah di pinggir jalan tampak ragu-ragu menghentikan angkot yang lewat di depannya, lalu menyetop angkot yang kedua.

Kebetulan rumah makan yang di maksud orang misterius itu tak jauh dari kontrakan Ibunya, hanya memakan waktu 5-10 menit.

Sesampainya di rumah makan, Senja langsung masuk dan mencari sosok yang menurutnya misterius. Seperti yang tertulis di pesan terbaru, orang itu duduk di dekat jendela nomor 1.

Tapi anehnya, orang yang Ia cari tak ada disana, bangkunya juga kosong. Ia bahkan telah bertanya pada beberapa pelayanan perihal orang yang memesan kursi nomor satu, tapi pihak rumah makan mengatakan tak ada dan hasilnya nihil.

Senja mendengus marah, Ia sepertinya sudah di permainkan oleh seseorang yang tak dikenalnya. Sepertinya orang itu mengerjainya.

Saat Senja hendak meninggalkan rumah makan itu, seseorang menepuk pundaknya dari belakang.

"Senja..." panggil orang itu yang langsung memeluk Senja.

"Melati!" teriak Senja menyebut gadis itu.

Setelah melepas pelukan, keduanya memilih tempat duduk.

"Kamu sedang apa kemari?" Tanya Melati penasaran.

"A-aku..... mau beli makan" Jawab Senja berbohong.

"Kamu gimana kuliahnya?" Tanya Mawar yang tengah memilih menu.

"Alhamdulillah baik, kamu sendiri gimana kerjanya?"

"Syukur kalau gitu, kebetulan aku dapet tugas tak jauh dari sini" Melati menunjuk salah satu gedung pencakar langit di seberang jalan, "Aku kerja disana"

"Wah.. " Ucap Senja brrsemangat, cita-citanya dulu adalah kerja kantoran seperti Melati, Tapi itu semua harus Ia kuburkan setelah pernikahan dininya.

"Aku denger-denger kamu udah nikah ya?"

"Iya,seminggu yang lalu" jawab Senja malu-malu

"Aku kok gak di undang?" Protes gadis cantik dengan rambut sebahu itu.

"Acaranya dadakan, jadi cuma undang kalangan keluarga" Kilah Senja kembali berbohong, Ia melakukannya karena terpaksa bukan?.

"Oh begitu, ku harap rumah tanggamu selalu dalam keberkahan"

"Amin... "

"Sebenarnya aku baru kemarin di Jakarta, baru aja mau cari alamat rumah kamu, eh taunya ketemu disini. Sungguh pertemuan yang tidak di sangka-sangka"

Senja hanya mengangguk kosong, pikirannya masih melayang tentang pesan misterius itu. Beberapa kali Ia menoleh ke kursi nomor satu, tapi belum ada yang menempatinya sampai detik ini. Membuatnya semakin penasaran.

Senja dan Melati sendiri merupakan teman dekat semasa SMA, semenjak lulus mereka tidak pernah saling bertemu dan dalam waktu yang cukup lama mereka tak tau kabar masing-masing.

Mereka mengobrol dengan sangat antusias, membahas masa lalu mereka yang membuat mereka cekikikan.

Mereka baru mengakhiri pertemuan itu, ketika sudah pukul satu siang, Melati harus kembali bekerja.

"Aku pamit duluan ya, jam istirahatnya terbatas. Kapan-kapan kita sempatkan untuk ketemu lagi ya, bye-bye Senja"

"Bye-bye Melati, hati-hati"

Mereka saling melambaikan tangan, lalu terpisah dengan kepergian Melati. Senja sendiri masih duduk di kursi, menunggu beberapa menit ke depan. Siapa tau orang yang meneror nya datang.

***

1
Raudatul zahra
apa yaa isi paket nya???
Raudatul zahra
Rey mau ngapain??
Raudatul zahra
nggak suka aku sama orang² yang memanfaatkan kesusahan oranglain demi dirinya sendiri kayak Merry 😤😤
Mister Y: iy nih kak
total 1 replies
Raudatul zahra
haii thoorr.. salam kenal..

baru nemu niih novel author.. aku lanjut baca dulu yaa.. kayaknya seru niih.. openid nya bagus,, bikin pengen lanjut bab selalu
Mira Andani
mampir thor
Ruslinawaty Marzuki
saya curiga sama mawar karena mawar yang menyuruh orang untuk membunuh anak kandungnya sendiri dan mawar juga yang mengancam senja.
Chocolla: Hai kak, mampir yuk ke ceritaku 😊
total 2 replies
վմղíα | HV💕
kasian meryy cincin nya palsu,
jangan jangan cinta pacar nya
juga palsu😄😄
Mister Y: wkwkw
total 1 replies
վմղíα | HV💕
semoga bahagia ya senja,
վմղíα | HV💕: wkwkwk 😄😄😄
total 2 replies
Eliani Rahel
serruuuu
Mister Y: nantikan selanjutnya, akan ada drama yang greget
total 1 replies
վմղíα | HV💕
bawa lari Roy sejauh mungkin.
վմղíα | HV💕
up
վմղíα | HV💕
lanjut thor 👍👍
Mister Y: siap kakak
total 2 replies
վմղíα | HV💕
semoga laris jualan nya ya senja
Mister Y: amin kakak
total 1 replies
վմղíα | HV💕
Merry mata duitan
վմղíα | HV💕
teman tapi mesra
վմղíα | HV💕
Rey jangan bikin rencana jahat ya
վմղíα | HV💕
semoga Rey menolong senja
վմղíα | HV💕
sabar sanza.
վմղíα | HV💕
saya nyimak thor salam kenal dari yunia mampir juga kecerita ku semoga kita bisa saling mendukung
kedepan nya👃👃
Mister Y: siap kak
total 1 replies
Aira Zaskia
Terbaik
Mister Y: Aaaa... terimakasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!